Assalamu’alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim. Allahumma
sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.
Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin
.
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu
minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha ,
haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;
Allah swt berfirman
di dalam QS At Taubah 9 : 103 yaitu ,
“ khudz min amwaa
lihim shodaqotan tuthoh-hiruhum wa tuzak-kiihim bihaa wa sholli ‘alaihim . inna
sholaa taka sakanul-lahum wallaahu samii’un ‘aliim “
Yang artinya sebagai
berikut,
“ Ambillah zakat dari sebagain harta mereka, dengan zakat
itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo’alah untuk mereka.
Sesungguhnya do’a kamu itu ( menjadi ) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
QS At Taubah [ 9 ]
: 103
Wahai saudaraku
melalui ayat ini Allah swt menjelaskan kepada kita bahwa ambillah zakat dari
sebagian harta mereka ( barang apapun atau uang ) .
Dengan zakat itu kamu
membersihkan dan mensucikannya .
Dengan bersedekah
artinya agar kita dijauhkan dari sifat kikir, sedangkan mensucikan artinya
dapat menyuburkan sifat-sifat kebaikan kepada kita .
Allah swt akan
membalas sedekah dan zakat kita dengan berlipat
ganda bila kita telah mengeluarkannya. Dan sedekah itu merupakan
tabungan kita untuk kelak di akhirat .
Allah swt berirman yang bunyinya,
“ matsalul-ladziina yun fiquuna amwaa lahum fii
sabiilillaahi kamatsali habbatin an batat sab’a sanaa bila fii kulli sun
bulatin mi atu habbah . wallaahu waa si’un ‘aliim”
Yang artinya sebagai berikut,
“ Perumpaan ( nafkah yang dikeluarkan oleh ) orang-orang
yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih
yang menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir : seratus biji. Allah
melipat gandakan ( ganjaran ) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha
Luas ( karunia-Nya ) lagi Maha Mengetahui “.
QS Al Baqarah [ 2 ]
: 261 .
Melalui ayat ini
Allah swtmenjelaskan siapapun yang mau mengeluarkan sebagian hartanya di
jalan-Nya maka Dia akan memberikan ganjaran atau balasan atau pahala yang berlipat
ganda sesuai dengan kehendak-Nya.
Allah Maha Mendengar
maksudnya Dia maha mendengar apa yang diucapkan oleh para hamba-Nya.
Kemudian Allah Maha
Mengetahui maksudnya disamping Dia tahu apa yang diucapkan oleh para hamba-Nya
juga Maha Tahu apa yang dirahasiakan di dalam hati para hamba-Nya , maupun apa
yang ditampakkan oleh para hamba-Nya .
Disinilah akan tampak
antara niat karena Allah, atau niat karena ingin dipuji oleh orang lain agar
bisa diberi gelar sebagai seorang dermawan, atau niat karena Allah . Sedangkan
yang diterima oleh Allah hanyalah niat karena Dia.
Kemudian Allah Maha
Luas karunia-Nya, artinya apabila Dia sudah berkehendak kepada siapapun,
maka tidak ada yang mampu menghalanginya.
Adapun pemberiannya
itu kita tidak tahu, yang tahu hanya Dia sendiri. Itulah mengapa karunia-Nya
itu Maha Luas, dan apapun yang Dia berikan kepada para hamba-Nya itu sudah
diukur kadar kesanggupan mereka untuk menerima dan mengelolanya dengan baik dan
benar.
Jangan sampai apa
yang telah diterima itu akan membawa mudharat, akan mencelakakan dirinya, akan
tetapi akan menjadikan tambahan lahan ibadah kepada-Nya, sehingga makin
mengangkat derajatnya di sisi Allah.
Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa bihamdika asyhadu an
laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi .
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar