Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .
Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih
beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan
berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat
Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan
orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang
dapat menerima pelajaran“.
(QS. Az Zumar : 9).
Melalui ayat ini Allah swt
memberitahukan sekaligus bertanya kepada kita tentang perbedaan antara orang
musyrik yang tidak beribadah dengan orang yang beriman dan bertakwa kepada
Allah [ artinya beribadah ] .
Disini sudah jelas sekali
perbedaannya , kalau orang musyrik itu tidak pernah beribadah kepada Allah . Shalat nggak pernah , zakat nggak pernah , puasa juga nggak pernah.
Mereka senantiasa menyombongkan
diri karena di dunia ini banyak di antara mereka itu kaya berlimpah harta
benda. Juga ada yang memiliki jabatan tinggi.
Selain dari itu gelar
keilmuannya sampai berderet , berjajar kaya pagar ada yang tiga gelar dan
bahkan ada yang sampai lebih dari lima gelar.
Akan tetapi semuanya itu
akan sia – sia bila tidak dimanfaatkan untuk bekal kehidupan akhiratnya kelak .
Mereka hanya memanfaatkan
semua itu untuk bersenang – senang , memuaskan hawa nafsunya saja . Untuk pamer
dan berbangga diri .
Sebaliknya bagi mereka
yang beriman dan bertakwa kepada Allah , mereka memanfaatkan semua miliknya
untuk menanamkan amal soleh , berbuat kebajikan yang Qallah ridoi, baik untuk
beribadah maupun bersedekah atau membantu mereka yang lemah .
Mereka sibuk untuk
memperbanyak amal solehnya, karena hanya di dunia inilah tempat berbuat.
Sedangkan di akhirat tempat menerima berbagai pertanyaan dari Allah. Dan
sekaligus untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya yang telah dilakukan
di dunia .
Mereka tidak mau menyia –
nyiakan umur yang telah diberikan oleh Allah dengan meningkatkan kualitas
ketakwaaannya kepada Allah .
Ilmu yang diperolehnya
diamalkan untuk dirinya sendiri dan diajarkan kepada orang lain sebagai
tabungan amal jariyah untuk dirinya kelak di akhirat .
Jabatan dan gelarnyapun
banyak dimanfaatkan untuk membantu orang yang sedang susah , kelaparan yang
butuh pertolongan.
Yang butuh santunan untuk kebutuhan hidupnya agar bisa
menjadi orang yang bermanfaat dan berhasil guna .
Itulah perbedaan antara
orang kafir musyrik dan orang yang beriman dan bertakwa .
Yang kafir musyrik akan celaka di sisi Allah
sebaliknya orang yang beriman dan bertakwa akan memperoleh derajat yang tinggi
di sisi Allah dan akan berbahagia .
Semoga ini bermanfaat .
Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar