Kamis, 24 Oktober 2013

HAYATI RUKUN IMAN , KAJI RUKUN IMAN , RASAKAN, RASAKAN, RASAKAN !!!!!

Allah swt berfirman di dalam Q.S Al Baqarah 2 : 62 yaitu :


إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ [٢:٦٢]

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. 

Dan Allah swt berfirman di dalam Q.S Al Maidah 5 : 69 yaitu :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَىٰ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ [٥:٦٩]

Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. 

Dan Allah swt berfirman di dalam Q.S Al Hajj 22 : 17 yaitu :

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصَّابِئِينَ وَالنَّصَارَىٰ وَالْمَجُوسَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا إِنَّ اللَّهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ [٢٢:١٧]

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu. 

Melalui ketiga ayat ini Allah swt memberitahukan kepada kita semua bahwa apakah mereka orang-orang Yahudi, Shabiin , Nasrani maupun Majusi yaitu Allah swt akan memberikan ketenangan di hati mereka, memberikan ketentraman di dalam kehidupan mereka dan menerima apa adanya apa yang telah diberikan Allah , karena mereka sudah yakin bahwa Allah swt memberi sesuatu kepada mereka itu sudah yang terbaik menurut pilihan Allah, bukan menurut pilihan manusia.

Sekarang bagaimanakah kita sebagai umat generasi di masa kini dan juga generasi mendatang ? Sungguh Allah swt tidak akan membeda-bedakan siapapun. Dia tidak melihat penampilan kita, tidak melihat betuk dan rupa kita, akan tetapi Dia melihat ketaqwaan kita terhadap-Nya. Taqwa dikatakan benar apabila didasari keimanan. Kita tidak bisa hanya sekadar mengaku beriman, tanpa dibuktikan dengan taqwa . 

Keimanan , ketaqawaan , taufik , hidayah , inayah , maunah dan maghfirah adalah milik Allah. Dia akan berikan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia akan cabut dari siapa yang Dia kehendaki. Dia akan muliakan siapa yang Dia kehendaki dan Dia akan hinakan siapapun yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatunya.

Keimanan akan kita bisa kita rasakan apabila kita beriman kepada Allah yaitu kita harus yakin bahwa semua kehidupan di dunia ini Dia lah yang mengaturnya termasuk juga kita. Kesedihan, kesusahan , kesulilan, kesengsaraan, kemelaratan , akan hilang semua rasa itu apabila kita merasa bahwa tugas kita hanyalah beribadah dengan cara , lakukan apa yang bisa kita lakukan sesuai dengan syariat agama yang telah kita ketahui, akan tetapi dengan syarat harus ikhlas karena Allah dan hanya untuk Allah. Karena tidaklah mungkin akan sengsara selamanya atau sebaliknya. Tidaklah mungkin akan sehat selamanya, suatu saat akan sakit. Apabila sehatnya kita merasa senang, maka suatu saat kita diberi sakit pun kita harus bisa menerima dengan senang hati.  Memang nampak lahirnya kita sedang disiksa, atau anggap saja kita merasa lagi tidak disayang Allah. Ini salah besar, karena dibalik kesusahan itu ada sesuatu yang akan membahagiakan, akan tetapi yang tahu hanya Allah. Apabila ujian yang diberikan Allah swt itu bisa kita terima dengan ikhlas, maka lulus lah kita, dan kita akan mendapatkan apa yang sudah disiapkan Allah. Apabila terjadi sebaliknya, yaitu gagal, maka yang terjadi sebaliknya, dan semua itu atas kehendak Allah swt.

Semoga Allah selalu meridoi apa yang telah kita lakukan, yang sedang kita jalankan dan yang akan kita kerjakan dengan bimbingan, dan petunjuk-Nya agar kita selalu berada di jalan-Nya yaitu jalan yang lurus sesuai dengan kehendak-Nya, yang pernah Dia berikan kepada para hamba-Nya yang terdahulu, bukan jalan yang Dia murkai dan jalan yang Dia sesatkan. Aaaamiin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar