Suka memberikan hartanya di jalan Allah.
Materi ini
sebenarnya sudah diberikan sebelumnya,
namun tidak ada salahnya untuk diuraikan
lebih luas dan jelas lagi
agar kita semakin memahami dengan benar
maksud dari
pernyataan tersebut. Siapapun orangnya
bila suka memberi tanpa diminta orang
akan menyebutnya
dia adalah seorang dermawan. Seorang dermawan maka akan
memiliki
sifat kedermawanan, tapi yang didasari keikhlasan dan ketulusan
karena
Allah dan semua yang dilakukannya hanyalah untuk Allah.
Di antara sikap
dermawan itu adalah suka memberikan
sebagian harta bendanya kepada orang-orang
membutuhkan
dan kesulitan dalam usahanya mencari penghidupan
seperti
orang-orang miskin, fakir, anak-anak yatim, para janda miskin,
orang-orang
jompo/dhuafa’ yang sudah tidak memiliki kemampuan
untuk berusaha untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya dan lain sebagainya.
Selain dari itu untuk mendirikan
sekolah, madrasah, masjid,
membangun jembatan/jalan, pondok pesantren, panti
asuhan
dan lain sebagainya. Ingin tahu balasan apakah yang diberikan Allah
kepada orang-orang yang seperti ini Allah swt berfirman, “
|
Perumpamaan
(nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir
benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah
melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha
Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
|
|
Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah
meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit,
usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain.
Dan sabda Rasulullah saw, “ Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw, beliau pernah bersabda, “ Orang dermawan itu dekat kepada Allah, dekat kepada surga, dekat dengan manusia dan jauh dari neraka. Hubungan yang harmonis dengan manusia itu akan menciptakan iklim kegairahan, ketenagan dan membukakan jalan yang penuh dengan harapan untuk meraih kesuksesan dan keberhasilan. |
Semoga saja kita diberikan Allah kekuatan dan dibukakan hati
kita agar mendapatkan taufik dan hidayahnya, serta dibimbingNya agar kita bisa
berusaha melaksanakan amanahNya dengan baik dan benar. Sehingga dalam menjalani
kehidupan ini selalu berada dalam naungan dirhaNya. Aaaamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar