Selasa, 05 Maret 2019

DUNIA HANYALAH TIPUAN


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku dunia ini tidak ada apa-apanya bagi Rasulullah Saw.  Tidak pernah beliau merasa bangga dengan kekuasaan, kedudukan dan popularitasnya di antara para pemimpin peradaban dunia.

Rasulullah Saw. tidak pernah merasa takut kehilangan dunia, tidak ada rasa kecintaan kepada dunia sedikitpun. Meski ditawari dunia sebanyak apapun, Rasulullah Saw. tidak pernah gentar untuk tetap menegakkan tauhiid.

Kaum kafir Quraisy pernah mengarahkan berbagai macam ancaman dan juga pernah menawarkan kepada Rasulullah Saw. harta kekayaan yang melimpah, kekuasaan yang besar dan perhiasan dunia lainnya dengan syarat beliau mau menghentikan dakwah tauhiid di tanah Mekkah.

Namun apa jawaban Rosululloh Saw.? Rasulullah Saw. menjawab, 

“Demi Allah, seandainya mereka letakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku supaya aku menghentikan dakwah ini, maka selamanya aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah  sendiri yang akan memenangkan agama ini atau aku binasa karenanya.”

Tauhiid yang kuat akan membuat dunia dan seisinya lumpuh di dalam hati, tidak ada apa-apanya. 

Rasulullah Saw. sangat sempurna tauhiidnya. Sehingga beliau melakukan apapun dengan ikhlas lillaahi ta’ala. Tidak ada di dalam hatinya rasa ingin dipuji, ingin diakui, dihargai demi kepentingan pribadi.

Tidak ada itu. Kalaupun dalam kalimat syahadat ada nama beliau bersanding dengan
nama Allah  , itu karena kehendak Allah  Swt. 

Beliau hanya senang pada apa yang disenangi Alloh dan benci kepada apa yang dibenci oleh Allah  Swt.

Tidak ada yang beliau lakukan kecuali hanya karena Alloh Swt. Meski Rasulullah Saw. pernah disakiti, dimusuhi, diperangi, diboikot, dilempari kotoran unta, semua itu sama sekali tidak membuat beliau goyah.

Karena beliau ikhlas menjalani perjuangan tauhiid. Tiga belas tahun lamanya beliau dakwah tauhiid di Mekkah, selama itu pula berbagai serangan dialamatkan kepada beliau. Namun, beliau tidak goyah.

Bukti bahwa tauhiid Rasulullah Saw. sempurna adalah beliau tahan menghadapi
cobaan sedahsyat apapun. 

Rasulullah Saw. optimis dakwah akan berhasil karena yakin pada apa yang Allah janjikan. Sedangkan Alloh berfirman, 

“Sesungguhnya Alloh tidak menyalahi janji-Nya.” 
(QS. Ar Ra’du [13] : 31).

Orang yang tauhiidnya sempurna, bersih, lurus, in syaa Allah  akan diberikan
kemenangan oleh Allah  Swt. 

Semoga kita termasuk umat Rasulullah Saw. yang gemar dan giat mengikuti keteladanannya dalam menjaga keistiqomahan menjaga tauhiid yang sempurna di dalam hati  .

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Senin, 04 Maret 2019

SUDAHKAH HARAPAN SESUAI KENYATAAN ?


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku sungguh banyak harapan yang diinginkan namun masih juga semuanya itu terpenuhi .

Kita ingin punya banyak uang karena merasa dengan uang itu bisa melakukan banyak hal, padahal boleh jadi ternyata kita belum siap menghadapi godaan yang datang manakala kita punya banyak uang .

Sebelum punya uang alam berfikirnya hanya biasa – biasa saja, walaupun hati ingin punya banyak uang .

Tiba – tiba ada orang yang memberinya banyak uang . Setelah diterimanya, mulailah berbagai macam keinginan muncul secara mendadak, ingin beli itu dan ini, ingin punya itu dan ini .

Kita ingin punya jabatan tinggi karena merasa dengan jabatan itu kita akan terhormat, padahal boleh jadi kita tidak siap dengan ujian jabatan itu yang bisa menjerumuskan kita berbuat zholim.

Ada perintah dari atasan yang sebenarnya perintah itu menyimpang dari aturan sesungguhnya , tapi karena atasan yang memerintahkan maka dengan terpaksa melakukannya , itulah perbuatan dosa dan musyrik lagi.

Berbuat dosanya karena melaksanakan perintah yang tidak benar. Musyrik karena lebih takut kepada atasan daripada takut kepada Allah swt .

Allah  Swt. berfirman  yaitu  ,

“ wa ‘asaa an takrohuu syai an wa huwa khoirun lakum , wa ‘asaa an tuhibbuu syai an wa huwa syarrun lakum 

Yang artinya adalah  ,

“..Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu;  Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  

(QS. Al Baqarah [2] : 216)

Jangan terburu-buru putus asa saat menghadapi kenyataan yang tidak kita sukai,
karena boleh jadi itulah yang menjadi titik balik kita menjadi pribadi yang lebih tangguh, lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih dekat dengan Allah  Swt.

Boleh kita memiliki keinginan. Namun, yang lebih penting adalah kita mengerti cara menyikapi keinginan yang tercapai dan yang tidak tercapai.

Kita perlu senantiasa sadar bahwa mustahil setiap keinginan kita akan terkabul semuanya.

Dan, kita perlu senantiasa yakin bahwa apa yang Allah  takdirkan terjadi pasti yang terbaik dan pasti mengandung hikmah.

Semoga Allah Swt. memberikan kita kekuatan sehingga kita menjadi orang-orang yang senantiasa siap menghadapi apapun kenyataan hidup yang terjadi. 

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku adalah suatu hal yang manuwiasi jika kita memiliki keinginan.
Akantetapi, keinginan kita tidak selalu sesuai dengan kenyataan, tidak selamanya terwujud sesuai harapan kita.

Kita ingin segera sembuh dari penyakitnya , eeeehh malah semakin bertambah .  Kita ingin menjadi orang kaya , justru ujian dan cobaannya semakin banyak .

Kita ingin mudah ternyata susah, kita ingin cepat ternyata lambat, kita ingin ringan ternyata berat, kita ingin banyak ternyata sedikit.

Begitu banyak sekali keinginan manusia yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Nah, kita perlu memiliki kesiapan menghadapi kenyataan baik yang cocok maupun yang tidak cocok dengan keinginan kita.

Cara supaya kita siap adalah dengan yakin bahwa Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.

Karena apa yang kita inginkan selalu didasari dengan pengetahuan kita yang sangat dangkal tentang keinginan kita tersebut.

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

MUJAHADAH IKHLAS


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku marilah kita simak firman Allah di dalam 

QS Al An’aam [ 6 ] :  162

“ Qul , inna sholaatii wanusukii w amah yaaya wa mamaa tii lillaahi robbil’aalamiin “

Yang artinya adalah  ,

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah , Tuhan semesta alam.” 

(QS. Al An’am [6] : 162)

Seperti orang yang tahu teori berenang, tapi tidak pernah mencoba dan berlatih berenang di dalam air, maka ia tidak akan pernah bisa berenang.

Atau seperti orang yang tahu teori berkuda, tapi tidak pernah mencoba dan berlatih langsung menunggangi kuda, maka dia tidak akan pernah mampu berkuda.

Demikianlah pula dalam hal ikhlas. Saudaraku, mari kita periksa diri masing-masing sudahkah menjadi orang yang ikhlas.

Di antara ciri keikhlasan adalah 

Pertama, dia ketika beramal tidak ingin diketahui orang lain, tidak ingin menjadi populer, dan kalaupun akhirnya dia populer maka sesungguhnya AllahYang Maha Kuasa membuat seseorang jadi populer.

Bukankah para sahabat nabi adalah orang-orang populer,  apalagi nabi Muhammad Saw., Allah Swt. yang menghendaki  mereka populer sehingga bisa menjadi teladan bagi kita semua.

Kedua, tidak sibuk dengan amal besar atau amal kecil.  Bagi orang yang ikhlas yang penting itu adalah amal sholeh.

Karena ada orang yang ketika pada sebuah kegiatan besar dia ikut,  apalagi karena bisa berfoto dan dilihat orang lain, sedangkan pada urusan kecil dia abaikan , apalagi karena tidak dilihat orang lain.

Nah, bagi orang yang ikhlas itu tidak ada bedanya, karena yang terpenting baginya apa yang dilakukan menjadi bernilai ibadah di hadapan Allah Swt.

Ketiga, orang ikhlas itu akan sabar, karena sabar adalah buah dari keikhlasan. Orang yang ikhlas senantiasa yakin bahwa setiap ikhtiar yang ia niatkan lillaahita’ala akan bernilai ibadah di hadapan Allah meski ternyata ikhtiarnya belum membuahkah hasil yang sesuai target.

Pada titik inilah orang yang ikhlas akan sangat terlatih dalam bersabar, dia tidak mudah berkeluh kesah, tidak gampang menggerutu, karena ia yakin Allah Maha Kuasa atas segalanya.

Ia justru akan sibuk mengevaluasi diri, jangan-jangan ada dosa yang belum ia taubati, atau ada ikhtiar yang belum ia sempurnakan.

Ikhlas adalah pekerjaan hati.  Maka, tidak perlu kita sibuk menilai orang lain, marilah kita sibuk menilai diri dan memperbaiki diri.

Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa ikhlas dalam beramal, karena hanya orang yang ikhlas yang akan mendapatkan keridhoan Allah .

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

KESEMBUHAN HANYA MILIK ALLAH


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku  bila anda sakit maka Rasulullah telah memberikan tuntunan  berupa sebuah do’a  .

Rasulullah Saw. bersabda, 

“Ya Allah , Rabb manusia, hilangkanlah kesusahan dan berilah dia kesembuhan, Engkau Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.”  

(HR. Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, ketika kita sakit, hal utama yang penting kita lakukan adalah berdoa kepada Allah , mendekatkan diri kepada-Nya karena hanya Allah Yang Maha Menyembuhkan.

Dialah Dzat tempat kembali segala urusan. Kemudian ikhtiar berobat sambil menguatkan hati kita, yakinkan hati kita bahwa hanya Allah sumber kesembuhan, sedangkan dokter dan obat hanyalah jalan bagi kesembuhan itu.

Ikhtiar kita mendapat kesembuhan adalah ladang amal sholeh, sampai sejauh mana kita meyakini kekuasaan Allah ketika kita berikhtiar.

Semakin kita mengiringi ikhtiar kita dengan penuh keyakinan kepada-Nya, penuh kesabaran dan ketawakalan, maka semakin dekat kita dengan kesembuhan.

Sakit kita akan menjadi penggugur dosa karena kesabaran kita, ikhtiar kita dalam berobat  menjadi ibadah karena keyakinan kepada Alloh Swt. Maasyaa Alloh.

Semoga bagi kita yang sedang diuji dengan sakit, segera diberi kesembuhan oleh AllahSwt.

Dan, bagi kita yang diberi nikmat sehat semoga bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin untuk menjemput ridho AllahSwt. 

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh