Assalamu’alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim. Allahumma
sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.
Iyyaka na’budu wa iyyaka
nasta’iin . Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz
dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha
, haqqo tuqootihi wala tamutuuna illa wa antum muslimuun
Amma ba’du ;
Seorang salaf
berkata,
“Sesungguhnya aku bermaksiat kepada Allah, maka aku lihat pengaruhnya pada
perilaku binatang (kendaraan) dan istriku.”
Artinya
orang yang gemar bermaksiat maka ia lebih hina daripada binatang di mata Allah
swt , dan dimata sesama manusia ia sangat nista .
Dengan
akibat yang seperti ini apakah kita akan tetap melanjutkan untuk banyak berbuat
maksiat .
Kalau bisa udah deh hentikan
perbuatan tersebut, dan kembali ke jalan yang benar sesuai aturan main Allah
dan RasulNya .
Mulai
saat ni mari kita berusaha untuk stop berbuat maksiat , karena akan merugikan
diri kita sendiri .
Marilah
di sisa sisa umur kita , kita banyak menanam amal soleh untuk persiapan hidup
kelak di akhirat .
Prioritas
utama kita hidup adalah akhirat bukan dunia . Dunia hanyalah mediasi untuk
mencapai akhirat.
Bila
kita yakin bahwa Allah tidak pernah zalim pada kita lalu kenapa kita haus
gelisah hanya gara gara urusan rezeki .
Bila
Allah tahu tentang kebutuhan hidup kita lalu mengapa kita masih juga minta
dikasih rezeki yang banyak , kenapa tidak minta dicukupi rezekinya saja .
Padahal
Allah swt sangat mengetahui kebutuhan hidup kita , maka
Allah swt hanya mau
memberikan rezeki sesuai dengan kebutuhan hidup kita.
Allah tidak akan mau
memberi rezeki untuk memenuhi gaya hidup kita .
Kenapa ?
Khawatirnya
kita tidak mampu mempertanggung jawabkan
rezeki tersebut di hadapan Allah swt .
Sekarang dikasih rezeki cukup saja tidak pernah disukuri , yang ada hanya menuntut kurang itulah, kurang inilah dsb .
Apalagi bila dikasi rezeki berlebih maka pasti akan menjadi lupa diri , lupa segala - galanya .
Lebih
baik kita syukuri saja rezeki yang sudah kita terima . Dan kita ikhlas atas
pemberian Allah agar hati dan jiwa menjadi tenang .
Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa
bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik .
Wassalamu’alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar