Kamis, 08 Juni 2017

SEHARI USIA BERTAMBAH SEHARI PULA UMUR BERKURANG

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Hasil gambar untuk duniaku



Wahai saudaraku  janganlah kita semua terlena dengan kehidupan dunia yang semuanya nampak indah dan menyenangkan.  Janganlah kita semua mau saja dipermainkan oleh dunia, sampai kepala untuk kaki dan kaki untuk kepada, kerja keras siang malam sampai kurung istirahat atau tidur. 

Janganlah kita semua diperbudak oleh dunia, sampai2 demi kehormatan dunia rela mengorbankan orang lain agar tujuannya tercapai .  Janganlah anda merasa senang dan sukses dengan berlimpahnya harta benda, kaya raya. Bila jalan yang ditempuh, adalah jalan yang salah , kemudian senang berada dalam sifat kikir, senang menimbun harta . Semua itu akan menjerumuskan anda ke jurang jahanam yang amat dalam .  

Janganlah anda merasa bangga dengan jabatan anda, semakin tinggi jabatan anda, maka semakin besar pula tanggung jawab di hadapan manusia terlebih lagi di hadapan Allah swt .   

Wahai saudaraku sadarilah setiap yang bernyawa , termasuk kita semua pasti akan merasakan mati.  Mati inilah yang harus dipikirkan oleh kita, apakah saat nyawa ditarik keluar dari jasad itu inginnya mudah , tidak sakit ( khusnuk khatimah ) atau sebaliknya ingin merasakan yang sakitnya luar biasa  ( Su’ul khatimah ).

Untuk itu bila hati anda masih saja keras seperti batu, cobalah anda lihat saudara  atau tetangga dekat anda saat dia lagi nazah , pertarungan antara hidup dan mati , lihat baik2, lihat dengan teliti, janganlah anda lepas dari pandangannya .  Saat ditariknya roh keluar dari jasad itu menggambarkan bagaimana keadaan kehidupannya selama berada di dunia . 

Bila dia bisa menceritakan segala kejadian apa yang dialaminya saat itu bisa jadi, yang tahu dan mendengarkannya  akan jatuh pingsan. Dan anda akan merasa malu karena perbuatannya. Dan mungkin anda tidak akan menghantarkannya , memakamkannya  . 

Apalagi saat berada di alam kubur dia menjerit memberitahukan siksaan apa yang dialaminya, bisa jadi anda lari tunggang langgang, atau bisa jadi anda meninggal dunia di tempat itu karena jantung anda nggak kuat. Semua itu Allah tutupi semua aibnya, sehingga segala sesuatunya Nampak berjalan normal .  

Wahai saudaraku kendalikanlah hawa nafsu anda , jangan sampai anda  dipermainkan oleh dunia, ditipu oleh dunia dengan segala keindahannya. Sungguh kita semua sedang berjihad akbar memerangi hawa nafsu sendiri setiap detang, siang dan malam tiada henti-hentinya . 

Bila kita mampu mengendalikan hawa nafsu kita maka sungguh imbalan yang Allah berikan itu sangat besar .  

Rasulullah saw bersabda , “ roja’naa min jihaadil ashghori ilaa jihaadil akbar “  
Yang artinya , “ Kita baru kembali dari sesuatu peperangan yang kecil , menuju kepada peperangan yang lebih besar  “.  Al Hadits .  

Wahai saudaraku para sahabat mendengar Hadits ini sangat tertegun . Karena penasaran akhirnya mereka bertanya kepada Rasulullah saw, “ Ya Rasul perang apalagi yang lebih besar , dsari perang yang kita lakukan ? “ Rasulullah saw menjawa , “ Perang yang lebih besar itu adalah perang melawan hawa nafsu yang berada di dalam dirimu sendiri “  

Wahai saudaraku bbila kita mengetahui sifat daripada dunia, maka Insya Allah kita tidak akan tertipu. Bila batin kita mengetahui hakikat dunia maka Insya Allah kita tidak akan kena dan terpesona dengan keindahan dunia , tidak akan tergiur dengan perhiasan dunia. 

Bila kita mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh dunia , maka Insya Allah kita tidak akan terpikat oleh keindahan dunia dengan segala isinya .  

Subhanakalloohumma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuu ilaik … Aaaaamiin ….  

Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Rabu, 07 Juni 2017

DUNIA INI HANYA TIPUAN BELAKA

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.




Wahai saudaraku janganlah anda tertipu dengan dunia, karena dunia ini alam palsu. Sekali lagi segala masalah yang ada di dunia ini pada lahirnya hanya tipuan belaka . Namun untuk batin sebagai pembelajaran .  

Hawa nafsu yang ada di hati melihatnya hanya yang nampak pada lahir yang semuanya itu hanyalah merupakan tipu daya .  Tapi justru semua itu memberikan pelajaran untuk batin .  

Wahai saudaraku pada hakikatnya Allah swt menciptakan manusia di dunia ini untuk diuji dan dicoba, siapa saja yang mentaatiNya dan siapa yang mengingkari dan menentangNya .  

Lihatlah oleh anda dunia ini sungguh amat indah dan menawan hati  bagi semua orang yang berada di muka bumi ini. Karena keindahan dunia ini tak terasa hidup yang dijalani  sudah puluhan tahun , tapi rasanya seperti baru beberapa hari saja .  

Wahai saudaraku janganlah anda bersantai-santai berada di muka bumi ini . Di dalam menjalani hidup dan kehidupan di alam semesta ini sungguh banyak mengandung pelajaran dan hikmah bagi kehidupan kita semua. 

Ini bisa terjadi bila kita mau merenungi segala hal yang terjadi pada kita mulai dari hal yang terkecil sampai yang terbesar. Yang nampak maupun yang tidak nampak .  

Allah swt berfirman di dalam QS Ali Imran  185  yang artinya . 
“  Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.  QS 3 : 185 .  

Wahai saudaraku melalui ayat ini Allah mengingatkan kita semua untuk dikaji , difahami , dihayati dan diamalkan yaitu  

1. “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. “  maksudnya semua yang ada di dunia ini akan mengalami mati. Dunia seiisinya ini akan hancur , binasa, musnah. Dunia ini bukan tempat tinggak yang kekal dan abadi. Dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara . ;  

2.  “  sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. “  Maksudnya apa yang kita kerjakan di dunia ini semuanya tercatat, dan Allah masih belum memberikan balasan  sedikitpun . Tapi Allah hanya sebatas melayani, memelihara, melindungi, mencukupi segala sesuatu sampai batas yang ditentukan yaitu kematian. 

Dan semua itu Allah lakukan atas dasar rahmat dan karunia-Nya . Adapun balasan dari apa yang telah kita kerjakan akan diberikan semuanya ( baik ataupun buruk ) di akhirat kelak secara sempurna  . 

Kemudian baru diadili sesuai dengan hukum Allah Yang Maha Adil. Dinisilah Allah akan membuktikan sebagai Raja di Raja yaitu “Maaliki yaumid diin “  Yang artinya “ Raja di Hari Pembalasan “  Semuanya perbuatan Allah, malaikatpun tidak akan turut campur ;  

3. “Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.”  Maksudnya janji Allah itu benar, bukan main-main . Yang berbuat baik walau sebesar zarah akan menerima balasan kebaikannya. Dan yang berbuat buruk pun walau hanya sebesar zarah akan menerima balasan siksa dan azabnya . 

Keadilan Allah akan ditunjukkan oleh-Nya , tidak ada seorangpun yang dirugikan ataupun diuntungkan. Jadi bila manusia mendapatkan keuntungan itu karena hasil apa yang telah ditanamkan di dunia. Dan manusia bisanya celaka di akhirat juga hasil tanamannya sendiri .  ; 

4. “  Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. “  maksudnya kita semua harus berhatihati di dalam menjalani hidup dan kehidupan ini . 

Jangan sampai kita ditipu oleh dunia , diperdaya oleh dunia, dipermainkan oleh dunia.;Tapi sebaliknya kita harus bisa memanfaatkan dunia ini dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan bekal hidup kita kelak di akhirat.  

Semoga saja uraian ini dapat membuka mata hati kita yang selama ini telah tertutup dan terkunci, dan tentunya atas izin dan rido Allah .  

Subhanakalloohumma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubuu ilaik …

Aaaaamiin ….  

Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Sabtu, 03 Juni 2017

APAKAH IMAN ITU ?

 Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Hasil gambar untuk keimanan dan ketaqwaan


Wahai saudaraku seringhkali kita keliru mengukur keimanan diri kita . 
Kebanyakan manusia memahami keimanan itu hanya sebatas mengerjakan ritual  saja. 
Ritual itu kan baru hubungan vertikal antara kita dengan Allah saja. 
Sedangkan horizoltalnya , hamblum minannaas nya , masih banyak yang tidak sesuai dengan syariat agama Islam .  
Apakah itu berupa prilaku sosial kita, baik atau buruk kita , ini masih banyak  yang lolos dari perhatian.
Yang ada itu saling memperkaya diri, menimbun harta , menzalimi sesama, memfitnah orang lain. Menghakimi orang lain dengan kejam, walaupun yang bersangkutan telah meminta maaf . 
Sekarang mari kita mencoba bertanya pada diri sendiri, tidak usah melihat ke orang lain.
Apakah kita merasa senang saat mengerjakan kebaikan ?  
Apakah kita puas dengan kebaikan yang telah kita kerjakan ?  
Sudahkah kita bersyukur atas perbuatan tersebut ? .
Lalu apakah kita merasa bersedih saat mengerjakan keburukan, atau justru menikmatinya ?
Bila kita saat mengerjakan kebaikan hati kita senang dan saat mengerjakan keburukan hati kita sedih, mudah-mudahan kita termasuk golongan orang yang beriman. Insya Allah. 

Abu Umamah ra. Berkata , “Seorang lelaki bertanya pada Rasulullah saw , “ Ya rasul , apakah iman itu ? “ Rasulullah saw bersabda , “ Kalau kebaikanmu itu membuatmu senang dan kalau kejelekanmu itu membuatmu susah maka engkau seorang mukmin “  HR Ahmad , Tabrani  .

Semoga kita semua bisa menjadi orang yangeriman sesuai dengan harapan Allah dan RasulNya.  Aaaaamiin …. 
Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum …… 

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

Jumat, 02 Juni 2017

TAKUTLAH KEPADA ALLAH .

Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.




Wahai saudaraku  keberadaan kita di dunia ini tidak akan terlepas dari pengawasan Allah. Dia Maha Mengetahui segala apa yang dilakukan oleh kita baik yang nampak maupun yang tidak nampak . 

Dia Maha Mendengar apa yang diucapkan , yang perbincangkan oleh kita. Tak ada satu hurufkun yang terlewatkan. Dan semua itu kelak di akhirat akan ditanyakan semuanya. 

Untuk itu barhati-hatilah sebelum bicara , pikirkan dulu baik-baik. Kalau sekiranya hal itu akan menjerumuskan ke jurang jahanam , maka segeralah urungkan, jangan diteruskan, jangan dilanjut. Tapi kalu sekiranya akan bermanfaat bagi orang banyak dan bisa dijadikan  sebagai amal saleh maka segera lanjutkan, jangan ditunda-tunda. . 

Bagaimanakah agar amal kita sempurna di mata Allah ?  Beramallah dimanapun , kapanpin, dan dengan siapun tanpa ingin atau mengharapkan pujian dari siapapun, cukup hanya Allah saja yang tahu dengan diri anda. Jangan sampai perbuatan anda itu sia-sia. 

Misalnya anda telah bersedekah sebesar  Rp 10juta pada orang lain, lalu anda ceritakan kepada orang lain. Maka anda rugi dua kali. Kerugian yang pertama, amal sedekah anda  ditolak Allah , dan kerugian kedua uang anda hilang Rp 10 juta tanpa bekas. Itulah suatu kebodohan anda. Ini hanya contoh.  

Atau anda  telah melaksanakan shalat wajib, lalu anda ucapkan di status dumay ( FB, Twitter, WA , Instagram dll ), maka amal solat anda hilang ( tidak dicatat ) dan masih banyak contoh lainnya . 

Jadi berhati-hatilah dalam anda berbuat, jangan sampai perbuatan anda menjadi sia-sia, sayang sekali bila hal itu terjadi .  

Wahai saudaraku mari kita simak Hadits berikut ini . Rasulullah saw bersabda ,  
“  Ittaqillaaha haitsumaa kunta wa at bi’is sayyi atal hasanata tamhuhaa wakhooliqin naasa bikhuluqin hasan .”   
Yang artinya , “  Takutlah kamu kepada Allah , dimanapun kamu berada , dan lenyapkanlah amal yang buruk dengan amal yang baik , niscaya amal buruk itu akan terhapus , dan bergaullah kepada manusia dengan budi pekerti yang mulia  “  Al Hadits .  

Dan Rasulullah saw bersabda, “ Kun fid dunyaa ka annaka ghoriibun “  
Yang artinya , “ Hendaklah engkau di dunia itu seperti orang yang mengembara “  HR Bukhari .  

Wahai saudaraku menyimak dari kedua Hadits tersebut maka 

1 .  Handaknya kita hanya takut kepada Allah, janganlah takut kepada siapapun ;  
2. Dimanapun kita berada dan kemanapun kita pergi selalu dalam pengawasan Allah  ;  
3. Tutuplah amal buruk denga memperbanyak amal baik  ;  
4. Bergaul dengan siapapun harus dengan rendah hati   ;  
5. Dunia hanya persinggahan sementara, artinya akan ditinggalkan, maka persiapkan bekal sebanyak mungkin agardalam perjalanan berikutnya gak sengsara  ….  

Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.

Kamis, 01 Juni 2017

KEBAIKAN DAN KEBURUKAN

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.





Wahai saudaraku  Allah telah memberi kta satu perangkat. Dan dengan perangkat itu itulah kelak Allah akan menilai kita . 

Ada satu pengkat yang dianugerahkan Allah kepada setiap manusia. Sungguh alat tersebut bagaikan cermin diri, tidak pernah dusta . Apa yang disampaikannya itu selalu jujur, selalu baik dan tanpa pamrih. 

Wahai saudaraku sudahkah anda tau apakah perangkatitu gerangan ?  Hebatnya peangkat ini adalah seandainya kita belum tahu baik dan buruknya dari ayat2 Al Qur’an dan Hadits, maka alat itu selalu membisikkan kebaikan . Namun sungguh sangat disayangkan kebanyakan dari kita mengabaikannya. 

Perangkat tersebut adalah hati nurani kita.  Hati nurani ini tidak bisa berpisah, mereka selalu bersama, dan saling mempengaruhi.  

Kalau di dalam hati masih banyak bersarang penyakit hati seperti kikir, ego, sombong, jahat, zalim, fitnah, ghibah, bakhil, dsb yang kesemuanya itu dikendalikan oleh syaitan. 

Sedangkan nurani itu selalu mengajaknya pada kebaikan, kebajikan. Karena di dalamnya ada malaikat . Pernahkah kita berupaya memahami nurani kita ? 

Di zaman sekarang ini manusia semuanya masih punya hati, namun sayang nuraninya banyak yang sudah dimatikan oleh dirinya sendiri. Sehingga ucap, sikap dan prilaku yang muncul adalah akhlak syaitan, bukan akhlak malaikat . 

Wahai saudaraku sahabat Wabishah bin Al Ma’bad al Juhanni r.a berkata , 
“ Pernah saya dating kepada Rasulullah saw dan bertanya tentang kebaikan dan do’a . 

Rasulullah saw bersabda, “ Tanyalah pada hati nuranimu . Kebaikan itu adalah yang dengannya jiwamu menjadi tentram dan hatimu menjadi damai . 

Sedangkan kejelekan atau dosa itu adalah dengannya hatimu menjadi gelisah dan engkau tidak suka apabila perbuatan itu diketahui oleh orang lain “  HR Turmudzi dan Ahmad … 

Semoga saja kita semua tidak mematikan perangkat yang telah diberikan oleh Allahehingga kitasenantiasa berada di jalanNya yang benar . Aaaaamiin ….  

Walloohu a’lam bish showab…..
Barakalloohu  fiikum ……  
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuh.