Rabu, 10 September 2014

SURAT AL BAQARAH AYAT 188



Allah swt berfirman di dalam QS Al Baqarah ayat 188 -   yang berbunyi :

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ [٢:١٨٨]

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. 

Melalui ayat ini Allah memberitahukan dan mengingatkan kepada kita semua agar kita diperintahkan untuk mencari karunia-Nya dengan cara masing-masing sesuai dengan kadar kesanggupannya.

Adapun caranya bisa dengan cara bertani , berdagang , bekerja sebagai karyawan apakah di negri ataupun di swasta atau berwira usaha. Dan semua pekerjaan itu harus dlakukan dengan cara halal. Bukan dengan cara korupsi, manipulasi, riba, menipu , merampok dan sejenisnya.

Kita tidak bisa hanya dengan berdoa saja siang dan malam tanpa dibarengi usaha. Terutama sekali orang yang kegiatannya berdakwah, jangan saja meminta sesuatu kepada yang diberi dakwah. Jangankan kita. Rasulullah saw saja pernah ditegur oleh Allah apakah beliau dalam berdakwah itu  meminta sesuatu kepada mereka, sehingga memberatkan mereka sampai mereka tidak mau belajar agama Islam. Dan beliau pun menjawab bahwa beliau hanya bertugas menyampaikan amanah Allah swt, tidak pernah meminta biaya sepeserpun kepada mereka. Dan balasan itu hanya mengharapkan dari keridoan Allah saja. 

Sekarang bagaiman dengan kita,  kalau memanggil mubaligh untuk ceramah harus membayar berapa, kalau khatib untuk shalat Jum'at dibayar berapa, termasuk juga dengan Imamnya. Belum lagi kalau ada di antara kita meminta bantuan solusi kepada yang faham agama. Lalu diberinya saran, lalu diberinya doa dengan satu atau dua ayat dari Al Qur'an, tapi dimintai mahar. Sebab doa itu akan manjur kalau ada maharnya. Sedangkan Allah saja tidak ada mahar apa-apa. 

Cara-cara yang seperti inilah yang disebut mencari karunia Allah dengan cara yang bathil . Cara seperti ini merupakan perbuatan menzalimi sesama saudara Muslim. Dan lebih luas lagi para penguasa menyalah gunakan kekuasaannya untuk memeras rakyatnya atau bawahannya. Para ahli hukum menyalah gunakan hukum dalam menyelesaikan suartu perkara. Para ulama menyalah gunakan agama untuk kepentingan pribadi atau golongan. Para pedagang mengurangi ukuran dan timbangan dan sejenisnya

Sebenarnya mereka itu tahu bahwa apa yang dilakukannya itu telah menyimpang dari aturan main hukum, baik hukum pemerintah maupun hukum agama, bahkan sampai ke hukum rumah tangga. Nuraninya sebenarnya mengingatkan jangan berbuat begitu karena akan mencelakai dirimu, namun sayang hatinya sudah penuh dipengaruhi hawa setan sehingga jeritan nuraninya itu tidak didengar.

Demikianlah peringatan Allah melalui ayat ini dan pasi Allah akan menyediakan balasan bagi mereka. Balasan itu bisa langsung dibuktikan di alam dunia dengan cara memberi penyakit yang susah sekali disembuhkan, dirampok , digarong, ditipu, dan sebagainya. Dan di akhirat tetap akan disidang kembali oleh Allah. Di dunia masih ada kebijaksanaan, bantuan dan pertolongan, sampai perlindungan. Tapi kelak di akhirat tidak ada penolong, atau pelindung, semua akan diperlakukan dengan adil. Baik dibalas baik, buruk dibalas buruk

Semoga kita di dalam mencari karunia-Nya itu berada di jalan yang benar, jalan yag diridoi oleh-Nya sehingga dalam menjalani kehidupan ini mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. Aaaamiin.

Wallahu bishawab. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar