Assalamu’alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim. Allahumma
sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.
Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin
.
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu
minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha ,
haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;
Abu Bakar adalah
orang yang hanif yaitu orang cenderung pada kebenaran.
Abu Bakar tidak
pernah minum minuman keras, tidak pernah berjudi, dan berzina.
Selain itu, Abu Bakar
rajin bekerja. Dia sangat ulet dan tidak pernah menyerah.
Dalam berdagang dia
tidak pernah menipu. Dia sangat jujur sehingga kejujuran dan kebaikannya
dikenal banyak orang.
Dengan berdagang, Abu
Bakar menjadi orang kaya dan terhormat.
Banyak orang datang
kepadanya meminta bantuan. Abu Bakar tidak pernah menolak orang yang minta
pertolongannya.
Dengan lemah lembut,
ramah dan murah senyum dia melayani orang-orang lemah.
Abu Bakar tidak
pernah meminta balasan dari mereka. Dia tidak pernah mengharapkan balasan
apapun dari orang yang dibantunya kecuali menyerahkannya kepada Allah swt .
Abu Bakar orang yang
sangat mendukung dakwah Nabi Muhammad saw .
Semua waktu, tenaga
dan pikirannya dicurahkan untuk kemajuan Islam.
Bahkan, sahabat Abu
Bakar memberikan Semua Hartanya Demi Kemajuan Islam.
Kala itu Rasulullah
bertanya kepada sahabatnya tersebut, “Hai, Abu Bakar, kau infakkan seluruh
hartamu. Lalu apa yang kau tinggalkan untuk anak istrimu ?”.
Dengan tegas dia menjawab, “Aku pasrahkan anak istriku kepada Allah swt dan Rasul Nya,”.
Abu Bakar tak pernah takut menderita dengan memberikan semua hartanya di jalan Allah.
Menurutnya, semua
penderitaan dan kesedihan tak akan terasa bila dia tetap bersama Rasulullah saw
.
Beliau lebih
mencintai Allah swt dan Rasulullah saw dari pada keluarganya.
Karena kejujurannya
Abu Bakar mendapat julukan sebagai As-Shiddiq (orang yang membenarkan).
Tidak itu saja,
jaminan masuk surga secara langsung, pun telah beliau genggam dari Rasulullah
saw .
Allah berfirman dalam surat Al Layl ayat 17-21,
“Dan kelak akan dijauhkan dari neraka itu orang yang
paling bertakwa, yang memberikan hartanya untuk menyucikan diri, tidaklah bagi
seorang pun selainnya yang tidak mengharap nikmat sebagai balasan, kecuali
menghendaki wajah Tuhannya yang Maha Luhur, dan niscaya (Tuhannya) akan
meridhoi,”.
(QS Al Layl: 17-21).
Melalui ayat ini
Allah swt memberitahuan kepada kita semua bahwa bila ingin terhindar daripada
panasnya api neraka maka
1.
Bertakwalah
kepada Allah swt , jangan mmpersekutukan Allah dengan sesuatu apapun atau
dengan seseorang .
2.
Hanya
orang yang bertakwa keada Allah swt sajalah yang bisa bertemu dengan Allah swt
kelak di akhirat.
3.
Sedangkan
di dunia hanya baru bisa merasakan Kebesaran , Kekuasaan dan Kasih Sayang Allah
swt saja. Namun ada juga orang yang bisa bertemu dengan Dzat Allah swt bila
Allah swt mengizinkannya.
Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa bihamdika asyhadu an
laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi .
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi
wabarakaatuh .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar