Kamis, 31 Januari 2019

ILMU TANPA AMAL ADALAH SIA - SIA


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Untuk itu carilah ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat .

Jangan mengartikan bahwa iilmu yang bermanfaat itu hanya agama saja. Akan tetapi perdagangan , perikanan, pertanian, wiraswasta , bekerja menjadi pegawai negri dan swasta, ABRI, Polisi dan sejenisnya semuanya itu ilmu dunia.

Tapi bila hasilnya dimanfaatkan untukmempersiapkan bekal aehidupan akhiratnya maka semuanya itu merupakan ilmu yang bermanfaat .

Jadi setelah dapat ilmunya lalu memanfaatkan atau mengamalkannya untuk mencari kebutuhan hidup anda di dunia dan hasilnya manfaatkan untuk akhirat anda.

Mengapa dikatakan demikian ?  Karena kebanyakan mereka memanfaatkan ilmu itu cukup hanya untuk kebutuhan duniawinya saja.

Ajarkan ilmu yang anda miliki kepada orang lain bila oleh orang lain ilmu yang didapat dari anda diamalkan, maka anda akan mendapatkan pahala sebanyak apa yang dia dapatkan dari Allah .

Itulah yang disebut dengan ilmu yang bermanfaat [ dunia dan akhirat ] .

Maka carilah Ilmu apapun yang bermanfaat , walaupun nampaknya sepele.

Yang terpenting adalah bermanfaat bagi orang banyak secara umum dan bagi anda secara khususnya .

Contoh ada seorang ibu anaknya minta beli mie ayam. Namun ia hanya punya uang Rp.2000,-, maka terpaksa keinginan anaknya itu tidak terpenuhinya . Akhirnya sang ibu kecewa dan menangis.

Namun dalam hatinya ia berdo’a “ Ya Allah berilah aku jalannya rezeki agar aku bias membahagiakan anaknya dan juga membahagiakan orang lain “.

Secara alami, tanpa sadar. Sang ibu meminjam uang ke orang tuanya Rp. 100.000 untuk modal berjualan mie ayam lalu dikasihnya uang tersebut.

Keesokan harinya mulailah ia berbelanja bahan – bahan mie ayam dan juga alat-alat seperti mangok, sendok, sumpit dll.

Lalu mulailah ia memasak dan sambil memasak ini tetap berdo’a kepada Allah “ Ya Allah permudahkanlah segala urusanku ini. Karena aku yakin hanya Engkalulah sebaik – baik pelindung dan sebaik – baik penolong “.

Setelah selesai memasak maka siap berjualan. Awalna banyak yang mencemooh, menghina, memperolok – olok tapi tetap sang ibu tidak eduli terhadap ucapan orang lain. Dirinya yakin karena yang member rezeki itu hanya Allah .

Satu dua hari memang lakunya sedikit , namun semakin lama omset penjualannya semakin meningkat baik. Dan ternyata keuntungannya cukup lumayan besar.

Kenapa terjadi seperti itu  ?  Karena ia berjualan itu sekalius sedekah. Kenapa disebut sedekah ? Karena ingin memberikan kebahagiakan para pembelinya , jangan sampai keewa seperti apa yang ia alami yang terjadi pada anaknya .

Sekarang omset penjualannya sehari bisa mencapai 300 mangkuk , bila diuangkan maka hasil kotornya Rp. 600.000 . Bila dari yang Rp.600.000 itu meraih keuntungan Rp.100.000/hari maka dalam sebulan hasilnya Rp 3 juta.

Walaupun hasilnya seperti itu namun , sang ibu itu bisa membeli atau menambah peralatan  lainnya, bisa untuk menafkahi kehidupannya, bisa untuk menyekolahkan anaknya. Inilah yang disebut rezeki yang penuh berkah.

Rasulullah saw brsabda, Allah berfirman , 

“ Barangsiapa yang mau membahagiakan orang lain, maka Allah akan memberinya kebahagiaan. Barang siapa yang mau menolong orang lain maka Allah akan mencukupi segala kebutuhan dunianya “

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semua .

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

BERBUATLAH YANG TERBAIK


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku pernah ada seorang tamu dari luar. Sesampainya di sini, saat hendak menyebrang jalan, ia memilih menyebrang di zebra cross meski jalanan sedang kosong.

Ketika ditanya mengapa ia begitu, ia menjawab, “Banyak pendidikan yang orientasinya untuk ‘mengetahui’, tapi tidak banyak pendidikan yang orientasinya ‘melakukan apa yang diketahui’”.

Banyak orang yang pandainya hanya berbicara , namun hanya sedikit orang yang mampu berbuat sesuai dengan apa yang dibicarakan .

Banyak orang yang faham agama tapi baru sebatas memahami namun belum mampu mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari – hari.

Banyak orang yang mampu menceramahi orang lain tapi beum mampu menceramahi dirinya sendiri .

Banyak orang yang mampu menyalahkan orang lain tapi hanya sedikit rang yang mampu menyalahkan dirinya sendiri .

Saudaraku, dari kejadian sederhana tersebut kita bisa memetik hikmah bahwa ajaran Islam bukanlah sesuatu yang berada di tempat yang sangat tinggi sehingga sulit dijangkau.

Ajaran Islam merupakan ajaran yang sangat membumi dan dekat dengan keseharian kita.

Oleh karena itu, ketika Siti Aisyah ditanya mengenai akhlak Rosululloh Saw., maka Siti Aisyah menjawab, 

“Akhlak Rosululloh adalah Al Quran..” (HR. Muslim)

Maka, ajaran Islam yang terkandung di dalam Al Quran itu sebenarnya sesuatu yang bisa dilakukan dalam keseharian kita, menjadi kebiasaan dan akhlak kita sebagai manusia.

Kemudian  mengapa masih ada saja orang yang ingkar dan enggan mengamalkan Al Qr’an ? Tiada lain adalah karena dorongan hawa nafsu yang dituruti.

Kita tahu bahwa lampu merah itu tanda harus berhenti, namun ada saja orang yang didorong hawa nafsu untuk menerobos hingga akhirnya ia pun celaka.

Kita tahu khamr atau minuman keras itu haram, tapi ada saja orang yang menenggaknya hingga ia pun celaka.

Demikian juga kita tahu tentang keutamaan shalat di awal waktu secara berjamaah, tentang keutamaan bersedekah, shaum dan ibadah-ibadah lainnya, namun tetap ada saja orang yang berat melaksanakannya.

Semua orang setiap harinya meminta kebaikan di dunia [ robbana aatinaa fid dunya hasanah ] . Namun sikap dan prilakunya justru berbuat sebaliknya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat hidayah Allah sehingga senantiasa mau dan bisa mengamalkan kebaikan yang sudah kita ketahui. 

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semua .

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

PASANG SURUT NYA KEIMANAN


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku keimanan seseorang itu senantiasa pasang surut atau naik turun.

Saat keimanan kita naik maka melakukan ibadah dan beramal apapun rasanya nikmat sekali.

Tapin saat iman kita menurun , ingin melakukan kebaikan yang kecil dan sepele saja sungguh susah sekali, padahal tahu bahwa bila dilakukan akan mendatangkan kebaikan bagi diri kita . Astaghfirullah .

Lalu apa yang haus kita kerjakan ? Kita perlu terus meningkatkan kualitas ibadah kita.

Salah satu motivasi supaya ibadah kita meningkat adalah dengan cara mengingat dan memikirkan pahala [ balasan kenimata ] Allah untuk kita berupa ampunan dan pertolongan-Nya.

Kemudian, kita juga perlu mentafakuri banyak orang yang untuk urusan dunia saja mereka rela bersusah payah.

Lihatlah para petinju, demi bisa menang di atas ring mereka rela menempa
dirinya dalam latihan yang lumayan berat.

Lihat pula para pendaki gunung, demi bisa sampai di puncak mereka rela menahan lelah dan letih menembus angin, hujan dan panas.

Maka, pelajaran yang bisa kita petik adalah untuk urusan akhirat seharusnya kita lebih siap untuk bersusah payah menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan kemaksiatan.

Jadi saudaraku, jikalau kita tahu dan mengerti target yang sedang kita tuju, maka seberat apapun rintangan yang harus kita lewati maka pasti kita akan semakin semangat dan bisa melewatinya.

Bahkan, rintangan-rintangan tersebut menjadikan perjalanan kita menjadi lebih nikmat.

Allah Swt. berfirman,

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” 

(QS. Al Ankabuut [29] : 69)

Allah pasti mengetahui setiap hamba-Nya yang bersungguh-sungguh beribadah kepada-Nya dan menjauhi setiap hal yang tidak disukai-Nya.
Dan, Allah pasti akan memberikan ganjaran berupa rahmat, ampunan dan pertolongan-Nya.

Semoga kita termasuk golongan hamba-hamba Allah yang demikian. 

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semua .
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Rabu, 30 Januari 2019

PERSIAPKAN HIDUPMU SEBELUM DATANG KEMATIANMU


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabaraaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim. 

Wahai saudaraku hampir semuanya tahu bahwa kita hidup di dunia ini hanya sekali  .

Janganlah tertipu dengan gemerlapnya atau kemilaunya kesenangan duniawi sehingga tanpa terasa waktu yang terdeia habis begitu saja.

Jangan sampai dipermainkan oleh hawa nafsu dan kesenangan duniawi karena semua itu akan menyesatkan kita.

Jangan sampai kita larut dengan kesenangan yang sesaat akan tetapi carilah bekal sebanyak mungkin untuk persiapan ehidupan yang kekal abadi.

Semua orang pasti tahu bahwa semakin bertambahnya usia maka umurnya akan semakin berkurang . Artinya kesempatan hidup di dunia semakin pendek .
Sehingga kesempatan untuk mencari bekal akhirat itu semakin sempit .

Ingat baik baik, tanpa disadari kita ini selangkah demi selangkah sedang menuju kepada liang lahat kita, kain kafan saat inis erang dirajut untuk kita .

Maka pesiapkanlah amal kebajikan, amal soleh yang Allah ridoi , karena hal itulah yang akan menemani kita , yang akan membuat kita bahagia atau celaka kelak di alam kubur ataupun di akhirat .

Bila kita celaka maka kita sdah tidk akan bisa kembai lagi ke dunia untuk memperbaiki diri .

Bagi yang mendapatkan nikmat kuburpun tidak bias kembali ke dunia lai aga bisa menambah amalna shingga kehidupannya bias lebih nikmat lagi .

Namun sayangnya hanya sebatas tahu , lalu berhenti sampai disitu . Tidak ada tindak lanjutnya itu seperti apa . Inilah yang dinamakan hidup yang sia – sia . 

Waktu dibiarkan lewat begitu saja tanpa berbuat untuk akhiratnya. Hanya duniawi saja yang dipikirkan

Allah Swt. berfirman, 

“Dan, jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang
berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata):
“Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah
kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal sholeh, sesungguhnya kami
adalah orang-orang yang yakin.” 

(QS. As Sajdah [32] : 12)

Wahai saudaraku, hidup di dunia ini hanya satu kali dan sangat sebentar saja.
Jika kita melihat usia kita hari ini, tentu kita akan merasa betapa tidak terasanya waktu bergulir.

Maka, dalam kesempatan yang sebentar ini, alangkah meruginya  kita jikalau melewatinya dengan hal-hal yang sia-sia apalagi kemaksiatan.

Namun, tidak sedikit orang yang terlena dengan berbagai nikmat yang ia dapatkan di dunia.

Sehingga waktu yang ia miliki lebih banyak ia gunakan untuk berleha-leha, bersenang-senang tanpa memikirkan mana yang halal dan yang haram.

Ia kumpulkan harta kekayaan tanpa mengalokasikan sebagiannya untuk bersedekah, seolah-olah ia akan hidup di dunia selamanya.

Allah Swt. berfirman,

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu
sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Robb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan(kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang sholeh?” 

(QS. Al Munafiqun [63] : 10)

Sungguh, penyesalan-penyesalan kita di alam kubur nanti sedikitpun tidak akan berguna.

Penyesalan selalu datang belakangan, oleh karena itu marilah kita tingkatkan  kesempatan hidup di dunia yang Allah berikan  kepada kita ini sebagai bentuk rasa syukur kita kepada-Nya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung, bukan yang merugi. 

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semuanya . Insya Allah.

Wassalamu’alaikum warahmaullaahi wabarakaatuh .

UKURAN KEIMANAN SESEORANG


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku  sungguh banyak terjadi di masyarakat orang yang hidupnya sederhana  tapi temannya banyak sekali .

Dengan kesederhaannya terebut ia bias bergaul dengan siapapun , ebas , tidak membeda-bedakan suku, ras, keturunan atau agama .

Adalagi orang yang kaya raya tapi hidupnya miskin teman , artinya tidak punya  banyak teman .

Dengan kekayaannya itu justru membatasi diri untuk bergaul dengan sembarangan orang . Kaena takut akan mendatangkan amsalah bagi dirinya.

Bergaulnyapun  pilih – pilih , paling tidak tingkatannya sama dengan dirinya . karena kalau bergaul dengan orang yang dibawahnya maka akan merepotkan dirinya.

Samapai ada suatu peristiwa pangkat Jaksa  [ maaf tidak saya sebutkan nama ] fulan, dia hidupnya kaya anak-anaknya  pada jadi sajana semuanya  .

Tapi saat dia meninggal , kasihan sekali dia . Sungguh tidak ada seorangpun tetangga yang ta’ziyah kepadanya . 

Sampai saat diusung dari rumahnya ke mobil jenazah, hanya anak dan menantunya sendiri yang mengangkatnya , para tetangga tidak ada yang menghantarkan ke kuburnya . Naudzubillaahi mindzaalik .

Ini suatu contoh yang buruk . Hal itu mungkin saat dia masih hidup kurang bermasayarakat dengan tetangganya , tidak ada rasa peduli terhadap tetangganya.

Memang para tetangga di sekitarnya mayoritas hidupnya miskin . Atau bisa jadi keburukannya itu akibat lisannya, atau sikap dan prilakunya. Namun fakta membuktikan seperti itu . 

Pantaslah Rasulullah saw menasihati  kita dengan suara lantang hati – hatilah kalian dengan ini [ sambil beliau menunjukkan jari telunjuknya pada lidah tiga kali ] . Nampaknya sepele namun bisa mendatangkan dosa yang amat besar .

Rasulullah Saw. bersabda, 

“Muslim yang sejati adalah muslim yang selamat orang muslim lainnya
dari lisan dan tangannya..” 

(HR. Bukhori dan Muslim)

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

JAGALAH KATA KATAMU


Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Wahai saudaraku walau lidah tak bertulang hendaknya saat akan bicara pikirkan dulu , jangan sampai kalimat yang keluar mulut bisa menyakiti orang lain .

Kalimat yang sudah keluar dari mulut  itu tidak bias ditarik masuk kembali . Ucapan kita adaah pribadi kita, akhlak kita an ilmu kita.

Wahai saudaraku, marilah kita lebih berhati-hati dalam menjaga lisan. Karena orang yang tidak bisa menjaga lisannya, maka hidupnya akan menjadi sumber masalah.

Akan tetapi orang yang bisa menjaga lisannya, maka hidupnya akan selamat dan dia pun menjadi jalan keselamatan bagi orang lain.

Kualitas seseorang merupakan tolak ukurnya bias dilihat dari lisannya.

Banyak contoh apa yang sedang terjadi di Indonesia adalah disebabkan lisan yang tidak terjaga.

Termasuk juga tulisan, karena tulisan adalah salah satu ekspresi dari lisan. Lisan dan tulisan hampir sama dalam hal fungsi dan efek yang ditimbulkannya, jika tidak dijaga, tidak dipelihara, tidak dipikirkan dulu, asal ceplas ceplos saja, maka bisa berakibat hal yang tidak baik.

Tidak setiap yang ingin dibicarakan perlu dibicarakan, tidak setiap yang ingin dikatakan, harus dikatakan.

Ucapan itu seperti anak panah yang direntangkan pada busurnya. Sebelum dilepaskan maka tahan dulu, sebelum diucapkan maka pikirkan dulu.

Sebelum dilepaskan maka bidik dulu, sebelum dikatakan maka pastikan dulu. Supaya ucapan kita tepat sasaran, yaitu ucapan kita diridhoi Allah Swt.

Setiap mau mengatakan sesuatu, pikirkanlah dahulu apakah perkataan ini penting  ?  Jika penting, apakah perlu untuk disampaikan 

Apa manfaatnya, karena bisa jadi perkataan yang benar tapi tidak manfaat disebabkan waktu yang tidak tepat atau situasi yang tidak pas.

Wahai saudaraku, ciri orang beriman adalah senantiasa memelihara lisannya.

Semoga kita termasuk orang yang semakin terampil mengelola kalimat kaimat kita agar terhindar dari ucapan yang mengandung dosa, menyakiti orang lain
atau tiada berguna. 

Semoga uraian ini  bermanfaat untuk kita semua. Insya Allah . Aaaaamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Selasa, 29 Januari 2019

KISAH FATIMAH AZ ZAHRA 3 . CINTA DAN DERITA .


Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim .

Saat Rasulullah saw di Mi’raj kan dari Masjidil Aqsho ke sidhratul Muntaha beliau melihat anak sapi yang ada dalam kandungan minta keluar maksudnya apa . 

Jibril menjawab bahwa itu gambaran manusia bila sudah berkata maka kata – katanya tidak bisa ditarik kembali . 

Jadi bila berbicara maka berhati – hatilah, pikir seribu kali, bila sudah pikir lagi seratus kali, bila sudah pikir lagi sepuluh kali . Maksudnya adalah berhati hatilah saat mengeluarkan kata – kata dari mulut. 

Di surga Rasulullah saw mencium bau wangi.   Bau wangi ini berasa dari mana ? 

Jibril menjawab bahwa itu adalah istrinya Fir’aun. Rasulullah saw mencium bau wangi lagi. 

Jibril menjawab bahwa itu adalah Uais Al Qaroni yang sangat mencintai ibunya . 

Kemudian Rasulllah saw bertemu dengan seorang wanita hitam manis , dia itu siapa ?  
Jibril menjawab bahwa ia adalah calon istri Umar bin Khatab.   

Lalu Rasulullah melihat pohon Sajaroh Tuhan . Jibril menjawab bahwa ini adalah pohon Tuhan . 

Dan Jibril mengajak beliau untuk mendekatinya . Semakin didekati cahayanya semakin indah, karena didekati lah orang yang ditunggu tunggu , beliau diminta memakan buahnya. 

Setelah dimakan dipesan habis ini beliau diurunkan ke bumi dan temui istrimu. Dan buah itu akan menjadi spermamu [ airmanimu ] dan segera berhubungan dengan istrimu . 

Nggak lama dari itu Siti Khadijah hamil. Saat hamil aneh sekali Khadijah sering ngobrol sendirian, ternyata ia sedang mengobrol dengan bayinya . 

Menjelang lahiran seluruh pintu rumah diketuk oleh Rasulullah saw dan meminta tolong karena istrinya akan melahirkan. 

Namun sayang tak ada seorangpun yang mau menolong beliau . Sungguh saat tu Khadijah mulai merasakan sakit. 

Saat detik detik kelahiran Fatimah Rasulullah saw sangat sedih sekali. Di malam itu tiba2 Khadijah kedatangan empat orang yang sangat bercahaya dan memberikan salam . 
Lalu masing masing memperkenalkan bahwa ia adalah Sarah, Maryam, Umi Kulsum  dan Siti Asiyah  . Mereka memberitahukan bahwa mereka diutus oleh Allah untuk mengajari bagaimana cara mengurus melahirkan dan cara merawat bayi. 

Lalu lahirlah Fatimah , Rasulullah saw pun segera masuk dan mencium tubuh Fatimah dan wanginya berbau surga . Untuk itu bila Rasulullah saw rindu surga dan rindu Allah maka mengunjungi Fatimah lalu menciuminya  . 

Ibadah Fatimah itu utuh karena ia tidak pernah haid. Saat Fatimah berusia 5 tahun Khadijah meninggal dunia . 

Semakin besar Fatimah semakin cantik, salah satunya adalah Abu Bakar dan ada lagi yang sangat mencintai Fatimah namun dipendam saja di hati yaitu Sayyidina Ali . 

Saking cintanya kepada Fatimah Ali menabung untuk melamar Fatimah . Tapi Ali kaget karena Fatimah akan dilamar oleh Abu akar. Kenapa begitu ? 

Karena Abu Bakar tanya kepada Ali bagaimana pendapat Ali bila ia melamar Fatimah kita – kira pantas nggak . 

Sejenak Ali bigung untuk menjawab hatinya terasa hancur tapi mulutnya berbicara lain itu baik dan sangat cocok dengan kamu kata Ali .   

Ketika Abu Bakar datang melamar Fatimah , Rasulullah saw menjawab bahwa beliau tidak bisa memutuskan menunggu turunnya ayat dari Allah dulu dan juga Fatimah . 

Fatimahpun juga menolak menikah dengan Abu Bakar .  Kemudian Umar datang ke Ali bertanya bagaimana bia ia melamar Fatimah . 

Ali pun menjawabnya sama seperti kepada Abu Bakar. Maka Umar pun dijawab oleh Rasulullah saw sama seperti menjawab Abu Bakar, Fatimahnya juga menolak . 

Utsmanpun sama melamar Fatimah dan dijawabnya sama seperti dua sahabat sebelumnya . Lalu Umar datang ke Ali dan berkata aku ditolak maka hanya kamu yang ditunggu oleh Rasulullah saw . 

Malemnya Ali shalat dulu dan memohon petunjuk Allah swt .  Rasulullah saw langsung bertanya kepada Ali apakah kamu juga akan melamar Fatimah . 

Rasulullah saw lalu mendatangi Fatimah dan diutarakan maksud Ali datang ke rumahnya.  Fatimahpun mengangguk sambil tersenyum . 

Begitu Fatimah menerima lalu Rasulullah saw bertanya bila kamu melamar Fatimah apa yang akan kamu berikan untuk Fatimah. 

Ali memberitahukan bahwa ia punya tabungan sedikit . Dan atas  saran dari Rasulullah saw untuk menambah biaya lamaran maka Ali menggadaikan pedang dan baju perangnya kepada Utsman. Kemudian menikahlah Ali dengan Fatimah . 

Di dalam perjalanan rumah tangganya Fatimah tidak pernah membantah apapun yang diperintah oleh suaminya.   

Pada saat terjadi peperanganpun Fatimah ikut bererang bersam saminya . Fatimah juga sering ikut berperang tapi bukan memukul musuh, ia mambantu para Anshar yang terluka. 

Di dalam rumahnya Fatimah tidak memiki seorang pembantupun semua pekerjaannya dikerjakan sendiri  . 

Lama kelamaan mengurus rumah tangganya hanya sendirian akhirnya tenaganya capek , mengeluh  tapi mau bicara pada suaminya tidak berani . 

Fatimah sambil bekerja sambil menangis . Pada saat itu Rasulullah saw bersilaturahmi ke Fatimah, maka Hasan dan Husein memberitahukan bahwa ibunya menangis. 

Lalu ia mendekati Fatimah dan bertanya kenapa kamu menangis. Saya menangis bukan karena ada apa – apa tapi karena pekerjaan rumah yang banyak dan berat . Semuanya dikerjakan sendiri  jawab  Fatimah  

Akirnya Rasulullah saw faham maksud Fatimah . Lalu Rasulullah saw berdiri dan mengajak ke Fatimah ke tempat penggilingan gandum dan menggiling segenggam gandum. 

Lalu bicara ‘’ hai batu berputarlah untuk menggiling gandum itu ‘’ . Batupun berputar atas kehendak Allah swt . Sekarang Fatimah kamu ambil segenggam gandum dan gilinglah . Berat sekali Ya Rasul . 

Rasulullah saw menjawab bacalah bismillah lalu lanjutkan ya ayyuhal ladziina aamanuu , kuu  anfusakum wa ahlikum naaron …………sidaad . Setelah mengikuti bacaan Rasulullah saw sekarang merasa ringan saat menggilng gandum 

“ Fatimah “ lanjut Rasulullah “ gandum yang kamu giling yang lembutnya itu adalah dosa dosamu yang telah dirontokkan oleh Allah dari hatimu  .

Asalkan saat akan menggiling gandum itu jangan lupa niatkan untuk membantu suami beribadah kepada Allah mengikuti tuntunan RasulNya . 

Semakin banyak gandum yang kamu giling maka akan semakin banyak dosa yang dibersihkan dari hatimu. Paham maksud ayah ? “ Tanya Rasulullah saw   

“ Ya Ayah terima kasih atas nasehatnya “ Dan yang lebih aneh lagi batu giling itu bisa berbicara atas kehendak Allah “ Ya Rasul aku rela melakukan ini bila untukmu, untuk anakmu . Karena kebanyakan manusia itu menyakitiku, memukulku, memahatku dll “ kata batu . 

“ Wahai batu giling kamu tidak usah bersedih anakku juga tidak mau dibantu olehmu jadi biarlah ia bekerja sesuai dengan kehendaknya. Tapi kelak di akhirat Allah akan membangunkan rumah di surga untuk anakku dan salah satu bahan bangunan itu adalah dirimu , maka bersabarlah kamu di dunia ini. Rasa sakitmu di dunia ini akan digantikan oleh Allah kelak dengan kenikmatan di akhirat  " 

Betapa gembiranya mendengar ucapan Rasulullah saw itu sampai batu giling itu menangis lagi saking gembiranya .
 Itulah kisah derita Khadijah yang akan melahirkan prutrinya yang bernama Fatimah dan cinta Fatimah yang murni terhadap Sayyidina Ali . 

Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran darinya. Wallaahua’lam .

Wassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .