Kamis, 20 Juni 2013

JANGAN BEBURUK SANGKA KEPADA ALLAH SWT



Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Selamat berjumpa kembali dengan kami BUTIR URAIAN AYAT AYAT AL QUR’AN dan refleksialamalquran

BERBAIK  SANGKA  KEPADA ALLAH

Saudaraku berbaik sangkalah kepada Allah, janganlah kita berburuk sangka kepada-Nya. Contoh bisa saja terjadi pada kita yaitu, kita sudah berusaha semaksimal mungkin dan beribadahpun sama shalat wajib dikerjakan, shalat malam juga dikerjakan puasa sunah Senin dan Kamis dilaksanakan, namun kenapa  di dalam kehidupan sehari-harinya bukan semakin senang, bahkan banyak susahnya, banyak penderitaannya. Sebaliknya ada tetangga kita yang perjalanan kehidupannya itu sebaliknya dari kita, tidak pernah shalat wajib, apalagi shalat sunnah. Puasa wajib Ramadhan gak pernah, apalagi puasa sunah. Yang jelas kita yang merasa dekat dengan Allah swt seharusnya dimudahkan segala sesuatunya, minta apa saja bisa cepat dikabulkan, namun kenyataannya malah banyak penderitaannya. Sebaliknya mereka yang tidak pernah ibadah malah segala sesuatunya benar-benar dimudahkan,karena keadaan mereka semakin kaya.

Saudaraku kalau kita mau merenung sejenak tentang nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Sungguh kita tidak dapat menghitungnya. Jadi seharusnya kita senantiasa berbaik sangka kepada –Nya. Janganlah kita iri terhadap rezki orang lain

Ingat suksesnya seseorang di dunia dengan memiliki banyak harta benda, memangku jabatan yang tinggi, menjadi orang terhormat atau terkenal, belum tentu sukses di mata Allah. Sebaliknya susahnya atau penderitaan yang dialami seseorang belum tentu dia gagal dalam hidup, bisa saja mungkin dia sukses di sisi Allah.

Jadi janganlah sekali-kali berburuk sangka kepada Allah. Apalagi sampai terucapkan oleh kita misalnya, “ Wahai celakalah kami, Allah telah bosan kepada kami, sehingga Dia tidak memperdulikan kami lagi, Allah tidak adil. Katanya mintalah kepada Allah, niscaya diberinya. Namun mana buktinya. Katanya kalau minta tolong jangan kepada selain Allan, cukup hanya kepada Allah. Namun mana buktinya sudah meminta berkali-kali namun tetap juga tidak diberi dsb” Sungguh ucapan-ucapan yang demikian ini yang tidak seharusnya keluar dari mulut kita, malah justru semakin membuat kita tersesat jalan.

Adapun mengenai berbaik sangka kepada Allah itu terbagi menjadi dua yaitu :

  1. Berbaik sangka dari golongan khusus atau tertentu seperti orang-rang saleh dan bertakwa. Apabila mereka mengalami senang atau susah itu dianggapnya tidak aneh, biasa-biasa saja. Malahan apabila mereka sedang mengalami kesengsaraan ,penderitaan, kesulitan, kesempitan, mereka merasa sangat senang karena di depan Allah sudah menyediakan kesenangan, kebahagiaan, kemudahan dan kelapangan. Sebaliknya apabila lagi menghadapi kesenangan dan kemudahan, mereka waspada karena di depan suatu saat akan mengalami penderitaan dan kesulitan.

  1. Berbaik sangka dari golongan awam ( umum ) yaitu mereka bersyukur itu apabila sedang mengalami kesenangan, kemudahan saja. Apabila dia mengalami yang sebaliknya, mereka semakin jauh dengan Allah.

Saudaraku sesungguhnya Allah itu Maha Adil, jadi tidak ada yang dirugikan atau diuntungkan bagi setiap hamba-Nya. Dia akan memberikan sesuai dengan haknya setelah kewajibannya dilaksanakan.

Allah itu Maha Pemberi Rezki, Dia akan memberikan rezki kepada semuanya, sampai ke binatang melatapun diberi rezki, apalagi kita sebagai makhluk-Nya. Baik yang beribadah, beriman kepada-Nya maupun yang kafir kepada-Nya tetap sama diberikan rezki. Dial ah yang melapangkan dan menyempitkan rezki. Dia lah yang mengatur besar dan kecilnya rezki yang diberikan kepada hamba-Nya. Dia akan memberikan rezki kepada siapa yang dikehendakinya dan Dia akan cabut rezki dari hamba-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Sungguh dia maha Kuasa atas segala sesuatunya.
Barakallaahufiikum …….. Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar