Sabtu, 22 Agustus 2015

PERTANGGUNG JAWABAN AMAL PERBUATAN KE 1 ( QS 101 : 6 - 7 )

TIMBANGAN AMAL  (  MIIZAN  ) .   ( QS 101 : 6 – 7 )  Ke 1

Allah swt berfirman di dalam QS Al Qaari’ah ayat  6 – 7  yang berbunyi sebagai berikut

Fa ammaa man tsaqulat mawaa ziinuh  --  fahuwa fii ‘iisyatin raadhiyah .  ( QS 101 : 6 - 7  )

Maka adapun orang yang berat timbangan ( kebaikan ) nya  --  maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (  senang  ) .  ( QS 101 : 6 – 7 )

Melalui kedua ayat ini Allah swt menjelaskan tentang ganjaran bagi orang-orang yang melakukan amal kebajikan yang diridhai olehNya. 

Memangnya ada yang yang berbuat kebajikan itu tidak mendaptkan ridhaNya ? Dan kalau iya ada yang macam mana yang itu ?

Jelas ada ! Yaitu orang-orang yang merasa dirinya berbuat kebajikan, menegakkan agama Allah, menasehati orang lain, berpakaian yang berlebihan agar dirinya layaknya seorang alim. 

Semua yang dilakukannya itu agar mendapatkan pujian dari orang banyak, agar dihormati, dihargai dan disebagi sebagai orang alim, orang yang berilmu. Jadi apa yang dilakukannya bukan karena Allah.

Perlu diketahui hanya amal kebajikan yang diridhai Allah sajalah yang bisa diterima Allah, yaitu apa yang dilakukannya itu hanya karena Allah semata dan untukNya, 

Ia tidak mengharapkan imbalan apapun tentang urusan dunia, ia hanya mengharapkan rahmatNya dan ridhaNya saja. Ia hanya berharap apa yang dilakukannya bisa diterima olehNya. 

Dan untuk kelanjutannya ia serahkan kepadaNya. Ketetapan apapun untukNya ,diterimanya dengan ikhlas, walaupun situasi dan konsinya itu bertentangan dengan selera dan harapannya. 

Tujuannya hanya satu kelak saat meninggal bisa dalam keadaan khusnul khatimah, rezeki yang didapatkan agar selalu mendapatkan keberkahan dariNya, saat berada di akhirat bisa bertemu denganNya dan disambut olehNya dengan suka cita. 

Selain itu ia hanya berharap bisa bertemu dengan kekasihNya, utusanNya yaitu Nabi Muhammad saw dan bisa selalu dekat dengan beliau.

Alangkah gembiranya mereka di hari kiamat segala proses dapat dilaluinya dengan mudah dari mulai mengalami kematian, lalu, keberadaannya di alam kubur, saat terjadinya hari kebangkitan, hari hisab utk pertanggung jawaban, terus miizan, ditimbangnya amal semua amal perbuatan, diterimanya kitab dengan tangan kanan, lalu saat menyebarngi jembatan sirathal mustaqim sampai mencapai tujuan akhir, semuanya dimudahkan, dilancarkan. Dan itu semua berkat bantuan dan perlindungan dari Allah swt .

Sungguh ia benar-benar menjadi manusia yang beruntung di sisiNya. Segala kepahitan hidup, kesengsaraan dan penderitaan hidup, segala musibah, segala ujian dan cobaan yang telah dialaminya selama hidup di dunia, telah tergantikan dengan kegembiraan, suka cita, kenikmatan dan kebahagiaan yang luar biasa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinganya, dan belum pernah dirasakan oleh hatinya .

Semoga saja kita semua akan mendapatkan seperti apa yang digambarkan seperti di atas. Namun tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan . Penuh dengan ujian dan cobaan dari Allah. Bila kita semua menerima dengan ikhlas apa yang terjadi pada diri kita dan kita tetap konsekuen dan konsisten di dalam beribadah kepadaNya, mudah2an atas izin, barakah, rahmat dan ridhaNya, apa yang digambarkan di atas bisa terwujud dan bisa kita peroleh. Aaaaamiin Yaa Rabbal’aalamiin . 

PERTANGGUNG JAWABAN AMAL Ke 2 ( QS 101 : 8 -- 11 )

TIMBANGAN AMAL  (  MIIZAN  ) .   ( QS 101 : 8  -  11 )  Ke  2

Apa jadinya bila kita semua berprilaku buruk selama hidup di dunia ?
Allah swt berfirman di dalam QS Al Qaari’ah ayat  8  -  11  yang berbunyi sebagai berikut

Wa ammaa man khaf fat mawaa ziinuh  -- fa ummuhuu haawiyah – wa maaaa adraaka maa hiyah  --  naa run haa miyah . ( QS 101 : 8 – 11 )

Dan adapun orang yang ringan timbangan ( kebaikan ) nya – maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah --  Dan tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu ?  --  ( Yaitu ) api yang sangar panas . ( QS 101 : 8  -  11  )  .

Setelah kita mengetahui kenikmatan apa yang diterima oleh orang-orang yang tunduk,patuh dan taat kepada Allah. Lalu bagaimanakah bagi orang-orang yang kebalikan dari perbuatan mereka ? Apakah mereka juga akan bisa menerima kenikmatan yang sama dengan mereka ?

Pada ayat 8 dan 9 ini Allah swt menjelaskan bagaimanakah nasib orang-orang yang telah berbuat jahat, berbuat zalim terhadap sesamanya, berprilaku buruk. 

Begitu amal perbuatannya ditimbang ternyata kebaikannya hanya sedikit sekali, sehingga berat timbangannya condong ke arah kiri, artinya timbangan yang sebelah kiri lebih berat daripada sebelah kanan. Maka kitab-kitab amalnyapun diterima olehnya dari Allah dengan tangan kiri. 

Dan yang paling menyedihkannya adalah saat Allah memberikan kitab-kitab itu mukanya membelakanginya , artinya Dia sudah tidak mau mengakui mereka. Dan Allah sudah menyediakan bagi mereka tempat yang paling buruk yaitu Neraka Hawiyah.

Kemudian mengapa Allah sebelum menjelaskan Neraka Hawiyah itu bertanya, dengan kalimat pertanyaan apakah Neraka Hawiyah itu ? Barangkali di antara orang-orang kafir, musyrik dan munafik tau jawabannya ? Ternyata semuanya tidak ada yang bisa menjawab, kecuali hanya Allah sendiri yang bisa menjelaskannya.

Neraka Hawiyah itu menurut penjelasan Allah adalah sebuah tempat yang disediakan Allah untuk orang-orang yang ketika berada di dunia, ketika masih hidup di dunia, selalu berbuat jahat, sikap dan prilakunya buruk, sering menzalimi orang lain, banyak berbuat fitnah, kikir, bakhil, sombong, egonya tinggi, selalu bermegah-megah, senang berbuat ghibah, dan mencela orang lain, senang menimbun harta benda, tidak punya rasa peduli terhadap sesamanya dan lain-lainnya yang sejenis. 

Tempat ini berisi api yang menyala-nyala dan pastinya panas, panasnya api di dunia itu masih belum seberapa bila dibandingkan dengan panasnya api neraka. Allah menjelaskan bahwa bila semua api yang ada di dunia ini dikumpulkan menjadi satu itu masih belum seberapa panasnya bila dibandingkan dengan panasnya api Neraka Hawiyah.  

Di dunia saja kita kalau disuruh memegang api tidak mau, takut hangus , gosong atau terbakar. Akan tetapi anehnya banyak di antara kita yang senang bermain api seperti korupsi, manipulasi, merampok, menggarong, membegal, berzina, menipu, berjudi, menjalani riba, meminum khamar ( arak ) yang memabukkan dan sejenisnya . 

Di dalam berdoa minta agar diselamatkan oleh Allah, namun sikap dan prilakunya justru supaya dirinya agar celaka, dan Allah menjauhi dirinya . 

Dikasih agama oleh Allah, tidak mau dipelajarinya dan dijalaninya , bahkan dilalaikannya . Di kasih kitab Qur’an tidak mau dipelajarinya , bahkan yang diperdalam kitab2 buatan manusia seperti buatan nenek moyangnya. 

Dipilihkan oleh Allah seorang utusan, Rasul , Nabi Muhammad untuk menjelaskan ayat-ayatNya, untuk memperingatkan manusia, dan memberikan berita gembira bagi manusia, tidak diperhatikannya, dianggapnya itu hanya dongengan kuno. 

Itulah sebagian prilaku buruk yang telah dilakukan manusia sehingga mengakibatkan amal buruknya itu lebih banyak daripada amal kebajikannya.  

Oleh karena itu setelah mereka mengetahui bahwa dirinya akan dimasukkan ke Neraka Hawiyah, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, mereka tidak ada penolong maupun pelindung dari manapun dan dari siapapun termasuk Allah pun tidak mau membantunya. Dan mereka kekal berada di tempat tersebut selamanya .

Itulah bagian terakhir dari surat Al Qari’ah. Surat ini disampaikan Allah untuk kita semua bukannya untuk menakut-nakuti kita semua, namun untuk peringatan agar kita jangan sampai masuk ke tempat tersebut. 

Itulah sebagian Kasih Sayang Allah yang diberikan kepada kita semua. Mengapa ini dilakukan oleh Allah ? Karena Dia sudah berjanji di hadapan para malaikat bahwa Dia akan menciptakan Khalifah di muka bumi, untuk mengisi bumi, untuk menghiasi bumi, untuk memelihara alam yang ada, sebagai makhluk yang paling mulia di dunia. 

Untuk itu agar kemuliaan bisa tetap terjaga, terpelihara, maka Allah sudah menyiapkan aturannya yang terhimpun di dalam Al Qur’an. 

Al Qur’an inilah yang harus dipelajari oleh manusia dan dijadikan sebagai pedoman, dan penuntun hidup. Karena hanya Al Qur’an lah yang bisa memberikan petunjuk yang benar. 

Bila Al Qur’an itu isinya diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari, maka akan tercipta suatu kondisi yang aman, tentram, damai, sejahtera dan adil. 

Itulah mengapa sekarang kehidupan ini semakin kacau, hukum disepelekan, jabatan banyak yang disalah gunakan, bahkan agama sudah mulai digunakan untuk kebutuhan duniawi, bukan untuk kebutuhan ukhrawi, penipuan, perampokan, begal, kekacaun, perzinahan, perkosaan banyak terjadi dimana-mana, perjudian, narkoba, korupsi, manipulasi tumbuh amat subur. 

Yang berkuasa semakin gigih mengembangkan kekuasaannya, yang kuat menggunakan kekuatannya untuk berbuat zalim terhadap sesama, yang kaya harta semakin kikir, dan bakhil, yang miskin semakin sengsara dan menderita , rakyat kecil semakin terkucil, anak-anak yatim banyak yang terlantar. 

Sumber daya alam yang seharusnya dimanfaatkan untuk orang banyak, sayangnya hanya dimanfaatkan untuk sekelompok orang-orang tertentu saja. 

Alam seharusnya diperlakukan dengan baik  agar bisa memberikan pelayanan kepada manusia dengan baik, malah dirusak. 

Sudah banyak manusia yang menentang kodrat alam hanya mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologinya itu segalanya bisa diatasi dengan mudah.  

Seringkali terjadinya bencana alam itu seperti badai Tsunami, gempa bumi, angin putting beliung dan angin topan, meletusnya gunung berapi . Itu semua sebagai peringatan dari Allah buat manusia, namun sayangnya dianggapnya hanya kejadian alam saja. 

Seharusnya manusia semakin sadar dan mulai mendekatkan diri kepada Allah, tapi yang terjadi malah sebaliknya semakin menjauhi Allah, hidupnya semakin sesat. 

Kebanyakan manusia lebih memilih jalan yang sesat dan menyesatkan daripada memilih jalan yang benar yang akan membuatnya selamat dan berbahagia baik di dunia dan di akhirat.

Semoga saja hikmah dari surat Al Qari’ah ini telah menyadarkan kita dari prilaku yang tidak disukai Allah, membukakan hati kita yang selama ini telah tertutup rapat. 

Dan Allah memberikan taufikNya, hidayahNya, inayahNya dan maunahNya buat kita semua, sehingga kita bisa kembali ke jalan yang benar.  Bagi yang sudah beriman menjadi semakin ditingkatkan lagi keimanannya. 

Aaaaamiin Yaa rabbal’aalamiin.

Subhanakllahumma wabihamdika asyhadu anlaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa’atuubu ilaik.  Rabbanaa aatina fid dunyaa hasanah wafil aa khirati hasanah waqinaa adzaaban naar . Walhamdulillaahi rabbil’aalamiin 

GAMBARAN TENTANG PERISTIWA HARI KIAMAT . ( QS 101 : 4 – 5 )



GAMBARAN TENTANG PERISTIWA HARI KIAMAT .  ( QS 101 : 4 – 5 )

Allah swt berfirman di dalam QS Al Qaari’ah ayat  4 – 5  yang berbunyi sebagai berikut

Yauma yakuunun naasu kal faraasyil mab tsuuts  --  watakuunul jibaa lu kal ihnil manfuusy . ( QS 101 : 4 – 5 )

Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan  --  dan gunung – gunung seperti bulu yang dihamburkan .

Sungguh amat sulit sekali menggambarkan tentang hakikat Kiamat ( Al Qaari’ah ). Maka Allah menggambarkan manusia saat terjadinya kiamat itu, seperti laron yang beterbangan mengitari lampu yang menyala, berputar – putar di situ saja. 

Ini suatu gambaran bahwa manusia pada saat itu dalam keadaan kebingungan. Bingung untuk menyelamatkan diri. Masing – masing manusia sudah lupa pada keluarganya, hal itu saking bingungnya, mau lari ke mana dan mau sembunyi di mana. 

Sungguh saat itu sudah tidak ada tempat untuk bersembunyi dan untuk berlindung. Manusia bertebaran di mana-mana, lari serabutan kesana kemari tak tentu arah dan tujuannya, bingung mereka harus berbuat apa, dan apa yang harus dikerjakannya agar selamat. Dan kenapa mereka semuanya dikumpulkan di satu tempat yaitu padang Mahsyar .

Bukan hanya manusia yang lari serabutan gak tentu arah dan tujuannya, gunung – gunungpun yang biasanya berdiri kokoh menjulang ke langit, mendadak hancur lebur. 

Anda bisa melihat peristiwa saat gunung berapi meletus, bagaimana hebatnya letusan itu, apa yang keluar dari puncak gunung tersebut, pasti anda akan merasa takut dan ngeri. 

Dan dalam peristiwa Kiamat semua gunung akan hancur lebur bagaikan debu. Dan debu tersebut seperti bulu yang halus, lalu diterbangkan oleh angin. 

Gunung – gunung saja hancur, lalu bagaimana keadaan manusia yang semuanya bertubuh lemah . Allah pun menjelaskan beberapa ayat di dalam Al Qur’an sepertiberikut ini :

FirmanNya di dalam QS An naml ayat 88  yang berbunyi :

Wataral jibaala tah sabuhaa jaa midatan wahiya tamurru marras sahaab . ( QS 27 : 88 )

Dan engkau akan melihat gunung – gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan ( seperti ) awan berjalan . ( QS 27 : 88  ) .

Firman Allah di dalam QS Al Muzzammil ayat 14 yang berbunyi

Wakaa natil jibaa lu katsii ban mahiila . ( QS 73 : 14 )

Dan menjadilah gunung – gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan . ( QS 73 : 14 )

Firman Allah di dalam QS An Nabaa ayat 20 yang berbunyi

Wa suyyiratil jibaa lu fakaa nat saraaba . ( QS 78 : 20 )

Dan gunung – gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana . ( QS 78 : 20 )

Itulah beberapa ayat di dalam Qur’an yang menjelaskan tentang gunung – gunung ada yang bergerak atau berjalan , ada yang seperti pasir yang dicurahkan dan adapula yang seperti fata morgana. 

Sedangkan dalam peristiwa Kiamat lebih dahsyat dari itu semua. Gunung-gunung hancur lebur seperti debu , lalu beterbangan , atau berhamburan seperti bulu yang halus tertiup angin , debu itu akan bergerak sesuai dengan kehendak Allah .

Semoga saja  dengan gambaran peristiwa Kiamat ini, melalui ayat-ayatNya dapat menyadarkan kita, agar kita dapat membuka hati kita masing-masing, agar segera menjadi sadar diri, koreksi diri dan banyak-banyak mengkaji diri serta mawas diri , apakah kita masih tetap akan berbuat yang biasa kita kerjakan atau akan segera berubah sikap dan prilakunya. 

Semua itu tergantung kepada pribadi kita masing – masing. Allah akan merubah siapapun , bila dirinya mau berubah. Akan tetapi bila dirinya tidak mau berubah, maka Allah akan membiarkan dirinya hidup dalam kesesatan dan kehinaan, sampai ajal menjemputnya ( kiamat kecil ) sebelum datang kiamat yang besar .

Subhanakallaahumma wabihamdika asyhadu anlaa ilaa ha illallaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik. Allahumma anta Rabbi laa ilaaha illa anta khalqtanii, wa ana abduka wa ana ‘alaa ahdika wa wa’dika mastatha’tu , a’uudzubika min syarri ma shana’tu abuu u laka bini’matika ‘alaiyya wa abuu u bidzambii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuba illa anta birahmatikaa yaa arhamarraahimiin. 

Aaaamiin Yaa Rabbal’aalamiin

MENGAPA MEMBERI NAMA SURAT INI AL QAARI’AH YANG ARTINYA KIAMAT ? ( QS 101 : 1 – 3 )

MENGAPA MEMBERI NAMA SURAT INI  AL QAARI’AH YANG ARTINYA KIAMAT  ?

Allah swt berfirman di dalam QS Al Qaari’ah ayat  1 – 3  yang berbunyi sebagai berikut

Al qaari’ah  --  Mal qaari’ah --  wa maaa ad raaka mal qaari’ah .  ( QS 101 : 1 – 3 )
Hari Kiamat  --  Apakah Hari Kiamat itu  ?  --  Dan tahukan kamu apakah Hari Kiamat itu ?

Qaari’ah itu artinya ketukan kemudian di samakan dengan Kiamat. Jadi Qaari’ah itu nama salah satu dari Kiamat, sedangkan nama-nama lainnya yang artinya Kiamat adalah Al Haaqqah , asy Syaakhkhah , at Taammah  dan al Ghaasyiyah.

Hari Kiamat disebutnya Al Qaari’ah karena hari tersebut adalah hari yang menggetarkan, yang mengerikan, yang menakutkan bagi setiap orang yang melihatnya karena saking dahsyatnya peristiwa yang terjadi di hari Kiamat

Qaari’ah juga bisa disebutkan suatu bencana yang amat hebat sebagaimana firman Allah di dalam QS ar Ra’d ayat 31 yang berbunyi

Walaa yazaalul ladziina kafaruu tushiibuhum bimaa shana’uu qaari’ah . ( QS 13 : 31  )
Dan orang – orang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri  .

Maksud dari ayat ini adalah mereka , orang-orang yang tidak mau mematuhi perintah Allah, tidak mau mentaatiNya dan tidak mau tunduk kepadaNya akan ditimpa bencana dan malapetaka yang amat hebat , yang akan menyakiti tubuh mereka, sehingga yang keluar dari mulutnya hanya kata-kata keluhan, saking ngerinya peristiwa kiamat tersebut .

Kemudian di ayat yang ke dua Allah menjelaskan Hari Kiamat itu dalam bentuk pertanyaan agar mendapatkan perhatian yang besar dari manusia. Karena peristiwa kengerian, kedahsyatan hari Kiamat itu tidak ada yang bisa menjelaskan, tidak bisa dibayangkan, kecuali hanya Allah. 

Karena pada hari Kiamat tersebut terjadi huru hara yang hebat. Masing masing manusia tidak akan memkirkan nasib orang lain, keuarganya, akan tetapi sibuk untuk menghindari kedahsyatan Kiamat tersebut agar tidak akan menimpa dirinya.

Sebenarnya di hari Kiamat tersebut, apa yang terjadi pada mereka itu adalah akibat perbiuatan mereka sendiri. Apa yang dulu diragukan, yang tidak dipercaya, sekarang dibuktikan kebenarannya. 

Yang dulu ketika berada di dunia banyak berbuat zalim, berbuat keburukan atau kejahatan , mereka akan mengalami peristiwa yang mengerikan, sedangkan mereka yang beriman kepada Allah dan mengikuti petunjuk RasulNya akan selamat, mendapatkan perlindungan dari Allah karena amal saleh yang telah mereka kerjakan dapat membantu dirinya .

Semoga saja  dengan gambaran peristiwa Kiamat ini, melalui ayat-ayatNya dapat menyadarkan kita, agar kita dapat membuka hati kita masing-masing, agar segera menjadi sadar diri, koreksi diri dan banyak-banyak mengkaji diri serta mawas diri , apakah kita masih tetap akan berbuat yang biasa kita kerjakan atau akan segera berubah sikap dan prilakunya. 

Semua itu tergantung kepada pribadi kita masing – masing. Allah akan merubah siapapun , bila dirinya mau berubah. Akan tetapi bila dirinya tidak mau berubah, maka Allah akan membiarkan dirinya hidup dalam kesesatan dan kehinaan, sampai ajal menjemputnya ( kiamat kecil ) sebelum datang kiamat yang besar .


Subhanakallaahumma wabihamdika asyhadu anlaa ilaa ha illallaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik. Allahumma anta Rabbi laa ilaaha illa anta khalqtanii, wa ana abduka wa ana ‘alaa ahdika wa wa’dika mastatha’tu , a’uudzubika min syarri ma shana’tu abuu u laka bini’matika ‘alaiyya wa abuu u bidzambii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuba illa anta birahmatikaa yaa arhamarraahimiin. 

Aaaamiin Yaa Rabbal’aalamiin .

Jumat, 21 Agustus 2015

AKIBAT ORANG YANG LEBIH MENCINTAI DUNIA DARIPADA AKHIRAT ( QS 102 : 6 – 8 )



AKIBAT ORANG YANG LEBIH MENCINTAI DUNIA DARIPADA AKHIRAT   
( QS 102 : 6 – 8 )

Allah swt berfirman di dalam QS At Takatsur ayat  6  -  8  yang berbunyi sebagai berikut

Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim --  kemudian kamu benar – benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri --  kemudian kamu benar – benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan ( yang megah di dunia itu ) . 
( QS 102 : 6 – 8 )

Setelah menjelaskan bahayanya tentang membangga-bangga dengan apa yang telah diraih atau dimiliki oleh seseorang atau kelompok atau golongan. 

Kemudian Allah memberikan tentang gambaran isi dunia yang penuh dengan tipu muslihat, penuh dengan keburukan, kejahatan, kemunafikan, kemusyrikan, serta tentang masalah kematian. 

Kemudian Allah bertanya lagi kepada manusia apa lagi yang sebaiknya dilakukan buat manusia oleh Dia, apakah masih kurang ? kalau kurang dimana letak kekuranganNya ? Atau apakah ada yang salah dalam menyampaikan firmanNya ? Kalau salah dimana letak kesalahanNya ? Kemudia apa yang harus Dia lakukan terhadap manusia agar manusia mau mengikuti apa yang difirmankanNya ?

Dan di ayat 6 – 8 ini Allah barulah memberikan gambaran tentang akibat yang akan diterima oleh para pembangga diri, yang telah terpedaya oleh urusan dunia , para penggemar dengan urusan dunia dan yang menyepelekan masalah kematian . Ini merupakan bagian terakhir dari surat At Takatsur yaitu

Mereka akan ditimpa azab di akhirat dan disiksa di dunia dihinakan baik di dunia maupun di akhirat. Dan mereka akan melihat langsung dengan mata kepala sendiri. Akibat apa yang akan diterima oleh mereka, yang dulu tidak percaya sekarang dibuktikan bahwa janji dan ucapan Allah itu benar adanya.

Mereka masing-masing akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dilakukannya selama hidup di dunia, dari setiap butir nasi ataupun makanan yang masuk ke perutnya, dari setiap kata yang masuk ke telinganya, dari setiap perbuatan yang dilakukan oleh tangannya, dari setiap kata yang diucapkan oleh mulutnya, dari setiap udara yang dihirup oleh hidungnya, dari setiap hasil pemikiran otaknya, dari setiap rasa yang timbul di hatinya, dari setiap pandangan yang terlihat oleh matanya, dari setiap langkah kakinya. Dari setiap tulisan yang dibuatnya. Semuanya tidak ada yang terlewatkan dari yang terkecil sampai ke yang terbesar, dari yang Nampak sampai yang tersebunyi, tidak ada yang terlewatkan sama sekali .

Yang baik akan dibalas dengan kebaikan walaupun hanya sebesar zarah, dan yang burukpun akan dibalas dengan keburukan sesuai dengan apa yang telah dilakukannya walau hanya sebesar zarah. Yang baik akan mendapatkan tempat terbaik dan yang buruk akan mendapatkan tempat terburuk.

Semoga saja uraian ini bermanfaat buat kita semua dan semoga saja kita semua bisa menjadi manusia yang pandai bersyukur untuk mensyukuri segala nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepada kita semua. 

Semoga saja kiat semua selalu dibimbing oleh Allah dituntun dan diberi petunjuk olehNya agar kita selalu berada di jalanNya, jalan yang diridha olehNya, sehingga kita akan memperoleh keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 

Aaaamiin Yaa Rabbal’aalamiin .