Rabu, 20 Mei 2020

BERIMANLAH KEPADA AL QUR'AN .

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim.  Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad .

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin  .

Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha , haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;

Mutiara Hikmah dibalik QS Al Baqarah ayat 97 - 99 .
BERIMANLAH KEPADA AL QUR'AN .

Wahai saudaraku Allah menurunkan Al Qur'an itu bukan perbuatan yang sia sia namun punya tujuan yang sangat penting.

Tujuannya adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia sesuai dengan akhlak yang telah diajarkan kepada Nabi Muhammad saw.

Nabi Muhammad saw adalah berakhlak Al Qur'an . Al Qur'an adalah mukjizat yang dibawa oleh beliau untuk disampaikan kepada semua manusia termasuk kepada kita semua.

Sungguh amat disayangkan sekali sudah disediakan oleh Allah tuntunan yang benar, pedoman hidup yang benar yaitu Al Qur'an, tapi tidak mau dipelajarinya .

Ada apa gerangan sampai saat ini kita masih belum juga mau mempelajari Al Qur'an, mengkajinya, menghayati maknanya ?

Bagaimana kita bisa mengamalkan Al Qur'an kalau ayat yang dibaca itu tidak tahu maknanya, tidak tahu artinya .

Bagi yang tidak mau mempelajari Al Qur'an maka Allah memperingatkan kita semua melalui firmanNya yaitu ,

" Qul man kaana 'aduwwan lijibriila fa innahuu nazzalahuu 'alaa qalbika bi idznillaah........."

Yang artinya adalah ,
" Katakanlah ( Muhammad ), " Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka ketahuilah bahwa dialah yang telah menurunkan Al Qur'an ke dalam hatimu dengan izin Allah............" .
QS Al Baqarah ( 2 ) : 97.

Melalui ayat ini Allah sangat keras sekali peringatannya melalui Nabi Muhammad saw untuk disampaikan kepada kita semua

1. Yang tidak mau mempelajari Al Qur'an berarti tidak percaya kepada Al Qur'an.

2. Yang tidak mau memperbaiki Al Qur'an maka hidupnya dalam kesesatan yang nyata .

3. Yang tidak mau mempelajari Al Qur'an berarti tidak percaya kepada Rasulullah saw,

4. Yang tidak percaya kepada Rasulullah saw berarti tidak percaya kepada Jibril as

5. Karena kita bisa membaca surat itu dan ini, ayat itu dan ini, memahami ayat itu dan ini adalah tanaman malaikat Jibril kedalam hati kita namun atas seizin Allah .

6. Kehendak Allah itu tidak bisa ditentang, diingkari . Bila Dia berkehendak memberi sesuatu maka tak ada yang mampu menolaknya. Dan bila Dia mencabut sesuatu maka tak ada yang mampu menghalang halanginya .

7. Jadi bagi yang tidak mau mempelajari Al Qur'an berarti telah memusuhi Jibril as.

8. Sungguh Al Qur'an itulah yang memberikan petunjuk yang paling benar. Al Qur'an itulah yang membuat.berikan berita gembira bagi orang-orang yang mau mempelajarinya .

9. Bagi yang mempelajari Al Qur'an berarti sedang berusaha menjadi golongan orang-orang yang beriman.

Allah pun melanjutkan peringatannya kepada kita semua melalui firmanNya yaitu,
" Man kaana na 'aduwwan lillaahi, wa malaaikatihi, wa rusulihii, wa Jibriila wa miikaala fa innallaaha aduwwun lil kaafiriin "

Yang artinya adalah ,
" Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, para malaikatNya, para RasulNya, Jibril dan Mikail , maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir "
QS Al Baqarah ( 2 ) : 98 .

Jadi bila kita tidak termasuk golongan yang beriman maka yang terjadi sebaliknya yaitu Allah akan memasukkan kita kepada golongan orang-orang kafir. Naudzubillaahi min dzaalik.

Dan Allah melanjutkan peringatanNya ke ayat berikutnya yaitu
" Walaqad anzalnaa ilaika aayaatin bayyinaatin, wa maa yakfuru bihaa illal faasiquun "

Yang artinya adalah ,
" Dan sungguh , Kami telah menurunkan ayat ayat yang jelas kepadamu ( Muhammad dan juga kepada kita semua ) , dan tidaklah ada yang mengingkarinya selain orang-orang fasik "

Semoga kita semua masih mencintai Al Qur'an, masih mempelajarinya, mau mengkaji isinya, menghayati maknanya dan mau.menfamalkan isinya sesuai dengan kesanggupan kita masing-masing.

Jangan sampai kita dimasukkan oleh Allah kedalam golongan orang-orang kafir dan fasik.

Karena kadar keimanan setiap orang itu tidak sama. Dan ujian yang Allah berikan ke setiap orang disesuaikan dengan kesanggupannya masing-masing.

BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik .

Semoga bermanfaat  . Wallaahua'lam .
        Wassalamu’alaikum warahmatullaahi waarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar