Selasa, 09 Mei 2017

MALAM NIFSYU SYA'BAN


Malam Nisfu Sya'ban insyaallah akan jatuh mulai ba'da maghrib pada hari kamis malam Jum'at, 11 Mei 2017, pada malam ke 15 bulan Sya'ban.1438 H.
Dianjurkan :

- Membaca SURAT YASSIN sebanyak tiga (3)x.

a. Surat Yassin yang pertama dibaca utk memohon panjang umur (yg barokah) dan ketaatan/ketaqwaan serta dapat istiqomah kepada Allah SWT.
b. Surat Yassin yang kedua dibaca utk memohon dijauhkan dari segala bentuk musibah, fitnah, bala/marabahaya lahir batin.
c. Surat Yassin yang ketiga dibaca untuk memohon sugih hati/ kaya hati yg lngsung dari allah tdk mudah meminta2 pada selain allah serta ditetapkan Iman Islam sampai akhir hayat.(Jangan lupa saudaraku... anak2 dan bakal calon anak menantu kita jg di doakan semoga semua nya sukses dalam ridla allah, baik akhlaq nya,, baik nasib dan taqdirnya serta tambah rajin ibadahnya semuanya tanpa terkecuali.)
- Berdoa secara KHUSYUK meminta apa2 yang tersirat dalam hati, karena Malam Nifsyu Sya'ban adalah MALAM (pergantian buku amal kita dlm setahun) yang sangat IJABAH utk dikabulkannya semua doa2 dan hajat2 yang diinginkan.

adapun tiap tiap selesai membaca surah yasin 1x,,, baiknya berdo' dg dua fersi yg berbeda berikut ini.


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ.
اَللَّهُمَّ يَاذَا الْمَنِّ وَلاَ يُمَنُّ عَلَيْهِ، يَاذَاالْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ، يَاذَا الطَّوْلِ وَاْلإِنْعَامِ، لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَهْرَ اللاَّجِيْنَ، وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ، وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْنَ.
اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُوْدًا أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ فَامْحُ مِنْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَتَقْتِيْرَ رِزْقِيْ، وَأَثْبِتْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ (يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ).
إِلَهِي بِالتَّجَلِّـى اْلأَعْظَمِ فِيْ لَيْلَـةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ اَلَّتِي يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَمُ، إِكْشِفْ عَنِّيْ مِنَ الْبَلاَءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لاَ أَعْلَمُ وَاغْفِرْ لِيْ مَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنْ أَعْظَمِ عِبَادِكَ حَظًّا وَنَصِيْبًا فِيْ كُلِّ شَيْءٍ قَسَمْتَهُ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ نُوْرٍ تَهْدِي بِهِ، أَوْ رَحْمَةٍ تَنْشُرُهَا، أَوْ رِزْقٍ تَبْسُطُهُ، أَوْ فَضْلٍ تَقْسِمُهُ عَلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ، يَا اَللهُ يَا اَللهُ يَا اَللهُ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ.
اَللَّهُمَّ هَبْ لِيْ قَلْبًا تَقِيًّا نَقِيًّا مِنَ الشِّرْكِ بَرِيًّا، لاَ كَافِرًا وَلاَ شَقِيًّا، وَقَلْبًا سَلِيْمًا خَاشِعًا ضَارِعًا. اَللَّهُمَّ امْلأْ قَلْبِيْ بِنُوْرِكَ وَأَنْوَارِ مُشَاهَدَتِكَ وَجَمَالِكَ وَكَمَالِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَعِصْمَتِكَ وَقُدْرَتِكَ وَعِلْمِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم*

Atau bisa juga dg
Do'a Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani
di malam Nisfu Sya'ban berikut ini

*اَللَّهُمَّ إِذْ أَطْلَعْتَ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ عَلَى خَلْقِكَ، فَعُدْ عَلَيْنَا بِمَنِّكَ وَعِتْقِكَ، وَقَدِّرْ لَنَا مِنْ فََضْلِكَ، وَوَسِِّعْ رِزْقَكَ، وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يَقُوْمُ لَكَ فِيْهَا بِبَعْضِ حَقِّكَ.
اَللَّهُمَّ مَنْ قَضَيْتَ فِيْهَا بِوَفَاتِهِ فَاقْضِ مَعَ ذَلِكَ رَحْمَتَكَ، وَمَنْ قَدَّرْتَ طُوْلَ حَيَاتِهِ فَاجْعَلْ مَعَ ذَلِكَ نِعْمَتَكَ، وَبَلِّغْنَا مَا لاَتَبْلُغُ اْلآمَالُ إِلَيْهِ يَا خَيْرَ مَنْ وَقَفَتِ اْلأَقْدَامُ بَيْنَ يَدَيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ،
وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ خَلْقِهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ*

Bila disebarkan, maka Anda akan membuat beribu-ribu manusia berdzikir kepada Allah SWT.
Aamiin, Aamiin, Aamiin
Yaa Rabbal Aalamiin.
mohon maaf jika terlalu sering mengingatkannya,, tiada lain krn hati sy sudah merasa sangat senang dg datangnya bulan *PENUH AMPUNAN & KE BAROKAHAN* dan sy ingin kebaikan pahala dari jenengan yg meng amal kannya..
trimakasih dan mohon maaf mohon maaf mohon maaf,,, doakan kami sekeluarga..
*MARHABAN YAAA RAMADHAN


Senin, 08 Mei 2017

BERAMBISILAH UNTUK MENGGAPAI RIDO ALLAH


Keinginan yang kuat untuk memperoleh kesuksesan dalam hidup dan mencapai hal-hal besar yang diinginkan disebut juga sebagai suatu AMBISI.

Jika kita punya rencana, lalu memfokuskan energi dan pikiran untuk merealisasikannya berarti kita telah memiliki AMBISI.

Namun, jika keinginan itu sudah mendominasi pikiran tanpa terkendali sampai membuat EMOSI meluap, bahkan kadang dengan pengejaran membabi buta, berarti kita sudah TEROBSESI.

AMBISI TINGGI yang sesuai dengan tuntunan agama adalah keinginan kuat dari orang untuk lebih memilih kebahagiaan hidup di akhirat.

Seorang ulama salaf memberi wasiat kepada saudaranya sebagai berikut : "Bawalah AMBISIMU-mu itu ke satu arah saja, yakni bertemu dengan ALLAH SWT, BAHAGIA di akherat, dan DAMAI di sisi-Nya."

Allah SWT. berfirman dalam (QS. Al-Haqqah: 18).........( yang artinya ) Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabb-mu), tiada sesuatu pun dan keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).

Tidak ada ambisi yang lebih mulia selain ambisi yang demikian itu, suatu keinginan kuat untuk dapat bertemu dengan ALLAH SWT.

Apalah arti sebuah AMBISI yang hanya tertuju pada kepada kehidupan di dunia ini saja. Karena, semua itu hanya akan bermuara pada ambisi untuk meraih kedudukan, jabatan, emas perak, anak-anak, harta benda, nama besar dan kemasyhuran, istana-istana dan rumah-rumah besar yang kesemuanya ini akan musnah dan sirna.

Adapun orang munafik mereka hanya ber-AMBISI memuaskan hawa nafsu, perut, dan syahwat mereka. 
Mereka TAK MEMILIKI AMBISI yang lebih tinggi dari itu. Allah s.w.t.menggambarkan salah satu sifat kaum munafik sebagai berikut: ........Sedangkan yang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri. Mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah...... (QS. Ali Imran: 154) .


Tatkala Rasulullah membaiat para sahabat di bawah suatu pohon, ada seorang munafik yang justru meninggalkan baiat itu untuk mencari untanya yang berwarna merah. 
Dan orang itu berkata, "Aku akan lebih bahagia dengan menemukan untaku daripada aku ikut baiat yang kalian lakukan itu."


Maka Rasulullah pun berkata, "Kalian semua mendapat ampunan, kecuali pemilik unta merah ini."

Bahkan, orang munafik seringkali tak hanya ingin menyesatkan dirinya sendiri, tetapi juga acapkali mengajak para sahabat yang lain. Terbukti, mereka misalnya pernah berkata, "Tak usahlah kalian berangkat perang pada saat panas-panas begini." Maka, Allah pun menimpali demikian : 

.....Katakanlah: "Api neraka Jahannam itu jauh lebih panas."....(QS. At-Taubah: 81)

Orang munafik yang lain pernah berkata : ......Berilah saya izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus ke dalam fitnah....(QS. At-Taubah: 49). 

Itulah orang munafik.  Dia hanya memikirkan keuntungan pribadinya saja.

.......Ketahuilah, bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah...(QS. At-Taubah: 49) Selain itu, orang munafik selalu mencemaskan harta dan keluarganya saja. Terbukti, mereka pernah berkata,.......Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan bagi kami......(QS. Al-Fath: 11).

Demikianlah, semua AMBISI dan KEINGINAN mereka itu sangat rendah sekali dan tak bernilai. Dan, ambisi seperti itu hanya akan dikejar oleh orang-orang yang tak berharga.

Lain halnya dengan para sahabat yang agung, mereka mempunyai AMBISI TINGGI dengan selalu mengharapkan KEUTAMAAN dan KERIDHAAN dari ALLAH SWT. 

Minggu, 07 Mei 2017

KETAATAN MERUPAKAN KARUNIA ALLAH

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim. 



Wahai saudaraku  taatilah  Allah swt dan Rasul-Nya. Jagalah syari’atnya dengan baik .   Jalankan sunnah Rasul-Nya dengan ikhlas.  Bila semua itu dijalankan dengan ikhlas dan benar maka bukan hanya di akhirat kelak , masih di dunia saja Allah swt akan memberikan ganjaran atau karunia yang spontan. 

Sehingga di dalam menjalankan kehidupan ini hatinya merasa tenang, tentram , damai dan sejahtera .  Orang yang mendapatkan hal ini adalah mereka yang telah  mendapatkan hidayah-Nya  dan rido-Nya . Namun kita bagi yang belum tetap senantiasa berusaha untuk meraihnya .  

Wahai saudaraku, bila anda beriman kepada Allah swt dan rasul-Nya , maka lakukan ketaatan dengan istiqamah . Insya Allah , Allah swt akan memberikan bimbingan dan arahan melalui hati anda. Dan hal itu tanpa anda sadari, namun orang lainlah yang akan menilai anda .  

Ingat baik-baik setiap manusia itu pasti memiliki sifat malas, salah dan lalai. Anda harus mampu meredamnya , jangan sampai sifat-sifat tersebut akan tumbuh subur di dalam jiwa anda . Mintalah pertolongan Allah, mintalah kekuatan darinya agar sifat-sifat tersebut dapat diredam dengan baik .  

Allah swt berfirman yaitu , 
“  Innallooha ma’al ladziinat taqou  wal ladziina hum muhsinuun “  
Yang artinya , “  Sesungguhnya Allah beserta orang – orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan “QS An Nahl  128 .  

Dan Allah swt berfirman yaitu , 
“  Innal ladziina aaaamanuu wa’amilush shoolihaati yahdiihim robbuhum bi iimaa nihim min tahtihimul anhaaru fii jannaatin na’iim “   
Yang artinya , “   Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh , mereka dibimbing oleh Tuhan mereka karena keimanannya , di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam sorga yang menuh kenikmatan “  QS Yunus  9 . 

Wahai saudaraku dari kedua ayat di atas, kita bisa mengambil hikmah penjelasan Allah swt tersebut yaitu :  

1.  Allah itu bergantung pada sikap kita . Bila kita mendekat, maka Dia akan dekat, bila kita menjauh maka Dia akan jauh ;  
2. Allah swt amat menyukai orang-orang yang bertakwa , karena hanya dengan takwalah keimanan seseorang bisa diyakini kebenarannya ;  
3.  Orang yang beriman dan bertakwa , sudah pasti gemar berbuat amal saleh  ;  
4. Amal saleh bisa dikatakan sempurna bila apapun yang dilakukan hanya kerena Allah dan hanya untuk-Nya. Serta yang tahu cukup hanya dirinya dan Allah saja  ;  
5. Dari point 1  -  4. Hanya bisa dilakukan bila manusia sudah mendapatkan hidayah dan bimbingan dari Allah swt ;  
6. Dan bagi yang sudah mampu melaksanakan point 1  -  4 , maka akan diberikan berbagai macam kenikmatan dan kemudahan dalam segala hal oleh Allah .   

Semoga saja uraian ini dapat mengetuk hati kita sehingga yang tadinya tertutup menjadi terbuka sehingga rahmat Allah bisa masuk ke hati …..  Aaaaamiin ….  

Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Sabtu, 06 Mei 2017

MANUSIA ITU LEMAH

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim. 


Wahai saudaraku dalam hidup dan menjalani kehidupan ini bersikaplah rendah hati dengan siapapun dan dimanapun kita berada .  Janganlah kita merasa bangga dengan kesuksesan kita, keberhasilakn kita, kekayaan kita,, jabatan kita dst, karena semua itu hanyalah bantuan dari Allah swt.  

Sungguh bila kita tidak dibantu oleh-Nya, mana mungkin kita berbuat sekehendak kita  . Mana mungkin kita memiliki segalanya , bila tidak ada izin dariNya. Laa haula walaa quwwata illaa billaah .  

Sadarilah oleh kita dan coba renungkan sejenak oleh kita terkadang Allah swt mengabulkan permohonan kita. Namun juga menolak sesuatu yang kita minta. Artinya bila apa yang kita minta itu dikabulkan, maka sudah dinilai baik menurut-Nya, namun bila ditolak, maka itu jelek menurut-Nya.   

Disinilah manusia banyak yang berprasangka buruk pada Allah swt.  Dia mengeluh, marah pada Allah swt, karena sudah keluarganya lagi pada sakit, malah dikasihnya musibah yang lainnya, bukannya kesembuhan. 

Padahal dibalik sakitnya keluarga banyak hikmah. Misalnya saat dia dalam kesusahan atau kesulitan siapa saja yang ada rasa peduli terhadapnya ? Siapa saja yang mengunjunginya ? Siapa saja yang bisa memberikan support kepadanya ? 

Dan dalam sakitnya itu bisa saja agar yg sakit mau merenung diri, mencari kesalahan dan keburukan diri, mendekatkan dirinya kepada Allah dan bertaubat memohon ampunan Allah atas segala dosa2nya dsb.  

Wahai sadaraku pemberian dan penolakan Allah swt terhadap siapapun pada hakekatnya memberikan pertolongan  yang berupa petunjuk atau hidayah , ketaatan bagi dirinya , dan penolakan itu merupakan kebaikan bagi dirinya .  

Mari kita belajar dari kisah Abu Tholib . Beliau adalah tokoh terkemuka dan disegani juga terkenal di kalangan bangsa Quraisy. Harta beliau berlimpah. Aapapun yang dimiliki beliau itu untuk membantu perjuangan Nabi Muhammad saw di dalam menegakkan agama Islam. 

Namun sampai menjelang ajalnya masih juga belum beriman , karena tidak mendapat petunjuk dan hidayah Allah. Sampai Nabi Muhammad saw membacakan syahadat terus2an ke telinga beliau sampai ajalnya , tetap saja tidak mau. 

Maka Nabi Muhammad saw pun menangis dengan penuh rasa duka.  Dan Allah swt pun berfirman yaitu 

“  Innaka laa tahdii man ahbabta walaakinnallooha yahdii man yasyaaaaa u “  
Yang artinya  “  Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”  QS Al Qosos 56 .  

Wahai saudarau ketahuilah hanya Allah sajalah  yang dapat memberikan petunjuk dan ketaatan serta penolakan-Nya itu . Karena sesungguhnya  mnausia itu lemah tak berdaya . 

Oleh karena itu hendaknya manusia dalam hidup harus bersandarkan kepada Allah swt, harus bertawakal kepada-Nya dan ingat janganlah anda berani mencari-cari tandingan terhadapNya . 

Wahai saudaraku hindarilah perbutan mempersekutukan Allah swt , karena akan berakibat fatal , yaitu putuslah anda dengan Allah. Semua harta anda, amal anda tertolak oleh Allah swt. Keimanan dan keislaman anda hancur lebur.  Apapun yang dimiliki oleh anda hanya akan menjerumuskan anda ke juran jahanam semakin dalam . 

Untuk itu sekali lagi hindari berbuat syirik, murnikan apapun yang anda lakukan hanya untuk Allah dan hanya karena Allah swt.  Allah swt berfirman , 

“  Wal ladziina kadz dzabuu bi aayaatinaa shummun bukmun  fizh zhulumaati man yasyaa iillaahu yudhlilhu wa man yasya’ yaj’alhu ‘alaa shiroothin mustaqiim  “   
Yang artinya , “  Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus. “  QS Al An’aam 39 .  

Semoga saja uraian ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat membuka hati kita yang selama ini telah terkunci aatas izin dan rido Allah….. Aaaaamiin ….  
Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.


Kamis, 04 Mei 2017

KEADILAH DAN KEBIJAKSANAAN

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim. 



Wahau saudaraku Allah itu Maha Adil. Dia adil dalam segala hal . Tak ada seorangpun yang didzalimi oleh-Nya . Tidak ada yang dirugikan dan diuntungkan oleh-Nya , kecuali manusianya sendiri yang menjadirikan dirinya beruntung ataupun merugi . 

Bila Allah swt menolak permohonan kita, maka penolakan juga adalah dari-Nya. Mengapa mampai ditolak “? Karena apa yang dipinta itu akan berdampak buruk bagi kita, namun kita sendiri tidak mengetahuinya, sedangkan Allah benar-benar mengetahuinya .  

Walaupun permintaan itu ditolak, bukan berarti Allah tidak memberi. Tetap saja Dia memberi tapi dengan menggantikannya yang lebih baik dari apa yang kita pinta . 

Jadi penolakan Allah itu bila dikaji oleh kita adalah merupakan suatu rakhmat dan karunia. Sungguh Allah benar -= benar Maha Bijaksana . Mari kita simak firman Allah berikut ini , 

“ Wa in yam saskalloohu bidhurrin falaa kaa syifalahu illaa huwa .  wa in yuridka bikhoirin  falaa rooood da lifadhlihii yushiibu bihii man yasyaaaa u min ‘ibaadihii , wahuwal ghofuurur rohiim “  Yang artinya  ,  
“  Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “  
Qs Yunus   107 

Melalui ayat ini Allah menjelaskan bahwa  “  Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia “  

maksudnya adalah kehendak Allah swt itu tidak ada yang mampu mengatasinya . Bila Allah memberikan sesuatu kepada hamba-Nya, maka tak ada seorangpun yang mampumenolak-Nya. Dan bila Allah swt mencabut sesuatu dari hamba-Nya , maka tak ada seorangpun mampu menghalangi-Nya .  
Lalu  “  jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya  “ 

maksudnya adalah  Allah hanya akan memberikan kebaikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya . Karena tidak semua orang diberikan kebaikan oleh-Nya . Apapaun yang Allah berikan baik atau buruk itu sudah yang terbaik dariNya. 

Namun terkadang kitanya yang kurang memahami dibalik pemberiannya itu . Masalahnya karena tidak cocok dengan selera kita . Bila semuanya harus cocok dengan selera kita, berarti Allah – lah yang diatur oleh kita bukan kita yang diatur oleh-Nya. 

Jelas ini terbalik, artinya suatu pemahaman yang salah . Akibatnya bagi mereka yang kurang kuat imannya, lalu mengambil jalan pintas. Inginnya segala sesuatu itu bisa diperoleh secara instant .  Misalnya mencari kekuatan lain selain dari Allah , yang akhirnya menjadi musyrik .  

Lalu “   Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang  “ 

maksudnya bila kita semua melakukan kekeliruan, kesalah fahaman,  kekurang fahaman atas tindakan Allah, dan mejadi mengerti, menyadari bahwa hal itu salah , maka Allah pun bersedia memberikan ampunan terhadap kita, asalkan kita nya mau memasuki pintu taubatNya .  

Pintu taubat  siang malam selalu terbuka. Dan hanya Allah saja yang mampu mengampuni dosa2 hambaNya, kecuali syirik .  

Sungguh Allah sangat sayang sekali terhadap para hamba-Nya . Semoga saja kita semua bisa berjiwa qana’ah artinya menrima apa adanya dari Allah setelah kita berusaha dan berikhtiar . Tidak ada keinginan untuk menam ataupun menguranginya, yang ada hanya rasa syukur atas pemberian-Nya . 

Dan semoga kita semua senantiasa menerima takdir Allah dengan ikhlas, bila baik tidak menjadi berbangga diri, namun bila sebaliknya , maka diberinya kesabaran ……  Aaaaamiin ….  
Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.