HIKMAH MUTIARA DIBALIK QS AL BAQARAH [2 ] : 5
Assalamu’alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim. Allahumma
sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.
Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin
.
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu
minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha ,
haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;
Allah swt berfirman yaitu ,
“ Ulaa ika ‘alaa hudanin rabbihim , wa uaa ika humul muflihuuna “
“ Ulaa ika ‘alaa hudanin rabbihim , wa uaa ika humul muflihuuna “
Yang artinya adalah ,
“ Merekalah [ orang – orang bertakwa ] yang mendapat petunjuk dari Tuhannya , dan mereka itulah orang – orang yang beruntung “
QS Al Baqarah [ 2 ] : 5
“ Merekalah [ orang – orang bertakwa ] yang mendapat petunjuk dari Tuhannya , dan mereka itulah orang – orang yang beruntung “
QS Al Baqarah [ 2 ] : 5
Allah swt menciptakan Jin dan manusia termasuk kita adalah hanya
untuk menyembahNya .
Menyembah Allah itu bukan seperti kita menyembahnya sorang abdi
kepada raja . Berjalan mendekati raja dengan merangkan, setelah berada di
depannya lalu duduk bersimpuh. Bukan seperti ini .
Menyembahnya kita kepada Allah adalah dengan jalan beriman dan
menunjukkan ketakwaan kita kpada-Nya .
Semua manusia banyak yang sudah bertakwa kepada Allah, namun
apakah susah sesuai dengan kehendak Allah swt .
Takwa kepada Allah swt itu hanya bisa diterima oleh-Nya bila
didasari keikhlasan kita semua.
Takwa yang baik dan benar itu adalah denan mengikuti petunjuk
yang tertuang di dalam Al Quran dan juga dilengkapi dengan sabda2 Rasulullah
saw melalui Hadist2nya .
Bila Al Qur’an dan hadits dipelajarinya maka tidak mungkin akan
tersesat jalan . Bahkan belum berbuat saja sudah tahu bahwa apakah jalan itu
sesar atau benar.
Sungguh berbahagialah orang – orang yang telah bertakwa kepada
Allah swt dengan baik dan benar .
Karena ketakwaan itu pada dasarnya milik Allah, dan kita harus
membuktikannya sendiri. Bagaimana nikmatnya hidup bila dijalaninya dengan
ketakwaan.
Alangkah berbahagianya anda semua bila teah memperoleh ketakwaan
dari Allah. Peganglah dengan erat. Gigitlan dengan gigi geramandakuat kuat agar
tidak sampai terlepas.
Bila ketakwaan yang sudah diperoleh aanda itu lepas, maka untuk
mendapatkannya kembali itu jauh lebih sulit lagi dari apa yang telah dilakukan
sebelumnya.
Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa bihamdika asyhadu an
laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi .
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar