Rabu, 07 Agustus 2019

GAYA HIDP DAN KEBUTUHAN HIDUP .


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim.  Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin  . 
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha , haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;

Wahai saudaraku sekalian coba renungkan pertanyaan berikut ini , kemudian jawablah dengan hati nurani yang jujur .

Apakah dalam menjalani kehidupan ini kita membutuhkan gaya hidup ataukah kebutuhan hidup ?

Kalau kami jawabannya adalah kebutuhan hidup . Kenapa seperti itu ?  Karena Allah hanya memberikan rezeki itu untuk memenuhi kebutuhan hidup kita  .

Dan dengan rezeki tersebut kita harus bisa bertahan dan memanfaatkannya untuk bertahan hidup sampai batas waktu yang ditentukan oleh-Nya yakni kematian.

Menurut pendapat kami bila untuk memenuhi gaya hidup artinya bergaya untuk siapakah itu, apakah untuk Allah ataukah untuk diri sendiri ?

Kalau untuk Allah jelas tidak mungkin , karena sikap tersebut adalah suatu kesombongan. Dan Allah sangat tidak suka orang yang sombong dan tinggi hati. Sebaliknya Allah amat menyukai siapapun yang selalu bersikap  rendah hati .

Kalau untuk diri sendiri maka itu riya atau pamer namanya. Hanya karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain, bukan dari Allah swt .

Boleh saja kita hidup bergaya, akan tetapi yang sekiranya disukai oleh Allah swt , tidak menyimpang dari tuntunan syariat agama .

Berikut ini adalah beberapa Prinsip Gaya Hidup Islami yang Diridhai Allah yang paling tepat yaitu :

Berniat Untuk Ibadah
Dalam menjalankan suatu hal di dunia ini, baik untuk hal yang berbau modern ataupun konvensional semuanya harus dilandasi dengan niat ibadah kepada Allah.

Baik dan Pantas
Segala gaya yang dapat dilakukan dalam kehidupan harus berlandaskan pada dasar baik dan pantas, dalam arti harus sesuai dengan syariat, akal sehat, serta adat istiadat.

Halal dan Thayib
Segala hal yang dikenakan untuk menunjang gaya hidup harus bersifat halal secara hukum islam, serta thayib atau tidak akan merugikan atau menyakiti siapa pun.

Tanpa Kebohongan
Kehidupan dalam Islam sangat dilarang mengandung kebohongan, semua orang harus memiliki kejujuran sebagai dasar utama dalam menjalani kehidupan duniawi.

Tidak Berlebihan
Gaya hidup islami juga melarang seseorang untuk bersikap berlebihan, sebab hal tersebut hanya akan merugikan diri sendiri dan orang orang disekitarnya. Allah tidak menyukai orang orang yang gemar memubadzirkan sesuatu.

Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi .

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar