Rabu, 26 Desember 2018

ASTAGFIRULLAH


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Kata-kata lengkap dzikir ini adalah :

“Astagfirullah hal azim Allazi lailaha illa huwal hayul qay’yum, wa a’tubu ilaihi”. 

Artinya adalah  : 

“Aku mohon kepada Allah yang Maha Agung, tidak ada Tuhan selain Dia, yang hidup dan selalu jaga dan aku bertaubat kepada-Mu”.
 
 Dari Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Siapa saja yang selalu beristighfar, niscaya Allah memberikannya jalan keluar dari kesulitan, kelapangan dan kegelisahan, dan rezeki yang tidak terduga” 

( Ahmad, Abu Daud Al-Nasa’l).

Di dalam Al-Qur’an, Allah SWT mengingatkan kita dengan firman-Nya yang berbunyi 

“Ketahuilah dengan Zikrullah itu, tenang tentramlah hati manusia” 
(QS. Ar-Rad : 8).
Selain itu Allah SWT juga menginginkan kita dalam sepotong ayat Al-Qur’an yang artinya: 

”Dan Allah tidak akan menyiksa mereka sedang mereka beristighfar” 
(QS. Al-Anfaal : 33).

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Saw bersabda 

“Barangsiapa mengucapkan istighfar ini pada hari itu dengan penuh keyakinan dan mati sebelum petang, maka dia termasuk menjadi ahli surga. Dan apabila dia mengucapkannya pada waktu malam dengan keyanikan teguh dan mati pada waktu pagi, maka dia termasuk juga di kalangan ahli surga” 

(HR Bukhari)
Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Selasa, 25 Desember 2018

HAL – HAL PENTING DALAM BERDAKWAH KE 4


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku ini lanjutan dari materi sebelumnya

Ketujuh, janganlah menunda-nunda untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah dalam berbagai waktu dan keadaan. 

Boleh jadi satu kata yang kita ucapkan menyebabkan orang akan mendapat kebahagiaan atau kita yang mendapat kebahagiaan dengannya sepanjang masa.

Nabi Nuh mendakwahi kaumnya siang malam selama bertahun-tahun  .

Nabi Yusuf pun meski di dalam penjara juga tetap berdakwah  walaupun dirinya rela dimasukkan dalam sel atau penjara  .

Kedelapan, do’akan orang yang kita dakwahi tanpa sepengetahuannya, berapa banyak orang yang tulus mendoakan saudaranya menjadikan sebab keadaan saudaranya itu menjadi lebih baik. 
 
Al-Muzani mengatakan, “Tidaklah Abu Bakar lebih unggul  dari para sahabat yang lain disebabkan puasa dan shalatnya akan tetapi karena sesuatu yang ada dalam hatinya yaitu rasa cinta kepada Allah SWT dan menginginkan kebaikan untuk orang lain.”
 
Kesembilan, berbuat baik kepada orang lain dan tutur kata yang manis serta akhlak terpuji merupakan penarik simpati hati seseorang, seperti halnya Nabi Muhammad .

Beliau adalah seorang da’i yang memiliki akhlak mulia dan sifat-sifat yang baik, tidak pernah neyakiti hati orang lain . Walaupun oarng itu sangat membencinya, memusuhinya bahkan sampai mengancam nyawanya .

Ibnu Qayyim mengatakan, “Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah adalah seorang yang bersungguh-sungguh untuk memenuhi kebutuhan kaum muslimin.”

Kesepuluh, ketaatan adalah cahaya yang terdapat dalam dada dan memberikan pengaruh terhadap orang yang akan merespon dakwah kita. 

Maka marilah kita memperbanyak ibadah kepada Allah SWT karena ibadah adalah sebaik-baik sarana untuk mewujudkan apa yang kita inginkan  . 

Dan marilah kita perbanyak mengingat Allah, membaca Al-Qur’an dan melaksanakan shalat di kegelapan malam.

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

HAL – HAL PENTING DALAM BERDAKWAH KE 3


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai materi ini kelanjutan materi sebelumnya

Kelima, telah menjadi sunatullah bahwa populasi orang yang bermaksiat itu lebih banyak daripada orang yang taat. 
 
Sengaja Allah berbuat seperti itu. Tujuannya adalah untuk menguji siapa saja yang telah mengaku beriman kepada Allah . Sudah sejauh mana , setebal apa keimanannya itu ?

Jangan hanya cukup mengaku sudah beriman , lalu tanpa ujian dan cobaan. Semua manusia tidak akan lolos dari ujian dan cobaan dari Allah swt .

Oleh karena itu kita jangan terpengaruh oleh umumnya apa yang dibicarakan, diusulkan oleh banyak oran. Tapi berpeganglah kepada syariat agama , apakah semuanya itu benar menurut Allah ataukah benarnya menurut kebanyakan orang ..

Kalau benar menurut kebanyakan orang belum tentu benar menurut Allah .swt . Tapi bila benarnya menurut Allah , maka sudah tentu benar untuk semua hamba-Nya .

Allah SWT berfirman

وَإِنتُطِعْأَكْثَرَمَنفِيالأَرْضِيُضِلُّوكَعَنسَبِيلِاللَّهِإِنيَتَّبِعُونَإِلاَّالظَّنَّوَإِنْهُمْإِلاَّيَخْرُصُونَ

Yang artinya adalah  ,

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah SWT. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)

(QS. Al-An’am: 116)

Keenam, janganlah menjadikan banyaknya orang-orang yang menerima dakwah sebagai tolak ukur keberhasilan dakwah. 

Karena membuka hati seseorang menerima dakwah adalah kewenangan Allah SWT. 

Tugas pendakwah adalah terbatas menjelaskan, tidak ada kewenangan untuk
memberikan hidayah dan mengubah hati seseorang.

Nabi Muhammad bersabda: 

“Ditunjukkan kepadaku berbagai umat maka aku melihat seorang Nabi dan
bersamanya sekelompok orang, kemudian aku melihat lagi seorang Nabi dan yangmenyertainya hanya satu atau dua orang dan aku juga melihat seorang Nabi yang tidak mempunyai pengikut seorang pun.”
 
Intinya kita hanya menyampaikan kebenaran kepada orang lain sesuai dengan dasar hukum yang ada yakni Al Qur’an dan Hadist . Jangan menambahkan atau mengurangkan dari yang sudah ada.

Khawatirnya akan menjadi bid’ah, dan bid’ah itu sungguh menyesatkan manusia. Dengan alasan itulah inilah, hindari masalah ini.

Jangan sampai menerapkan bid’ah itu agar para pendengar menjadi suka terhadapnya, memujinya , menghormatinya. Ini sudah lebih sesat lagi.

Berlanjut …………………………………

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

HAL – HAL PENTING DALAM BERDAKWAH KE 2


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku ini lanjutan dari yang sebelumnya

Kedua, ketidak fasihan dalam berbicara bukanlah penghalang untuk berdakwah. Nabi Musa adalah orang yang sulit berbicara, oleh karena itu beliau berdoa kepada Allah SWT agar menghilangkan problem tersebut, dengan do’a yang diabadikan Allah SWT di dalam al-qur’an surat Thaha yang berbunyi
 
وَاحْلُلْعُقْدَةًمِّنلِّسَانِييَفْقَهُواقَوْلِي

“Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku. supaya mereka mengerti perkataanku.” 

(QS. Thaha: 27-28)

Ketiga, dakwah tidaklah terbatas ceramah di atas mimbar, karena dakwah itu sangat beragam. 

Menasehati seseorang dengan sembunyi-sembunyi adalah dakwah, seorang ayah menasehati anaknya untuk melaksanakan sholat lima waktu juga dakwah, mendukung dan memudahkan jalan-jalan dakwah juga dakwah. 
 
Dengan pemahaman seperti ini maka seluruh komponen masyarakat bisa menjadi pendakwah baik dengan harta, tulisan atau lisan.

Janganlah takut saat menyampaikan kebaikan dan kebenaran terhadap siapapun, kecuali hanya kepada Allah saja .

Insya Allah bila anda niat berdakwah karena Allah, maka anda setiap saat akan dilindungi oleh Allah dan juga dibantu oleh Allah swt .

Keempat, dakwah hendaknya menempuh jalan para nabi dalam berdakwah, yang pertama kali di dakwahkan para nabi adalah akidah yang benar.

Dalam berdakwah hendaklah kita sejalan dengan kaidah-kaidah syariat dan jangan menodai dakwah dengan melakukan kemaksiatan.

Hati – hati sebagai penyampai kebenaran itu setiap ucap sikap dan prilakunya akan diperhatikan oleh orang lain.

Untuk itu anda harus berusaha agar apa yang telah disamapikan kepada orang lain itu harus sama dengan perbuatan anda sendiri.

Bila banyak bertentangannya, maka wibawa anda sebagai pendakwah akan hilang .

Dan setiap kata – kata yang meluncur dari kedua bibir anda itu tidak akan membekas di hati para jama’ah yang hadir saat itu.

Seperti debu – debu yang menempel di atas batu, lalu Allah turunkan hujan dan debu debu tersebut tersapu bersih tanpa bekas.

Berlanjut  ……………………

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

HAL – HAL PENTING DALAM BERDAKWAH KE 1

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku berdakwah itu bukan hanya tugas para mubaligh atau para Dai dan Kyai atau ustadz saja akan tetapi berdakwah itu adalah tugas bagi setiap manusia. Utamanya adalah untuk mendakwahi diri sendiri .

Berikut ini ada beberapa poin penting yang berkaitan dengan masalah dakwah:

Pertama, amal yang baik di sisi Allah SWT adalah usaha keras untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju hidayah.

Karena ucapan seorang da‘i adalah sebaik-baik ucapan dalam timbangan Allah SWT.

Allah SWT berfirman yaitu  ,
“ Wa man ahsanu qulan mimman da’aa ilalloohi wa ‘amila shoolihan wa qoola innanii minal muslimiin “

Yang artinya adalah  ,

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata:  “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?”

(QS. Fushilat: 33)

Setiap amal yang dilakukan oleh orang yang mendapatkan hidayah di tangan kita, maka kita pun akan mendapatkan bagian pahalanya.

Sebagai contoh, adalah Abu Bakar menjadi sebab Utsman bin Affan ra. masuk Islam dan Utsman mempersiapkan kebutuhan seluruh pasukan dalam perang Tabuk, dan orang-orang yang mengikuti perang Tabuk mendapatkan kedudukan yang berlipat-lipat,

Nabi Muhammad SAW. Bersabda

مَنْدَعَاإِلَىهُدًىكَانَلَهُمِنَالأَجْرِمِثْلُأُجُورِمَنْتَبِعَهُلاَيَنْقُصُذَلِكَمِنْأُجُورِهِمْشَيْئًا

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka untuknya
semisal pahala pelakunya tidak dikurangi sedikitpun dari pahalanya.”

(HR. Muslim)
Berlanjut ………………….

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh