DO’A
ADALAH INTI IBADAH
Perlu kita ketahui bahwa inti daripada ibadah adalah
do’a. Akan tetapi do’a tidak akan terwujud apabila tidak dibarengi dengan usaha
atau bekerja. Usaha atau bekerja disesuaikan dengan bidangnya atau keahliannya
masing-masing. Ini yang disebut tawakal. Dan jangan lupa setelah kita
bertawakal, serahkanlah segala sesuatunya kepada Allah. Barulah dari Allah akan
ada ketetapan sesuai dengan kehendakNya. Dan yakini bahwa apa yang diberikan
dari Allah kepada kita adalah yang terbaik. Inilah yang perlu diketahui oleh
kita bersama.
Allah swt berfirman di dalam QS An Naml ayat 62 yaitu
:
أَمَّنْ
يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ
الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ [٢٧:٦٢]
Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang
dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan
dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping
Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).
Maka Allah mengancam barangsiapa yang berdo’a kepada
selain Dia, berarti dia benar-benar menjadikannya Tuhan di samping Allah Yang
Maha Luhu dari segala yang mereka sekutukan kepada-Nya.
Allah swt berfirman di dalam QS Faathir ayat 13 dan 14
yaitu :
وَالَّذِينَ
تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ [٣٥:١٣]وَالَّذِينَ
تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ [٣٥:١٣]
. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah
tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.
إِنْ
تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ ۚ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ [٣٥:١٤]
Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar
seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan
permintaanmu. Dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan
tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh
Yang Maha Mengetahui.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar