Sabtu, 06 Juli 2013

INGIN HIDUP SELAMAT ? CARILAH YANG BAIK

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Selamat berjumpa kembali dengan kami BUTIR URAIAN AYAT AYAT AL QUR'AN dan refelksialamalquran

Rasulullah saw bersabda, “ Carilah duniamu yang baik-baik, karena sesungguhnya setiap orang dimudahkan untuk apa yang telah ditetapkan untuknya dari dunia itu “ (Shahih riwayat Al Hakim, Ibnu Majah da At Tabrani )

Saudaraku setiap Allah swt akan melakukan segala sesuatu, maka sudah dipertimbangkan dengan sangat teliti terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Sehingga begitu sesuatu ditetapkan maka segala permasalahan yang muncul sudah disiapkan untuk penyelesaiannya , tinggal manusianya saja mau berusaha untuk menyelesaikan hal tersebut atau dibiarkan berlarut-larut. Dan itulah yang dinamakan ujian dan cobaan dari Allah. Ketika manusia diberi Allah dengan berbagai kenikmatan dan kemudahan, ini yang disebut ujian Allah, artinya Allah swt ingin mengetahui sejauh mana rasa syukurnya kepada-Nya. Kalau ternyata manusia banyak yang bersyukur berarti mereka dianggap lulus, maka Allah akan menambah rahmat-Nya kepada mereka. Namun apabila mereka menjadi kufur, maka laknat-Nya lah yang datang. Kemudian ketika manusia diberi Allah dengan berbagai kesulitan, penderitaan, musibah,  ini yang disebut cobaan Allah, artinya sudah setinggi dan seluas apakah tingkat kesabaran manusia. Apabila segala ujian kesabaran telah selesai atau lulus barulah Allah memberikan imbalan berupa pahala, makin berat ujian yang diberikan maka semakin tinggi pula nilai imbalan yang diterima. Namun apabila gagal menghadapi ujian itu, tidak akan mendapatkan apa-apa.

Saudaraku semuanya, di dalam kita mencari karunia Allah, segala sesuatunya dimudahkan oleh-Nya, adapun besar kecilnya rezki hanya Allah yang mengaturnya, berdasarkan Maha Adil lagi Maha Bijaksananya. Oleh karena itu tugas kita mencari karunia-Nya itu hanya untuk yang baik-baik saja artinya yang halal, sesuai dengan yang telah dianjurkan oleh agama. Apabila kita melakukannya menyimpang dari ketentuan yang berlaku, maka apabila dibelikan makanan, kemudian makanan itu dimakan, setelah masuk ke tubuh, akan menjadi butiran-butiran darah dan beredar ke seluruh tubuh . Dan butiran-butiran darah ini akan menjadi racun, dan menjadikan penyakit yang sukar disembuhkan, kalau tidak dengan melakukan taubat kepada Allah dengan taubatan nasuha.

Semoga uraian ini akan dapat mengingatkan kita semua, dengan tujuan lebih baik menjaga daripada mengobati. Perlu kita sadari bersama siapapun boleh bergembira walaupun telah melakukan kezaliman di dunia masih bisa selamat, namun ketika kembali ke akhirat apapun yang terjadi pada diri kita akan dipertanggung jawabkan semua, termasuk apa yang baru diniatkan di dalam hati kita.

Barakalallaahufiikum............Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Jumat, 05 Juli 2013

RUMAH MAU DIJADIKAN KUBURAN ATAU SEBALIKNYA

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Selamat berjumpa lagi bersama kami BUTIR URAIAN AYAT AYAT AL QUR'AN dan refleksialamalquran 


Rasulullah saw bersabda, “ Buatlah ( sebagian ) dari shalatmu di rumah-rumahmu, dan jangan jadikan ( rumah-rumahmu ) itu kuburan “ ( Shahih riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim )

Saudaraku semuanya Allah menciptakan dunia seisinya itu perpasang-pasangan, pria wanita, anak-anak dewasa, langit bumi, roh jasad, rumah penghuni rumah, tajud,mushola, masjid dan jamaah dst.

Tajug, mushola atau masjid sangatlah sayang sekali sudah dibangun dengan begitu indah dan megah, namun para jamaah yang shalat di dalamnya hanya sedikit berarti mau mati, apalagi kalau sudah tidak ada jamaahnya berarti sudah mati.

Manusia terdiri dari lahir dan batin maksudnya roh dan jasad. Apabila jasad tidak ada rohnya berarti mati. Apabila roh tidak ada jasadnya, wah ngeri deh makhluk apaan tuh. Baik buruknya jasad itu bergantung pada rohnya. Apabila rohnya diisi dengan berbagai macam kebaikkan maka jasad akan baik dan cahayanya akan terpancar bersinar bersih melalui wajah dan kulit. Akan tetapi manakala roh nya diisi dengan berbagai macam prilaku buruk, maka yang terjadi pancaran pada kulit dan wajah akan suram.

Termasuk rumah tinggal, apabila rumah dimana tempat kita tinggal diisi dengan berbagai macam kegiatan agama pada keluarga, maka rumah itu akan mengandung banyak rahmat. Hal ini bisa dirasakan, siapapun yang masuk ke rumah itu khususnya keluarga, mereka merasa betah, hati tenang tenteram, hawanya sejuk dan kayanya merasa betah ingin tidak kemana-mana kalau tidak terdesak oleh kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi manakala rumah tinggal, oleh penghuninya tidak pernah diisi dengan kegiatan keagamaan, yang dibicarakan hanya urusan dunia melulu, maka hawa rumah akan terasa panas, penuh dengan percekcokan, suami pendapatnya ke selatan, sang istri maunya ke utara dan anak anaknya ada yang ke barat dan ke timur. Kayanya perang teluk hampir terjadi setiap hari, dan terkadang kalau syetan lagi menikmati kegembiraannya kepada penghuni rumah tersebut, piring sendok gelas pada terbang kaya suara kapal pecah.

Oleh karena itu saudaraku semuanya mau kita jadikan apakah rumah dimana tempat kita tinggal itu ? Mari kita tengok tetangga di sekitar kita, rumah tempat tinggal bagi yang banyak uang ditata sedemikian rupa, agar kelihatannya baik, berapapun biayanya karena uang ada. Mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka rintis, dan bangun itu suatu saat akan ditinggalkan yang akhirnya jadi warisan. Terus pindahnya ke mana ? Ke rumah yang baru di alam kubur , atau di alam barzah, dan terakhir di alam akhirat ? Sudahkah mereka termasuk kita memikirkan akan hal itu ?

Saudaraku semuanya marilah mulai saat ini kita bangun rumah kita untuk di alam sono dengan berbuat amal kebajikan yang Allah sukai, lakukan di setiap kegiatan kita selalu diawali dengan niat beribadah kepada Allah dan mengikuti tuntunan Rasul-Nya, agar untuk dunia ( sebagai modal hidup ) dan akhiratnya ( sebagai bekal hidup )kita dapatkan. 

Saudaraku semuanya bulan Ramadhan sedang mendatangi kita sudah dalam hitungan hari, marilah kita berlomba-lomba dengan memperbanyak amal ibadah dan berbuat kebajikan. Jadikan Ramadhan tahun ini bisa lebih baik lagi dari Ramadhan tahun yang lalu.

Dan tidak lupa kami selaku manusia tempatnya salah dan dosa, andakan salah kata , salah ucap atau salah tulis, maafkan kami. Kita saling bermaaf-maafan agar di dalam pelaksanaan Ramadhan dalam keadaan bersih.

Barakallaahufiikum....... Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

EMPAT HAL YANG MENUSAK MANUSIA

Assaalamu'alaikum warahmatullahi abarakaatuh,

Selamat berjumpa kembali dengan kami BUTIR URAIAN AYAT AYAT AL QUR'AN dan refleksialamalquran


Rasulullah saw bersabda, “ Jahuhilah dosa besar, minuman yang memabukkan, sesuatu yang memabukkan, bertaubatlah kepada-Nya “ ( HR Tabrani dan Ahmad )

Saudaraku kita sebagai hamba Allah telah diciptakan olehnya dengan sebaik dan sesempurna mungkin oleh Allah, artinya penciptaanNya tanpa cacat sedikitpun, kemudian Allah memuliakan kita. Bahkan kita akan lebih mulia dari Malaikat apabila kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari dapat mengendalikan hawa nafsu kita. Mengapa demikian ? Karena Malaikat tidak diberi hawa nafsu.

Tugas kita sebagai hamba Allah adalah beribadah, mengabdi kepadaNya, dan segala hal yang kita lakukan itu hanya untukNya semata. Oleh karena itu agar kita bisa menjaga dan meningkatkan kemuliaan itu Allah membuat aturan main melalui Kitab-Nya ( Al Qur'an ) dan memilih, menentukan seorang utusan untuk menyampaikan risalah-Nya yaitu Rasul (Nabi Muhammad saw) melalui Al Hadits.

Saudaraku semua Nabi Muhammad saw telah bersabda bahwa ada empat hal yang akan merusak manusia yaitu 

1.Dosa besar. Maksudnya segala perbuatan yang akan mengakibatkan dosa besar seperti mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain; Berzina; Menjalani Riba; Durhaka kepada kedua orangtua ( ibu-bapak ); Makan harta anak yatim dll.

2. Minuman yang memabukkan seperti khamar ( arak );

3. Sesuatu yang memabukkan. Maksudnya apapun yang membuat lupa diri. Contoh sederhana sekarang yang lagi ngetren yaitu Face Book an atau Internetan, saking asyiknya sampai lalai menjalani kewajiban perintah Allah, salah satunya shalat, melakukan keduanya sampai larut malam sehingga mengakibatkan turunnya kondisi kesehatan dll ;

4. Tidak bertobat kepada Allah. Allah menciptakan manusia itu, walaupun sudah sempurna,. Maka untuk meningkatkan kesempurnaannya manusia harus bergaul dengan sesama manusia ( hambul minan naas ). Artinya di dalam pergaulan itu harus saling mengisi kekurangan, harus saling mengingatkan apabila terjadi kelalaian, harus saling membantu baik yang diberi lebih oleh Allah ataupun yang kurang, harus saling menyempurnakan atas segala kekurangan. Jadi bagi manusia yang tidak mau bertobat berarti dia merasa sudah benar. Sama dengan manusia tidak pernah beristighfar memohon ampunan-Nya berarti dia tidak punya dosa. Manusia tidak pernah mengkaji Al Qur'an, dan Hafdits berarti sudah pandai, Manusia tidak mau melaksanakan shalat lima waktu, mengeleuarkan zakat dan berpuasa di bulan Ramadhan berarti dia sudah tidak membutuhkan lagi Allah. Inilah manusia yang tidak benar. Orang yang mengaku pandai alamat bodoh. Orang yang mengaku kenyang, akan menjadi kelaparan. Orang yang mengaku benar alamat tidak benar, alias salah, dan orang yang salah berakibat celaka.

Saudaraku semuanya semoga kita semua dapat menjauhi keempat hal tersebut di atas tadi agar kita menjadi manusia yang sempurna di sisi Allah atas seizin allah. Sehingga Alllah semakin menambahkan rahmat-Nya dan rido-Nya kepada kita semua.

Barakallaahufiikum.......... Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Selasa, 02 Juli 2013

HARI JADI TAMANSISWA YANG KE 91

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Salam dan bahagia,

Esok hari adalah hari Rabu tanggal 3 Juli tahun 2013
Tanggal  3 Juli merupakan hari jadi berdirinya salah satu Yayasan pendidikan di Indonesia yaitu Yayasan Persatuan Perguruan Tamansiswa yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada tanggal 3 Juli 1922.

Ki Hajar Dewantara adalah salah seorang tokoh pahlawan pendidikan di Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan. Beliau adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang pertama di Indonesia. Beliau adalah salah seorang putra  bangsawan Kraton Paku Alaman di Yogyakarta. Nama asli beliau adalah Raden Mas Suwardi Suryaningrat, putra dari Pangeran Suryaningrat.

Gelar Raden Mas rela beliau lepaskan ( tidak dipakai lagi ), dan diganti oleh beliau dengan gelar KI bagi orang Tamansiswa lelaki sedangkan Nyi untuk anggota wanita yang sudah berkeluarga dan NI untuk anggota wanita yang belum berkeluarga.  Dengan harapan siapapun orangnya yang memiliki gelar KI, NYI atau NI berwawasan luas, bisa dituakan, bisa memberikan contoh tontonan sekaligus tuntunan kepada  siapapaun dimana mereka berada dan kemanapun mereka pergi. Disinilah secara filosofi beliau itu orang yang sangat sederhana, beliau tidak perlu gelar dipasang, yang penting kerjanya. Apalah artinya gelarnya hebat-hebat sementara cara kerjanya tidak sesuai dengan profesinya, yang penting itu adalah mutu keberhasilannya.

Oleh karena itu mengapa beliau mendirikan Tamansiswa pada tanggal 3 Juli. Ini juga mengandung filosofi yang sungguh sangat luar biasa. Hampir setiap petuah atau ajaran beliau selalu berpedoman kepada yang tiga diantaranya :

1.      Secara Islami yaitu Iman, Islam  dan  Ikhsan ;

2.      Trilogi kepemimpinan atau Tiga pedoman menjadi pemimpin yaitu
a.       Ing Ngarso Sung Tulodo artinya apabila berada di depan jadilah pemimpin yang bisa menjadi contoh bawahannya ;
b.      Ing Madyo Mangun Karso artinya kalau di tengah atau berbaur dengan yang di bawahnya bisa memberikan inovasi dan motivasi, membangkitkan semangat ;
c.       Tut Wuri Handayani yaitu apabila di belakang  bisa mengawasi, memonitor, mengoreksi

3.      Tri pusat system pendidikan
a.       Pendidikan di keluarga. Ini merupakan modal dasar yang paling utama dan tertutama. Ibarat kita mau bikin rumah adalah fondasinya. Kita  salah bikin fondasi maka rummahpun akan cepat ambruk ;
b.      Pendidikan formal yaitu di sekolah, tempat  sang anak menerima berbagai macam ilmu pengetahuan baik fisik maupun mental oleh para  pamong atau guru ;
c.       Pendidikan non formal yaitu di masyarakat yaitu situasi kehidupan bagaimanakah cara hidup bermasyarakat
Dan hal ini akan terwujud apabila ketiga konponen ini bisa berjalam berdampingan, saling mengisi, saling membantu, saling memanfaatkan, dan saling melestarikan.

4.      Tri pantangan. Di dalam Tamansiswa di  dalam menjani kehidupandan menjalankan roda organisasi dikenal dengan Tri Pantangan atau Tiga Yang Dilarang yaitu
a.       Penyalah gunaan kekuasaan atau penyalah gunaan wewenang. Jadi siapapun yang menduduki jabatan di Tamansiswa dilarang menyalah gunakan kekuasaan yang dipangkunya, bukan jabatan yang didudukinya. Kalau dipangku berarti menerima amanat, memeliharanya, menjaganya (agar jangan cacat), dan mengembangkannya (disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat itu). Kalau ada salah seorang Orang Tamansiswa menyalah gunakan ini berarti bukan Orang Tamansiswa.
b.      Penyalah gunaan keuangan. Siapapun yang menjabat atau menangani keuangan apabila disalah gunakan, juga sama bukan orang Tamansiswa  ;
c.       Pager ayu, kalau di pemerintah PP No 10. Seorang lelaki di lingkungan Tamansiswa tidak bolah ( dilarang keras) berpolygami. Dan baik  Orang Tamansiswa lelaki maupun wanita dilarang keras melanggar susila, atau mezalimi sesamanya, karena di Tamansiswa berasaskan kekeluargaan, URIP KEPENAK BARENG.

3 Juli 1922 dan sekarang 3 Juli 2013. Wahai Wong Tamansiswa tanpa sadar usia Tamansiswa sudah menginjak usia yang ke 91. Sudah hampir satu abad, dan tentunya telah memakan berbagai macam asam garam tentang pendidikan. Mari kita rmerenung sejenak kenapa Cabang-Cabang Perguruan Tamansiswa yang banyak tersebar hamper di seluruh peloksok Tanah Air Indonesia diakhir-akhir inibanyak mengalami kemunduran. Yang seharusnya menjadi peolor nomor 1 di bidang pendidikan, apakah salah manegemen, atgau salah niat.
Adapun Juli artinya bulan yang ke tujuh. Maksudnya Wong Tamansiswa dalam mengabdi di Tamansiswa itu bukan mengabdi kepada Ki Hajar Dewantara, akan tetapi mengabdi kepada Tuhan yang sebelumnya menitipkan Tamansiswa itu kepada Ki Hajar Dewantara unttuk diteruskan oleh generasi berikutnya, yang harus dilaksanakan selama tujuh hari ( untuk urusan dunia ), sedangkan untuk bekal akhiratnya yaitu mensujudkan tujuh titik kehidupan dari anggota tubuh kita yaitu muka mewakili seluruh yang ada di kepala, kedua telapak tangan yaitu tentang perbuatan, kedua lutut mewakili kaki dan kesepuluh ibu jari kaki mewakili langkah atau perbuatan. Yng kesemuanya bersujud di hadapan Tuhan sebagai makhluk yang paling hina.

Kalau zamannya Ki Hajar Dewantara berfikirnya fokus hanya satu yaitu bagaimanakah agar rakyat Indonesia ini berubah dari belum tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi lebih tahu, dari bodoh menjadi pandai, dari pandai menjadi lebih pandai, dari belum bisa berfikir, menjadi bisa berfikir, yang sudah terbuka fikirannya menjadi tambah terbuka wawasannya yang kesemuanya didasarkan ibadah kepada Tuhan Yang maha Esa, Penguasa seluruh alam semesta ,tidak pernah terfikirkan saya harus dibayar berapa kalau mengabdikan diri di tamansiswa. Sekarang pola berfikirnya sudah banyak bernah, Tamansiswa sudah bukan lagi sebagai lahan ibadah, akan tetapi sebagai lahan kerja, karena ujung-ujungnya materi. Mau masuk mengabdikan diri di Tamansiswa, belum mulai melaksanakan sudah bertanya berapa gajihnya, terus uang transportnya berapa. Sungguh niat yang diawali oleh pendirinya sudah sangat jauh jaraknya antara bumi dan langit.

Semoga hal-hal yang demikian agar bisa dihindari oleh Wong Tamansiswa, Tuhan itu Maha adil. Adilnya Tuhan itu tidak akan merugikan siapapun, apalagi menzalimi, semuanya pasti dikasih rezki. Binatang melata saja Tuhan kasih rezki, apalagi manusia. Jadi kalau Wong Tamansiswa ingin kesejahteraannya naik, maka hidupkanlah Tamansiswa, kembangkan Tamansiswa. Lebarkan sayap Tamansiswa dengan sekuat tenaga sesuai kadar kesanggupan masing-masing. Tamansiswa sehat maka penghuninya ikut sehat. Tamansiswa gemuk maka penghuninya ikut gemuk. Tamansiswa sakit maka penghuninya ikut sakit.
Tamansiswa semakin terkenal, maka penghuninya semakin dihormati dan disegani.

Selamat Hari Jadi Tamansiswa yang ke 91.
Semoga Tamansiswa bisa bangkit kembali, Tamansiswa Tetap Jaya, Tamansiswa Tetap Lestari di negeri Indonesia tercinta ini

Ditulis oleh   : Ki kartawijaya

Pekerjaan      : Anggota Perguruan Tamansiswa Cabang Cirebon

Senin, 01 Juli 2013

TUJUH HAL MEMBUAT MANUSIA CELAKA

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Selamat sore saudaraku semuanya

Selamat berjumpa kembali dengan kami BUTIR URAIAN AYAT AYAT AL QUR'AN dan refleksialamalquran.

Rasulullah saw bersabda, “ Jauhilah tujuh perkara yang mencelakakan : 1. Menyekutukan (sesuatu) dengan Allah; 2. Sihir ; 3. Membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haq ; 4. Makan riba ; 5, makan harta anak yatim ; 6. Melarikan diri dari pertempuran ; 7. Menuduh berzina wanita mukminah yang terjaga kehormatannya “ (HR Bukhari Muslim )

Saudaraku semuanya apakah masih ada orang yang hidup di dunia ini inginnya selalu mengalami musibah, atau celaka, sengsara atau menderita. Kami kira tidak ada yang mau hidup dalam keadaan demikian. Akan tetapi hukum alam berlaku yaitu hukum sebab akibat. Jadi setiap ada akibat pasti ada penyebabnya. 

Pada umumnya setiap ada kejadian pada diri kita terkadang mencari penyebabnya itu dari luar diri kita. Mungkin gara-gara bertengkar dengan si fulan, akhirnya kita dikerjain. Mungkin gara-gara si fulan usaha saya bangkrut, berdagangnya tidak laris, pangkatnya turun atau tergeser kursinya dan lain sebagainya. Kesemuanya itu sungguh salah besar.

Yang paling baik adalah kita cari kesalahan diri, kita koreksi diri, kita kaji diri, sebab bisa terjadi apa yang kita lakukan itu benar akan tetapi salah menurut Allah. Mungkin saja apa yang kita kerjakan itu baik padahal menurut Allah buruk. Mungkin saja apa yang kita lakukan itu bisa membuat orang lain senang, namun yang terjadi malah sebaliknya dan lain sebagainya. Dan berdasarkan Hadits di atas ini mudah2an kita dapat mengkaji diri apakah yang kita lakukan itu sudah sesuai dengan petunjuk Rasulullah saw atau belum yaitu

1. Menyekutukan sesuatu dengan Allah maksudnya kita masih selalu mencari dan mencari untuk mencapai suatu tujuan itu dengan bertanya atau minta bantuan kepada orang, atau dengan mengunjungi beberapa kuburan yang dianggap kramat, dan harus dilaksanakan pada hari-hari tertentu, misalnya pada malam Jum'at kliwon. Padahal Allah mebuat hari itu hanya 7, tidak ada yang namanya legi, pahing, pon, wage ,kliwon. Ini merupakan adat budaya lama. Lalu meminta kepada benda-benda seperti batu ali, keris, tongkat, tumbak yang dianggapnya memiliki kekuatan. Semuanya itu sungguh suatu perbuatan syirik. Dianggapnya Allah itu lemah sehingga meminta bantuan kepada selain Allah. Ini salah satunya kita akan menjadi celaka;

2. Sihir. Semua ilmu yang bukan dari Allah itu adalah sihir. Percaya pada bisikan-bisikan, percaya bahwa di tempat itu ada penunggunya. Banyak di jaman yang semakin canggih teknologinya ,malahan pola berfikir manusia semakin sesat, mulai tidak percaya atau yakin pada dirinya dan yakin bahwa kehidupan seluruh isi alam semesta ini Allah yang mengatur, memelihara dan menetapkan segala sesuatunya. Ini juga salah satu penyebab kita menjadi celaka ;

3. Membunuh jiwa yang diharamkan Allah, kecuali yang haq. Sudah mulai banyak bermunculan beberapa kejadian di Mess Media ada seorang bapak membunuh anaknya, seorang istri membakar suaminya, seorang anak membunuh orang tuanya. Dianggapnya membunuh itu hal biasa layaknya membunuh seekor lalat atau nyamuk. Tidak terfikirkan akibat yang akan ditanggung setelah berbuat demikian. Ini juga salah satu penyebab kita menjadi celaka, kalau melakukan perbuatan itu. ;

4. Makan riba. Riba adalah suatu perbuatan yang benar-benar diharamkan Allah. Siapapun yang terlibat di dalamnya, apakah yang menunjukkan, yang pinjam dan sang pemberi pinjam semuanya kena dan dosanya sangat besar. Siapapun yang menjalani riba, maka semua harta bendanya dan anak-anaknya tidak dapat membantunya ketika di alam kubur, terlebih-lebih lagi di akhirat. Semua amal ibadahnya, walaupun dia melaksanakan shalat, sudah haji, rajin zakatnya, semuanya itu ditolak oleh Allah. Ini juga salah satu penyebab manusia bisa celaka ;

5. Makan harta anak yatim. Allah saja sudah memperingatkan bahwa janganlah kalian mendekati harta anak yatim. Mendekati saja tidak boleh, apalagi memakannya, terlebih-lebih lagi menzaliminya. Ini juga penyebab manusia bisa celaka ;

6. Melarikan diri dari pertempuran. Sekarang ini hampir tidak ada yang namanya peperangan. Namun sesungguhnya banyak prilaku yang mengarah kepada melarikan diri ( dari kebenaran ). Ini juga salah satu penyebab manusia bisa celaka.

7. Menuduh orang lain berbuat zina, padahal yang dituduh itu tidak berbuat seperti itu. Contoh sederhana saja misalnya karyawan PSG atau Hostess, kalau sudah mendengar itu langsung saja asumsinya itu jelek. Ini sama saja menuduh orang lain yang belum tentu tahu salah benarnya. Ini juga salah satu penyebab manusia menjadi celaka .

Saudaraku semuanya semoga kesemuanya ini bisa dijadikan pembelajaran oleh kita semua ,sehingga kita semuanya selalu terjaga dari hal-hal yang menyebabkan kita bisa celaka .

Barakallaahufiikum...........Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.