Senin, 04 Maret 2019

SEMBUH BUKAN KARENA OBAT


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku  bagaimana pendapat anda bila  anda  akan diberi sakit oleh Allah ? Pasti akan menolak kan.

Namun itulah hidup, bila sehatnya kita menerima maka saat diberi sakitpun harus mau menerimanya .

Karena antara sehat dan sehat itu tetap akan datang silih berganti . Tidaklah mungkin akan sehat selamanya . Dan juga tidak mungkin akan sakit selamanya .

Bila manusia selamanya tidak pernah sakit, itu dusta, kalau memang iya benar, maka dia bukan manusia tapi robot .

Rasulullah saw saja walaupun selama hidupnya tidak pernah sakit, tapi saat mendekati ajalnya beliau sakit panas . Tubuhnya semakin lebah, tenaganya semakin berkurang .

Wahai saudaraku, ketika kita sakit maka tentu kita ikhtiar untuk mendapatkan kesembuhan.

Ikhtiar kita bisa dengan memeriksakan diri ke dokter, bisa dengan meminum obat atau herbal, atau dengan cara lainnya seperti memperbanyak istirahat dan lain sebagainya.

Akan tetapi, sesungguhnya yang menakdirkan kita untuk sembuh hanyalah Dzat yang menyediakan bahan-bahan untuk obat, Dzat yang menciptakan makhluk bernama dokter, Dzat Yang Maha Memiliki berbagai ilmu termasuk ilmu kedokteran, dialah Allah Swt.

Bila anda sudah berubat kesana kemari, sudah ke dokter umum sampai spesialis namun belum juga sembuh maka jangan putus asa   Karena yang menyembuhkan penyakit anda itu bukan dokter atau bukan obat, tapi Allah swt .

Itulah makanya para ulama salah zaman dulu, bila ingin hidupnya ada perbuahan kea rah yang lebih baik sering mendatangi atau berkunjung kepada mereka yang sedang sakit, lalu minta didoakan .

Nampaknya ini terbalik, tapi itulah kenyataan yang sesungguhnya, kenapa ?  Kalau orang sakit setidaknya lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah, banyak berdoa kepada Allah agar segera diangkat penyakitnya.

Mereka sering menyebut nama Allah, Ya Allah …Ya Allah ….  Ya Allah …lalu memohon dengan panjatan doanya yang tulus dan ikhlas.

Salah satu dari nama-nama Allahadalah Asy Syaafii, yaitu AllahYang Maha Menyembuhkan.

Allah Swt. berfirman yaitu ,

“ Wa idzaa maridh tu fa huwa yasyfiini “

Yang artinya adalah 

" dan apabila aku sakit , Dia - lah yang menyembuhkan aku "

 (QS. Asy Syu’aro [26] : 80)

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

KEMBALI KE MASJID


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku  siapapun orangnya yang mau memakmurkan masjid, menghidupkan masjid , maka Allah pun akan berbuat sama kepadanya.

Ingat memakmurkan masjid, menghidupkan masjid, memeliharan masjid yang niatnya lillaahita'ala, maka sungguh itu merupakan perbuatan yang amat mulia sekali di sisi Allah swt .

Memang nampaknya orang yang menjadi marbot masjid , yang suka solat berjamaah di masjid yang niatnya lillaahita'ala kehidupannya di dunia nampak biasa biasa saja. Namun nilai dirinya di mata Allah itu sangat tinggi .

Dengan berjama'ah di masjid, kita bisa bersilaturahmi antara yang satu dengan yang lain , bisa bertukar fikiran, bisa saling bantu memecahkan persoalan . Bia untuk menambah rezeki.

Rezeki itu bukan uang saja , sehat juga rezeki, banyak teman yang baik juga rezeki, menambah ilmu dan wawasan serta pengalaman hidup juga rezeki .

Di masjid kita bisa selenggarakan kegiatan pendidikan, seperti belajar mengaji, majlis ilmu, bahkan hingga kegiatan keterampilan.

Jika setiap kegiatan kita basiskan kepada masjid maka akan jauh lebih mendatangkan keberkahan karena setiap kegiatan tersebut senantiasa terkait dengan motivasi ibadah kepada Allah Swt., bukan hanya kegiatan duniawi saja.

Masjid dilarang untuk kegiatan politik, karena pilitik itu urusannya tentang keduniawian , bukan untuk akhirat  .

Saat kaki kita menginjak tanah , halaman masjid, maka saat itu juga kita tutup kegiatan yang berbau duniawi , lalu kita gantikan dengan kegiatan amal akhirat .

Alangkah indahnya jika kaum muslimin kembali menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan mereka.

Semakin kaum muslimin terbiasa sholat berjamaah di masjid maka semakin erat rasa kebersamaan dan persaudaraan di antara kita.

Kedisiplinan shalat berjamaah di masjid akan mengundang datangnya pertolongan Allah dalam urusan lainnya.

Sehingga kaum muslimin bisa bangkit kembali menjadi umat yang menebar rahmat bagi umat lainnya dan bagi seluruh alam.

Semoga kita tergolong hamba-hamba Allah Swt. yang hatinya senantiasa terpaut ke masjid.

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Jumat, 01 Maret 2019

SAAT BERBUAT .


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku  keburukan, kesempitan, ketidakbahagiaan yang terjadi pada diri kita adalah diundang oleh diri kita sendiri.

Cara kita mengundangnya yaitu dengan berbuat buruk juga.

Allah Swt. berfirman yaitu  ,

“ Wa maa ashoo bakum min mushiibatin fabimaa kasabat aidiikum wa ya’fuu ‘an katsiir 

Yang artinya

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allahmemaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” 

(QS. Asy Syuro [42] : 30)

Melalui ayat ini Allah memberitahukan kepada kita semua bahwa jika anda mengalami keburukan , maka janganlah mencari  kambing hitam untuk disalahkan . 

Apalagi misalnya anda setelah bertengkar dengan si dia lalu terjadi sesuatu yang buruk menimpa anda. 

Setelah minta bantuan kepada sang dukun atau paranormal, kemudian dibilang bahwa anda ada yang ngerjai, orang dekat anda sendiri.

Pasti anda langsung  menuduh bahwa ini perbuatan si dia karena beberapa waktu yang lalu pernah rebut dengannya .

Padahal oaring yang dituduh, justru sedang membaca Al Qur’an di rumahnya , mengajari anak – anak menuntun ke jalan yang benar.

Oleh karena itu  banyak – banyaklah kaji diri , koeksi diri dan mawas diri agar anda bisa mengetahui kesalahan dan kelemahan diri sendiri . 

Bila anda menuduh orang lain yang tidak bersalah malah menjadi fitnah. Dan fitnah itu sungguh suatu dosa yang besar.  Dosa fitnah itu lebih besar daripada  pembunuhan .

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

KUALITAS SETIAP MANUSIA ITU BERBEDA - BEDA


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku setiap orang memiliki kemampuan, kapasitas, pengetahuan, keterampilan yang berbeda-beda.

Dan, masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan tersendiri.  Namun, jikalau kita bisa mempertemukan setiap kekuatan, niscaya akan melahirkan kekuatan yang jauh lebih besar.

Manakala kita bisa mensinergikan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan yang berbeda-beda itu, niscaya akan mendatangkan manfaat dan keberkahan yang jauh lebih besar.

Islam adalah agama yang pasti benar dan pasti mulia.  Agama yang agung dan senantiasa terjaga kemuliaannya.

Sehingga ikhtiar mendakwahkan Islam pun perlu dilakukan dengan upaya yang serius, besar dan bersama-sama supaya benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Sebagaimana dahulu Rosululloh Saw. dan para sahabat pun senantiasa berbagi peran dalam berdakwah.

Tidak semua turun ke medan jihad, namun ada yang berperan menjalankan pendidikan dan menjaga kota.

Tidak semua berdakwah di Madinah, melainkan ada sebagian yang diutus untuk berdakwah ke negeri nun jauh.

Demikian pula dengan kita saat ini. Apapun profesi kita, sesungguhnya kita memiliki tugas dakwah. Ambillah peran dalam berdakwah sesuai dengan kapasitas kita.

Karena dakwah bukan hanya tugas para dai dan ulama, melainkan para insinyur, dokter, teknisi, pedagang, siapapun bisa berperan dalam dakwah, menyumbangkan kemampuannya dalam jalan dakwah.

Semoga Alloh Swt. memberikan petunjuk dan kekuatan kepada kita sehingga kita bisa menjadi bagian dari perjuangan dakwah.

Karena inilah jalan yang ditempuh oleh Rosululloh Saw., para sahabat dan salafussholeh.

Semoga kita termasuk orang-orang yang kelak di akhirat kembali berkumpul dengan para mujahid dakwah .

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

BERSERAH DIRI KEPADA ALLAH


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.


Hiduplah di dunia ini dengan cara yang baik dan benar . Jangan sampai umur kita dibuang sia - sia hanya untuk memperturutkan hawa nafsu kita saja .

Wahai saudaraku , masih banyak manusia yang  merasa dirinya punya kelebihan
apakah dengan ilmunya , hartanya, jabatannya , kekuasaannya dibandingkan dengan orang lain. 

Padahal bila mereka menyadari bahwa semua itu tidaklah mungkin bisa terjadi bila Allah tidak berkehendak . Semua itu terjadi atas izin dan rido Allah swt.

Coba anda perhatikan  atas apa yang terjadi pada diri anda sendiri .  Bila anda mengejar sesuatu  , maka semakin ia dikejar maka ia semakin menjauhi anda.  

Sebaliknya apa yang anda tidak sukai justru semakin didekatkan oleh Allah swt.

Misalnya anda tidak suka dengan aparat hukum, karena banyak yang berlaku tidak adil.

Tanpa anda sadari justru anda sekolah di bidang hukum , dan anda sendiri pelaksana petugas hukum . 

Anda yang tidak suka menjadi guru ,  justru  anda  bekerja sebagai guru, berkecimpung di bidang pendidikan . 

Anda paling tidak suka sama polisi, bila anaknya besar tidak mau menikahkan anaknya dengan polisi .

Tapi justru anaknya suka sama polisi, sampai akhirnya menikah dengan polisi. Masih banyak lagi contoh – contoh kehidupan .

Oleh karena itu langkah yang terbaik adalah anda hanya berserah diri kepada Allah swt.

Biarkan Allah swt yang menentukan segala sesuatunya untuk anda.

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh






































































“ Wa man ahsanu qoulan mim man da’aa ilalloohi wa amila shoo lihan wa qoola innanii minal muslimiin 
Yang artinya adalah 
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah , mengerjakan amal yang sholeh, dan berkata: “Sesungguhnya aku
termasuk orang-orang yang menyerah diri?” 
(QS. Fushilat [41] : 33)
Melalui ayat ini Allah memperingatkan semua manusia bahwa segala sesuatu yang terjadi itu adalah atas kehendak-Nya .
Coba anda perhatikan  atas apa yang terjadi pada diri anda sendiri .  Bila anda mengejar sesuatu  , maka semakin ia dikejar maka ia semakin menjauhi anda.  Sebaliknya apa yang anda tidak sukai justru semakin didekatkan oleh Allah swt.
Misalnya anda tidak suka dengan aparat hukum, karena banyak yang berlaku tidak adil.
Tanpa anda sadari justru anda sekolah di bidang hukum , dan anda sendiri pelaksana petugas hukum . 
Anda yang tidak suka menjadi guru ,  justru  anda  bekerja sebagai guru, berkecimpung di bidang pendidikan . 
Anda paling tidak suka sama polisi, bila anaknya besar tidak mau menikahkan anaknya dengan polisi .
Tapi justru anaknya suka sama polisi, sampai akhirnya menikah dengan polisi. Masih banyak lagi contoh – contoh kehidupan .
Oleh karena itu langkah yang terbaik adalah anda hanya berserah diri kepada Allah swt.
Biarkan Allah swt yang menentukan segala sesuatunya untuk anda.
Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh