Senin, 05 Agustus 2019

PERAN BESAR ABU BAKAR...


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim.  Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin  . 
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha , haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;

Abu Bakar adalah orang yang hanif yaitu orang cenderung pada kebenaran.

Abu Bakar tidak pernah minum minuman keras, tidak pernah berjudi, dan berzina.

Selain itu, Abu Bakar rajin bekerja. Dia sangat ulet dan tidak pernah menyerah.

Dalam berdagang dia tidak pernah menipu. Dia sangat jujur sehingga kejujuran dan kebaikannya dikenal banyak orang.

Dengan berdagang, Abu Bakar menjadi orang kaya dan terhormat.

Banyak orang datang kepadanya meminta bantuan. Abu Bakar tidak pernah menolak orang yang minta pertolongannya.

Dengan lemah lembut, ramah dan murah senyum dia melayani orang-orang lemah.
Abu Bakar tidak pernah meminta balasan dari mereka. Dia tidak pernah mengharapkan balasan apapun dari orang yang dibantunya kecuali menyerahkannya kepada Allah swt .
Abu Bakar orang yang sangat mendukung dakwah Nabi Muhammad saw .

Semua waktu, tenaga dan pikirannya dicurahkan untuk kemajuan Islam.

Bahkan, sahabat Abu Bakar memberikan Semua Hartanya Demi Kemajuan Islam.

Kala itu Rasulullah bertanya kepada sahabatnya tersebut, “Hai, Abu Bakar, kau infakkan seluruh hartamu. Lalu apa yang kau tinggalkan untuk anak istrimu ?”.

Dengan tegas dia menjawab, “Aku pasrahkan anak istriku kepada Allah swt dan Rasul Nya,”.

Abu Bakar tak pernah takut menderita dengan memberikan semua hartanya di jalan Allah.

Menurutnya, semua penderitaan dan kesedihan tak akan terasa bila dia tetap bersama Rasulullah saw .

Beliau lebih mencintai Allah swt dan Rasulullah saw dari pada keluarganya.

Karena kejujurannya Abu Bakar mendapat julukan sebagai As-Shiddiq (orang yang membenarkan).

Tidak itu saja, jaminan masuk surga secara langsung, pun telah beliau genggam dari Rasulullah saw .

Allah berfirman dalam surat Al Layl ayat 17-21,
“Dan kelak akan dijauhkan dari neraka itu orang yang paling bertakwa, yang memberikan hartanya untuk menyucikan diri, tidaklah bagi seorang pun selainnya yang tidak mengharap nikmat sebagai balasan, kecuali menghendaki wajah Tuhannya yang Maha Luhur, dan niscaya (Tuhannya) akan meridhoi,”.
(QS Al Layl: 17-21).

Melalui ayat ini Allah swt memberitahuan kepada kita semua bahwa bila ingin terhindar daripada panasnya api neraka maka

1.    Bertakwalah kepada Allah swt , jangan mmpersekutukan Allah dengan sesuatu apapun atau dengan seseorang .

2.   Hanya orang yang bertakwa keada Allah swt sajalah yang bisa bertemu dengan Allah swt kelak di akhirat.

3.   Sedangkan di dunia hanya baru bisa merasakan Kebesaran , Kekuasaan dan Kasih Sayang Allah swt saja. Namun ada juga orang yang bisa bertemu dengan Dzat Allah swt bila Allah swt mengizinkannya.

Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi .

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar