HAL
HAL YANG TIDAK DISUKAI RASULULLAH.
Rasulullah
saw melarang kita lemah dalam mencapai cita-cita. Akan tetapi hendaknya kita
optimis dalam usaha kita. Tanamkan dalam-dalam ke dalam jiwa kita kepercayaan
kepada Allah, agar apa yang kita cita-citakan tercapai.
Tercapainya
cita-cita itu harus mau berjuang dengan bekerja keras tanpa kenal lelah, jauh
dari sifat putus asa dan keluhan, tidak bermalas-malas dan berdiam diri tanpa
usaha. Tidak bisa sesuatu dapat diraih hanya dengan berdoa saja tanpa dibarengi
dengan usaha.
Di
akhir akhir ini banyak orang-orang Islam yang menyimpang prilakukanya, artinya
sudah jauh dari tuntunan agama, bahkan tuntunan nenek moyang yang tidak tahu
jelas dasar hukumnya diikuti, bahkan dikembangkan.
Contoh
sederhana masih banyak yang mempercayai barang ( keris, tumbak, tongkat,
tasbih, sabuk, batucincin dsb ) yang dianggap masih memiliki kekuatan gaib ,
yang mampu untuk menyelamatkan dan melindungi pemiliknya.
Ada
lagi yang gemar berziarah ke makam waliyullah, habib, kyai yang dianggapnya
memiliki kelebihan atau karamah ( Yang diberi kelebihan itu kan mereka, bisanya
diberi kelebihan pasti itu ada tugas tertentu dari Allah untuk menegakkan
agamaNya ), namun oleh kalangan masyarakat banyak disalah artikan, agar kebagian
karamahnya. Gimana karamah akan didapat kalau prilaku dalam kesehariannya tidak
seperti mereka, dan kalaupun iya, belum tentu dapat karena pemiliknya itu
Allah. Allah hanya akan memberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Sebaliknya
Dia akan mencabut sesuatu dari hambaNya yang dikehendaki olehNya.
Apabila
kita tertimpa sesuatu hal yang tidak menyenangkan, maka kita dilarang
mengucapkan klimat pengandaian seperti” seandainya…… andaikata ….. kalau saja
……. Maka tidak akan terjadi seperti itu”
Karena kata-kata ini akan dapat membuka pinti pekerjaan setan. Kenapa ? Karena
dengan kata-kata itu seolah-olah kita dapat menghindarkan diri dari taqdir
Allah. Padahal taqdir Allah itu pasti terlaksana, tidak ada yang bisa
menentangnya.
Yang
benar itu adalah tanggapi setiap peristiwa yang telah terjadi dan katakana
bahwa Allah telah metaqdirkannya dan apapun yang dikehendaki Allah, niscaya
akan diperbuat-Nya dan pasti terjadinya.
Sedangkan
untuk menaggapi sesuatu yang akan datang kita persiapkan sepenihnya dan jangan
lupa hendaklah kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang telah kita alami
pada waktu yang lampau, jangan sampai kita terperoksok dua kali dalam satu
lobang. Sehingga kita akan menemui kegagalan.
Sekali
lagi kalau kita semua menghendaki menjadi manusia mukmin ( manusia yang beriman
) maka harus mau berjuang terus, meneggakkan kebenaran, mencegah dari yang
munkar, bersabar dalam menghadapi dan menyikapi masalah karena tidak memutup
kemungkinan akan menemukan hambatan , dan gangguan. Hambatan dan gangguan itu
bisa dari dalam diri kita dan bisa dari luar diri kita. Tapi yang paling erat
adalah yang dari dalam diri kita sendiri.
Orang
yang beriman itu oleh Rasulullah saw dilarang bermalas-malasan, yang dipilih
hanya yang “enaknya saja”, menunda-nunda urusan dan mengembalikan semua urusan
yang terjadi kepada Allah, baik yang berupa kegagalan maupun keberhasilan.Jauhi
kalimat-kalimat yang berbau pengandaian. Karena pengandaian itu adalah prilaku
orang-orang munafiq.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar