Assalamu’alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim. Allahumma
sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.
Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin
.
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu
minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha ,
haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;
Bila anda
yakin bahwa islam itu memiliki akidah yang baik dan benar , maka jalankan .
Bila
tidak maka sama saja anda masih meragukan kebeadaan tentang agama Islam .
Padahal di KTP anda sudah tertulis beragama Islam .
Jadi
Islam anda itu Islam apaan ? Jujurlah pada diri sendiri. Jangan mendustakan
diri sendiri . Berdusta pada diri sama
saja telah mendustakan Allah swt .
Allah
tidak akan rugi dengan sikap anda, tapi yang rugi adalah anda sendiri .
Oleh
karena itu kita sebagai muslim, wajib memegang teguh akidah Islamiah dan
berjalan pada prinsip-prinsip ajaran Rasulullah saw.
Menurut
pendapat salah seorang Al Anbiya Hasan Al Basri adalah sebagai berikut:
Seseorang
yang murtad dari Islam, pada dasarnya akan menjelek-jelekan Islam, dan
bergabung dengan golongan yang sikapnya memusuhi Islam.
Cara yang
seperti ini adalah cara yang dilakukan oleh golongan Yahudi diawal-awal
munculnya Dakwah Islam. Dengan cara licik, mereka memasang tipu daya.
Awalnya
mereka berduyun-duyun masuk agama Islam, setelah mendapat banyak ilmu tentang
Islam, lalu keluar dan mengadakan provokasi agar orang-orang yang belum masuk
Islam tidak jadi masuk Islam.
Karena
terbukti orang yang sudah beragama Islam justru keluar untuk mengikuti ajaran
agama lain, terutama bagi mereka yang belum masuk Islam, diberi kesan negatip
oleh mereka.
Allah swt berfirman di dalam Q.S Ali Imran 3
: 72 yang artinya ,
“ Dan segolngan Ahli Kitab berkata kepada
sesamanya “ Berimanlah kepada apa yang
diturunkan kepada orang-orang beriman pada awal siang dan ingkarilah di
akhirnya ,agar mereka kembali kepada kekafiran “
Alangkah
bodohnya manusia bila hanya percaya kepada orang apalagi mereka itu ahli kitab
yang dianggapnya dalam ilmunya, padahal sesungguhnya akan menyesatkan dirinya.
Marilah
kita kembali kepada dua sumbernya yang benar dan asli yakni AlQuran dan Hadits
Nabi saw agar kita semua tiak disesatkan oleh siapapun yaitu dengan cara kita
mempelajarinya kemudian melaksanakannya sesuai dengan kemampuan kita masing
masing .
Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa bihamdika asyhadu an
laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi .
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar