Kamis, 07 Januari 2016

PLAY BOY DI DUNIA MAYA

PLAY BOY DI DUNIA MAYA

Ciri-ciri playboy bergaya lelaki di dunia maya antara lain

Rajin memberikan perhatian kepada wanita  melalui komentar, seakan ia adalah lelaki shalih yang hafal ratusan dalil Al-Qur’an dan hadits, padahal bermodal copy-paste dari internet

Giat kirim inbox pada wanita . Penting nggak penting,ada aja alasan buat membuka celah agar tercipta dialog, terkadang dipaksa-paksakan, sampai-sampai kucing tetangga yang lagi sakit pun jadi bahan pembicaraan

Tebar komentar berisi pujian, misalnya: ‘Subhanallah.. engkau  sangat anggun dengan hijab lebar itu’, atau Wah… mantap benar nih ukhti, ga rugi ana jadi teman anti’, dan bla bla bla

Tebar perhatian berisi nasihat, misalnya:  “wahai sobatku  sholatnya yang khusyu’ ya’, atau sayang  semangat, mujahidah gitu lho, hehhe’. Norak banget khan..?

Yang paling parah ini nih, tebar janji ta’aruf dan nikah, padahal yang dijanjikan bukan cuma dua atau tiga wanita . Giliran ketahuan bohongnya, jadi berabe

Masih banyak lagi, yang pasti playboy berbaju lelaki ini sistematis cara melancarkan serangan
Jika yang diincer wanita yang suka ngebahas jihad, maka bentuk tebar pesonanya juga berkecimpung tentang jihad, meskipun dengan modal mbah Google

Jika yang diincar wanita aktivis, maka bentuk perhatiannya juga ga jauh-jauh tentang problema keumatan, meski kalimat perhatiannya hasil copas beranda tetangga sebelah

Terakhir, hanya ingin mengingatkan saja, hati-hati dengan JIL alias Jaringan Ikhwan Lebay yang suka tebar perhatian  .  Para FBI alias Female Bidikan Ikhwan juga harus pintar-pintar menggunakan jejaring sosial agar mendapatkan manfaat,  bukan mudharat

Kalau mau serius sama lelaki , lebih baik tanya sama ustadz, asatidz, murobi yg berkaitan. Dan kepada para playboy, stop deh aksinya, kasihan para wanita  yang udah terpedaya oleh aksi kalian

(ustadz Burhan Shadiq)

Senin, 04 Januari 2016

ILMU MEMBUAHKAN SIFAT RAHMAH

ILMU YANG  BAIK  AKAN  MEMBUAHKAN  SIFAT  RAHMAH
Kaidah besar di dunia ilmu yang mulai luntur dan dilupakan yaitu ilmu itu membuat sesama penuntut ilmu saling menyayangi, saling mengasihi, saling mensupport, saling mendukung satu dengan yang lain. Ilmu itu membuat orang orang yang belajar agama saling mencintai di antara mereka

Apa yang kita pelajari dari ilmu agama? Al-Qur'an, Hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, para sahabat
.
Al-Qur'an » QS. Yunus: 57
"Wahai manusia! Sungguh, pelajaran (Al-Qur'an) telah datang kepadamu dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman"
.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam » Al-Anbiya 107
"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam"
.
Para Sahabat » Al-Fath 29
"Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka..."
.
Jika niat benar, yaitu benar-benar ingin mengikuti Al-Qur'an, Hadits, dan generasi terbaik yaitu para sahabat, dan benar-benar mengamalkannya, mustinya ada perubahan pada diri kita

Hasan al-Bashri berkata
"Dahulu, kalau salah seseorang dari kami mempelajari ilmu agama, ngga butuh waktu yang lama pasti tutur katanya berubah"

Karakternya berubah, cara jalannya berubah

Jadi ngga mungkin orang yang mengkaji Al-Qur'an dan Hadits, mengaku mengikuti jalannya para sahabat tetapi hatinya keras, kasar sama orang, ngga ada perubahan dalam watak-karakter-tutur kata, tidak ada perubahan saat menyikapi istri, suami dan anak-anak

Jika ingin melihat ilmu itu berkah atau tidak pada diri kita, bukan dilihat karena diri kita ring satu dengan ustadz, bukan karena ikhwan senior,,,melainkan lihat pada diri seseorang tersebut apakah ada perubahan menjadi baik atau tidak. Jika membaik, maka ada keberkahan ilmu pada dirinya

LIMA HAL YANG HARUS DICEMASKAN

Ada Lima  Hal Yg Harus Kita Cemaskan Oleh Kita Semua  .  Apakah itu  ?

Diambil dari nasehat Hasan Basri yang mengajak kita untuk merenungi 5 hal yang paling pantas untuk selalu kita cemaskan. antara lain:

1. Ibadah kita



Adakah ibadah kita selama ini cukup pantas untuk diterima ALLAH SWT. Ataukah jangan-jangan shalat yang begitu banyak kita kerjakan itu hanyalah gerakan tanpa makna. Dan ataukah puasa dan amal kita hanyalah penghias hasrat semata. Bukankah misi hidup manusia didunia adalah beribadah pada ALLAH? lalu apa gunanya kita jika semua ibadah kita tidak diterima oleh ALLAH. Selayaknya kita selalu meminta pada ALLAH untuk memperbaiki ibadah kita dan terus menjaga niat kita hanya untukNYA.

2. Dosa-dosa kita



Sudah berapa banyak dosa yang kita lakukan selama kita hidup? Segala yang besar berasal dari yang kecil. kadang kita tertipu oleh dosa-dosa kecil. merasa dosa kecil tidaklah terlalu besar dampaknya. padahal semua yang besar berasal dari yang kecil. Bagaimana jika ibadah kita yang pas-pasan senantiasa dikikis oleh dosa yang membesar?
Semoga ALLAH senantiasa menjaga kita dari dosa kecil dan besar.

3. Surga dan Neraka



Surga dan neraka adalah konsekuensi dan keniscayaans hidup manusia setelah hari perhitungan. Hanya ada dua tempat itulah tempat kita kembali nanti.
Sudahkah kita tahu betapa dasyatnya siksa neraka? dan sudahkah kita yakin akan kenikmatan surga?
Sudahkah kita pantas memasuki surga? dan sudahkah kita yakin bisa terhindar dari siksa neraka?
Semoga tempat kembali kita adalah tempat terbaik disisi ALLAH SWT

4. Masa lalu dan masa depan



Masa lalu adalah pelajaran berharga yang harus kita ingat baik-baik. sedangkan masa depan adalah sesuatu yang tidak pernah kita ketahui. Untuk itu, setiap hari kita diingatkan oleh ALLAH melalui setiap shalat kita untuk senantiasa diberikan petunjuk menapaki jalan yang lurus.

5. Keridhaan ALLAH atas semua tindakan kita



Dari semua hal yang kita lakukan dahulu, sekarang maupun yang akan datang, adakah kita yakin bahwa semua itu mendatangkan ridlo ALLAH? ataukah hanya hal sekedarnya yang tidak ada nilainya, atau bahkan membawa murka ALLAH? kita perlu senantiasa memperhatikan apa yang sedang dan kita lakukan. bisa jadi hal kecil yang kita lakukan dapat membawa nilai besar disisi ALLAH. baik itu nilai kebaikan, maupun nilai keburukan.

Sabtu, 02 Januari 2016

SHALAT ITU LEBIH BAIK DARI DUNIA SEIISINYA

ASSALAMU'ALAYKUM SAHABAT FILAH.
Ada artikel yg berisi dialog seseorang yg sedang mengisi bensin di suatu SPBU dengan seorang satpam disitu.
Penanya : “Kerja disini Pak?”
Satpam : " Betul ".


Penanya : " Dapat gaji dong Pak "
Satpam : “Iya pasti lah...”

Penanya : “Alhamdulillah ya Pak, masih bisa kerja dan digaji. Sementara ada orang lain yg tdk punya pekerjaan apalagi digaji”
Satpam : “Iya sih, pak. Tapi, saya bosan dan jenuh sebenarnya..., sudah 7 tahun begini terus … jadi satpam aja. Gaji pun naik ala kadarnya.”

Penanya : “Ooo begitu ya pak. Oh ya, Bpk sudah sholat?”
Satpam : “Belum. Nanti aja, tanggung. Jam 5-an aja deh.”

Penanya : “Wah, sekarang sudah jam 3-an, waktunya Sholat Ashar lho Pak. Kalau bapak sholat jam 5 berarti menunda sholat 2 jam"

"Kalau satu hari ada 5 waktu sholat anggaplah bapak menunda Sholat rata-rata 2 jam, meskipun utk Shalat Maghrib dan Subuh bapak tdk bisa terlalu lama menundanya namun utk Sholat Isya bisa ditunda sampai mendekati waktu Sholat Subuh, maka kalau di rata2 dalam satu hari bapak bisa menunda sholat 5 x 2 jam = 10 jam"

"Artinya Satu minggu bapak menunda 7 x 10 jam = 70 jam. Satu bulan 4 x 70 jam = 280 jam.
Satu tahun bapak menunda 12 x 280 jam = 3360 jam. Dan akhirnya selama 7 tahun bapak telah menunda sholat selama 7 x 3360 jam = 23520 jam atau sama dengan 3 tahun"

"Nah, jadi dari 7 tahun yg bapak merasa bosan itu, bapak telah kehilangan waktu 3 tahun karena menunda sholat, padahal dalam sholat ada doa kita utk mohon rezeki dan derajat hidup kita agar diangkat lho Pak , shg dengan bapak menunda sholat berarti juga menunda permohonan, dan juga berarti sama aja bapak juga tidak keberataan kalau rezekinya dan karir bapak juga ditunda kan ?”
Satpam : “Wah, iya ya pak. Banyak banget ya ruginya. Kok saya nggak mikir sampai kesitu ya...”

Penanya : “ Nah kalau boleh saya ingatkan kembali, Sholatlah Tepat Waktu ( STW ) ya Pak.... Kalau sudah bisa, Sholatlah berjama’ah ke Mesjid utk kita yang laki-laki, kalau sudah bisa, tambahkan dng yg Sholat Sunah,  kalau sudah bisa, lengkapi dng sholat Dhuha dan Tahajud. Lalu sempurnakan dengan sedekah.”

Satpam : “Iya pak, astaghfirullah.
Jadi selama ini tanpa saya sadari saya sendiri yg menjadi penyebab tertunda dan sedikitnya rezeki Allah turun kepada Saya ya Pak.”

Penanya : " Betul sekali Pak, moga kedepan kita sama2 bisa menjaga sholat kita tepat waktu ya Pak, Aamiin."  Saya mengajak ini krn kita semua hakikatnya bersaudara.

Selamat melaksanakan sholat saudaraku, jangan pernah lalaikan dan tinggalkan Sholat.  Karena amal ibadah yang pertama kali dihisab dan diperhitungkan di hari kiamat nanti adalah sholat.

"Jika sholat kita baik maka akan baiklah seluruh amal kebajikan kita yang lain ". "Tapi apabila sholat kita tinggalkan maka akan ikut rusak juga amal2 ibadah yang lainnya dan amal2 yg lain tsb tdk akan diperhitungkan oleh Allah SWT karena faktor utama yaitu ibadah Sholat tidak kita kerjakan ".

Semoga saya dan Anda semua dibantu ALLAH SWT untuk senantiasa bisa melaksanakan shalat 5 waktu dan tepat pada Waktunya... Aamiin.

HAL HAL YANG BERKAITAN DENGAN MASALAH SHALAT

 Perintah shalat tepat waktu bagi umat Islam baik laki laki maupun perempuan, dan perintah shalat berjama'ah bagi laki laki cukup jelas dan tegas, tidak ada keringanan dalam perintah shalat.

Nabi SAW. bersabda,
“Pada suatu malam saya diisra'kan / diperjalankan, sampai diatas langit, maka saya melihat banyak orang laki laki dan perempuan yang sama memukul kepala mereka sendiri, sehingga mengalirlah darah mereka seperti air sungai besar, seraya mereka berkata / mengeluh, 'Aduhaicelaka, aduhai binasa kami sekalian ini.'


Saya bertanya, 'Hai Jibril, siapakah mereka itu?'
Jibril menjawab, 'Mereka adalah orang orang yang mengerjakan shalat tidak pada waktunya.'”
( Al-Hadis )


“Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat,”  ( Surah Maryam : 59 )

“Maka celakalah orang yang shalat,”  “( yaitu ) orang orang yang lalai terhadap shalatnya,”
“yang berbuat riya,”   ( Surah Al-Ma'un : 4-6 )


Orang orang yang tidak menghargai serta melalaikan pelaksanaan dan waktu waktu shalat.
Ibnu Abbas berkata,
“Makna menyia yiakan shalat bukanlah meninggalkannya sama sekali, tetapi mengakhirkannya dari waktu yang seharusnya.”


Imam para tabi'in, Sa'id bin Musayyib berkata,
“Maksudnya adalah orang itu tidak mengerjakan shalat Zhuhur sehingga datang waktu Asar; tidak mengerjakan Asar sehingga datang Magrib; tidak shalat Magrib sampai datang Isya; tidak shalat Isya sampai fajar menjelang; tidak shalat Subuh sampai matahari terbit. Barang siapa mati dalam keadaan terus menerus melakukan hal ini dan tidak bertobat, Allah menjanjikan baginya Ghayy, yaitu lembah di neraka Jahanam yang sangat dalam dasarnya lagi sangat tidak enak rasanya.”

Nauzubillahiminzalik.


Masih nak melalaikan pelaksanaan dan waktu waktu shalat?
Bagi yang laki laki, masih nak shalat sendiri tak berjema'ah?