Assalamu’alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim. Allahumma
sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.
Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin
.
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu
minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha ,
haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;
Wahai saudaraku
sekalian coba renungkan pertanyaan berikut ini , kemudian jawablah dengan hati
nurani yang jujur .
Apakah dalam
menjalani kehidupan ini kita membutuhkan gaya hidup ataukah kebutuhan hidup ?
Kalau kami jawabannya
adalah kebutuhan hidup . Kenapa seperti itu ?
Karena Allah hanya memberikan rezeki itu untuk memenuhi kebutuhan hidup
kita .
Dan dengan rezeki
tersebut kita harus bisa bertahan dan memanfaatkannya untuk bertahan hidup
sampai batas waktu yang ditentukan oleh-Nya yakni kematian.
Menurut pendapat kami
bila untuk memenuhi gaya hidup artinya bergaya untuk siapakah itu, apakah untuk
Allah ataukah untuk diri sendiri ?
Kalau untuk Allah
jelas tidak mungkin , karena sikap tersebut adalah suatu kesombongan. Dan Allah
sangat tidak suka orang yang sombong dan tinggi hati. Sebaliknya Allah amat
menyukai siapapun yang selalu bersikap rendah hati .
Kalau untuk diri
sendiri maka itu riya atau pamer namanya. Hanya karena ingin mendapatkan pujian
dari orang lain, bukan dari Allah swt .
Boleh saja kita hidup
bergaya, akan tetapi yang sekiranya disukai oleh Allah swt , tidak menyimpang
dari tuntunan syariat agama .
Berikut ini adalah
beberapa Prinsip Gaya Hidup Islami
yang Diridhai Allah yang paling tepat yaitu :
Berniat Untuk Ibadah
Dalam menjalankan
suatu hal di dunia ini, baik untuk hal yang berbau modern ataupun konvensional
semuanya harus dilandasi dengan niat ibadah kepada Allah.
Baik dan Pantas
Segala gaya yang
dapat dilakukan dalam kehidupan harus berlandaskan pada dasar baik dan pantas,
dalam arti harus sesuai dengan syariat, akal sehat, serta adat istiadat.
Halal dan Thayib
Segala hal yang
dikenakan untuk menunjang gaya hidup harus bersifat halal secara hukum islam,
serta thayib atau tidak akan merugikan atau menyakiti siapa pun.
Tanpa Kebohongan
Kehidupan dalam Islam
sangat dilarang mengandung kebohongan, semua orang harus memiliki kejujuran
sebagai dasar utama dalam menjalani kehidupan duniawi.
Tidak Berlebihan
Gaya hidup islami
juga melarang seseorang untuk bersikap berlebihan, sebab hal tersebut hanya
akan merugikan diri sendiri dan orang orang disekitarnya. Allah tidak menyukai
orang orang yang gemar memubadzirkan sesuatu.
Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa bihamdika asyhadu an
laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi .
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar