Sabtu, 30 Maret 2019

PERBEDAAN ANTARA PENGHUNI DUNIA DAN AKHIRAT


Assalamu'alaikum warahmtaullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Dalam salah satu haditsnya, Rasulullah Saw bersabda, 

“Tidak akan berhenti ujian kesusahan dan penderitaan terhadap seorang mu’min dan mu’minat, baik yang menimpa dirinya sendiri, anak-anaknya, maupun hartanya, sehingga ia menemui Allah, meninggal dunia dalam keadaan tidak membawa satu dosa pun.” 

(HR. Tirmidzi).

Allah menciptakan dunia seiisinya ini adalah untuk menguji dan mencoba manusia dengan memberinya berbagai macam masalah.

Namun bentuk ujian dan cobaan yang Allah berikan kepada orang-orang yang kafir dengan orang-orang yang beriman itu akan jauh berbeda.

Kalau orang kafir Allah mengujinya dengan menambah terus berbagai kenikmatan, kesenangan, agar mereka semakin sibuk dengan hal itu . 

Sehingga melupakan kewajiban yang harus dipenuhinya sebagai seorang hamba terhadap Khaliqnya. 

Tahu-tahu ajal datang secara tiba-tiba ,tak tahu datangnya dari arah mana, sehingga mereka meninggal dalam kekafiran. Maka celakalah mereka.

Namun bagi orang-orang yang beriman justru malah sebaliknya, diberinya kesusahan, kesengsaraan, musibah, penderitaan, bukan hanya dirinya saja, sampai kepada keluarganya, anak-anaknya, juga harta bendanya . 

Dan hal ini terus menerus sambung menyambung tiada henti, sampai ajalpun tiba.

Justru cobaan yang yang telah dihadapinya selama ini adalah untuk melebur dosa-dosa yang telah diperbuatnya.Sehingga saat meninggal itu sudah terbebas dari segala dosa.

Rasulullah Saw bersabda, 
“Dunia ini adalah sorganya orang kafir dan nerakanya orang beriman “ berarti nanti di akhirat akan dibalik oleh Allah yaitu “Akhirat adalah sorganya orang-orang beriman dan nerakanya orang-orang kafir”

Semoga hal ini diketahui oleh kita semua, dan jangan sampai kita salah memilih. 

Di dunia kita masih bisa merobah diri, akan tetapi bila sudah di akhirat maka keadaannya akan kekal selama-lamanya. 

Dunia ini tempat kita menanam amal, dan akhirat adalah kita akan menuai hasil tanaman kita.

SEGERALAH BERBUAT SEBELUM TIDAK BISA APA-APA


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

Sahabatku di saat masih sehat, kuat, larut dengan urusan dunia sampai lebih sering melupakan urusan akhiratnya. 

Dengan urusan dunia karena takut gak bisa makan, takut kekurangan, takut hidupnya sengsara dan menderita.

Namun begitu kematian datang secara mendadak, minta bisa didamai, minta kebijaksanaan, minta diundurkan yang semuanya ini hanyalah perbuatan yang sia-sia. 

Akhirnya walaupun merengek-rengek atau pun menangis dengan keras.Tetap saja keputusan itu tidak bisa ditawar-tawar.

Akhirnya meninggal dalam keadaan kafir.Maka celakalah dia, karena sudah tidak ada penolong dan pelindung kecuali amal perbuatan pribadinya sendiri.

Semoga saja kita dapat memanfaatkan hidup kita sebelum kematian datang menjemput. 

Sehingga kita semua bisa selamat dari siksa / azab Allah dan mendapatkan kebahagiaan baik ketika kita berada di dunia maupun ketika kembali ke akhirat.

Wassalamu'alaikum warahmtullaahi wabarakaatuh .

MEMBACA AL-QURAN NAMUN TAK HAFAL-HAFAL


Assalamualaikum warahmatullaahi wabaraaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

"Seorang anak mengamati bagaimana ayahnya rajin membaca alQur'an namun tak kunjung hafal selain alfatihah dan surat-surat pendek. Ia lalu berkata pada ayahnya, 

"Wahai ayah, engkau rajin membaca alQuran namun tak kunjung engkau hafal selain sedikit. Lalu apa gunanya buatmu?"

Ayahnya menjawab, "Ada gunanya. Permisalan bacaanku ini seperti jika engkau mengambil air laut dengan keranjang bambu."

"Bagaimana bisa? Tentu airnya akan keluar celah keranjang." Sangkal anaknya.

"Kalau engkau benar ingin tahu coba lakukan saja." Jawab ayahnya.

Maka si anak mengambil keranjang bambu yang biasa mereka gunakan menampung arang untuk mengambil air laut. 


Berkali-kali ia mencoba mengambil tapi sia-sia, airnya selalu menerobos celah-celah keranjang bambu.

Pada akhirnya si anak menyerah karena lelah, ia protes pada ayahnya, "Sungguh ini pekerjaan sia-sia. Tidak ada gunanya, yah."


"Tidak," jawab ayahnya, "Engkau memang tidak bisa mengambil air laut, tapi coba lihat keranjang bambu itu."


Si anak melihat dan ia baru menyadari kalau keranjang itu kini bersih tanpa ada bekas hitam dari arang.


"Adakah kau lihat sedikit saja warna hitam bekas arangnya?" Tanya sang ayah.
"Tidak ada. Sudah bersih." Jawab si anak.


"Seperti itulah, aku memang tidak mampu menampung alQuran dalam kepalaku, namun alQuran telah membersihkan hatiku." Nasehat sang ayah.


Rajinlah membaca alQur'an meski belum mampu menghafalnya.  Lalu berusahalah mengerti artinya.


Wassalamu'alaium warahmatullaah wabarakaatuh .

KETIKA HAMPIR PUTUS ASA DALAM MENGHAFAL AL-QUR'AN

ssalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirraiim .

Kadang atau bahkan sering para penghafal Qur'an putus asa, manakala ada ayat atau surat yg sulit sekali dihafalnya. 

Atau ketika ayat-ayat Al Qur'an yg sudah dihafal susah payah, hilang lenyap sekejap hanya dalam hitungan jam atau hari.

Perlu kita ingat selalu bahwa yg menjadikan manusia hafal Qur'an adalah Allah swt. 

Allahlah yg menitipkan Kalam-Nya ke dalam dada kita untuk menjadi penjaga (hafidz) Qur'an.

Maka satu-satunya obat putus asa ketika Qur'an susah "nempel" di hati kita adalah memintanya langsung pada Sang Pemilik Al-Qur'an yaitu Allah subhanahu wa ta'ala. Berdoa langsung kepada-Nya.

Ternyata Allah swt tidak menitipkan (hafalan) Qur'an pada sembarang orang. Hanya sedikit manusia yg memiliki titipan 30 juz dan terjaga dengan baik. 

Sebagiannya hanya mampu dititipi 20 juz, yg lain 15 juz, 10 juz, 1 juz dst. 

Bahkan ada manusia-manusia yang hatinya kosong dari hafalan Al Qur'an. Seakan-akan Allah tidak sudi menitipkan kalam-Nya pada manusia tsb. Naudzubillah min dzalik.

Jadi yang dapat kita lakukan adalah berdoa terus agar Allah mau menitipkan hafalan Qur'an pada hati kita. 

Kita berdoa ketika memulai hafalan agar Allah memberi kemudahan. Kita berdoa ketika mengulang hafalan agar Allah memberi kekuatan ingatan.

Dan yang paling penting adalah kita benar-benar harus menjaga diri agar pantas dan berhak untuk menjadi salah seorang dari para Penjaga Wahyu itu. 


Yaitu dengan terus menerus memperbaiki diri meningkatkan iman dan amal sholeh dan benar2 menjaga diri dari melakukan perbuatan dosa dan maksiat...

Allahumma yaa Allah... mudahkanlah kami menghafal Al Qur'an, mudahkanlah kami dalam memahaminya dan dalam mengamalkannya.

Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh  .

Selasa, 26 Maret 2019

SYAFAAT NABI MUHAMMAD SAW


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Setelah kita semua menjalani hisab, lalu ditimbang di mizan maka banyak manusia yang sangat menyesal. 

Terutama mereka yang tidak mendapatkan syafaat nabi Muhammad saw atas izin dan rido Allah swt 

Rasulullah saw ada satu doa yang tidak beliau ungapkan, maka di akhirat inilah megungkapkannya yaitu untuk menolong para umatnya .

Namun sekali lagi walaupun yang berdoa itu Rasulullah saw sendiri, tetap keputusan berada di tangan Allah swt .

Syafaat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam di akhirat :

ⅰ- Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab.

ⅱ- Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab.

ⅲ- Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka.

(Semua syafaat ini dikabulkan atas izin dan rido Allah swt .)

Para nabi dan rasul serta golongan khawas juga diberikan izin oleh Allah untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. 

Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain.

Setelah berhasil dihisab, manusia akan mula berjalan menuju syurga melintasi jambatan sirat. 

Siratal Mustaqim ialah jembatan (titian) yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jembatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan ia lebih tajam dari mata pedang. 

Bagi orang mukmin ia akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Sirat memakan masa 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. 

Ada makhluk yang melintasinya seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. 

Ada yang tidak dapat melepasinya disebabkan api neraka senantiasa menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya.

Para malaikat berdiri di kanan dan kiri siratal mustaqim mengawasi setiap makhluk yang lalu. 

Setiap 1000 orang yang meniti siratal mustaqim,  hanya seorang saja yang brrhasil melaluinya. 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka.

Rujukan:
Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al-
Fathani. Pustaka Nasional Singapura 2004.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .


KEADAAN MANUSIA SETELAH DI MIZAN .


Assalamu'alaikum warahmatullahai wabarakaauh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Manusia beratur dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir & munafik beratur bersama pemimpin mereka yang zalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibedakan.

Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad saw , dan amalan yang pertama kali dihisab adalah solat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.

Apabila tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin.

Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Saiznya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai lidah dan 2 daun. 

Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.

Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad saw dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab.

Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang.

Ketika dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. 

Tiada dolak-dalih dan hujah tipuan. Semua akan di adili oleh Allah Ta'ala dengan Maha Bijaksana.

Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang ramai untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang dibicara sehingga seluruh makhluk berpuas hati dan dibenarkannya menyeberangi titian sirat.

Saat melintas Sirath ini ada yang secepat kilat, ada yang berlari , ada yang berjalan biasa saja, ada yang berjalan jatuh bangun , ada yang tidak bisa berjalan dan terpeleset .
Yang selamat melintas jembatan Sirath maka langsung masuk ke surganya Allah sedankan yang gagal masuk ke nerakanya Allah, dan itu akan kekal selamanya .
Wallaahua'lam .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .


TUJUH GOLONGAN YANG MENDAPAT NAUNGAN ARSYNYA ALLAH


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku setelah kita meninggal dunia, maka dimulailah  awal kehidupan akhirat . 

Apa yang duu saat di dunia menjadi keraguan bahkan ada yang tidak dipercaya maka sekarang akan terbukti semuanya .

Di dunia kita mamsih bisa untuk berubah, masih bisa meminta bantuan dan pertolongan kepada siapapun .

Tapi di akhirat tidak ada yang mampu membantu, menolong dan melindungi kita semua kecuali hanya amal perbuatan kita sendiri dan hanya Alah semata . 

Di akhirat kelak hanya 7 golongan yang akan mendapatkan naungan dari Arasynya  Allah. Karena di hari itu tidak ada naungan sedikitpun , kecuali atas izin dan ridonya Allah. Siapakah mereka itu ?

ⅰ- Pemimpin yang adil.

ⅱ- Orang muda yang taat kepada perintah Allah.

ⅲ- Lelaki yang terikat hatinya dengan masjid.

ⅳ- Dua orang yang bertemu kerana Allah dan berpisah kerana Allah.

ⅴ- Lelaki yang diajak oleh wanita berzina, tetapi dia menolak dengan berkata "Aku takut pada Allah".

ⅵ- Lelaki yg bersedekah dengan bersembunyi (tidak diketahui orang ramai).

ⅶ- Lelaki yang suka bersendirian mengingati Allah lalu mengalir air matanya kerana takutkan Allah.

Oleh karena sangat lama menunggu di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara "pergilah berjumpa dengan para Nabi". 

Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama sekali kumpulan manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal karena Nabi Adam a.s menyatakan beliau juga ada melakukan kesalahan dengan Allah Subhanahu Wa Taala. 

Maka kumpulan besar itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan sebab seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak masa antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan.

Lalu berdoalah baginda Nabi Muhammad saw ke hadirat Allah swt .  Lalu diperkenankanlah doa beliau .

Selepas itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang kuat hingga menakutkan hati semua makhluk karena mereka sangka azab akan turun. 

Lalu terbelah langit, turunlah Arasy Allah yang dipikul oleh 8 malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga 'Arasy itu tiba dibumi.

Arasy ialah jisim nurani yang amat besar berbentuk kubah (bumbung bulat) yang mempunyai 4 batang tiang yang senantiasa dipikul oleh 4 malaikat yang besar dan gagah. 

Dalam bahasa mudah ia seumpama istana yang mempunyai seribu bilik yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Ia dilingkungi embun yang menghijab cahayanya yang sangat kuat.

Kursi yaitu jisim nurani yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 malaikat yang sangat besar. Saiz kursi lebih kecil dari 'Arasy umpama cincin ditengah padang . 
Dalam bahasa mudah ia umpama singgahsana yang terletak dihadapan istana.

Seluruh makhluk pun menundukkan kepala karena takut. Lalu dimulailah timbangan amal. 

Ketika itu berterbanganlah kitab amalan masing-masing turun dari bawah Arasy menuju ke leher pemiliknya tanpa silap dan tergantunglah ia sehingga mereka dipanggil untuk dihisab. 

Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib & 'Atid / Kiraman Katibin.

Bila dalam kitab amal lebih banyak kebaikanna daripada  keburukannya maka timbangan akan condong ke kanan. Maka kitab amal tersebut akan Allah berikan ke pemiliknya dan diterima dengan angan kanan . Mreka inilah orang - orang yang beruntung di sisi Allah swt .

Bla isi kitab amal kebaikannya ebih sedikit daripada keburuannya maka timbangan akan condong ke sebelah kita. Dan Allah sambil membuang muka karena tidak ingin meihat pemiliknya Dia berikan ke pemiliknya , lalu diterima dengan tangan kiri. 

Golongan orang yang menerima dengan tangan kiri adalah termasuk golongan orang - orang yang celaka di sisi Allah swt .

Semua manusia menyesali perbuatannya yang dilakukan di alam dunia . Namun nasi sudah menjadi bubur, maka tidak bisa diubah menjadi nasi lagi . Jadi harus menerima apa adanya . 

Yang beruntung akan menerima paala kenikmatan yang luar biasa maupun yang celaka  akan menerima azab dan siksa yang pedih dari Allah . Dan ini akan berlaku selamanya .

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semuanya . Insya Allah .
Wassalamu'alaikm warahmatullaahi wabarakaatuh.



Senin, 25 Maret 2019

JADIKAN ALLAH SEBAGAI PELINDUNG

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Di dalam mengarungiprjalanan kehidupan masih banyak manusia yang sampai saat ini mencari bantuan kepada selain Allah swt.

Bantuan itu apakah melalui perantara orang atau dengan mempercayai benda benda yang dianggap bisa menolongnya dan melindunginya.

Alasannya mereka bisa membantu memecahkan solusi permasalahan yang ada. Padahal mereka bisa berbuat itu adalah atas bantuan Allah swt .

Sungguh itu semua adalah perbuatan yang menyimpang, telah menjadikan mereka sebagai sekutu Allah, dan inilah yang disebut perbuatan syirik.

Walaupun berhasil apa yang diinginkan akan tetapi berkahnya sudah tidak ada, karena sudah dicabut oleh Allah swt.

Kerap di dalam  Al Qur’an  ALLAH menyeru dengan kalimah ittaqu atau yattaqi.
Di mana ada tambahan huruf pada asal kalimah waqa, ia membawa perubahan kepada makna.
Di sini ittaqullah membawa maksud hendaklah kamu mengambil Allah sebagai pemelihara/ pembenteng/ pelindung.

Yaitu  hen­daklah jadikan Allah  itu pelindung.  Jadikan Allah  itu kubu atau benteng. Jadikan Allah sebagai pemelihara yang terbaik, yang paling sempurna .

Bila sudah berada dalam perlindungan, kubu atau benteng Allah , perkara yang negatif dan berbahaya tidak akan masuk atau tembus.

Atau jadikan Allah  itu dinding dari kejahatan. Bila sudah yakin akan hal tersebut, maka segala kejahatan baik yang nampak maupun yang tidak nampak, yang kecil mauun yang besar , tidak akan bisa menembus pertahanan atau diding yang telah dibuat oleh Allah swt .

Usaha untuk menjadikan Allah sebagai pemelihara atau pelindung atau pembenteng ialah dengan melaksanakan perkara-perkara yang disuruh oleh Allah lahir dan batin.
Dengan kata-kata yang lain, perkara yang disuruh itu ialah membina sifat-sifat mahmudah. Sifat - sifat yang baik yang dimiliki oleh Allah swt .

Mengumpul dan menyuburkan sifat-sifat mahmudah (terpuji) itulah usaha bagi menjadikan Allah  itu sebagai pemelihara atau pelindung  .

Insya Allah bila semua itu diyakini dengan benar maka segala permasalahan kan mendapatkan jalan solusinya . segala kesulitan akan dimudahkan. Segala kesempitan akan dilapangkan. Segala yang kotor akan dibersihkan . Dan yang elakukan semua itu hanya Allah swt.

Namun perlu diingat bahwa untuk mengharapkan dari Allah seperti yang diuraikan di atas adalah memerlukan kesabaran . Sabar menunggu keputusan Allah, bantuan dan pertolongan Allah swt .

Memang semua itu mudah untuk berbicara tapi sangat sulit karena situasi dan kondisi saat ini yang sangat mendesak. Disinilah allah swt ingin mengetahui sudah sejauh mana penyerahan diri kita kepada Allah secara total .

Bla kita sudah berserah diri secara total , maka Insya Allah segalanya akan teratasi dan bisa dibiang tidak akan masuk akal . Artinya diluar jangkauan akal pemikiran kita sendiri .

Semoga uraian ini bermanfaat. insya Alah .

Wassalamu'alaikum warahmatllaahi wabarakaatuh .

SIFAT TAKWA


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Sifat TAQWA banyak terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat luas . Jadi takwa itu bukan di masjid atau di mushola saja.

Membantu orang, bersatu padu, berkasih sayang, menyelesaikan masalah orang dan berkerjasama, itu semua adalah amalan TAQWA.

Di atas penglihatan, pendengaran, gerakan tangan, gerakan kaki ke tempat-tempat yang kita pergi.

Bahkan  takwa berlaku dalam berbagai macam aktivitas hidup kita. Di situlah kita akan dapat TAQWA.

Syariat itu adalah rangka. Kalau rangka sahaja yang ada, tidak bernyawa, tidak ada roh, maka tidak ada artinya apa-apa.


Kita contohkan dalam ibadah asas, seperti solat. Rukuk, sujud dan bacaan-bacaan itu rangka.


Kalau hanya badan sahaja yang rukuk, tetapi hati tidak rukuk artinya kita hanya bawa rangka.Kita hanya bawa rangka yang dalamnya KOSONG.

Kalau badan sahaja yang sujud, hati tidak sujud, artinya rangka sahaja yang sujud.

Oleh sebab itu kadang-kadang dalam meniti di atas Syariat pun, dalam melaksanakan ibadah fardhu pun, kita tidak dapat menambah TAQWA.

Marilah sejak saat ini kita hiasi diri kita dengan pakaian takwa . Melaksanakan iadah dengan penuh keikhlasan kepada Allah swt.

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

BEKALI HIDUP INI DENGAN TAKWA .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Bagi yang sudah terbiasa , maka turun dan naiknya nafas itu bisa dijadikan TAQWA.

Mendengar, melihat, makan minum, berjalan, berhibur, semuanya mesti dijadikan amalan TAQWA. 

Jangan ada satu hembusan nafas yang tidak jadi TAQWA. Jangan ada seulas nasi yang tidak jadi TAQWA. Jangan ada satu pendengaran atau satu penglihatan yang tidak jadi TAQWA.

Bahkan  jangan ada sesuatupun dalam hidup ini yang tidak membawa kepada TAQWA.
Itulah salah satu usaha agar diri bisa menjadi manusia yang TAQWA.

Allah swt berfirman yaitu ,


“ Dan hendaklah kamu menambah bekalan. Maka sesungguhnya sebaik-baik bekalan itu adalah (sifat) TAQWA. Dan bertaqwalah pada Aku, wahai orang-orang yang berakal (al-bab)” .


(Al Baqarah: 197) 

Di dalam ayat di atas ini Allah menyuruh kita supaya sentiasa menambah sifat TAQWA.


Karena sifat TAQWA ini adalah merupakan bekal kita di Akhirat.  Dan juga untuk mendapat bantuan Allah di dunia dalam berbagai bentuk.

Itulah yang merupakan khawariqul ‘adah. Kalau bagi Rasulullah  saw dikatakan mukjizat.

Kalau bukan di zaman Rasulullah dikatakan keramat atau berkat atau rahmat dari Allah .
Seperti yang diungkapkan dalam sejarah dalam peperangan umat Islam yang sedikit bisa mengalahkan musuh banyak .


Atau mendapat rezeki dari sumber yang tidak diduga dan lain-lain lagi contoh yang banyak berlaku di kalangan para Sahabat.

Itu dikurniakan Allah  di dunia, tetapi yang paling utama ialah di kurniaan Allah  di Akhirat.

Itulah firman Allah di atas, hendaklah kita senatiasa menambah bekal TAQWA.


Kita diperintah  membangunkan asset (harta) di Akhirat sambil mendapat pertolongan dan bantuan Allah  di dunia.

Menambah sifat TAQWA ini harus  di atas landasan syariat. Yang asas-asasnya ialah solat, puasa, zakat dan haji. Itu asas atau tapak untuk menambah TAQWA.

Marilah kita tingkatkan takwa kita dengan mengadakan perubahan kualitas kita didalam melaksanakan ibadah kepada Allah swt.

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semuanya. Insya Allah .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Minggu, 24 Maret 2019

PENGHAYATAN MAKNA SHOLAT


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarkaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Sholat adalah salah satu rukun Islam setelah kita bersaksi dan berjanji kepada diri dan kepada Allah untuk tidak mempersekutukanNya tapi berbakti dan mengabdi kepadaNya berdasarkan A Qur’an .

Dan berjanji serta bersaksi  untuk mengikuti tuntunan yang diajarkan oleh utusan Allah [ rasulullah  saw ] melalui sabda- sabdanya yang terangkum dalam Hadist.

Sholat adalah Ibadah yang diawali dengan TAKBIR dan diakhiri dengan SALAM.

Dengan gerakan dan bacaan tertentu seperti yang telah dicontohkan Rosulullah SAW.

Janganlah menambahkan atau mengurangi dari tuntunan yang ada selama belum menemukan Hadist nya karena akan mndatangkan bid’ah. Sedangkan bid’ah itu sesat dan pasti mendatangkan dosa .

Pada saat sholat dilarang membaca maknanya , tapi harus diucapkan dengan bahasa rab yang sudah ditentukan .

Kecuali berdo’a di luar sholat silahkan dengan bahasa apapun asalkan isinya tidak menyimpang dari aturan syari’at agama .

Sholat adalah Ibadah paripurna yang memadukan oleh pikir, gerak dan rasa. Ikirnya menterjemahkan makna bacaan yang diucapkan oleh lisan.

Lisan harus mengucapkan dengan baik dan benar, sedangkan rasa itu adalah menghadirkan hati merasa bahwa Allah berada di depannya dan melihatnya walupun diri tidak bisa melihat tapi merasa ada headiran Allah yang selalu mengawasinya.

Jadi hatinya tidak terbang kemana – mana saat sedang shalat menghadap Allah ke arah kiblat . Dan ketiganya itu terpadu secara serasi dan selaras dan saling melengkapi.

Dalam sholat terintregrasi proses latihan meletakan kendali diri secara proporsional, mulai dari gerakan, indrawi, aqal, dan pengelolaan nafsu yang pada akhirnya akan menghasilkan jiwa yang bersifat MUTHMA'INNAH.

Orang yang memiliki jiwa muthma'innah inilah yang pada akhirnya akan mampu mengaplikasikan niali-nilai sholat dalam keseharian, yaitu niali-nilai yang didominasi kesabaran paripurna..

Prakteknya tercermin dalam sikap penuh syukur, pemaaf, lemah lembut, penyayang, tawaqal, qana'ah, menjaga kesucian diri, istiqomah, dsb.

Cobalah maba uraian di atas dengan pelan pelan , tahap demi tahap sambil  direnungkan. Insya Allah anda akan mendapatkan hikmah yang tersbunyi dari apa yang anda baca.

Bila anda membaca uraian ini hanya seperti membaca surat kabah atau majalah maka hasilnya akan hambar.

Bukan pada postingan yang in saja , akan tetapi juga dengan posting – postingan yang lainnya Walllaahua’lam

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

HIKMAH SHOLAT YANG DIAKUKAN DENGAN BAIK


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaath .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Orang yang sholat nya baik dalam hidupnya akan dipenuhi sifat sabar yang tercermin dalam tingginya Akhlak dalam kehidupan sehari-hari .

Jadi bila kita telah melaksanakan sholat namun masih juga belum bisa sabar , artinya sholat kita masih belum benar .

Sholat itu bisa mencegah perbuatan keji dan munkar. Jadi bila kita sudah melaksanakan sholat tapi masih berbuat keji dan munkar, maka sholat kita masih belum benar .

Maka karena itulah Rosulullah saw, para sahabat dan orang-orang shaleh menjadikan sholat sebagai istirahat, sarana pelajaran, media pembangkit energi, sumber kekuatan, dan pemadu untuk meraih kemenangan..


Ketika mendapat Rizki melimpah, sholat-lah ungkapan kesyukuran nya.


Ketika beban hidup makin berat, maka sholat-lah yang meringankan nya.


Ketika rasa cemas membelenggu, mak sholat-lah yang membebaskan nya...


Maka tak heran bila Khubaib bin Adi ketika akan menjalani eksekusi mati, dedengkot kafir quraisy memberi kesempatan untuk mengajukan permintaan terakhirnya.


Apa yang dia minta..??? ternyata yang diminta adalah kesempatan untuk sholat.
Dengan khusyuk sholat dua rakaat ditunaikan.


Selepas itu Beliau berkata... ''Andai saja aku tidak ingin dianggap takut dan mengulur-ulur waktu, niscaya akan ku perpanjang lagi sholat ku.''


Memang sholat yang baik akan menghasilkan kemampuan bersabar.


Sebaliknya kesabaran yang baik akan menghasilkan sholat yang berkualitas. 


Yaitu terjadinya dialog dengan Allah SWT sehingga melahirkan kenikmatan, dan ketenangan yang tak terhingga di hati.

Barang siapa yang mampu merasakan nikmatnnya berdialog dengan Allah SWT didalam sholatnya, maka niscaya Allah SWT akan membuka lebar-lebar pintu pertolongan-Nya...


''Sudahkah Sholat kita demikian..???''  


Oleh karena itu, mari kita berusaha menegakan sholat dan mewarnai kehidupan kita penuh kesabaran, agar pintu pertolongan senantiasa terbuka lebar untuk kita... Amiin...!  Walllaahua’lam .


Eassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Jumat, 22 Maret 2019

PENGHAYATAN MAKNA SABAR .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Secara psikologis kita bisa memaknai kesabaran sebagai suatu kemampuan untuk menerima, mengelola, dan menyikapi kenyataan yang ada .

Sabar menerima pemberian Allah swt. Tidak protes sedikitpun apa yang telah diterimanya , karena dirinya yakin bahwa yang datang itu adalah yang terbaik dari Allah swt .

Bila yang datang itu sesuai dengan apa yang disukainya , maka ia tidak gugup lalu memperturutkan hawa nafsunya tapi menunggu dulu smbil berfikir apa yang harus dilakukan  agar yang memberi itu merasa senang .

Bila yang datang itu yang tidak disukainya juga tetap bersabar artinya tidak marah, tapi direnunginya karena dibalik yang tidak disukai itu Allah menembunyikan sesuatu yang akan disukainya .

Sabar dalam mengelola  artinya apa yang telah diterimanya itu dikelolanya baik dan bena menurut tuntunan Allah dan rasulNya , jadi bukan hanya untuk dirinya sendiri saja tapi juga untuk Allah [ hal hal yang disukai oleh Alah swt ]. 

Bila tidak dikelola dengan baik yang membuat Allah marah maka itu suatu  perwujudan bahwa ia belum berterima kasih kepada Allah swt .

Sabar dalam menyikapi keadaan , baik dalam keadaan taat atau ingkar . Dalam keadaan taat ibadah yang dikerjakan biasa – biasa saja , tidak berlebih – lebihan.

Dan dalam keadaan ingkar maka tetap memaksakan diri untuk beribadah sama seperti dilakukan saat dalam keadaan taat . Inilah yang disebut itoqomah .

Apapun  yang datang selalu disikapinya dengan sabar , artinya dengan tenang , cermat dan teliti .

Jadi sabar adalah upaya menahan diri dalam melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk mencapai Ridho Allah SWT.

Maka orang yang sabar adalah orang yang mampu menempatkan diri dan bersikap optimal dalam setiap keadaan.

Sabar bukanlah sebuah bentuk keputus asa'an, tapi merupakan optimisme yang terukur.
Orang yang memiliki jiwa sabar maka jauh dari rasa putus asa , segalanya dijalaninya sesuai kemampuan .

Karena dirinya yakin selama diri berusaha untuk berubah, maka Allahpun akan merubahnya , disesuaikan dengan kesanggupan dirinya.

Sabar merupakan derajat atau tingkat kedudukan yang diberikan oleh Allah swt. Semakin kuat rasa sabarnya maka semakin tinggi pula kedudukannya di mata Allah swt .

Ketika menghadapi situasi dimana kita harus marah misalnya, maka marahlah secara bijak dan diniatkan untuk kebaikan bersama , tidak berdasarkan hati tapi berdasarkan nurani.

Kenapa seperti itu ? Kalau dalam hati masih ada dua unsur , baik dan  buruk. Yang baik itu adalah bisikan dari malaikat yang selalu menuntun kebenaran atas izin Allah swt , sedangkan yang buruk adalah bisikan setan yang sealu mengajak kepada kesesatan .

Akan tetapi nurani itu selalu dalam kebenaran , tidak pernah sesat , karena nurani itu merupakan isi hati yang bersih .

Semoga kita dapat menjalani hidup ini dengan penuh kesabaran. Wallaahua’lam .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Kamis, 21 Maret 2019

CINTAILAH KEKAYAAN AKHIRAT JANGAN MENCINTAI KEKAYAAN DUNIA .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

Bila di dalam ibadah , kita sudah bisa menghadirkan hati maka 10 % merupakan ibadah lahir dan 90% merupakan ibadah batin .

Islam tidak melarang kita menjadi kaya . Akan tetapi Islam melarang kita untuk mencintai harta.

Boleh kita kaya dan memang kita harus menjadi orang kaya tapi kayanya itu adalah kaya di akhirat . Bukan kaya di dunia .

Kekayaan di akhirat jelas akan kekal selamanya, tapi kekayaan dunia tidak akan dibawa mati  .

Untuk itu carilah kekayaan akhirat melalui dunia yang sudh kita miliki . Jadi jangan ditimbun saja karena takut miskin, sengsara dan menderita di dunia .

Kita boleh mencintai harta tapi harta yang ada kaitannya dengan urusan akhirat . Kalau hanya harta dunia saja justru Allah sangat membencinya .

Apa saja harta yang ada kaitannya dengan urusan akhirat  ?  Diantaranya adalah harta sedekah, infaq dan zakat .  

Membantu fakir, miskin, anak-anak yatim, kaum yang lemah. Membantu pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat umum seperti sekolah, madrasah, jalan, masjid dsb.

Cintanya cukup hanya kepada Allah semata . Harta itu hanyalah titipan Allah untuk dimanfaatkan sebagai kebutuhan dunia guna memenuhi kebutuhan akhirat kita .

Namun dalam kenyataannya kekayaan dicari, kemudian ditimbun untuk kebutuhan sendiri saja. Tidak mau berbagi dengan yang lain yang kehidupannya sangat miskin .

Islam tidak melarang untuk menduduki jabatan tinggi, asalkan jabatan itu dimanfaatkan untuk menolong mereka yang lemah, untuk mensejahterakan kehidupan bersama, bukan untuk memperkaya diri. Bukan pula untuk menzalimi orang lain . 

Ingat jabatan itu hanyalah amanat Allah. Harta juga titipan dan amanat Allah . Semuanya harus diamalkan dinafkahkan ke jalan yang benar .

Jadi mengamalkan amalan Islam dengan tujuan hendak menjadi orang BERTAQWA, yang lahir 10% saja, yang dalam (ruhaniyah) adalah 90%.

Walaupun amalan lahirnya  hebat, kalau amalan batinnya dalam kosong, kita akan masuk Neraka bila Allah tidak mengampuni kita .

Rasulullah
 saw  mengambil masa tiga belas tahun di Mekah untuk menanam iman dan TAQWA di hati para Sahabat.

Selama sepuluh tahun kemudian, barulah Baginda melaksanakan perintah dan syariat ALLAH – membangun negara kecil yakni di Madinah.

Dibangunkan madrasah yang menjadi kilang untuk mengeluarkan para ilmuan yang BERTAQWA sebagai penyambung dan pelapis perjuangan.

Dibangunkan ekonomi dengan membuka pasar Ansar yang diuruskan oleh Sayidina Abdul Rahman bin Auf.

Begitulah perjuangan itu berkembang dan terus membesar hingga akhirnya tiga perempat dunia menyerah diri kepada Islam. Semua itu bertolak dari TAQWA.

Itulah cara perjuangan Islam yang dibuat oleh Rasulullah
 saw Dan itulah satu-satunya cara yang benar dan tepat.

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semuanya . Insya Allah .

Wassalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

KENAPA HARUS MEMAKSAKAN BERHUTANG .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
bismillaahirrahmaanirrahiim .

Pengen punya rumah baru, utang aja yuk . Pengen kembangkan usaha baru, utang aja yuk. Pengen punya motor baru, utang aja yuk. Pengen bawa mobil baru, utang aja yuk.

DI zaman sekarang semuanya serba mudah dengan jalan berhutang . Aset2 yang ada jadi barang kreditan . Apakah kalian bangga dengan itu  ?

Anda terlalu tergesa-gesa, tak mau bersabar menunggu, tak mau menunggu cara yang halal .

Apakah ada yang bisa menunjukkan utang di zaman sekarang ini yang selamat ….? Bahagia dengan RIBA…. ?

Apakah ada yang bisa menunjukkan orang jadi bahagia ketika berhutang ? Bahagia dengan RIBA ….

Adakah yang bisa menunjukkan seseorang jadi hidup tenang ketika dauber-uber penagih utang   ?  Tenang dari kejaran RIBA  ?

Orang zaman sekarang merasa begitu bangga. Bangga dengan motor kreditan . Bangga dengan mobil kreditan . bangga dengan rumah kreditan .

Tak sadar utang di zaman sekarang ini kebanyakan adalah RIBA .  Karena setiap utang piutang yang di dalamnya ditarik keuntungan adalah RIBA .

Ini pernyataan yang disepakati oleh para ulama .

Masih bangga juga ??? Padahal dosa RIBA lebih parah dari dosa zina 36 kali .

Masih bangga juga ??? Dosa RIBA membuat Allah mudah menimpakan musibah  .

Masih bangga juga ??? Rasulullah saw saja tidak mau menyolati orang yang meninggalkan hutang .

Banyak cerita yang mungkin kalian belum tahu.

Cuma gara-gara ingin saingan dengan teman dan tetangga. Akhirnya berhutang RIBA.
Ada yang gali lubang tutup lubang. 

Ada yang dikejar-kejar Debt Colector sampai stress. Ada yang sampai masuk Rum,ah Sakit . Ada yang sampai gantung diri . Ada yang benar-benar mati !!! Belum kapok juga ?

Sudahlah, biarlah….

Anda akan rasakan sendiri ektika sudah punya hutang menumpuk.  Belum lagi siksaan di akhirat,dimana hukuman orang yang  punya hutang masih menggantung .  

Menggantung akan disiksa atau tidak sampai hutangnya lunas.

Tugas kamu hanya menyampaikan . Anda berhak memilihnya

Namun…masing-masing harus siap bertanggung jawab di hadapan Allah swt .Semoga saja banyak yang tersinggung lalu diberi hidayah.

Smoga uraian ini bermanfaat . Insya Allah .

Wassalamu''alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .