Jumat, 28 Februari 2014

N.MUHAMMAD SAW SURI TELADAN MANUSIA SE DUNIA


SIFAT  UTAMA  RASULULLAH SAW

Sifat utama Rasulullah saw yang menyebabkan keberhasilannya dan kemenangannya itu ada empat macam yaitu :
1.       Al – Sidiq ( benar ) .
2.       Al – Amanah ( terpercaya ) .
3.       At – Tabligh ( menyampaikan / meginformasikan ).
4.       Al – Fathanah ( cerdik, cerdas , cendekia )

Yang dimaksud dengn Al Sidiq atau benar adalah beliau benar di dalam hatinya, benar dengan ucapannya dan benar dengan prilakunya, yang kesemuanya itu sama selaras dan serasi. Apabila menurut hatinya benar, maka diucapkannya bahwa itu benar dan diwujudkan dengan prilakunya tentang kebenaran ucapannya itu. Dan apabila salah makan dikatakannya bahwa itu salah dan beliau memberi contoh menjauhinya.

Yang dimaksud dengan Al Amanah atau terpercaya adalah dimanapun beliau berada dan kemanapun beliau pergi di dalam hamblum minannaas yang ditanamkan adalah kepercayaan. Manusia bisa dipercaya oleh orang lain apabila memiliki sikap jujur,. Diawali jujur pada diri sendiri, lalu jujur pada Allah dan jujur pada sesamanya.

Al Fathanah ( cerdik, cerdas dan cendekia ). Yang dimaksud dengan cerdik adalah beliau sangat pandai sekali menarik perhatian orang disaat bergaul dengan mereka, apakah dari kalangan orang biasa, sampai bergaul dengan para pembesar negeri sehingga  beliau benar-benar dihormati dan disegani.

Yang dimaksud dengan cerdas adalah beliau mampu menyelesaikan setiap permasalahan dengan cepat, singkat, terang dan jelas, sehingga bagi yang mendengarnya sangat menyukai saran dan pendapat beliau. Mengapa demikian ? Karena beliau selalu kalau memutuskan perkara itu dengan adil, tidak ada yang dirugikan.


Yang dimaksud dengan cendekia adalah beliau berilmu sangat tinggi, dan dengan ilmunya itulah beliau menyatukan umat Islam dari seluruh peloksok negeri. Tidak ada yang ingin saling menang sendiri. Dan berkat bimbingan beliau seluruh umat Islam itu bersatu padu untuk menegakkan agama Allah, sehingga umat Islam pada zaman itu mencapai zaman keemasan.

Kamis, 27 Februari 2014

ING NGARSO SUNG TULODO ( KALAU DI DEPAN JADILAH CONTOH YANG BAIK DAN BENAR )


Anak : Bah, Kok Abah bisa tahu bahwa banyak manusia yang berdusta pada diri sendiri dan zalim pada dirinya sendiri ?
Abah : Kan ada ayat nya di dalam Al Qur’an sebagaimana firman Allah ?!
Anak : Tolong terangkan sih bah, supaya aku tahu  !
Abah : Kalau untuk masalah beriman kepada akhirat, mendirikn shalat dan mengeluarkan zakat   QS Al Baqarah ayat 3 yaitu :

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ [٢:٣]
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

Anak : Emang bener bah, kalau mereka beriman kepada yang ghaib, contoh mati dan akhirat, pasti pada sibuk mempersiapkan diri dengan sagala cara agar matinya khusnul khatimah, cari bekal sebanyak-banyaknya, shalatnya dijalani dan zakatnya dikeluarkan.

Kalau mengenai puasa bulan Ramadhan QS Al Baqarah ayat 183 yaitu :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ [٢:١٨٣]
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,


Anak : Tapi mereka kalau disuruh puasa mutih ( sehari semalam hanya makan nasi putih sepring dan air segelas ) pada kuat, tapi kalau puasa ramadhan banyak sekali alasannya, ada yang penyakit maag nya kumat, gak kuat lemes dan sebagainya.

 Kalau mengenai manusia zalim pada dirinya sendiri QS Yunus ayat 44 yaitu :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَٰكِنَّ النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ [١٠:٤٤]
Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.

Anak : Ya iya lah Bah, Allah yang menciptakan, yang membuat, masa akan dirusak oleh Si Pembuat atau Sang Pencipta.

Abah : Allah menciptakan agama itu, bukan hanya sekedar hfalan di mulut dan di fikiran aja, atau di hati saja , akan tetapi harus dibarengi dengan amal perbuatan sehari-hari. Banyak orang yang pandai meceramahi orang lain akan tetapi mereka belum bisa , bahkan ada yang tidak mau menceramahi dirinya sendiri. Dianggapnya dengan beramal terhadap orang lain, itu pasti amal kebajikannya akan sangat banyak, karena yang mendengarkannya banyak.
Anak : Dan kebetulan agama yang terakhir, dan agama yang paling sempurna yang diridoi Allah adalah Islam, tapi kenapa bah mereka tidak mau menganut Islam., maksudnya tidak mau melaksanakan dengan baik dan benar ?
Abah : Jangan menuduh orang lain jelek. Orang Islamnya sendiri saja banyak yang tidak melaksanakan agamanya sendiri. Islamnya hanya Islam KTP doang. Syahadat hanya dibaca saat mau nikah saja di depan KUA. Setelah itu selesai.


Kesimpulan : Janganlah menceramahi orang lain sebelum mampu menceramahi diri sendiri, awali dulu oleh diri sendiri sebagai contoh kepada mereka yang akan dikasih tahu

KEINGINAN TIDAK SESUAI DENGAN PERBUATAN



Abah : Nak, kamu dalam hidup ini ingin menjadi manusia yang beruntung atau manusia yang rugi di sisi Allah ?

Anak : Jelas ingin menjadi manusia yang beruntung atuh bah ? Emangnya ada yang ingin menjadi manusia yang rugi ?

Abah : Sangat banyak manusia yang hidupnya senang di dalam kerugian ?

Anak : Wah, abah sih ada-ada aja, gak mungkin atuh bah, daripada hidup dalam kerugian lebih baik mati sekarang aja supaya dosa-dosanya tidak bertumpuk semakin banyak.

Abah : Mulutnya sih mengatakan memilih manjadi manusia yang beruntung, tapi dari prilakunya selalu banyak menentang Allah. Contoh shalat wajib tidak dikerjakan , Riba dijalani, Zakat enggan mengeluarkan, takut nantinya kelaparan, Puasa Ramadhan tidak dikerjakan alasannya punya penyakit maag.

Anak : Oooh, gitu ! Emang kenyataannya banyak yang begitu bah ! Sekarang aku mengerti, maksud pembicaraan Abah.


Kesimpulan : Manusia itu banyak yang mengingkari janjinya baik dengan sesamanya maupun dengan Allah. Artinya manusia kebanyakan mendustakan dirinya sendiri dan banyak berbuat zalim pada dirinya sendiri.

APAKAH ISLAM ITU ?




Negara Indonesia penduduknya banyak yang menganut agama Islam, akan tetapi kenapa justru kejahatan, kekacauan, pelanggaran hukum, korupsi, narkoba,kok tumbuh subur ? Memang benar kalau ada yang menjawab itu kan urusan pribadi masing-masing, baik buruknya yang menanggung, yang memikul tanggung jawab bukan kamu, kok repot amat sih.

Kalau ternyata ada yang bicara begitu berarti benar hati manusia sudah banyak yang tertutup oleh hawa nafsu syaitan. Mereka lebih senang bekerja sama dengan syaitan dari pada mengikuti tuntunan Rasulullah saw. Mereka lebih suka mempelajari ilmu atau kitab yang bisa mendekatkan dirinya dengan syaitan dari pada kitab Allah ( Al Qur’an ). Mereka lebih suka berbuat kerusakan di muka bumi ini daripada memelihara suasana tertib damai aman tentram.

Agama Islam adalah kiat yang paling kuat untuk mengangkat tabiat dan harkat martabat umat, serta merupakan dasar kalimat tauhid umat,juga kesatuan tujuan umat pula.

Agama Islam adalah agama yang alami ( meliputi seluruh alam semesta ) . Kesempurnaan keadaan alam semesta ini karena Islam, keteraturan kehidupan manusia baik dengan Tuhan, dengan sesama makhluk maupun dengan alam juga karena Islam, kesempurnaan kemaslahatan umat juga karena Islam,


Islam sunyi dari pemikiran sepihak. Islam tidak mengenal kefanatikan arah manapun atau semangat jahiliyah. Islam memandang kepada seluruh lapisan manusia dengan pandangan yang sama. Islam tidak menetapkan keistimewaan dan kemuliaan kepada salah seorang kecuali dengan ketaqwaan. Islam menyeru untuk saling mengenal dan menjalin kuat hubungan antar sesama manusia.

SIFAT JUJUR ADALAH MODAL HIDUP DI DUNIA



HIASILAH DIRI DENGAN KEJUJURAN

Sesungguhnya kejujuran itu adalah budi pekerti yang amat kuat kaitannya dengan kemaslahatan, baik perorangan maupun golongan atau jama’ah. Dengan kejujuran aturan-aturan bisa ditegakkan. Hanyak dengan kejujuran kepercayaan akan mudah didapatkan.

Kalau kita berusaha untuk bersikap jujura, berarti kita sedang menghiasi diri kita, menghindari sikap kehinaan. Kejujuran itu merupakan tanda-tanda keimanan kan kesucian jiwa, dan hanya dengan kejujuran hidup kita akan selamat.

Ketinggian moral seseorang dan keindahan sifat seseorang hanya bisa diraih dengan kejujuran. Dan hanya dengan kejujuran pula terbentuknya prilaku kecintaan terhadap Allah dan kecintaan terhadap para hamba Allah yang beriman.

Apabila kita mampu bersikap jujur, maka pastilah setiap ada janji ditepatinya, setiap amanat yang sampai tidak dikhianatinya. Ilmu yang dipegang oleh orang yang jujur akan amat bermanfaat dan akan membekas kepada orang lain dan dia akan dihormati dan disegani oleh orang lain.

Apabila prilaku jujur diterapkan oleh para pedagang, maka akan banyak orang-orang yang percaya kepadanya, sehingga untuk mengadakan hubungan dagang dengan siapapun akan terlaksana dengan mudah.

Apabila kejujuran itu terjadi pada seorang dokter maka biasanya sang dokter akan banyak memberikan nasehat yang akan membuat pasien merasakan tenang sebelum diberi obat.

Hanya dengan kejujuran pula seorang pengusaha akan sukses, karena dalam pelaksanaannya tidak akan menzalimi terhadap sesamanya, bahkan yang ditanamkan adalah rasa kasih sayang antara sesamanya.

Namun apabila sifat jujur atau kejujuran itu lenyap dari diri seseorang, maka pasti akan digantikan dengan kebohongan dalam jiwanya,. Dan dari kebohongan itu akan timbul, kemunafikan, penipuan dan pengkhianatan, ujub, riya, takabur serta menyepelekan janji.

Semoga kita semua dapat menghiasi diri kita dengan penuh kejujuran dengan niat yang jujur, ucapan jujur dan berprilaku jujur. Jujur terhadap diri sendiri, jujur terhadap Allah swt dan jujur terhadap sesama manusia.Sehingga kita bisa menjadi manusia yang mulia di sisiNya, sesuai dengan keinginanNya dan harapanNya, bisa terwujud. Aaaamiin.

Rabu, 26 Februari 2014

KEBAHAGIAAN HIDUP HANYA BISA DICAPAI DENGAN TAQWA



TAQWA ADALAH MODAL HIDUP UNTUK MENGGAPAI KEBAHAGIAAN HIDUP YANG HAKIKI

Dengan kita bertaqwa diharapkan agar andaikan kita mati itu dalam keadaan Islam. Hal ini dianjurkan oleh Allah dengan firmanNya didalam Quran yang artinya , “ Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang benar “.

Mengapa Allah memerintahkan agar kita bertaqwa kepadaNya ? Karena hanya dengan taqwa kita dapat terpelihara atau terlindungi dari siksa api neraka dan murkanya Allah. Dan taqwa merupakan benteng dari azabnya Allah. Dan hanya dengan taqwa kita dapat memperoleh kebahagiaan yang abadi.

Lalu, “ hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar “ .Melalui ayat ini pula Allah menasehatkan kita agar di dalam bergaul itu harus dengan orang yang benar. Untuk menilai seseorang itu benar atau tidak, memang sulit karena kita tidak dapat mengetahui isi hatinya. Akan tetapi kita bisa melihat dari ucapan dan tindakannya banyak yang sesuai gak. Kalau antara ucapan dan tindakan banyak yang tidak sama, maka jangan digauli.

Mengapa Allah menyarankan agar kita bergaulnya dengan orang-orang yang benar ? Tidak lain agar kebenaran mereka itu bisa tertular kepada kita. Sama seperti orang yang menjual parfum, maka akan tercium baunya , walau kita tdak pakai parfum.

Karena kita bergaulnya dengan orang yang benar, artinya kita bisa beriman sama dengan mereka, ucapan dan tindakannya otomatis akan mengikuti mereka, termasuk dalam berjanji , juga dalam hal kerahasiaan dan keterbukaan akan mengikuti mereka.


Semoga kita semua bisa menjadi insan yang bertakwa kepada Allah dan dapat memilih pergaulan yang tidak akan mencelakakan diri kita, akan tetapi mempunyai teman yang sekiranya akan dapat mengangkat derat kita setinggi mungkin di sisi Allah. Aaaamiin.

APAKAH ITU AMAL, JANJI DAN MAKSIAT ?


AMAL  JANJI  DAN  MAKSIAT

Manusia terdiri dari roh dan jasad. Roh itu jiwa berarti batin , sedangkan jasad adalah seluruh anggota tubuh kita. Yang berkaitan dengan lahir adalah semua gerakan anggota badan lahir yang disebut dengan amal. Sedangkan yang berkaitan dengan batin  disebut janji.

Amal yang sesuai dengan perintah disebutnya taat atau takwa sedangkan amal yang menyimpang dari perintah disebutnya maksiat.

Janji yang sesuai dengan kahikat kebenaran adalah iman, sedangkan janji yang menyimpang dari hakikat dinamakan munafik. Orang munafik itu tidak punya pendirian tetap. Ciri daripada orang munafik itu adalah, apab

La dia berjanji, diingkarinya, apabila dia diberi amanat, dikhianatinya, penampilannya bisanya simpatik, dan bicaranya meyakinkan, karena untuk menutupi kekurangan dirinya, dia akan melakukan sesuatu apabila hal itu akan menguntungkan bagi dirinya, namun yang sekiranya merugikan maka akan dia tinggalkan.

Manusia akan taat menjalani agama karena di hatinya ada ilmu dan iman. Ilmu tanpa didasari iman, maka akan takabur, sombong, ego, mau menang sendiri. Iman tanpa ilmu akan sia-sia, karena keyakinannya tidak penuh.

Apabila kita ingin mendapatkan pahala dan rahmat Allah serta ridoNya, maka sering-seringlah membersihkan jiwanya, sebagaimana firman Allah di dalam QS  Ali Imran ayat   132 – 135  yaitu :

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ [٣:١٣٢]
Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ [٣:١٣٣]
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ [٣:١٣٤]
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ [٣:١٣٥]
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Melalui ketiga ayat ini Alah memberitahukan kepada kita semua yaitu Allah akan sangat menyukai kita semua dan akan mengampuni dosa-dosa yang telah kita lakukan maka :
1.    Kita harus banyak berbuat kebajikan atau amal saleh ;
2.    Kita mau menafkahkan sebagian harta kita baik dalam keadaan lapang maupun dalam keadaan sempit ;
3.    Kita mau memaafkan kesalahan orang lain yang telah berbuat salah kepada kita ;
4.    Kita mau berusaha mengendalikan amarah kita atau meredam hawa nafsu kita

5.    Kita mau membersihkan diri dengan memperbanyak baca istighfar.

SIFAT TERCELA AKAN MENGOTORI HATI MANUSIA


SIFAT TERCELA AKAN MENGOTORI HATI MANUSIA

Setiap manusia pasti ingin dikasih sayangi, kebutuhannya dicukupi, segala keinginannya dikabulkan, diselamatkan dari segala masalah, dilindungi dari mara bahaya oleh Allah.

Allahpun memenuhi segala keiinginan dari para hambaNya, sesuai dengan kehendakNya, dengan adil lagi bijaksana. Itupun kalau kita mau mendekati Allah.

Ingat setiap kita akan menghadap Allah atau mendekatiNya, jangan lupa, jiwa kita dibersihkan terlebih dahulu. Hilangkan sifat-sifat tercela yang masih melekat di hati seperti, sombong, ego, iri, dengki, berbangga diri, gunjing, fitnah, zalim dan masih banyak lagi.

Semua sifat-sifat tercela harus digantikan dengan sifat-sifat terpuji atau dengan amalan -amalan yang baik seperti bersilaturahmi, beramah tamah dengan sesamanya, ringan tangan, suka membantu, suka menolong , yang kesemuanya itu dilakukan dengan ikhlas dan diniatkan ibadah kepada Allah dengan mengikuti tuntunan rasulNya. 

Allah swt berfirman di dalam QS Al Bayyinah ayat 5 yaitu :

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ [٩٨:٥]

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. 

Selasa, 25 Februari 2014

HIDUP HARUS OPTIMIS, JANGAN PESIMIS


  
JANGANLAH MENJADI MANUSIA YANG CENGENG

Kita semua sudah tahu semua dan sadar bahwa tidak ada hidup di dunia ini yang enak., yang menyenangkan, yang memuaskan. Karena semuanya tidak ada yang kekal, Adapun yang kekal hanyalah kehidupan akhirat. Di pagi hari kita dibuatnya senang, tertawa-tawa bersenandung, namun di siang harinya mulai dibuat pusing dengan segala permasalahan yang datang di hari itu. Dan di sore harinya, segala masalah, segudang persoalan belum juga terselesaikan, tahu-tahu kematian datang. Kita dibuatnya menangis, karena ditinggalkan oleh orang yang kita cintai, yang kita sayangi, yang kita banggakan yang bisa menjadi tumpuan harapan di masa depan.

Seorang pemimpin sejati tidak pernah berbuat untuk memikirkan dirinya sendiri. Akan tetapi yang dia fikirkan bagaimanakah nasib orang-orang yang dipimpinnya itu agar mereka bisa mandiri, bisa menjalani hidup dengan tidak bergantung kepada siapapun, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, bisa dan mampu menghadapi segala persoalan kehidupannya sendiri, dan bisa membaktikan dirinya kepada Sang Ibu Pertiwi, Negara Indonesia yang mereka cintai. Mereka rela mengorbankan dirinya, baik dengan harta benda yang dimilikinya, bahkan sampai nyawanyapun apabila diperlukan diberikannya, disumbangkannya demi Ibu Pertiwi yang telah memberikan kehidupan kepadanya, yang mencukupi segala kebutuhannya.

Sungguh tidaklah mudah untuk dilakukan semuanya itu, bicara memang mudah. Namun apabila tidak dimulai dari hal-hal yang kecil yang sekiranya mampu dilakukannya, kenapa harus menunggu sampai besar. Apabila hal itu baik dan benar kenapa tidak dilakukan dengan segera, jangan sampai kesempatan itu hilang lenyap berlalu begitu saja.

Allah swt adalah Tuhan Yang Maha Adil, Dia tidak pernah merugikan siapapun. Setiap manusia pasti akan diujinya sesuai dengan kadar kesanggupan atau kemampuannya. Semakin tinggi keyakinan, semakin banyak yang diinginkan maka akan semakin banyak ujian dan cobaan menerpanya bagaikan hujan badai dan gelombang pasang yang saling bersusulan menghantamnya. Dan hal itu disesuaikan dengan keinginan dan kesanggupan hambaNya. Sungguh Allah itu tidak pernah zalim kepada siapapun, akan tetapi kebanyakan manusianya saja yang banyak menzalimi dirinya sendiri.

Oleh karena itu janganlah kita menjadi manusia yang cengeng, jangan gampang emosi, protes karena apa yang didapatkan itu masih belum sesuai dengan kehendaknya. Kenapa kebanyakan mausia itu sangat pandai mengeluh di hadapan orang lain, kata katanya rapih tertata- tertiti dengan baik, sehingga membuat orang yang mendengarkan bisa sangat bersedih hati. Dengan tujuan minta dikasihani. Namun kalau Allah tidak berkehendak, maka sungguh tidak akan terjadi. Sementara keluhan yang tadi disampaikan ke orang lain malah di hadapan Allah tertutup, tidak ada yang keluar ucapan lainnya, selain ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, setelah itu sudah gak ada kata-kata lainnya.

Oleh karena itu janganlah kita menjadi manusia yang cengeng, jangan gampang emosi, protes karena apa yang didapatkan itu masih belum sesuai dengan kehendaknya. Kenapa kebanyakan mausia itu sangat pandai mengeluh di hadapan orang lain, kata katanya rapih tertata- tertiti dengan baik, sehingga membuat orang yang mendengarkan bisa sangat bersedih hati. Dengan tujuan minta dikasihani. Namun kalau Allah tidak berkehendak, maka sungguh tidak akan terjadi. Sementara keluhan yang tadi disampaikan ke orang lain malah di hadapan Allah tertutup, tidak ada yang keluar ucapan lainnya, selain ya Allah, Ya Allah, Ya Allah, setelah itu sudah gak ada kata-kata lainnya.


Marilah sejak saat ini kita buka hati kita yang selama ini telah terkunci, buka mata hati kita untuk menerima hal-hal yang nyata, bukan hal-hal yang penuh dengan hayalan, bukan hal-hal yang tidak ada kepastaiannya, bukan hal-hal yang ditambah-tambah, sehingga menjadi beban hidup yang seharusnya tidak dilakukan. Apabila di antara kita ada yang ingin jadi pemimpin, belajarlan memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu, tanamkan pada diri sifat jujur, jujur pada diri sendiri, jujur pada orang lain dan jujur pada Allah. Apabila hal ini sudah mendarah daging, maka Insya Allah apa yang diinginkan akan terwujud. Ucapannya sangat tajam tapi dipercaya, ucapannya lebih tajam dari silet, lebih tajam dari pisau cukur. Ucapannya bisa menyejukkan hati orang yang sedang resah dan gelisah, bisa menentramkan orang yang sedang galau hatinya, bisa mendamaikan pikirannya yang sedang kalut. Hal ini tidak bisa digambarkan dngan suatu cerita, akan tetapi harus dibuktikan oleh diri sendiri, bukan dengan cara keilmuan, akan tetapi secara alami. Hukum kodrat alam berkalu, siapa yang menanam, dialah yang menuai. Apabila kita menanam cabe, pastilah buahnya cabe. Tidak mungkin berbuah durian.

DAMPAK DARIPADA PENYAKIT DENGKI


BAHAYANYA  PENYAKIT  DENGKI

Sungguh kedengkian itu merupakan penyakit yang akan merusak pahala yang kita harapkan dari Allah. Dan akibat dari penyakit dengki itu akan berdampak buruk kepada pribadinya. 

Seorang pendengki akan selalu merasa panas atau tidak terima melihat orang lain mendapatkan kenikmatan dan kelebihan. Dan itu akan berlanjut sampai dia mati atau terkadang sampai kenikmatan orang lain tadi sudah tidak ada lagi.

Bersahabat dengan sesama itu memang wajib dilakukan, kecuali bersahabatan dengan seorang pendengki harus dihindari. 

Janganlah kita berani mendekati orang yang berpenyakit pendengki. Sebab seorang pendengki akan selalu membawa kita agar menyepelekan nikmat-nikat Allah, menanggalkan semua kepribadian baik kita , melepaskan ciri kehormatan kita, dan meninggalkan semua sejarah baik kita. 

Itulah hal-hal yang akan membuat seorang pendengki menerima ---- meski mungkin dengan berat hati -----kita sebagai sahabatnya. Akan tetapi, bukankah kita harus berlindung kepada Allah dari kejahatan seorang pendengki ketika mendengki ? Betapapun seorang pendengki itu tetap seperti ular hitam berbisa yang tidak pernah diam sebelum menyemburkan bisanya pada tubuh yang tidak berdosa.


Janganlah kita sekali-kali mecoba untuk memiliki rasa dengki. Mari kita memohon kepada Allah agar dihindarkan dari penyakit dengki, dan dijauhkan dari orang-orang yang pendengki, karena Allah selalu mengawasi kita setiap saat. 

Ingat waktu yang terlewat sudah tidak bisa ditarik kembali, Perbuatan yang telah dikerjakan tidak bisa diulang lagi untuk diperbaiki. 

Untuk menutup semua itu, maka kita harus lebih banyak lagi menanamkan kebajikan kepada sesama manusia, agar kebajikan kita lebih banyak dari pada keburukan kita, Dan segala keburukan yang telah kita kerjakan harus disesali, untuk tidak diulang kembali perbuatan tersebut. 

SESUATU YANG TIDAK DISUKAI TAPI DIKERJAKAN


JANGANLAH  MEMELIHARA  KEDENGKIAN

Dengki adalah salah satu penyakit yang ada di dalam hati setiap manusia. Kedengkian ini walau kita sudah berusaha untuk mematikannya, namun karena sesuatu hal , penyakit dengki ini muncul secara tiba-tiba. Timbulnya kedengkian itu adalah karena merasa dirinya kurang puas terhadap sesuatu hal yang diperoleh oleh orang lain.

Kedengkian ( hasad )  adalah seperti makanan asin yang selalu merapuhkan tulang. Kedengkian ini merupakan suatu penyakit kronis yang selalu menggerogoti tubuh pelan-pelan hingga rusak dan membusuk. Ada ungkapan, “ Tak ada yang menyenangkan dari seorang pendengki, karena ia selalu menjadi musuh dalam selimut “ Ada juga yang berkata seperti ini, “ Celaka benar seorang pendengki; diawali denagn persahabatan namun diakhiri dengan permusuhan bahkan pembunuhan “.

Seorang pendengki ibarat orang yang menyalakan pemanggang roti, lalu setelah panas dia menceburkan dirinya sendiri ke dalam pemanggang itu. Keresahan, kegelisahan dan kecemasan hidup merupakan penyakit-penyakit yang dilahirkan oleh sifat dengki untuk mengakhiri ketentraman, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Suatu bencana yang sangat besar yang diterima oleh seorang pendengki adalah karena dia selalu melawan qada ( ketentuan Allah ), menuduh Alah tidak adil dalam kebijakan-Nya, melecehkan syari’at dan selalu menyeleweng dari ajaran-ajara yang disampaikan oleh Rasulullah.


Oleh karena itu marilah kita semua berusaha dengan sekuat tenaga untuk menghindari penyakit dengki. Kasih sayangilah diri sendiri sebelum berkasih sayang terhadap orang lain. Lakukan sesuatu terhadap orang lain seperti apa yang dilakukan terhadap diri sendiri. Bagaimanapun juga, menanamkan kedengkian terhadap orang lain itu sama saja dengan menanamkan kegalauan kepada daging-daging kita sendiri dan memberikan minum kegelisahan kepada darah kita dan menebarkan rasa kantuk pada pelupuk mata kita terhadap orang lain ( berbuat masa bodoh atau cuek terhadap orang lain ).

Senin, 24 Februari 2014

DZIKIR SUMBER KEKUATAN PRIBADI


APAKAH BERDIZIKIR ITU ?

Berdzikir kepada Allah adalah merupakan surga Allah di bumi-Nya. Orang yang tidak mau berdzikir berarti dia tidak mau memasuki suraga-Nya di akhirat kelak. Berdzikir kepada Allah adalah sebagai penyelamat jiwa dari pelbagai kerisauan, kegundahan, kekesalan dan kegoncangan.

Dzikir merupakan jalan pintas yang paling mudah untuk meraih kemenangan dan kebahagiaan yang hakiki. 

Untuk mengetahui manfaat dari dzikir, coba perhatikan beberapa pesan wahyu Ilahi ( ayat-ayat Allah ). Dan cobalah mengamalkannya pada hari-hari anda, niscaya anda akan mendapatkan kesembuhan.

Dengan berdzikir kepada-Nya awan ketakutan akan hilang, awan kegalauan akan sirna,  awan kecemasan dan kesedihan akan sirna. Bahkan dengan berdzikir kepada Allah segunung tumpukan beban kehidupan dan permasalahan hidup akan runtuh dengan sendirinya.

Tidaklah heran apabila orang-orang yang selalu ingat Allah selalu berbahagia, tidak pernah bersedih, hidupnya selalu tenteram, jauh dari rasa resah dan gelisah. Dan memang itu suatu kenyataan. Hal ini tidak bisa hanya dengan membaca ini karena anda belum membuktikannya. 

Oleh karena itu segera lakukan sendiri oleh anda, dan Allah akan langsung membuktikannya sesuai dengan kadar kesanggupan dan keimanan anda, kemurnian niat anda terhadap Allah swt.

Sungguh benar-benar sangat mengherankan apabila ada orang yang lalai dari berdzikir kepada Allah itu justru menyembah berhala-berhala dunia. Padahal Allah sudah memberitahukan kepada kita semua melalui firman-Nya di dalam QS An Nahl  ayat 21 yaitu :

أَمْوَاتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍ ۖ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ [١٦:٢١]

(Berhala-berhala itu) benda mati tidak hidup, dan berhala-berhala tidak mengetahui bilakah penyembah-penyembahnya akan dibangkitkan. 

PRIBADI SEORANG MUSLIM



BAGAIMANAKAH SIKAP SEORANG MUSLIM ?

Oleh karena itu kita sebagai muslim wajib memegang teguh aqidah Islamiah, dan berjalan pada prinsip-prinsip ajaran Rasulullah saw.

Menurut pendapat Al Anbuya Hasan al Basri, orang yang murtad iti pada dasarnya akan menghina Islam, sama saja sikapnya dengan memusuhi Islam. Cara-cara seperti ini adalah cara yang dilakukan oleh golangan umat Yahudi diawal-awal munculnya dakwah Islam.

Orang Yahudi pada awalnya berduyun-duyun masuk Islam, setelah ilmu tentang agama Islam telah banyak diperoleh, lalu mereka keluar. Kemudian mereka melakukan provokasi agar orang-orang yang belum masuk Islam tidak jadi masuk Islam.

Sasaran mereka adalah orang-orang yang lemah ekonominya, lemah wawasannya, lemah pengetahuan agamanya, dengan memberikan kesan-kesan negatip tentang Islam

Allah swt berfirman di dalam QS Ali Imran ayat 72 yaitu :
وَقَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمِنُوا بِالَّذِي أُنْزِلَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَجْهَ النَّهَارِ وَاكْفُرُوا آخِرَهُ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [٣:٧٢]

Segolongan (lain) dari Ahli Kitab berkata (kepada sesamanya): "Perlihatkanlah (seolah-olah) kamu beriman kepada apa yang diturunkan kepada orang-orang beriman (sahabat-sahabat Rasul) pada permulaan siang dan ingkarilah ia pada akhirnya, supaya mereka (orang-orang mukmin) kembali (kepada kekafiran). 

Minggu, 23 Februari 2014

PENTINGNYA SIKAP KETERBUKAAN


Sifat terbuka atau terus terang harus dibiasakan oleh setiap manusia tertutama oleh kita.
Keterus terangan merupakan sabun untuk pencuci hati. Barang siapa yang mau bicara terus terang erarti dia sedang mencuci hatinya, dan pengalaman telah membuktikan akan hal ini. Dan Seorang Guide ( pemandu jalan ) tidak akan membohongi rombongan yang dibawanya.
Berdzikir kepada Allah adalah salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dengan berdzikir kepada Allah, maka Allah pun akan lebih dekat dengan kita. Hasil dari berdzikir tidak bisa dilihat dengan kasad mata, akan tetapi hanya bisa dirasakan dengan hati dan jiwa. Dengan berdzikir maka hati akan tenang, jiwa akan teteram, dada terasa lega, beban hidup akan terasa ringan, dan akan mendapatkan pahala yang agung. Sesuai dengan firman Allah di dalam QS Al Baqarah ayat 152 yaitu :
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ [٢:١٥٢]
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

Melalui ayat ini Allah mengingatkan kita sekaligaus merupakan perintah kepada kita agar kita jangan mengingkari berbagai nakmat  yang telah Dia berikan kepada kita, bahkan sebaliknya kita harus banyak bersyukur atas segala nikmatNya yang telah dilimpahkan kepada kita. Selain dari kita harus banyak mengingat Nya secara istiqamah ( baik dalam keadaan lapang maupun sempit ). Apabila kita banyak mengingat Allah di waktu lapang, maka Allah akan ingat kita diwaktu sempit.


AWALI JUJUR KEPADA DIRI SENDIRI


BELAJAR JUJUR

Jujur adalah modal dasar prilaku hidup di dalam keseharian. 

Dengan berprilaku jujur maka akan menimbulkan orang lain percaya pada pelakunya. 

Apabila kita bisa berprilaku jujur, maka kita pastilah akan dipercaya oleh banyak orang.

Antara ucapan dan prilaku tidak sesuai sudah membuktikan bahwa orang tersebut tidak jujur. 

Dengan berprilaku tidak jujur maka akan menimbulkan noda-noda di dalam hati. 

Apabila sering melakukan ketidak  jujuran, maka hati makin lama makin tertutup oleh banyaknya noda-noda hitam yang ada di hati. 

Dan apabila hati sudah tertutup berarti hati menjadi gelap, maka kebenaran sekecil apapun pasti akan tertolak olehnya.