Kamis, 25 Februari 2016

TERNYATA SEMUANYA HANYALAH TITIPAN



HANYA  TITIPAN    

Alhamdulilllah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Baik, menggolongkan kita kepada hamba-hamba-Nya yang istiqomah di jalan-Nya.

Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, jika kita merasa memiliki sesuatu, bisa harta kekayaan, pangkat jabatan, pasangan, anak-anak, rumah, kendaraan, dan lain sebagainya dari urusan dunia ini, maka yakinilah bahwa semua itu hanya titipan.

Bahkan diri kita pun hanyalah titipan.

Kita tidak memiliki apa-apa jika Alloh Swt. tidak memberi kepada kita. Kita tidak punya apa-apa jika Alloh tidak menghendakinya.

Sebaliknya sebuah titipan, pasti ada saatnya titipan itu diambil kembali oleh sang pemilik. Dan, juga akan ada saatnya sang pemiliki mempertanyakan apa yang telah terjadi dengan titipannya.

Maka, demikian pula dengan titipan Alloh Swt. kepada kita.

Rosululloh Saw. bersabda,  

“Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya.”(HR. Tirmidzi)

Mata kita, digunakan untuk apa? Apakah untuk membaca dan merenungi tanda-tanda kebesaran Alloh Swt. sehingga makin kuat iman kita kepada-Nya, ataukah justru digunakan untuk bermaksiat?

Lisan kita, digunakan untuk apa? Apakah basah dengan dzikir dan ucapan-ucapan yang Alloh ridhoi, ataukan sibuk dengan ucapan dusta dan sia-sia?

Demikian juga dengan berbagai hal yang menurut kita adalah milik kita, untuk apakah digunakan, apakah untuk mendekat kepada Alloh atau malah menjauhi-Nya?

Maasyaa Alloh.. Setiap segala sesuatu adalah milik Alloh dan akan kembali kepada-Nya. Alloh Swt. berfirman, “Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.” (QS. Ali ‘Imron [3] : 109)
 
Semoga Alloh Swt. senantiasa memberikan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita senantiasa menyadari bahwa segala kita yang miliki adalah titipan dari Alloh Swt. yang pasti kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan-Nya. 

Semoga kita termasuk orang yang amanah dalam mengemban amanah tersebut untuk hanya dipergunakan pada urusan-urusan yang Alloh ridhoi.  

Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin

Rabu, 24 Februari 2016

HATI HATI DENGAN URUSAN DUNIA

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.


Di dunia ini manusia tidak hidup untuk selamanya, Akan ada masa dimana jiwa berpisah dengan raga.

Setelah itu, Manusia akan masuk dalam masa penantian di alam kubur, Menunggu datangnya hari kiamat.
Meski belum bertemu dengan Yaumil Hisab,
 
Namun di alam kubur jiwa manusia akan menerima balasan, Sesuai apa yang dilakukannya semasa hidup di dunia.

Jika mereka adalah hamba yang taat mengerjakan amal kebaikan, Maka alam kubur menjadi tempat penantian yang mudah.

Sebaliknya akan menjadi tempat yang menyakitkan, Bagi orang yang selama hidupnya melakukan keburukan. Azab dan siksaan yang diterima pun ada bermacam bentuknya,
 
Lalu apa saja bentuk siksaan yang ada di dalam kubur.

1. Dipukul dengan Palu yang Terbuat dari Besi. Pukulan ini akan ditujukan dibagian wajah, Hingga jeritan mereka terdengar oleh penduduk bumi, Kecuali jin dan manusia. Dialami oleh orang-orang yang mengingkari ALLAH dan Rasul-NYA.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
 
“Adapun orang kafir atau munafik, maka kedua Malaikat tersebut bertanya kepadanya: Apa jawabanmu tentang orang ini (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam)? Dia mengatakan: Aku tidak tahu. Aku mengatakan apa yang dikatakan orang-orang. Maka kedua Malaikat itu mengatakan: Engkau tidak tahu? Engkau tidak membaca? Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi, tepat di wajahnya. Dia lalu menjerit dengan jeritan yang sangat keras yang didengar seluruh penduduk bumi, kecuali dua golongan: jin dan manusia” [Muttafaqun ‘alaih]

2. Disempitkan Kuburnya. Siksaan ini ditujukan kepada orang yang meninggal, Dalam keadaan tidak membawa amal kebaikan apa-apa.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
 
“Gelarkanlah untuknya alas tidur dari api Neraka, dan bukakanlah untuknya sebuah pintu ke Neraka. Maka panas dan uap panasnya mengenainya. Lalu disempitkan kuburnya sampai tulang-tulang rusuknya berimpitan. Kemudian datanglah kepadanya seseorang yang jelek wajahnya, jelek pakaiannya, dan busuk baunya. Dia berkata: Bergembiralah engkau dengan perkara yang akan menyiksamu. Inilah hari yang dahulu engkau dijanjikan dengannya (di dunia). Maka dia bertanya: Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan kejelekan. Dia menjawab: Aku adalah amalanmu yang jelek. Maka dia berkata: Wahai RABB-ku, jangan engkau datangkan hari kiamat” [HR. Ahmad, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim].

3. Berbagai Siksaan Mengerikan. Berbagai siksaan ini akan menimpa bagi pelaku banyak dosa,

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, 

Bertanya kepada Jibril dan Mikail tentang siksa-siksa tersebut,  “Beritahukanlah kepadaku tentang apa yang aku lihat. Keduanya menjawab: Ya. Adapun orang yang engkau lihat dirobek mulutnya, dia adalah pendusta. 

Dia berbicara dengan kedustaan lalu kedustaan itu dinukil darinya sampai tersebar luas. Maka dia disiksa dengan siksaan tersebut hingga hari kiamat. 

Adapun orang yang engkau lihat dipecah kepalanya, dia adalah orang yang telah ALLAH ajari Al-Qur-an, namun dia tidur malam (dan tidak bangun untuk shalat malam).  

Pada siang hari pun dia tidak mengamalkannya. Maka dia disiksa dengan siksaan itu hingga hari kiamat. Adapun yang engkau lihat orang yang disiksa dalam tanur, mereka adalah pezina. 

Adapun orang yang engkau lihat di sungai darah, dia adalah orang yang makan harta dari hasil riba” [HR. Bukhari].

Semoga kita selalu terhindar dari tindakan buruk, Selama menjalani kehidupan di dunia
Sehingga saat berada di alam kubur menanti kiamat, Kita berkumpul dengan orang-orang yang bahagia.

Aamiin…..

Selasa, 23 Februari 2016

UCAP,SIKAP DAN PRILAKU MENENTUKAN HARKAT DAN MARTABAT SESEORANG

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Bismillahirrahmaanirrahiim

Nabi saw bersabda ,

Barangsiapa yang menelantarkan kedua orang tuanya , tidak menghantarkan keduanya ke surganya Allah , maka akan ditimpa kehinaan dan kerendahan oleh Allah .

Durratun Nashihin Bab 1.15 hal 19

Saudaraku yang baik hati adanya kita adalah karena adanya kedua orang tua kita.

Kita semua tidak langsung besar dan dewasa seperti sekarang ini, tapi awalnya kita adalah sebagai seorang bayi yang kecil mungil, lalu tumbuh menjadi seorang anak, dan dalam beberapa tahun berubah menjadi anak remaja , setelah itu menjadi dewasa dan berumah tangga, akhirnya kita menua kalau dikasih usia panjang,

Semua itu berkat perjuangan, pengorbanan dan jasa kedua orang tua kita. Mereka melakukan semua itu dengan ikhlas tanpa meminta imbalan atau ganti rugi sepeserpun dari kita. Mereka rela kelaparan daripada anaknya menanggung lapar. Mereka rela menanggung derita asalkan anaknya tidak menderita, asalkan anaknya tenang, bisa tidur nyenyak.

Mereka rela menyisihkan sebagian hartanya untuk menyekolahkan anaknya dengan harapan agar anaknya mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari mereka. Kalau boleh minta sama Allah kesengsaraan dan penderitaan cukup ditebus oleh mereka berdua, jangan sampai anaknya mengalami kejadian yang sama dengan mereka.

Dari itu semua sudah selayaknya Nabi saw memberikan peringatan kepada kita semua dengan sabdanya , Barangsiapa yang menelantarkan kedua orang tuanya .....
Artinya setelah sang anak itu dewasa lalu menelantarkan, menyakiti, membikin repot, susah, pusing, dan sampai menjatuhkan harga dan martabat kedua orang tuanya , banyak berbuat hal-hal yan g tidak disukai oleh Allah dan RasulNya .

Lalu ........... tidak menghantarkan keduanya ke surganya Allah .....
Maksudnya segala sikap dan prilakunya banyak menyimpang dari aturan agama,dari apa yang dihendaki Allah dan RasulNya. Itu semua menjadikan beban keduanya saat mereka menghadap Allah Subhanahu Wata'ala

Lalu ..... maka akan ditimpa kehinaan dan kerendahan oleh Allah......
Maksudnya keberadaan sang anak di dunia akan dihinakan dan direndahkan oleh Allah, sesuai dengan perbuatannya sendiri, bukan atas kehendak-Nya. 

Direndahkan artinya hidupnya sering diremehkan, disepelekan oleh orang lain. Dihinakan maksudnya adalah  berada dalam kehinaan seperti sampah, tidak bermanfaat bagi dirinya dan keluarganya, 

Walaupun misalnya keadaannya semakin kaya, atau jabatannya semakin meninggi. Tetap saja di mata Allah dia adalah manusia yang berakhlak bejad, bermartabat rendah dan hina serta sebagai anak yang durhaka.

Semoga saja kita semua tiad mengalami hal seperti itu, dan bertsyukurlah kalau kita memang mesih belum seperti itu, namun bila sebaliknya, maka segeralah ubah sikap dan prilakunya, agar tidak terkena siksa dan azab Allah.

Wallahu a'lam bishshawab
Wassalamu'alaikum warahmatullahi warabarakaatuh.

UTAMAKAN YANG PALING PENTING



UTAMAKAN  YANG   PALING   PENTING 

Alhamdulillah. Segala puji dan syukur hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menatap, melimpahkan hidayah kepada kita sehingga kita tergolong hamba-hamba-Nya yang husnul khotimah.

Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw. Kepada keluarganya, para sahabatnya dan juga para pengikutnya yang masing sangat setia kepadanya

Sudah menjadi naluri manusia untuk mendahulukan apa yang dianggapnya penting dan menguntungkan.
Yang kurang penting dan kurang menguntungkan biasanya kurang diprioritaskan.

Bila panggilan telepon, sms, atau pesan-pesan lainnya yang masuk ke ponsel kita, maka kita biasanya akan lebih mendahulukan pesan-pesan yang lebih penting untuk lebih dahulu dibalas dengan segera.

Sedangkan pesan-pesan yang kurang penting akan ditunda untuk dibalas. Bahkan bisa juga diabaikan saja.

Maka, demikianlah jika ada panggilan untuk menunaikan sholat, seruan untuk mengikuti majlis ilmu, ajakan untuk pengajian, seharusnya kita bisa mendahulukannya daripada panggilan lainnya.

Karena Alloh jauh lebih penting dari urusan apapun.

Jangan sampai kita lebih cemas terlambat datang saat dipanggil atasan, daripada terlambat datang saat ada panggilan untuk sholat.

Rosululloh Saw. bersabda,  

“…Seandainya orang-orang mengetahui pahala adzan dan barisan (shaf) pertama, lalu mereka tidak akan memperolehnya kecuali dengan ikut undian, niscaya mereka akan berundi.

Dan seandainya mereka mengetahui pahala menyegerakan shalat pada awal waktu, niscaya mereka akan berlomba-lomba melaksanakannya.

Dan seandainya mereka mengetahui pahala shalat Isya dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan jalan merangkak.” (HR. Bukhori)

Sabtu, 20 Februari 2016

JADILAH DIRI SENDIRI JANGAN MENJADI DIRI ORANG LAIN

KEMANA HARUS BERSANDAR

Ketika aku bangun pagi dan
merenungkan Kunci Sukses Hidup:
Jendela kamar bilang : "Lihat dunia di luar !!!"
Langit-langit kamar berpesan : "Ber-cita2lah setinggi mungkin !!"
Jam dinding berkata : "Tiap detik itu berharga !!!"
Cermin bilang : "Berkacalah sebelum bertindak !!!"
Kalendar berbisik : "Jangan menunda sampai besok !!!"
Pintu berteriak : "Dorong yang keras, cepat pergi & berusahalah !!!"
TAPI ....... tiba-tiba ... Lantai berbisik : "BERLUTUT dan BERDO'ALAH
karena kunci kesuksesan kita harus dimulai dengan DO'A...."

Jendela kamar bilang : "Lihat dunia di luar !!!"  Akan tetapi jangan dilupakan apa yang sudah dimiliki yang ada di dalam  .  Agar tidak menjadi lupa daratan

Jendela kamar bilang : "Lihat dunia di luar !!!"   Bung Karno Bilang gantungkan cita-citamu setinggi langit
Akan tetapi jangan lupa biking anak tangga untuk menggapainya  .  Anak tangga itu berupa perjuangan dan pengorbanan

Jam dinding berkata : "Tiap detik itu berharga !!!"   Jarum detik selalu bergerak maju , tidak mau bergerak mundur  .  Masa bayi menjadi anak. Masa anak menjadi remaja. Masa remaja menjadi dewasa
Dan setelah dewasa menjadi menua lalu apa yang terjadi setelah menua ?

Cermin bilang : "Berkacalah sebelum bertindak !!!"  Koreksilah diri , jangan rajin mengoreksi orang lain
Bekali diri dengan berbagai kebaikan untuk berbagi kepada orang lain  .  Jangan lupa selalu meminta izin dari orang tua

Kalendar berbisik : "Jangan menunda sampai besok !!!"  Hari ini adalah yang paling berharga
Hari esok bukanlah milik kita  .  Hari esok adalah milik Allah Yang Maha Kuasa
Namun tiada salah manusia harus membuat rencana

Pintu berteriak : "Dorong yang keras, cepat pergi & berusahalah !!!"  Jangan sia sia kan waktu dan kesempatan  .  Segeralah lakukan karena bila telat bisa disamber orang  .  Akhirnya harapanmun menjadi hilang

TAPI ....... tiba-tiba ... Lantai berbisik : "BERLUTUT dan BERDO'ALAH  karena kunci kesuksesan kita harus dimulai dengan DO'A...."  Kita manusia tidak mempunyai daya apa-apa  .  Semua itu hanya bisa terwujud bila ada bantuan dari Tuhan Yang maha Kuasa

Kita manusia harus memiliki kerendahan hati sopan santu dan akhlak budi pekerti