Minggu, 24 November 2019

JANGAN PUTUS ASA SAAT NASEHATMU TAK DI HARGAI


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim.  Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad .

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin  .
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzoolimiin.

Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha , haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;
                                              
Nasehat menasehati menuju kebenaran harus tetap dipertahankan.


Pada umumnya manusia tidak suka disalahkan dan ditegur meskipun memang dirinya berbuat salah.

Niat untuk berbuat kebaikan tidak harus diterima dan direspon dengan baik, justru kadang mendapat cemooh dan dijauhi dalam pertemanan.

Pada saat kita memberikan nasehat seringkali dianggap menggurui oleh orang lain, bukan tidak mungkin dijadikan musuh.

Niat baik saja tidak cukup untuk menyentuh hati orang lain, meskipun sesungguhnya Allah sangat berbahagia melihat seorang hamba ikhlas saat diberi nasehat.

Sesuatu yang baik tentu akan berakhir dengan baik, namun bukan berarti niat baik akan selamanya mendapat tanggapan yang baik pula.

Reaksi yang beragam dari niat baik bukanlah sesuatu yang harus dipikirkan, ikhlas ketika niat baik tidak diterima, dan biarkan saja niat baik di salah artikan.

Yang terpenting niat baik kita karena ikhlas, bukan untuk menjerumuskan orang lain ke dalam kemaksiatan. Toh, pada akhirnya, Allah jua yang akan membalas kebaikan kita.

Berterima kasihlah kita diberikan Allah orang-orang yang masih peduli dengan kita, niat baik seseorang saat memberikan nasehat meski kita tolak mentah-mentah, bukankah itu salah satu cara Allah untuk menegur kita, hanya saja Allah menghadirkan seseorang sebagai perantaranya.

Niat seseorang cukup Allah yang menilai dan kewajiban kita adalah berbaik sangka. Kembalikan saja semuanya pada Allah, sebab kita diperintahkan Allah tidak untuk menebak hati manusia, apalagi menempatkan vonis atas dasar dugaan.
                                             
Wallaahu a’lam
Subhanakallaahumma wabihamdika asyhadu anlaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika .

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi waarakaatuh.

Sabtu, 23 November 2019

KISAH ZAHID JATUH CINTA PARA RASULULLAH SAW .


Assalamu'aaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Cinta itu tidak mengenal batas usia . Cita tidak bisa dicari akan tetapi timbul dari dalam diri sendiri . 

Banyak orang yang bangkit semangat hidupnya adalah gara – gara cinta. Akan tetapi banyak juga banyak orang yang hancur hidupnya gara gara korban cinta .

Bila anda mencintai seseorang karena hartanya , maka cinta itu akan hilang lenyap bila hartanya sudah habis .

Bila anda mencintai seseorang karena jabatannya, maka setelah ia turun dari jabatannya akan hilanglah cinta itu. Bisa tidak hilang tapi sudah jauh berkurang rasa cinta terhadapnya.

Bila anda mencintai kecantikannya atau ketampanannya, maka cinta akan hilang setelah dimakan oleh usianya.

Cinta yang benar itu adalah cinta karena Allah, dan bencipun karena Allah. Anda mencintainya karena Allah artinya banyak hal yang dikerjakannya itu sangat disukai oleh Allah swt .

Anda membencinya karena Allah, yaitu bila dia melakukan hal – ha yang tidak disukai oleh Allah swt .

Termasuk yang terjadi pada diri Zahid , walau usianya baru 9 tahun tapi cintanya terhadap Rasulullah saw sungguh luar biasa sekali . Bagaimanakah kisahnya, maka ikutilah alur cerita berikut ini .

Di daerah Yaman ada seorang Syekh yang terkenal kealimannya . Beliau bernama Syekh Abdurrohman At Tiba’i  . Santri beliau amat banyak . Yang belajar kepada beliau dari mana – mana .

Pada suatu hari Syekh Abdurrohman setelah mengadakan pengajian,memberikan pengumuman bahwa dirinya dalam waktu dekat ini akan berumroh ke Makkah Al Mukaromah .

Cara umroh beliau adalah dengan berjalan kaki dari Yaman ke Makkah, jaraknya sekitar 800 km . Bagi yang berminat ikut silahkan mendaftarkan diri dan mempersiapkan  bekalnya masing masing .

Mendengar pengumuman itu , tiba tiba seorang anak kecil mendatangi Syekh bahwa dirinya akan ikut berumroh , karena   ia sangat mencintai Rasulullah saw , ingin bertemu dengan  Rasulullah , ingin tahu rumahnya Rasulullah saw , ia benar benar rindu sekali terhadap Rasulullah saw .

Tentu saja Syekh tersebut melarangnya karena ia masih kecil , walaupun anak itu memaksa ikut juga tetap melarangnya, karena khawatir terjadi sesuatu pada diri anak tersebut. 

Karena perjalanan umroh itu adalah dengan berjalan kaki.  Maka anak tersebut pergi dengan hati kecewa.

Setelah hari yang ditentukan tiba maka berangkatlah rombongan haji dari Yaman yang dipimpin langsung oleh Syekh Abdurrohman At Tiba’i . Perjalanan sampai di Mekkah tak terasa sudah 15 hari.

Dan sesampainya di dekat makam Rasulullah saw semuanya berkumpul, beristirahat. Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan. Tapi karena keimanan mereka sudah kuat , perjalanan sejauh itu terasanya nikmat saja.

Selagi mereka berbincang – bincang datanglah anak kecil Ya Syekh mana rumah Rasulullah saw itu. Syekh kaget sekali karena yang bertanya itu adalah anak kecil yang dulu mau ikut, sekarang sudah berada disini. Lalu ditanya naik apa kamu kesini. Aku masuk dalam tas dari salah satu diantara mereka sambil menuding kepada para santri Syekh .

Lalu makannya bagaimana tanya Syekh. Aku tidak makan , tidak minum dan tidak tidur kata anak itu. Semuanya pada kaget karena anak tersebut nampak segar bugar .

Itulah rasa cinta terhadap Rasulullah saw yang ada dalam dirinya telah mengalahkan segalanya .

Syekh lalu menunjukkan tangannya dan berkata itulah rumah Rasulullah saw . Setelah istirahat dianggap cukup lalu semuanya besama – sama ke makan Rasulullah saw dan bertahlil disana, terus dilanjutkan dengan berdoa.

Pada saat orang lain bertahlil dan berdoa , si anak kecil tersebut mojok sendirian sambil menangis .  Kelakuan anak tersebut tidak terlepas dari perhatian Syekh. 

Maka setelah tahlil selesai , para muridnya bubar keluar ruangan , Syekh tersebut mendekati anak itu dan bertanya . Anak itu menjawab mana Rasulullah Syekh.

Syekh menjawab dengan halus anakku Rasulullah saw saat ini tidak bisa bertemu denganmu, kamu betemu dengan Rasulullah saw bila kamu sudah meninggal dunia .

Setelah itu Syekh pun keluar dari ruangan, dan anak kecil itu mengikutinya dari belakang. Setelah tiba di luar anak itu meraup segenggam tanah dan bertanya Ya Syekh apakah Rasulullah saw menginjak tanah ini ?  

Ya benar beliau menginjak sebagian dari tanah yang kamu gemggam.

Tiba – tiba anak tersebut  menggunakan segenggam tanah itu untuk dibalurkan ke seluruh wajahnya dan bertieriak dengan keras sambil menangis keras dibarengi dengan kata – kata aku  ingin bertemu Rasul, aku rindu Rasul, aku cinta Rasul, aku ingin memeluk Rasul , aku ingin bersama Rasul . Tidak lama kemudian ia jatuh tak sadarkan diri. Setelah dipegang nadinya ternyata ia telah meninggal dunia.

Inna Lillaahi wa inna liahi rooji’uun .

Maka anak tersebut dikuburkan di luar kota Madinah. Kasihannya anak  tersebut hidup sebatang kara, tidak punya saudara, sedangkan ayah dan ibunya telah meninggal dunia .

Ternyata setelah kejadian tersebut kuburan atau  makam anak itu semakin lama , tambah tahun semakin mendekati kuburan Rasulullah saw .

Itulah sebagian tanda – tanda kebesaran dan kekuasaan Allah swt, di dunia saja sudah Alah tunjukkan melalui anak tersebut. Siapa yang menggerakkan kuburan anak itu kalau bukan Allah swt . Subhanallah .

Dan kuburan itu sampai sekarang masih ada , adapun nama anak itu adalah  Zahid . Wallaahua’lam .

Wassalamu'alaikum warahatullaahi wabarakaatuh.

Rabu, 20 November 2019

KISAH SUNAN KUDUS DAN KI PENGGING [ Kisah Zaman Para Wali ]



Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Bagaimanapun sejarah kewalian di Indonesia ini harus diketahu untuk pembelajaran generasi saat ini dan yang akan datang.

Karena merdekanya Indoneia dari tangan penjajahan Belanda itu peran waliyullah dan para santrinya itu sangatlah besar.

Di Indonesia memang wali itu banyak, khususnya yang tersebar di tanah Jawa.

Namun para wali yang dikenal oleh masyarakat luas di tanah Jawa ini ada Sembilan orang Siapa saja yang Sembilan orang itu ?

1. Sunan Gunung Jati ; 2. Sunan Kalijaga ; 3 . Sunan Kudus ; 4 . Sunan Muria ; 5. Sunan Giri ; 6. Sunan Drajat ; 7. Sunan Ampel dan 9 . Sunan Gresik .

Para wali itu ada para wali golongan muda dan golongan tua atau sepuh . Wali muda yang tingkat keilmuannya adalah tingkatan ma’rifat dan para wali golongan tua yang tingkatan keilmuannya sudah tingkatan hakekat .

Sebagaimana golongan masyarakat biasa , golongan para walipun tetap saja ada benturannya, ada konfliknya. Untuk itu bila ada yang berpendapat untuk memihak wali ini, membenarkan wali itu, menyalahkan wali ini. Tidak usah turut campur.

Karena tingkat keilmuan kita jauh berbeda dengan tingkat keilmuan mereka.Tapi jadilah manusia yang cerdas ambil sisi baiknya dari mereka yang sedang berbenturan tersebut.

Termasuk dalam hal politik, bila kita tidak tahu permasalahan dengan jelas, jangan sekali kali menghakimi para partai politik yang sedang berperang. Biarkan mereka melakukan apa adanya, tapi ambilah hikmah kebaikan dari mereka itu dan buang sisi yang buruknya.

Sekali lagi kita tidak usah ikut – ikutan atau turut campur yang bukan lahan kita , yang bukan tempat kita agar kita tidak terjerumus kepada hal – hal yang buruk.

Contoh Hasan Bisri berbentuan dengan Ibnu Sirrin . Imam Ghazali berbenturan dengan Ibnu Rusdi . Syekh Siti Jenar berbenturan dengan Sunan Kalijaga dll.

Raden Panggung juga pernah bebentuan dengan para wali . menurut para wali sebagai orang Islam itu harus selalu menjaga dan meningkatkan kualitas iman dan tauhid .

Kemudian Raden Panggung memanggil khewan peliharaannya yaitu dua ekor anjing yang namanya Iman dan Tauhid .

Bila dikaji segala yang terjadi pada golongan tingkat wali dan Kyai besar itu banyak diluar daya nalar kita sebagai manusia biasa. Di dalam memperoleh keilmuannyapun berbeda beda tidak seperti kita menuntut ilmu di sekolah fomal .

Apa yang kami sampaikan melalui cerita ini jadikanlah sebagai tambahan ilmu pengetahuan dan wawasan kita semuanya. Ambillah sisi baiknya dan buang jauh – jauh yang sekiranya tidak sesuai dengan selera hati kita .

Selesai masalah Syekh Siti Jenar yang berbenturan dengan para wali Sembilan maka untuk tugas selanjutnya para wali menyerahkan kepada Mbah Panggung agar senantiasa menjaga dan meperhatikan mereka yang sudah masuk Islam jangan sampai mereka itu menyimpang dari aturan Islam .

Sekarang muncul masalah baru yang dipimpin oleh ki Ageng Pengging atau Ki Ageng Kenanga . Ki Ageng Kenanga in adalah putranya Raden Fatah , Raja kerajaan Islam di Demak .  Sedangkan Radeh Patah adalah putra dari selir istri Raja Majapahit .

Ki Ageng Pengging ini sebagai bawahan dari kerajaan Demak tidak pernah sowan atau silaturahmi atau menghadap kekerajaan Demak.

Selain itu mereka tidak pernah menyetorkan pajak yang sudah mereka pungut ke kerajaan Demak , juga nampaknya mereka banyak melatih rakyat seperti akan berperang.

Dengan hal tersebut mereka dicuriagi akan memberonak terhadap kerajaan Demak . Walaupun Siti Jenar sudah tidak ada tapi masih banyak yang meneruskan ajarannya .

Dengan situasi yang seperti ini pemerintah kerajaan Demak tidak tinggal diam, segera memanggil para waliyullah untuk membicarakan apa yang sedang terjadi itu .

Bila didiamkan saja maka tidak menutup kemungkinan yang awalnya kecil akan membesar dan akan membahayakan kerajaan .

Setelah mengadakan pertemuan itu berdasarkan musyawarah , Sunan Kuduslah yang dipercaya untuk menghadapi Ki Ageng Pengging .

Maka berangkatlah Sunan Kudus ke rumah Ki Ageng Pengging . Sesampainya disana Sunan Kudus bertanya kepada Ki Ageng Pengging tentang semua kegiatannya sampai saat ini.

Awalnya dialog biasa saja, tapi setelah menyangkut masalah pajak mengapa Ki Ageng tidak setor pajak ke kerajaan Demak , sedangkan pajak tetap dipungut , Ki Ageng Pengging marah. Merasa bahwa kehidupannya itu merasa dikendalikan oleh kerajaan Demak.

Sunan Kuduspun mulai marah ketika Ki Ageng Pengging tidak diterima disadarkan olehnya. Lama kelamaan akhirnya berujung pada adu kesaktian . Mereka saling mengeluarkan ilmunya untuk saling mengalahkan .

Karena Sunan Kudus itu niatnya demi untuk keamanan kerajaan dan niatnya karena Allah, karena kalau dibiarkan saja maka akan banyak orang yang mengikuti ajaran Ki Ageng Pengging .

Bagi Ki Ageng Penggingnya tidak mengapa. Tapi mereka yang belajarnya masih tanggung , sudah mulai menyepelekan solat , tidak mau mengeluarkan zakat , karena zakat itu sama dengan pajak. Ini sangatlah berbahaya.

Sedangkan Ki Ageng Pengging dirinya merasa dihina oleh pihak kerajaan Demak, karena merasa bahwa ia tidak mengganggu kerajaan .

Akibatnya Ki Ageng Pengginglah yang kalah dan terbunuh oleh Sunan Kudus . Matinya Ki Ageng pengging adalah akibat kesombongannya sendiri .

Wahai saudaraku setelah membaca cerita ini setidaknya kita bisa mengambil pelajaran yakni selama kita berjalan dan tinggal di muka bumi ini , kita dilarang berbuat sombong.

Karena bumi yang kita pijak ini beserta segala isinya yang kita nikmati itu semuanya adalah milik Allah swt .

Allah swt sudah menunaikan semua kewajibanNya terhadap makhlukNya, termasuk kta semua . Namun Allah menuntut hakNya dari kita semua . Apakah hak Allah yang ada pada diri kita ?

Tidak lain adalah dengan melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya .

Bila perintahNya dilanggar dan aranganNya dikejakan, maka tentu Allah akan marah . Dan yang menangung kemarahan Allah itu siapa ? Kita sendiri , bukan orang lain.

Tidak bisa kesalahan diri kita itu dilimpahkan kepada orang lain . Semoga ini bermanfaat. Wallaahua’lam .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Senin, 18 November 2019

TANGISAN NABI MUHAMMAD SAW


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim.  Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad .

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin  .
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzoolimiin.

Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha , haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;
                                             
Wahai saudaraku pada suatu ketika Rasulullah saw sedang duduk sendirian sambil menangis .  Dan akibat tangisan tersebut keadaan ARSY sampai terguncang sangat hebat .
Allah Yang Maha Tahu, sesungguhnya sudah mengetahui mengapa beliau menangis . Maka segera memanggil malaikat Jibril as.

Setelah malaikat Jibril as dating menghadap Allah maka Allah swt berkata , “  Wahai Jibril turunlah kamu ke dunia dan temui Muhammad . Sampaikan salamku kepadanya dan tanyakan mengapa ia sampai menangis ? “

Jibril berfikir kenapa tidak Allah saja langsung bertanya kepada kekasihNya ?  Kenapa mesti melalui aku   ?  Ada hikmah apa dibalik perintah itu  ?

Ternyata Allah swt berbuat seperti itu adalah agar seluruh malaikat , Jin , manusia dan bahkan seluruh makhluknya baik yang di dalam bumi, yang berada di permukaan bumi, yang berada di langit dan yang berada antara langit dan bumi bahwa “ Muhammad adalah KEKASIHKU “

Kemudian malaikat Jibrilpun turun menemui beliau. Setelah bertemu beliau kemudian Malaikat Jibril berkata , “ Ya Habiballah. Sesungguhnya Allah , Tuhanmu , mengirim salam kepadamu dan bertanya kenapa kamu sampai menangis seperti itu sampai ARSY terguncang ? “

Jawab Nabi Muhammad saw , “ Wahai Jibril yang menyebabkan aku menangis karena aku teringat ucapan terakhir saudaraku ‘Isa ibnu Maryam [ Nabi Isa as ] sebelum diangkat oleh Allah yaitu

“ In tu’adz dzibhum  fa innahum ‘ibaaduka , wa in taghfir lahum fa innaka antal ‘aziizul hakim “
Yang artinya adalah
Jika Engkau menyiksa mereka , maka sesungguhnya mereka adalah hamba – hamba-Mu dan jika Engkau mengampuni mereka , sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa  lagi  Maha Bijaksana “ .
QS  Al Maidah [ 5 ] : 118 .

Wahai Jibril dengan ucapan Isa ini , menandakan Isa lepas tangan [ tidak mau bertanggung jawab ] terhadap urusan umat Allah.

Ia tidak mau bertanggung jawab lagi , semua urusan diserahkan kepada sepenuhnya Allah , lalu apakah Allah swt akan menyiksa mereka atau mengampuninya ?.

Tapi saya , wahai Jibril , tidak mau berpisah dengan umatku di dunia ini kalau tidak ada jaminan keselamatan buat umatku dari Allah .

Akhirnya Jibril kembali melapor kepada Allah swt tentang pertemuannya dengan Hbibullah Muhammad saw , padahal Allah lebih mengetahuinya .

Kemudian Jibril diperinthkan turun kembali dan membawa satu surah yang sudah tercantum di dalam Al Qur’an yaitu QS Ad Dhuhaa .

Setelah Jibril selesai membaca surat ini , kemudian Jibril mengulang kembali  ayat 5 yang berbunyi sebagai berikut ,

“ Wa la sau fa yu’thiika rabbuka fatardhaa “
Yang artinya adalah ,
“ Dan sungguh , kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , sampai engkau menjadi puas “.

Mendengar Jibril mengulang – ulang ayat tersebut. Nabi Muhammad saw menangis kembali dan tersungkur sujud syukur .

Sujudnya lama banget . Dan dalam keadaan bersujud sambil menangis , kemudian beliau bangun dari sujud dan berhadapan dengan jIbril , lalu beliau berkata

“ Wallaahi Yaa Jibril . Wal ladzii nafsu Muhammadin bi yah dihi , laa ardha wa waahidun min ummati yudz hibu fin naar .

Yang artinya adalah ,
“ Demi Allah , Wahai Jibril , dan demi jiwa Muhammad yang berada dalam genggaman tangan Allah [ Kekuasaan-Nya ] , saya tidak akan pernah ridha , saya tidak akan pernah senang , saya tidak akan pernah gembira , apapun yang Allah akan berikan kepadaku kalau nanti di akhirat masih ada umatku yang disiksa di neraka jahanan walau Cuma satu orang “ .

Subhanallah inilah salah satu bentuk kecintaan dan kasih sayang Nabi Muhammad saw kepada umatnya, dan itu termasuk kita semua. Ucapan beliau ini dibuktikan dengan firman Allah yaitu

“ Wa maa ar sal naa ka illaa rahmatan lil’aalamiin “
Yang artinya adalah ,
“ Tidaklah Kami mengutus Engkau  [  Muhmmad ] melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam “

Ya Allah berilah kami kekuatan agar kami bisa mencintaiMu dan kekasihMU , mencintai orang – orang yang mencintaiMU dan mencintai segala amalan yang bisa mendekatkan kamu agar bisa mencintaiMU.

Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammadin abdika wa rasuulikan nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihii wa shahbihii wasalliman tasliiman .

RENUNGAN  .

1 Cinta Rasulullah saw terhadap umatnya melebihi cinta terhadap dirinya sendiri.

2. Bila Rasulullah saw hanya mencintai dirinya sendiri, maka tugas beliau dari Allah sudah dilaksanakan maka urusan selanjutnya terserah Allah. Seperti apa yang dilakukan oleh Nabi Isa as.

3. Dengan kenyataan seperti itu lalu apa timbal balik [  rasa terima kasih ] dari kita untuk beliau ?

4. Apakah kita cukup hanya dengan memuji muji beliau dengan hanya membacakan solawat kepada beliau, lalu, marhabanan, solawatan, baca berjanji , atau berpuasa sunnah Senin dan kamis serta berpuasa tiga hari dipertengahan buan ….itu saja ? .

5. Ada yang lebih pening dari itu semua yaitu kita harus berusaha meniru akhlak Nabi Muhammad saw.

6. Akhlak nabi Muhammad saw adalah Al Qur’an . Jadi Al Quran itu bukan hanya untuk dibaca atau diwirid, dijadikan dzikiran semata .

7. Al Qur’an harus diamalkan ke dalam kehidupan sehari hari, itu kalau kita benar benar mencintai Allah dan RasulNya.

8 Mari kita berbicara, bersikap dan berprilaku Al Qur’an sesuai dengan kesanggupan kita masing masing.

9. BIla poin ke 8 ini dikerjakan maka itulah bahwa kita telah mencintai Allah dan Rasul-Nya .
                                             
Wallaahu a’lam
Subhanakallaahumma wabihamdika asyhadu anlaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika .

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi waarakaatuh.

Sabtu, 16 November 2019

MENYADARKAN KYAI SAKTI PILIH TANDING .


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim.  Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad .

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin  .
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzoolimiin.

Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha , haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;
                                             
Di daerah Sumedang ada seorang santri jebolan dari Podok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya . Namanya adalah bapak Etje Jusardi .

Bapak Etje menceritakan bahwa di daerahnya itu ada seorang ulama yang sakti mandraguna tanpa pilih tanding . Namanya adalah Kyai Jured . 

Kyai Jured ini sudah tahu ketenaran tentang Pengasuh Pondok Pesantren Suryalaya itu adalah Abah Anom . Sampai kesaktian Abah Anom itu dikenal kemana – mana ., sampai juga ke luar negeri .

Pesantren Abah Anom ini memiliki jutaan pengikut . Dan perkembangan pesantren ini sangat pesat setelah diurus oleh beliau. Karena sebelum beliau mengurus pesantren ini , yang mengurusnya adalah ayahnya sendiri yakni Kyai Abdullah Mubarrak atau dikenal dengan sebutan Abah Sepuh .

Kyai Jured itu ada rencana ingin menguji karamah yang dimiliki oleh Abah Anom sesuai dengan kesaktian yang telah dimilikinya. 

Dan waktu yang telah ditentukan tiba , lalu ia membawa 70 santrinya ke tempat Abah Anom . Sesampainya di tempat tersebut Kyai Sakti itu menyebarkan santrinya ke sekitar pesantren Suryalaya  , ia sendiri berjalan menuju pesantren tersebut.

Saat akan memasuki halaman pesantren ternyata Abah Anom sudah berdiri di gerbang pesantren menunggu untuk menyambut kedatangannya . Di hati sang Kyai Jured itu agak kaget  apalagi Abah Anom mengajak masuk dan meminta agar seluruh santrinya diajak makan bersama jangan sampai para santri yang dibawanya itu kelaparan . Tempat untuk makannya sudah disediakan di Madrasah .

Di dalam madrasah Kyai Jured memuji Abah Anom dengan pesantrennya yang amat luas dan indah tapi diselipi kritik secara halus tentang kekurangan pesantrennya yaitu tidak adanya burung Cendrawasih yang bulunya sangat indah dan terkenal.

Abah Anom hanya mesem saja sambil menjawab “ Benar apa yang dikatakan pak Kyai “ .

Sesuatu yang diluar jangkauan daya nalar manusia . Tak lama kemudian seekor burung Cendrawasih datang melayang – layang di udara di sekitar pondokan itu , hinggap dari pohon ke pohon .  Kejadian ini semakin membuat terpesonanya Kyai Sakti tersebut.  Subhanallah .
Dan ada yang lebih aneh lagi yaitu nasi yang di bakul nasi , yang diambili oleh 70 santrinya untuk dimakan , tidak pernah habis .  Hal ini mengingatkan pada zaman Rasulullah saw yaitu setelah selesai berperang ada yang seseorang ingin menjamu Rasulullah saw maka diajaklah mampir ke rumahnya. Rasulullah saw pun setuju , lalu mengajak semua anak buahnya untuk singgak ke rumah orang itu. Dan orang itu bingung bagaimana nanti sampai di rumah, pesediaan yang ada juga paling hanya cukup untuk 3 – 4 orang , sekarang pasukan Rasulullah saw dibawanya semua , tapi ia tetap berjalan sambil diliputi kebingungan.
Seampainya di rumah itu Rasulullah saw bertanya mana makanan untuk ku , bawa kesini semua. Lalu dibawalah semua makanan untuk beliau. Setelah tidak ada lagi yang tersisa barulah Rasulullah saw memerintahkan pasukannya untuk mengambil makanan sesukanya untuk dimakan. Aneh sudah diambil oleh semua pasukannya , makanan itu masih juga ada sisa , dan barulah beliau mengambil secukupnya untuk dimakan . Subhanallah .

Kyai itu mulai bertambah lagi kekagumannya terhadap Abah Anom , dan sadar bahwa kesaktian yang dia miliki dibandingan dengan kesaktian Abah Anom tidak ada apa apanya .  Abah Anom yang nama aslinya adalah Syekh Akhmad Shohibul Wa’fa Tajul Arifin ini adalah pengikut toriqoh Qodiriyah dan Nqsabandiyah .

Benarlah ada ungkapan bahwa di atas langit itu masih ada langit . Akan tetapi Kyai Jured ini masih juga penasaran dan tak mau kalah begitu saja .  Setelah mereka makan semua kemudian Kyai Jured ini metelakkan kopiahnya yang telah diisi dengan ilmunya. Oleh para santrinya diangkat ternyata tidak terangkat , maka Kyai Jured itu memohon dengan hormat agar Abah Anomlah yang mengangkatnya .

Kemudian Abah Anom menepuk kopiah itu , lalu kopiah itu loncat melayang layang di atas hadirin yang ada pada waktu itu, maka ia kalah lagi . Subhanallah .

Kemudian Kyai Jured itu mengeuarkan batu yang sudah disediakan sebelumnya, lalu batu itu dipukul dengan kekuatan penuh dan batu itu terbelah menjadi dua . Dan kedua belahan batu itu diserahkan kepada Abah Anom dan Abah Anom diminta memukul batu itu seperti apa yang telah dilakukannya .

Abah Anom menjawab , “ Abah tidak bisa apa apa. Yang bisa melakukan hal itu hanya Allah . Baiklah Abah akan minta kepada Allah , itupun kalau diizinkan . Selanjutnya batu tersebut diusap oleh Abah Anom, dan dengan usapan tersebut akhirnya batu itu meleleh atau berubah menjadi air. Subhanallah.

Kyai Jured itu juga masih penasaran karena kesaktiannya itu masih juga belum bisa mengalahkan kesaktian Abah Anom .

Ia memanggil salah seorang santrinya untuk mengambikan buah kelapa yang telah dibawa dari daerahnya sendiri . Ia meminta Abah Anom agar mengambil ikan yang ada dalam kelapa tersebut, lalu ia jelaskan bentuk dan sifat ikan tersebut .
Abah Anom menjawab , Masya Allah , apa sih maksud Kyai meminta kepada saya ini terlalu berlebih – lebihan ? Abah gak bisa apa apa . Seharusnya minta  kepada Allah jangan meminta kepada Abah . Karena hanya Allah saja yang bisa mewujudkannya , karena hanya Dia Yang Maha Berkehendak dan Berkuasa.

Namun Kyai Jured itu tidak peduli dengan ucapan Abah Anom dan tetap memaksa beliau untuk melakukannya.

Abah Anom menjawab , Baiklah kalau begitu, kita memohon kepada Allah . Mudah – mudahan Allah mengabulkan kita . Setelah berdoa beliau menyuruh kelapa itu untuk dibelah  menjadi dua. Dan dengan izin Allah di dalam kelapa itu ada ikan yang sesuai dengan penjelasan Kyai Jured . Subhanallah .
Selanjutnya ada kejadian aneh lagi entah darimana datangnya di tangan Abah Anom sudah ada ketepel dan ketepel  itu diarahkan atau ditembakkan ke langit -- langit madrasah . Sungguh diluar jangkauan akal muncullah burung – burung putih dari langit langit madrasah tersebut dan jatuh di hadapan Kyai Jured . Subhanallah .

Setelah kejadian itu Kyai Jured itu menangis di pangkuan Abah Anom dan meminta maaf atas kelancangan dan kesombongannya serta kesalahannya terhadap Abah Anom.

Dan ia meminta agar Abah Anom dengan ikhlas menerimanya untuk menjadi muridnya menjadi seorang pengamal Toriqot Qodiriyah dan Naqsyabandiyah .

Abah Anom meneimanya dengan ikhlas apa yang diminta oleh Kya Jured itu, dan mulailah diajarkan dzikir yang biasa dijalankan dalam Toriqot tersebut dengan cara ditalqin. Dan pada saat ditalqin oleh Abah Anom , Kyai Jured itu menangis di pangkuan Abah Anom sampai tertidur. Anehnya saat bangun sudah ada di masjid. Subhanallah .

Wahai saudaraku dari kisah di atas kita bisa ambil pelajaran bahwa mencari ilmu bila sudah salah langkah maka ilmu yang datang bukan ilmunya Allah tapi ilmunya setan . Dan kita tahu selama dunia masih ada ,  setan itu akan selalu menyesatkan manusia .

Masih banyak di zaman sekarang ini orang banyak belajar , tapi ujung – ujungnya bukan belajar untuk menyempurnakan amal ibadah, tapi belajar agar memiliki suatu kelebihan dibandingkan dengan orang biasa, katakan saja memiliki karamah  .

Karena awalnya sudah salah niat maka dalam perjalanannya juga salah terus akhirnya memperoleh hal yang buruk walaupun menurut dirinya itu baik.

Wahai sadaraku  marilah kita belajar agama saja , dikaji lebih dalam tentang Islam. Karena semakin Islam dikaji lebih dalam maka akan terasa semakin indah , semakin mendekatkan diri kita kepada Allah, semakin tidak menghargai dunia dengan segala kesenangannya, dan mulai fokus untuk mempersiapkan bekal kehidupann akhiratnya. Kenapa seperti itu ?

Karena menyadari bahwa dunia ini hanyalah sementara, hanya sesaat, hanya tipuan yang bisa membuat lupa diri. Untuk itulah kita membenci dunia dan kebencian itu digantikan dengan secercah harapan yaitu rido Allah , bukan surga dan bukan pula neraka, sekali lagi RIDO ALLAH .

Semoga saja kita semua mendapatkan rido Allah , sehingga keberadaan kita di dunia ini semakin diridoi oleh Allah swt. Insya Allah Aaaaamiin.
                                             
Wallaahu a’lam
Subhanakallaahumma wabihamdika asyhadu anlaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaika .

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi waarakaatuh.