Rabu, 11 September 2019

PENTINGNYA HIDAYAH .



Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim.  Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin  . 
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha , haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;

Allah swt hanya akan memberikan hidayah kepada orang2 yang Dia kehendaki .

Banyak orang yang tahu bahwa dirinya itu salah. Dirinya itu tahu bahwa yang datang itu adalah kebenaran dari Allah . Tapi untuk merubah dirinya saja nggak mampu. Itulah pelunya hhidayah.

Banyak orang yang ingin kembali ke jalan yang benar yang bisa membikin dirinya bahagia. Tapi sayang nggak mampu melakukannya. Itulah perlunya hidayah.

Sedekah itu besar pahalanya dan semua orang tahu bahwa itu benar. Tapi sayang hanya beberapa gelintir orang saja yang mamPu melakukannya. Itulah perlunya hidayah.

Mengapa banyak orang yang berbuat kerusakan di muka bumi ? Karena mereka belum mendapatkan hidayah.

Oleh karena itu janganlah kita bosan meminta hidayah kepada Allah .

Siapa tahu Allah mendatangkan hidayah setelah anda menyingkirkan sebuah paku yang ada di keramaian jalan .

Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi .

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Senin, 09 September 2019

HIKMAH SEHAT DAN HIKMAH SAKIT .


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim.  Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin  . 
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha , haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;

Sesungguhnya sehat dan sakit itu amat baik bagi kita semua .
Apalagi bilakita sudah meyakini bahwa sehat dan sakit itu dari Allah swt .

Dalam kehidupan antara sehat dan sakit  akan mendatangi kita secara bergiliran .

Bila sehatnya kita menerima maka saat Allah memberi kita sakit maka harus diterima .

Pada umumnya pada saat sehat banyak manusia yang melupakan Allah swt .

Dianggapnya bahwa apa yang terjadi terhadap dirinya itu adalah sudah kehendak alam .

Memangnya alam bisa mengatur manusia ?  Alam itu siapa yang merubah malam jadi siang.

Dan siapa yang mampu menubah siang jadi malam ?
Siapa yang membuat jantung kita berdegup ? Siapa yang menggerakkan paru paru kita untuk menghirup uadara bersih dari luar tubuh dan membuang udara kotor dari dalam tubuh ?

Bila hal direnungi maka kita akan semakin mengenal Allah dan semakin dekat denganNya.

Disaat kita sakit, tanpa ada yang mengatur, segera ambil uang lalu ergi ke dokter.

Kemudian beli obat di apotik. Bila masih belum sembuh, lalu kke dokter lagi, beruang ulang.Dan belum juga sembuh baru tanpa sadar keluar dari mulut tanpa ada yang mengajari kata kata YA ALLAH …. YA ALLAH ….. YA ALLAH ……

Mengapa Allah memberi kita sakit ? Agar kita tahu betapa berharganya nikmatnya sehat .

Bila dilihat dari mata lahir sakit itu sesungguhnya menyengsarakan dan membuat menderita.

Sakit bila dilihatnya dengan mata batin maka akan mendapatkan hikmah yang positip .

Bila kita sakit maka Allah cabut wajah ceria kita , dan akan berubah menjadi merengut, cemberut, suram. Tapi bila sudah sembuh dari sakitnya, maka Alah kembalikan semuanya itu .

Bila kita sakit maka Allah cabut selera makan dan minum kita, semua yang masuk ke mulut terasa pahit dan hambar. Tapi saat sembuh dari sakit semua itu Allah kembalikan .
Bila kita sakit maka Allah cabuti semua dosa dosa kita . Dan begitu kita sembuh tidak Allah kembalikan semua yang tadi dicabutinya. Allaahu Akbar. Subhanallah .

Coba renungkan kurang apa kebaikan Allah terhadap kita . Apakah tidak punya rasa malu pada Allah saat sakit banyak menyebut nama Allah, atau paling tidak berharap agar penyakitnya segera diangkat.

Tapi setelah sembuh lupa semua kejadian itu, seolah olah tidak pernah terjadi apapun dan kembali lagi akhlaknya seperti sebelum menderita sakit. Astaghfirullah .

Semoga saja kita semua tidak berbuat  seperti ini agar kita semua tidak terkena murkanya Allah swt.

Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi .

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Sabtu, 07 September 2019

UMAT dan RASULULLAH SAW



Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim.  Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin  . 
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha , haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;

Abu Umamah ra berkata  , “ Seorang laki – laki bertanya , “ Ya Rasulullah saw , apakah iman itu “

Rasulullah swt menjawab , “ Kalau kebaikanmu itu membuat senang dan kalau kejelekanmu itu membuatmu susah maka engkau seorang mukmin “

HR Ahmad dan Tabrani .

Wahai saudaraku masih banyak orang yang keliru mengukur keimanan diri pribadi .
Keimanan hanya dipahami sebatas ritual semata .

Artinya  yang dikatakan ibadah itu bila mengikuti kegiatan di Masjid, mushala, tajug, surau , mendengarkan pengajian , marhabanan, tahlilan dsb, itulah ibadah. Selain dari yang disebutkan itu dianggapnya bukan ibadah . Ini salah besar.

Menyampaikan kebenaran di warung kopi, di café, di pasar , di kantor , di sawah dst itu dianggapnya bukan ibadah , hanya sebatas obrolan biasa .  Inilah pendapat yang SALAH BESAR , makanya perlu diluruskan.

Yang diaksud dengan ibada  itu adalah bilsa sesuatu yang akan dikerjakan [ walau hanya terenyum ] diniatkan karena Allah dengan mengikuti tuntunan Rasul-Nya .

Wahai saudaraku kita semua sebagai hamba Allah itu merupakan makhluk individu juga sekaligus makhluk sosial .

Sebagai makhluk individu terjalinnya hubungan antara diri dengan Allah swt . Dan sebagai  makhluk sosial adalah terciptanya hubungan antara sesama manusia .

Sekarang coba renungkan oleh kita semua bagaimana lisan kita , sikap kita, prilaku kita sebagai makhluk social , apakah ini diperhatikan oleh kita ?

Janganlah kita hanya fokus bekerja, cari uang saja  ! Bersilaturahmi , saling berbagi , menolong orang yang susah , menyantuni anak-anak yatim juga itu sebagai prilaku sosial .

Sekarang marilah kita bertanya pada diri sendiri apakah kita merasa senang ketika kita mengerjakan kebaikan ?

Dan juga apakah kita merasa sedih dan kecewa serta takut saat kita mengerjakan keburukan, kezaliman ?

Bila semuanya dijawab IYA  , maka Insya Allah kita semua termasuk golongan orang – orang mukmin . Termasuk orang – orang yang disukai oleh Allah swt dan RasulNya .

Sebaliknya bila kita merasa nikmat berbuat maksiat , kita senang saat bicara dusta , kita nikmat memfitnah orang lain, kita gembira menzalimi orang lain dsb,  berarti kita bukan termasuk umatnya Nabi Muhammad saw .

Oleh karena itu saudaraku , mari kita mulai dari sejak saat ini untuk merubah sikap dan prilaku kita yang sekiranya akan menjerumuskan kita kepada akhlak yang buruk, segera tinggalkan.

Dan gantikan dengan sikap sopan , santun, berkahlak yang baik , dermawan  atau tidak kikir dsb .

Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi .

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

JANGAN SALAH PILIH .


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim.  Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin  . 
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha , haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;

Hidup di dunia ini kita hanya menghadapi dua pilihan yang saling bertolah belakang .

Itulah mengapa Alla swt menurunkan al Qur’an  ?  Tujuannya adalah agar kita bisa membedakan antara segala sesuatu yang saling bertolah belakang.

Bila sudah tahu kedua duanya, maka kita tinggal memilih salah satu dari kedua hal tersebut.

Apa yang dipilih oleh kita itulah yang akan kita nikmati dimasa masa mendatang, bahkan sampai ke akhirat .

Namun sayangnya di zaman yang semakin modern dan teknologi semakin canggih ini . Manusia pada umumnya lebih memilih jalan yang salah daripada jalan yang benar .

Diberi Al Qur’an untuk diplajari, enggan untuk mempelajarinya, sehingga hidunya selalu dalam kesesatan.

Dikasih rezeki yang halal ditolak karena hasilnya sedikit . Tapi ditawari rezeki yang haram[ hasil korupsi, manipulasi, menipu, merampok dan sejenisnya ] diambilnya karena hasilnya besar .

Diberi pahala yang baik oleh Allah ditolaknya, tapi dikasih ancaman azab dan siksa oleh Allah justru itu yang diambil.

Ditawari surga mau banget, tapi setelah diajukan persyaratan untuk masuk surga, justru berbalik arah.

Ditawari neraka nggak mau, takut, ngeri. Tapi justru lisannya, sikap dan prilakunya justru mendekatkan dirinya ke neraka.

Rasulullah Saw Bersabda :
“Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
(HR.Muslim dan Ahmad)

Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh
Rasulullah bersabda,
“Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.”
(HR.Muslim) .

Raasulullah saw bersabda bahwa bila ingin melihat orang-orang Islam maka kunjungilah tampat dimana sedang melaksanakan shalat Idul Fitri dan Idul Adha .

Namun bila ingin melihat orang-orang yang beriman, maka kunjungilah masjid atau musholla apakah tempat itu sepenuh seperti melaksanakan shalat Jum’at .

Dari sini saja sudah tergambarkan bahwa mayoritas manusia itu lebih menyukai dunia daripada akhirat .
Lebih senang dengan kesibukan dunianya daripada kesibukan akhiratnya .

Namun bagi mereka yang cerdas, mereka selalu dalam setiap geraknya itu disamping mencari untuk ursan dunianya namun juga dibarengi persiapan bekal hidup untuk akniratnya .

Kuncinya ada di dalam niat. Artinya bila kita akan berbuat sesuatu maka niatkan karena Allah dengan mengikuti tuntunan RasulNya , maka setiap gerak kita adalah pahala untuk akhirat. Dan hasilnya untuk dunia kita .

Karena diniatkan karena Allah swt, maka segala geraknya juga yang disukai oleh Allah , bukan berarti semaunya sendiri.

Mengikuti tuntunan Rasulullah saw artinya segala apa yang telah disabdakan oleh beliau dipatuhi, ditaati .

Karena apa yang dianjurkan oleh beliau berarti diridoi oleh Allah swt . Dan apa yang dilarang oeleh beliau , maka Allah pun melarang perbuatan tersebut.

Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi .

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

SHALAT YANG DITERIMA OLEH ALLAH .


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillaahirrahmaanirrahiim.  Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.

Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’iin  . 
Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadz dzoolimiin.
Ya ayyuhal adziina aamanut taqullooha , haqqo tuqootihi wa antum muslimuun
Amma ba’du ;

Rasulullah Saw Bersabda  ,
“ Dalam Hadits Qudsi, Allah berfirman,
”Bahwasanya Aku menerima shalat hanya dari orang yang bertawadhu dengan shalatnya kepada keagungan-Ku, yang tidak terus menerus mengerjakan perbuatan dosa, menghabiskan waktunya sepanjang hari untuk berdzikir kepada-Ku, bersikap kasih sayang kepada fakir miskin, ibn sabil, janda, serta mengasihi orang yang mendapat musibah.”
(HR. Al-Bazzar) .

Melalu Hadist Qudsi ini Allah swt memberitahukan kepada kita semua bahwa semua orang bisa melaksanakan shalat untuk memenuhi perintahNya.

Namun tidak semua orang shalatnya diterima olehNya . Kenapa ?  Ternyata ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi .

Hal ini justru tidak diketahui oleh banyak orang, kecuali bagi merekayang gemar membaca buku2 agama, rajin datang ke majelis taklim.
Atau bergaul dengan orang-orang soleh yang sudah banyak mendalami masalah agama .

Bila shalat kita ingin diterima oleh Allah maka kita harus….

1.Memiliki sifat [ berjalan di muka bumi ini ] tawadhu [ rendah hati ], dilarang sombong , walaupun sombongnya itu hanya sebesar zarah ;

2.Mengagungkan Allah , merasa hina di hadapan Allah . Dilarang membanggakan amal ibadah kita. Memandang rendah orang lain yang kurang ibadahnya atau kepada mereka yang tidak ibadah ;

3. Berusaha menekan perbuatan buruknya , dan meningkatkan perbuatan baiknya. Hindari segala perbuatan yang menjurus kepada dosa ;

4. Siang dan malam selalu ingat Allah , bukan hanya dalam berdzikir saja tapi setiap akan melakukan perbuatan ingat dulu kepada Allah benar atau salah perbuatan ini. Bila Allah suka maka lanjutkan dan bita Allah tidak suka, maka jangan dilanjutkan. Itulah yang dimaksud berdzikir sepanjang waktu, siang dan malam  ;

5. Menyantuni anak2 yatim, menolong fakir miskin, membantu mereka yang membutuhkan bantuan semampunya bila kita melihatnya . Bila kita masa bodoh, maka jelas shalat kita ditolak oleh Allah swt ;

6. Membantu janda, juga semampu kita apakah dengan cara Cuma-Cuma ataukah member pinjaman tanpa bunga namun bisa menghidupi mnya hingga bisa mandiri .
  
Wallaahua’lam .
Subhanakalloohuma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaihi .

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .