Minggu, 14 Mei 2017

BELAJAR HADITS NABI SAW MELALUI DO'A BELIAU


Yuk kita bareng2 belajar Hadits dari Rasulullahsaw melalui sebuah doa beliau :

« اللَّهُمَّ إنِّيْ أَسْأَلُكَ الْهُدَى ، وَالتُّقَى ، وَالْعَفَافَ ، وَاْلغِنَى »

Alloohumma innii as alukal hudaa wat taqoo wal ‘afaa fa wal ghinaa
“Ya Allah saya meminta kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, terjaganya diri dari perbuatan terlarang dan kami meminta kecukupan (kekayaan).” (HR Muslim 4/2087)


Dari Hadits tersebut beliau berpesan bukat kita semua yaitu 
1. Bila ingin petunjuk yang benar , maka bacalah Qur'an terjemahnya dan juga ikuti pula sunah2 beliau, barulah anda akan menemukan petunjuk yang benar yang sudah Allah berikan kpd umat2 terdahulu ( siroothol ladziina an'amta 'alaihim )


2. Ketakwaan akan terlihat jelas bila kita menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya. Bila takwanya nampak, maka kita akan termasuk golongan orang2 beriman, bila belum......pikir aje sendiri deh.

3. Perbuatan terlarang akan dijauhkan Allah selama kita hanya memakan makanan yang diperoleh dgn cara halal . Kaya nya sih kite masih jauh deh, punya org lain buat kite punya kite ya utk kita , bener kagak ?

Bila petunjuk yg benar diikuti, takwanya dijalani, makananya bersih, pasti deh Allah akan dekat dgn kita, karena Dia gak mau sama yg kotor2, betul apa betul ?

Kalau Allah dah deket dgn kita maka pastinye kite akan diberi rezeki yg tiba2 ( tak tahu dari arah mane datangnye ) artinya kite diberi kecukupan oleh Allah.


Walau doa itu dibace ampe seribu kali semalem, kalo ucap,skipa dan prilaku kite belum ngikutin yg tiga itu yang kandas alias sie-sie. Astaghfirullah.



MENGIKUTI JEJAK WAROSATUL ANBIYAA .

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.



Wahai saudaraku sadarilah oleh kita semua bahwa keberadaan kita di dunia ini hanya sesaat. Hidup kita di dunia ini hanya sekali. Satiap yang bernyawa itu pasti mati. Dan semua yang ada di dunia ini pasti akan rusak binasa dan hancur. 

Pikirkanlah oleh kita semua hal tersebut, agar kita diperintahkan oleh Allah swt untuk mencari yang kekal, bukan yang sesaat . Kita diperintahkan mencari yang asli bukan yang palsu. Kita diperintahkan untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk aikhirat kita bukan untuk dunia kita .  Janganlah kita tertipu oleh permainan dunia, kesenangan dunia , senda gurau dunia yang semuanya itu menyesatkan dan mencelakakan .   

Rasulullah saw bersabda, 
“  Maka berpeganglah kalian dengan sunahku , dan sunahnya Al Khulafair rosyidin ( pemimpin / para sahabat / para ulama ) yang mendapat hidayah atau petunjuk dari sesudahnya matiku , kalian berpeganglah kepadanya dengan sekuat – kuatnya  sehingga tidak terlepas .  
HR Abu Daud dan Turmudzi  .  

Wahai saudaraku didalam menjalani ketaatan dan kepatuhan bukan hanya kepada Allah swt dan RasulNya saja, akan tetapi juga kepada sesama manusia harus juga dilaksanakan asalkan ajaran atau perintahnya itu tidak bertentangan dan melanggar dengan syari’at agama Islam, artinya masih dalam hokum Allah swt dan RasulNya , Al Qur’an dan sunahnya .  

Rasulullah saw bersabda , 
“ Tunduk dan patuh wajib bagi setiap orang muslim terhadap apa yang ia sukai dan membencinya selama ia tidak diperintah berbuat maksiat . Apabila perintah itu mengarah kepada keburukan, maksiat, kezaliman, maka jangan ditaati “ . 
HR Turmudzi .  

Wahai saudaraku kegembiraan itu sebenarnya ada dua yaitu 

1. Kegembiraan di dalam ketaatan atas dasar kemampuan diri sendiri. Hal ini dilarang oleh Allah , karena dapat merusak amalnya  ;  
2. Kegembiraan di dalam keaatan atas dasar tahmat dan karunia, kebesaran serta kekuasaan Allah swt, inilah  taat yang terpuji dan ini yang merupakan perbuatan yang terpuji .  

Semoga saja kita bisa melalkukan ketaatan yang senantiasa mendapatklan rahmat dan naungan rido Allah ….. Aaaaamiin ….  

Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.Hasil gambar untuk para sahabat nabi



Sabtu, 13 Mei 2017

MENTATATI ALLAH

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.



Wahai saudaraku , bila kita mendapatkan sesuatu atau berhasil mewujudkan sesuatu yang kita inginkan maka pasti kita akan gembira .  

Melihat keberhasilan anak-anak kita di dalam menjalani kehidupan ini , maka pasti senang . Keluarga aman , sejahtera, damai , tentram, maka kita akan bahagia . 

Sadarilah saudaraku bahwa kegembiraan, kesenangan , kedamaian , ketentraman itu semua adalah karena rahmat dan karunia Allah swt . Apa yang didapat oleh kita itu belum tentu didapatkan oleh orang lain. Atau bisa jadi itu hanya sebagian kecil rahmat Allah swt yang telah Dia kocorkan untuk kita.  

Untuk itu kita patut mensyukurinya atas semua itu. Bila tidak bersyukur sama saja kita tidak mengakui pemberian-Nya.   

Wahai saudaraku , itu semua baru tentang urusan dunia, jangan lupa bahwa keberadaan kita di dunia ini untuk mencari bekal hidup untuk akhirat kita dengan segala sarana yang telah disiapkan oleh Allah swt. 

Dan dengan ilmu yang telah Allah swt berikan kepada kita masing – masing . Janganlah salah melangkah, jangan salah memilih, jangan salah menentukan semuanya harus tepat, sesuai dengan tujuan kita masing – masing . 

Ada seorang ulama berkata saudaraku “ Janganlah kamu bergembira dalam berbuat taat karena hasil jerih payah kamu tapi bergembiralah bila ketaatan itu diakui atas rahmat Allah .  

Allah swt berfirman yaitu 
“ Qul bifadhlillaahi wa birohmatihi , fabidzaa lika fal yafrohuu huwa khoirun mimmaa yajma'uun “  
Yang artinya  “ Dengan karunia Allah dan rahmatNya , hendaklah dengan itu maka mereka bergembira , atas karunia Allah dan rahmatNya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan “  
QS Yunus 58 .  

Pengertian taat kita sudah memahami semua  yaitu menjalankan perintah Allah swt dan menjauhi larangan-Nya . Penanaman ketaatan di dalam menjalankan syariat Allah inilah tugas kita bersama khususnya para alim ulam yang cerdik pandai dan bijaksana dalam agama Islam.  

Allah swt berfirman , 
“  Yaa Ayyuhal ladziina aamanuu athi’ullooha wa athii’ur rosuul wa ulil amri minkum , fa in tana’za’tum fii syai in farud duuhu ilalloohi war rosuuli in kuntum tu’minuuna billaahi wal yaumil aakhiri. Dzaalika khoirun wa ahsanu ta’wiilan “   
Yang artinya  “  Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”  
QS An  Nisaa  59 .  

Allah swt berfirman , 
“  Wa athii’ullooha war rosuula la’allakum turhamuun  “  
Yang artinya  “ Dan Taatilah Allah dan Rasul , agar kamu dimengerti “   
QS Ali Imran  132 .  

Nabi saw bersabda ,  “ Al ‘ulamaa u war o satul an biyaa I “  
Yang artinya “  Adalah para ulama itu pewaris daripada nabi/rasul Allah  “  Al Hadits  

Semoga saja kita bisa senantiasa istiqamah di dalam menjalani ketaatan kepada Allah dan rasulNya ….  Aaaaamiin ….  

Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.


KETENANGAN JIWA MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Bismillahirrahmaanirrahiim


Alhamdulillaahi rabbil’aalamiin wash shalaatu wassalaamu ‘alaa sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi washahbihi ajma’iin.

Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa’alaa ali sayyidinaa Muhammad ‘amma ba’du

JIWA YANG TENANG BISA MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN DUNIA DAN AKHIRAT

Saudaraku semua yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’alaa , Allah swt itu selalu menepati janjiNya,

Dia tidak pernah ingkar janji terhadap para hambaNya, maka janganlah kita ikut berfikir yang bukan bagian kita, agar jiwa kita menjadi tenang.

Contoh, kenapa kita harus berfikir keras tentang apa yang belum terjadi ? Karena hal ini masih dalam genggaman Allah.

Bila kita masih saja memikirkan apa yang belum terjadi maka jiwa kita akan resah dan gelisah, akan galau….dan kesempatan inilah yang dimanfaatkan setan untuk menggerogoti dan menggoncangkan keimanan kita.

Hilangkan rasa resah dan gelisah, buang sifat galau, gantikan dengan bertawakal kepada Allah dan berharap kepadaNya, maka pasti Allah akan memperhatikan kita.

Rasulullah saw bersabda ,
Lau annakum tatawak kaluuna ‘alallaahi haqqa tawak kulihii larazaqakum kamaa yarzuquth thaira taghud duu khimaa shan wa taruuhu bithaa nan ,


Seandainya kamu semua bertawakal kepada Allah dan berserah diri sepenuhnya, maka kamu akan mendapat rizki seperti rizkinya burung-burung di waktu pagi-pagi dalam keadaan lapar dan kembali serta dengan perut kenyang. HR Turmudzy

Allah swt berfirman ,
Waman yatawakal ‘alallaahi fahuwa hasbuh . QS Ath Thalak 3,


Barangsiapa yang bertawakal ( berserah diri ) kepada Allah, maka Dia mencukupi keperluannya.

Saudaraku semua yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’alaa , Bila kita resapi Hadits di atas, lalu apalagi yang kita resahkan dan pikirkan, bahkan dengan Hadits tersebut jiwa kita akan tenang.

Marilah kita bekerja sesuai dengan profesi masing-masing, lalu bertawakal kepada Allah artinya bekerja sambil berdoa kepadaNya, kemudian serahkan segala urusan hanya kepada Allah.

Agar apa yang telah diusahakannya itu hasilnya mendapatkan barakah dariNya

Subhanakallaahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Selasa, 09 Mei 2017

TINGKATKANLAH KEIMANAN DAN KETAKWAAN TERHADAP ALLAH SWT

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.



Wahai saudaraku keimanan seseorang itu senantiasa pasang surut . Untuk itu lakukanlah dan berusahalah senantiasa istiqamah dalam berbuat taat kepada Allah swt, dan rajin-rajinlah mengikuti sunnah Rasul-Nya.  

Karena semua itu tidak mungkin terjadi begitu saja. Akan tetapi harus dilatih , dibiasakan , disiplin dalam segala hal.  Setelah semua itu dilakukan lalu berserah dirilah secara total kepada Allah swt . Jangan ada pikiran yang macam-macam  

Yang terpenting adalah telah melakukan perbuatan yang terbaik  dengan batas kemapuan ilmu pengetahuan yang telah dimilikinya . Anda harus yakin tidak mungkin Allah swt akan menyia-nyiakannya begitu saja .  

Wahai saudaraku menyimak tadi yang telah diuraikan di atas kita tidak boleh iri terhadap apa yang diperoleh oleh orang lain. Kita dilarang iri melihat kelebihan orang lain. Mengapa demikian ?  Karena kita tidak tahu sampai dia mendapatkan itu, telah mendapatkan ujian dan cobaan seperti apakah dia .  Disinilah masih banyak masyarakat yang melakukan hal yang keliru . 

Kenapa dikatakan keliru ?  Karena keimanan setiap orang itu berbeda-beda, dan yang tahu semua itu hanya Allah, makanya Allah menguji seseorang juga kadarnya beda-beda. Sehingga hasilnya juga berbeda.  

Contoh misalnya ada seseorang yang hidupnya sukses. Lalu bertanya “ Mas anda kok kayanya menjalani hidup mudah amat, sehingga bisa sukses dengan gemilang . Gimana caranya mas ? “  
“ Ah kalau saya sih biasa saja kok, hanya memang sih ada yang saya jalani yaitu  di setiap sepertiga malam terakhir saya solat tahajjud 2 rakaat. Dan di saat istirahat jam kantor, saya sempatkan untuk melaksanakan 2 rakaat solat Dhuha . Dan itu saya kerjakan selama  2 th tanpa putus ,hanya itu kok “ Jawabnya .  

Akhirnya dia melakukan hal yang sama , dalam jumlah waktu yang sama, namun apa hasilnya ? Ternyata yang dialami bukan seperti yang diharapkan, akan tetapi penuh dengan berbagai macam ujian kepahitan hidup  . Disinilah letak perbedaan penilaian ke dua orang tersebut.  Kalau orang yang sukses pertama itu dasarnya lillah karena Allah, tapi orang kedua dasarnya karena duniawi . 

Wahai saudaraku mari kita simak firman Allah yang artinya berikut ini , 
“  Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.   Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. “  QS Al Bayyinah  7 -  8 . 

Wahai saudaraku bagi orang-orang yang saleh, mereka tidak mengharapkan imbalan apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun , cukup hanya dari Allah saja, dan itu akan hanya bisa dirasakan oleh hatinya . 

Tidak ada kenikmatan yang bisa dirasakan di dunia itu kecuali hanya oleh orang – orang yang hidupnya bersikap rendah hati di hadapan orang lain dan berendah diri di hadapan Allah swt . Dan kelezatan yang dirasakan oleh mereka itu lebih manis rasanya daripada madu .  

Wahai saudaraku , mari kita taati Allah swt dan Rasul-Nya dengan baik dan benar , lakukan semuanya dengan penuh keikhlasan . Banyak-banyaklah bersyukur kepada Allah swt atas berbagai macam yang telah diberikan kepada kita semua, terutama nikmat sehat, selamat, bahagia, damai, tentram, iman dan Islam. 

Sungguh semuanya adalah karunia Allah swt yang patut disyukuri  . Dan jangan lupa berdo’a agar dijauhkan dari sifat malas.  Semoga Allah memberikan petunjuk, taufik, hidayah, maunah dan inayah-Nya kepada kita semua …. Aaaaamiin ….  

Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.