Jumat, 09 Agustus 2019

KISAH DIBALIK QS AN NISAA [ 4 ] : 41 .



Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim.  Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin  . 
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha , haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;

Ibnu Mas'ud r.a berkata ,
"Nabi Muhammad saw bersabda kepadaku, '
Bacakan Al Qur'an kepadaku'.

Aku bertanya, '
 Ya Rasulullah, apakah aku harus membacakannya kepadamu, padahal Al Qur'an itu diturunkan kepadamu ?

Beliau bersabda,
" Sesungguhnya aku ingin mendengarkannya dari selain aku'. Lalu aku membacakan kepadanya surah An Nisaa' hingga ketika aku sampai pada QS  An Nisaa [ 4 ] : 41 yang berbunyi sebagai berikut :

" Fakaifa idzaa ji'naa min kulli ummatin bisyahiidin waji'naa bika 'alaa haaa ulaaa i syahiida "

yang artinya sebagai berikut,
" Maka bagaimanakah ( halnya orang kafir nanti ), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi ( rasul ) dari tiap-tiap umat
dan Kami mendatangkan kamu ( Muhammad ) sebagai saksi atas mereka itu ( sebagai umatmu ) ". Cukuplah sekarang'.

Kemudian, aku berpaling kepadanya, tiba-tiba kedua matanya mencucurkan air mata ".
( H.R Bukhari, Muslim, Trmidzi dan Abu Dawud ).

Biasanya Rasulullah saw sendiri yang menyampaikan ayat ayat Allah kepada umat beliau dimanapun beliau berada .

Namun kali ini beliau ingin sekali mendengarkan ayat ayat Al Qur'an itu dibacakan oleh orang lain, apa yang bisa dirasakan oleh beliau .

Dan ternyata sungguh amatlah berat tanggung jawab beliau di dalam menyampaikan amanat Allah swt untuk umatnya.

Karena beliau tahu andaikan umatnya tidak mau melaksanakan apa yang beliau sampaikan, maka akibat apa yang akan diterima oleh umatnya  .

Setelah mendengarkan QS An NIsaa [ 4 ] : 41
dan beliau langsung menagis karena beliau sendiri yang akan menjadi saksinya.

Ibaratnya di sekolah seorang walikelas ( orang tua para siswa di kelas tersebut )

dengan segala cara telah menyampaikan hal-hal yang baik agar para siswanya bisa naik kelas ke tingkat berikutnya.

Dia sudah tahu akibat yang akan diterima para siswanya apabila banyak melanggar dari apa yang dia sampaikan.

Begitu pula kita hendaknya koreksi diri bila kita banyak melanggar aturan Allah swt.

Apa yang dilakukan oleh kita adalah seluruh anggota tubuh kita sendiri , mulai dari ujung rambut kepala sampai telapak kaki , semuanya itu akan menjadi saksi kita di akhirat di hadapan Allah swt .

Seluruh anggota tubuh kita akan bisa bicara atas seizin Allah dan menyampaikan kepada Allah swt apa yang telah kita perbuat ketika kita masih berada di dunia .

Bila  hal itu terjadi dan benar adanya , maka apa yang mesti kita perbuat ?  Apakah kita masih bisa berdusta di hadapan Allah swt .

Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi .

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar