Rabu, 12 Maret 2014

ALLAH TIDAK PERNAH INGKAR JANJI


IMAN  MERUPAKAN  PUSAT  KEBAHAGIAAN  DUNIA AKHIRAT

Kecintaan Allah kepada orang-orang mukmin adalah mereka bekerja selalu optimis, tabah dalam menghadapi sesuatu, tawakal pada saat mengerjakan sesuatu dan selalu berserah diri dan bersabar menanti kepada ketetapan Allah . 

Ketiga hal ini adalah suatu hidayah yang Allah berikan kepada siapapun yang Dia kehendaki. Ingat tidak setiap orang mendapatkan petunjuk atau hidayah ini. Untuk itu kalau ingin mendapatkannya maka harus berusaha mendekatkan diri kepada Allah.

Mengapa dijelaskan seperti itu ? Karena banyak orang yang awalnya bekerja penuh semangat, tetapi karena adanya gangguan di tengah perjalanan, lalu berubah penjadi pesimis. Adalagi saat bekerja semangatnya luar biasa, namun begitu menerima imbalan langsung semangat itu berubah turun drastic. Kenapa begitu ? Karena upah yang dia dapatkan tidak sesuai menurut pribadinya yaitu sangat rendah sekali.

Padahal kalau ditanya siapakah yang mengatur rezki pada setiap manusia ? Pasti jawabnya Allah. Namun di dalam kenyataannya, masih banyak diantara kita mengeluhkan hal tersebut. Adalagi yang marah-marah bahkan sumpah serapahpun keluar, karena apa yang didapat tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Misalnya karena situasi ekonominya lagi morat-marit yang diinginkan adanya jalan mendapatkan atau menghasilkan uang, tapi yang didapat malah banyak teman atau tambah banyak masalah. Dan masih banyak lagi contoh-tontoh daalam kehidupan sehari-hari.

Keimanan merupakan pusat kebahagiaan di dunia jaguar di akhirat, dan keimanan yang benar itu selalu dibuktikan dengan ketakwaan. Takwa yang baik dan benar yang akan diterima Allah hanyalah takwa yang didasari keilkhlasan, hal bisa dibuktikan melalui berbuat amal kebajikan, atau amal saleh.
Sebagaimana firman Allah swt di dalam QS An Nahl ayat 97 yaitu

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ [١٦:٩٧]

Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

Melalui ayat ini Allah memberitahukan kepada kita bahwa pahala atau imbalan akan dilipat gandakan dari apa yang yang telah dikerjakan apabila kita semua beriman kepada Allah dan dibarengi dengan berbuat amal kebajikan.

Dan kepada orang-orang seperti ini akan Allah jamin kehidupannya, maksudnya walapun keadaan kehidupannya banyak susahnya, namun tetap tercukupi segala kebutuhannya dan dimudahkan segala sesuatunya, dan andaikan diberinya kekayaan, maka harta bendanya ityu akan membawa keberkahan bagi dirinya.

Cobalah kita tengok tetangga di sekitar kita mungkin saja kehidupan mereka serba mewah, rumah bagus,mobil punya, usahanya sukses, sawah ladang punya, namun di dalam kesehariannya tidak pernah menjalankan shalat wajib.

Adalagi awalnya orang gak punya, lalu Allah kasih kesuksesan yang luar biasa. Mendadak rumahnya di renovasi, lalu disekeliling rumahnya dipagar dengan tembok yang tinggi, dan di pintu gerbang depan rumah dipasang kunci, sehingga tidak sembarang orang bisa masuk, dia menjadi kikir dan bakhil.


Jadi dari dua buah contoh kehidupan tersebut kita bisa mengambil kesimpulan yaitu suksesnya manusia dengan urusan dunia ,belullah  benci kepadanya, akan tetapi justru yang terjadi sebaliknya, Allah sangat berkasih sayang kepadanya. Hanya kitanya saja yang belum mengerti, atau wawasan kita masih sangat sempit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar