Jumat, 10 Juni 2016

ISTIQAMAH PERBUATAN YANG PALING DISUKAI ALLAH

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
Assalaamu'alaikum warahmatullah wabarakaatuh
SATU HARI 20 HALAMAN
Perhitungan yang sangat mencengangkan...??
Demi Allah sangat mengagetkanku hampir-hampir saya menangis...
Benar......
Umur di tangan Allah Subhaanahu wa Ta'aala...., tapi anggaplah kita punya umur 60 tahun.
Jika waktu tidur kita 8 jam dalam sehari, maka dalam 60 tahun Anda menggunakan 20 tahun untuk sekedar tidur......?!
Jika waktu kerja Anda dalam sehari 8 jam, maka terhitung umur Anda 20 tahun habis untuk bekerja......?!
Masa kecil Anda habis 15 tahun. Jika 30 menit dalam sehari Anda gunakan untuk duduk di meja makan, maka terhitung 3 tahun dari umur Anda habis untuk makan......?!
Maka Jika semuanya dijumlahkan (tidur, kerja, masa kecil, makan) maka umur Anda habis 58 tahun. Untuk semua itu dan tersisa 2 tahun lagi........?!
Ya Allah.... Berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk beribadah.....??
Apa yang akan kita katakan kepada Allah Ketika umur kita dihitung dimana kita habiskan....??
Sungguh perkataan yang 100% sangat benar.........
Mushhaf Al Qur'an tidak lebih 600 halaman atau tepatnya 604 halaman, benar....?
Jika tidak percaya Silahkan cepat lihat sendiri kemudian Kembali....
Sudah Anda lihat.... Kita Lanjutkan
Mushhaf yang hitunglah 600 halaman Jika dibagi 30 hari hasilnya Berapa....?
Jangan repot-repot menghitung, hasilnya 600 :30 = 20 halaman.
Perhitungan yang sangat mudah.
Yaitu 20 halaman setiap harinya.
Kita dalam sehari 5 × Sholat... Jika 20 halaman dibagi 5 × Sholat maka hasilnya 4 halaman.
Jadi Jika Anda membaca Al Qur'an 4 halaman setiap selesai Sholat, maka Anda telah membaca 20 halaman setiap harinya (1 juz)
Jadi dalam sebulan Anda telah menamatkan Al Qur'an....
Tapi tunggu, pesan ini belum selesai, kita Lanjutkan, tersisa sedikit Lagi....
Jika Anda mengirim pesan ini ke Saudara, keluarga, teman atau kerabat Anda, kemudian mereka mengamalkannya dan menamatkan Al Qur'an setiap bulannya karena pesan Anda ini...?
Apakah terbayangkan oleh Anda Berapa pahala yang Anda dapatkan...?
Ya Allah.....
Setiap dari mereka yang menamatkan Al Qur'an maka Anda juga akan mendapat pahalanya....
Mengapa kita tidak menjadikan ini sebagai ladang bisnis pahala kita tahun ini...?
Mengapa kita tidak menjadi Sebab semua orang menamatkan Al Qur'an....?
Ketahuilah... pengajak kepada kebaikan akan mendapatkan seperti orang yang mengerjakan ajakannya.....

الله يبارك لنا ولكم إن شاء الله... آمين يا رب العالمين

MALAM SERIBU BULAN DALAM KADAR JIWA

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

MALAM 1000 BULAN    DiKADAR JIWA 

"bacalah kitab dari Tuhanmu.  "raihlah cahaya dalam sunah nabi mu,  "Ilmu tak usah banyak dikaji,
"cukuplah syahadat dalam pandangan hati.

"jadikan Al Quran sebagai saksi,  "masukan Kedalam diri,  "agar engkau memahami kesejatian rasa dalam ruang dan geraknya hati, "Hingga terbuka kasab yang menutupi diri, "yang tidak menyimpang dari apa yang dilihat hati,

"Dialah yang tersembunyi didasar hati,  "Maka Tiadalah Tuhan selain Dia...."Dia bukanlah akal mu.!
"bukan pula angan anganmu.!  "namun Dia Berserah pada sangkaanmu,  "yang tidak jauh adalah keadaanmu,

"Maka janganlah engkau menyifati-sifat Tuhanmu dengan sifat yang tidak pantas bagimu, "Serahkan dirimu..!  "maka Dia akan menjadi pemilik sepenuh hatimu,  "Lailahailallah Muhammadar rosulullah,

"Melihat Allah ada dua jenis:

"Pertama melihat sifat keindahan Allah Swt yang sempurna secara langsung di akhirat, "dan satu lagi melihat sifat-sifat dalam ketuhanan yang dipancarkan ke atas cermin yang jernih, "dari kepunyaan hati yang tulen di dalam kehidupan ini.

"Dalam hal tersebut penyaksian kelihatan sebagai penzahiran cahaya "yang keluar daripada keindahan Allah yang sempurna  "dan dilihat oleh mata hati yang hakiki.

"Sebagaimana firmanNya : "Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. (QS.An-Najmi, 11).

"Mengenai melihat kenyataan Allah melalui perantaraan,  "Nabi Saw bersabda : "Yang beriman adalah cermin kepada yang beriman,  "beriman yang pertama, cermin dalam ayat ini, adalah :
"hati yang beriman yang suci murni, "sementara yang beriman kedua adalah :

"Yang Melihat bayangan-Nya di dalam cermin itu Allah Yang Maha Tinggi. " Barangsiapa yang sampai kepada makam melihat kenyataan sifat Allah di dalam dunia ini,? "akan melihat Dzat Allah di akhirat, tanpa rupa tanpa bentuk.

"Kenyataan ini disahkan oleh Sayyidina Umar r.a dengan ungkapannya,  "Hatiku melihat Tuhanku dengan cahaya Tuhanku,

"Saidina Ali r.a berkata : "Aku tidak menyembah Allah kecuali aku melihat-Nya,  "Mereka berdua tentu telah melihat sifat-sifat Allah dalam kenyataan.

"Jika seseorang melihat cahaya matahari masuk melalui jendela,  "dan dia berkata, "Aku melihat matahari”, dia bercakap benar.  "Allah memberi gambaran yang jelas tentang kenyataan sifat-sifat-Nya:

"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. "Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, "yang di dalamnya ada pelita besar.  "Pelita itu di dalam kaca,  "(dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, "yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak diberkahinya,  "(yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu)  "dan tidak pula di sebelah barat (nya), "yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi,  "walaupun tidak disentuh api. "Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), (nuurun ala nur)  "Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki,  "dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia,  "dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS.An-Nuur 35).

"Perumpamaan dalam ayat ini adalah hati yang yakin penuh di kalangan orang yang beriman "Lampu yang menerangi bekas hati itu ialah :

"hakiqat atau intipati kepada hati, "sementara cahaya yang dipancarkan ialah rahasia Tuhan, (roh sultan)  "Kaca adalah lutsinar dan tidak memerangkap cahaya di dalamnya "tetapi ia melindunginya sambil menyebarkannya, "karena ia umpama bintang.

"Sumber cahaya adalah pohon Ilahi. "Pohon itu adalah makam atau suasana keesaan, "menjalar dengan dahan dan akarnya, "yang memupuk prinsip-prinsip iman, "yang berhubung tanpa perantaraan dengan bahasa yang asli,

"Secara langsung, melalui bahasa yang asli itulah Nabi Suci Saw dalam menerima pembukaan al-Quran.

"didalam kenyataan yang Jibril membawa firman Tuhan, "yang hanya setelah firman tersebut diterima,
"ini adalah untuk faedah kita supaya "kita boleh mendengarnya dalam bahasa manusia.

"Ini juga memperjelaskan siapakah yang tidak percaya, "dan munafik dengan memberi mereka peluang untuk menafikannya.? "seperti mereka tidak percaya kepada malaikat..?

"Lalu difirmankan : "Dan sesungguhnya "kamu benar-benar diberi Al Qur'an dari sisi (Allah) "Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”.  (QS.An Naml,6).

"Oleh karena Nabi Saw menerima pembukaan, "sebelum Jibril membawanya kepada baginda Saw.
"setiap kali Jibril membawa ayat-ayat suci itu,? "Nabi Saw mendapatinya di dalam hatinya, "dan membacanya sebelum ayat itu diberikan.

"Inilah alasan bagi ayat firmanNya :  "Maha Tinggi Allah, Raja Yang sebenar-benarnya, "dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al Qur'an,?  "sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu,
"dan katakanlah :  "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan, (QS.TaHa,114).

"Keadaan ini menjadi jelas sewaktu Jibril menemani Nabi Saw pada malam mikraj, "Jibril tidak terdaya untuk pergi lebih jauh daripada Sidratul Muntaha.

"Dia (Jibril) berkata : Jika aku ambil satu langkah lagi aku akan terbakar”. "Jibril membiarkan Nabi Saw meneruskan perjalanan seorang diri.  "Allah Swt menggambarkan pohon zaitun yang diberkati, "pohon keesaan yang bukan dari timur dan bukan pula dari barat.

"Dalam lain perkataan Nya : "ia tidak ada permulaan dan tidak ada kesudahan, "dan cahayanya yang menjadi sumber tidak terbit dan tidak terbenam.

"Ia kekal pada masa lalu, "dan tiada kesudahan pada masa akan datang. "Kedua-dua Dzat Allah dan sifat-sifat-Nya adalah kekal abadi.  "Kedua-dua kenyataan Dzat-Nya, "dan kenyataan sifat-Nya bergantung kepada Dzat-Nya.

"Penyembahan yang benar, yang hanya boleh dilakukan, "apabila hijab yang menutup hati tersingkap.? "cahaya abadi menyinarinya. "Hanya selepas itu hati menjadi terang dengan cahaya Ilahi.
"selepas itu roh menyaksikan perumpamaan Ilahi itu.

"Tujuan diciptakan alam maya.?  "adalah : untuk ditemui khazanah rahasia itu. "Allah Swt berfirman melalui Rasul-Nya: “Aku adalah Perbendaharaan Yang Tersembunyi.  "Aku suka dikenali,  "lalu Aku ciptakan makhluk agar Aku dikenali,

"Ini bermakna Dia boleh dikenali di dalam dunia ini melalui sifat-sifat-Nya. "Tetapi untuk melihat dan mengenali Dzat-Nya sendiri.? "hanyalah boleh terjadi di akhirat.

"Di sana melihat Allah adalah secara langsung, "sebagaimana yang Dia kehendaki "dan yang melihatnya adalah mata bayi hati. "didalam firmanNya : "Beberapa muka pada hari itu berseri-seri.
"Kepada Tuhannya mereka melihat”. (QS. Qiamat, 22~23).

"Nabi Suci Saw bersabda, "Aku melihat Tuhanku di dalam rupa jejaka tampan, "Mungkin ini adalah bayangan bayi hati.

"Bayangan adalah cermin. "Ia menjadi alat untuk menzahirkan yang ghaib.  "Hakiqat Allah Yang Maha Tinggi tidak menyerupai sesuatu bayangan atau bentuk.

"Bayangan adalah cermin.... "walaupun yang kelihatan bukanlah cermin,..."dan bukan juga orang yang melihat ke dalam cermin.....

"Pikirkan tentang itu.!!!  "dan cobalah memahaminya, "karena ia adalah : hakiqat kepada alam rahasia-rahasia. "Tetapi semuanya berlaku pada makam sifat. "Pada makam Dzat semua kenyataan hilang, lenyap. "dan orang yang di dalam makam Dzat itu sendiri lenyap, "tetapi mereka merasai Dzat itu, "dan tiada yang lain. 

Betapa jelas  "Nabi Suci Saw menggambarkannya, "Aku daripada Allah dan yang beriman daripadaku.
"Dan Allah Swt berfirman melalui Rasul-Nya: "Aku ciptakan cahaya Muhammad daripada cahaya Wujud-Ku sendiri,

"Maksud Wujud Allah adalah Dzat-Nya Yang Maha Suci, "menyatu di dalam sifat-sifat-Nya Yang Maha Mengasihani. "Ini dinyatakan-Nya melalui Rasul-Nya: "Rahmat-Ku mendahului murka-Ku, "Rasul yang dikasihi Allah.?  "adalah cahaya kebenaran, "sebagaimana Allah Swt berfirman: "Tidak Kami utuskan engkau melainkan menjadi rahmat kepada seluruh alam.  (QS.An Anbiyaa 107).

"Maka diperingatkanlah : "Hai Ahli Kitab!"  "Sesungguhnya : "telah datang kepadamu Rasul Kami,
"menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyikan, "dan banyak (pula yang) dibiarkannya.  "Sesungguhnya : "telah datang kepadamu cahaya dari Allah, "dan kitab yang menerangkan.  (QS.Al-Maidah,15).

"Pentingnya utusan Allah yang dikasihi-Nya itu jelas dengan firman-Nya kepada baginda Saw,  "Jika tidak karena engkau.?  "Aku tidak ciptakan makhluk,

(Syekh Abdul Qodir Al Jaelani r.a)  (Kitab Sirrur Asrarr)

"Subhanallah "Semoga Ada Hikmahnya, "Bagi Pembelajaran diri,  "Amin Yaa Robbal Alamin...
"Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabaraaatuh...

Kamis, 09 Juni 2016

AMALAN SEDIKIT MANFAATNYA LUAR BIASA

LUANGKAN WAKTU 2 MENIT UNTUK BACA

Bila anda akan pergi tidur, maka berwudhulah terlebih dahulu  lalu lakukan hal-hal berikut ini :






1. Sebelum khatam Al-Quran.

2. Sebelum menjadikan para nabi bersyafaat untukmu di hari kiamat.

3. Sebelum para muslimin meridhai engkau.

4. Sebelum engkau melaksanakan haji dan umrah.
 

Bertanya siti Aisyah :
 

“Ya Rasulullah, bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika ?“
 

Rasul tersenyum dan bersabda :
 

1. Jika engkau akan tidur, membacalah surat al-Ikhlas tiga kali.
Seakan-akan engkau telah meng-khatamkan Al-Quran. Bismillaahirroh­ maanirrohiim . “Qulhuallaahu ahad' Allaahushshamad­ ' lam yalid walam yuulad' walam yakul lahuu kufuwan ahad' (3x)”
 

2. Membacalah shalawat untukku dan untuk para nabi sebelum aku.
Maka kami semua akan memberimu syafaat di hari kiamat. Bismillaahirrah­ maanirrahiim . Allaahumma shallii 'alaa Muhammad wa'alaa aalii Muhammad (3x).
 

3. “Beristighfarla­h” untuk para mukminin maka mereka akan meridhai engkau. “Astaghfirullaa­ hal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih (3x).
 

4. Dan perbanyaklah “bertasbih, bertahmid, bertahlil dan bertakbir”.
Maka seakan-akan engkau telah melaksanakan ibadah haji dan umrah. Bismillaahirrah­ maanirrahiim .
Subhanallaahi Walhamdulillaah­ i walaailaaha illallaahu allaahu akbar (3x).
 

Semoga yang membaca tausiah akan mendapatkan keridhaan  dari Allah. Aamiin.

Rabu, 08 Juni 2016

NIKMATNYA MEMBACA SURAH AL FATIHAH



Nikmatnya Membaca Al Fatihah
Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah Ta'ala berfirman :"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk AKU dan untuk hamba-KU".
Artinya, tiga ayat diatas: Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan hamba-Nya. Untuk hamba-KU ialah apa yang dimintanya...
Apabila hamba-KU mengucapkan:Alhamdulillahi rabbil 'alamin(segala puji bagi Allah,Tuhan seru sekalian alam) AKU menjawab:hamdani 'abdi(hambaku memujiku)
Apabila hamba-KU mengucapkan:Arrahmanirrahim(Yang maha pengasih lagi maha penyanyang) AKU menjawab:'Atsna alayya 'abdi(hambaku menyanjungiku)
Apabila hamba-KU mengucapkan:Maliki yaumiddin(Maha penguasa hari kemudian) AKU menjawab:Majjadani abdi(hambaku mengagungkanku)
Apabila hamba-KU mengucapkan:iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in(kepada Engkau kami menyembah dan kepada Engkau kami minta pertolongan) AKU menjawab:Hadza bayni wa bayna abdi,wali abdi wa saala(inilah bahagianku dan bahagian hambaku yg dimintanya)
Apabila hamba-KU mengucapkan:Ihdinash siratal mustaqim,siratal ladzina an'amta 'alaihim ghairil maghdubi 'alaihim waladh-dhaalin(pimpinlah kami ke jalan yang lurus,yakni jalan yang tidak engkau murkai dan tidak pula jalan orang yang sesat) AKU menjawab:Hadza li abdi,wali 'abdi ma saala(inilah milik hambaku,dan bagi hamba-KU apa yang dia minta)
Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat... Rasakan dan resapi betul-betul jawaban indah dari Allah, satu persatu, karena Allah sesungguhnya sedang menjawab ucapan-ucapan kita...
Lalu ucapkanlah "Aamiin" dengan penuh harapan dikabulkan, sebab malaikatpun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.
"Barang siapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dgn para malaikat, maka Allah akan memberikan ampunan kepada-Nya.”. (H.R Bukhari, muslim, Abu Dawud)
itulah semua jawaban Allah apabila setiap kali kita membaca AL-FATIHAH Subhanallah.. begitu sayangnya Allah pada kita.. Dia membalas setiap kalimat do'a yang kita panjatkan kepadaNya..

Selasa, 07 Juni 2016

PLEJARILAH AL QUR'AN BESERTA MAKNANYA

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Saudaraku semua yang baik hati alangkah lebih baiknya di bulan suci Ramadhan itu kita memperbanyak baca Al Qur'an dan dengan mempelajari maka isi kandungan ayat-ayatNya.

Tujuannya agar kita tidak salah menerapkan ayat ayat tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. Karena Al Qur'an itu adalah kitab tuntunan, petunjuk dan pedoman hidup bagi manusia agar dalam menjalani kehidupan ini bisa selamat dan berbahagia baik di dunia maupun di akhirat.

 Membaca dan Tadabbur al-Qur-an. Bulan Ramadhan adalah bulan al-Qur-an, Pada bulan Ramadhan al-Qur-an diturunkan.

Pada bulan Ramadhan juga Jibril ‘Alahissalam, Menemui Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,
Untuk bersama mengulangi hafalan bacaan al-Qur-annya, Sebagaimana Hadits dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma:


“Jibril menemuinya setiap malam pada bulan Ramadhan hingga terbaring. Saat itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menunjukkan hapalan bacaan al-Qur-annya pada Jibril” [HR. Bukhari II/228 dan Muslim IV/1803].

Di bulan Ramadhan pula Para Sahabat dan salafus shalih, Berlomba-lomba mengkhatamkan al-Qur-an, Baik dalam bacaan shalat ataupun bacaan di luar shalat.

Al-Qur-an adalah kitab petunjuk, Agar kita bisa mengambil petunjuk darinya, Maka kita harus memahami arti dan maknanya.

Membaca al-Qur-an adalah amalan yang luar biasa besar pahalanya, Setiap huruf diganjar dengan 10 kebaikan.


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Pelajarilah al-Qur-an ini, karena sesungguhnya kalian diganjar dengan membacanya setiap hurufnya 10 kebaikan, aku tidak mengatakan itu untuk alif-laam-miin, akan tetapi untuk untuk Alif, Laam, Miim, setiap hurufnya sepuluh kebaikan” [HR. ad-Darimy dan ash-Shahihah no. 660].


Mari sekali lagi bulan Ramadhan, Sebagai bulan membaca dan mentadabburi al-Qur-an.

Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhu berkata:
“ALLAH telah menjamin bagi siapa yang mengikuti al-Qur-an, tidak akan sesat di dunia dan tidak akan merugi di akhirat, kemudian beliau membaca ayat: Lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-KU, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka (QS. Thaha: 123)” [Atsar shahih dalam kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah].


Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata:
“Siapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai ALLAH dan Rasul-NYA, maka perhatikanlah jika dia mencintai al-Qur-an maka sesungguhnya dia mencintai ALLAH dan Rasul-NYA” [Atsar shahih dalam kitab Syu’ab al-Iman, karya al-Baihaqi].


Semoga ALLAH mudahkan kita, Untuk dapat membaca dan mentadabburinya,


Aamiin…..