Minggu, 11 Agustus 2019

PETUNJUK DAN KEBERUNTUNGAN .



HIKMAH MUTIARA DIBALIK QS AL BAQARAH [2 ] : 5

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim.  Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin  . 
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha , haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;

Allah swt berfirman yaitu ,
“ Ulaa ika ‘alaa hudanin rabbihim , wa uaa ika humul muflihuuna “

Yang artinya adalah ,
“ Merekalah [ orang – orang bertakwa ] yang mendapat petunjuk dari Tuhannya , dan mereka itulah orang – orang yang beruntung “
QS Al Baqarah [ 2 ] : 5

Allah swt menciptakan Jin dan manusia termasuk kita adalah hanya untuk menyembahNya .

Menyembah Allah itu bukan seperti kita menyembahnya sorang abdi kepada raja . Berjalan mendekati raja dengan merangkan, setelah berada di depannya lalu duduk bersimpuh. Bukan seperti ini .

Menyembahnya kita kepada Allah adalah dengan jalan beriman dan menunjukkan ketakwaan kita kpada-Nya .

Semua manusia banyak yang sudah bertakwa kepada Allah, namun apakah susah sesuai dengan kehendak Allah swt .

Takwa kepada Allah swt itu hanya bisa diterima oleh-Nya bila didasari keikhlasan kita semua.

Takwa yang baik dan benar itu adalah denan mengikuti petunjuk yang tertuang di dalam Al Quran dan juga dilengkapi dengan sabda2 Rasulullah saw melalui Hadist2nya .

Bila Al Qur’an dan hadits dipelajarinya maka tidak mungkin akan tersesat jalan . Bahkan belum berbuat saja sudah tahu bahwa apakah jalan itu sesar atau benar.

Sungguh berbahagialah orang – orang yang telah bertakwa kepada Allah swt dengan baik dan benar .

Karena ketakwaan itu pada dasarnya milik Allah, dan kita harus membuktikannya sendiri. Bagaimana nikmatnya hidup bila dijalaninya dengan ketakwaan.

Alangkah berbahagianya anda semua bila teah memperoleh ketakwaan dari Allah. Peganglah dengan erat. Gigitlan dengan gigi geramandakuat kuat agar tidak sampai terlepas.

Bila ketakwaan yang sudah diperoleh aanda itu lepas, maka untuk mendapatkannya kembali itu jauh lebih sulit lagi dari apa yang telah dilakukan sebelumnya.

Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi .

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar