Minggu, 28 Juni 2015

MENGAPA ALLAH MELAKNAT DUNIA SEIISINYA ?



Asalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. 
Bismillahirrahmaanirrahiim
 
Rasulullah saw bersabda, “ Sesungguhnya dunia itu dilaknat, sesuatu yang ada padanya juga dilaknat kecuali ada dzikir kepada Allah dan ada sesuatu yang memelihara urusan dzikir, serta ada orang alim dan santri “

Allah itu Tuhan Yang Maha Esa. Pencipta dan Pemelihara alam semesta. Penentu segala sesuatu karena Dia Penguasa segala sesuatu. Dia maha sempurna, sehingga apapun yang dilakukanNya itu tanpa cacat atau tercela sedikitpun.

Dari hadits di atas mengapa dunia itu dilaknat dan segala isinya juga dilaknat ? Ini bukan berarti Allah juga buruk akan tetapi hal ini sebagai peringatan kepada manusia termasuk kita agar keberadaan kita di dunia ini harus hati-hati.

Artinya kita harus hati-hati dalam segala hal. Caranya bagaimana ? Kita manfaatkan dunia seisinya itu untuk mencari bekal hidup berupa amal kebajikan guna kebutuhan akhirat kita. Bukan hanya untuk keperluan dunia saja.
 
Untuk mendapatkan hal itu maka harus ada syaratnya yang harus dilakukan yaitu

1.Ada dzikir kepada Allah artinya selalu mengingat Allah. Apapun yang akan kita lalukan selalu ada control, apakah hal ini bila dikerjakan sesuai tidak dengan aturan main yang telah ditetapkanNya . Bila sesuai maka barulah dikerjakan , dan bila tidak sesuai harus ditinggalkan agar kita bisa selamat dari kemarahanNya dan kemurkaanNya.

2. Ada sesuatu yang memelihara urusan dzikir. Maksudnya adalah dzikir itu bukan hanya sekedar membaca kalimat – kalimat Allah, akan tetapi faham akan maksud dari apa yang dibacanya itu, lalu diwujudkan dalam sikap prilaku di dalam kehidupan sehari-hari. Bila antara yang diucapkan dan sikap yg dikerjakan bertentangan maka kita akan celaka. 

Contoh saat di malam hari banyak membaca istighfar, namun di siang harinya banyak berbuat dosa . Mendatangi kuburan waliyullah atau orang saleh. kalimat yg dibaca laa ilaha illallaah, tapi niat dihatinya agar usahanya lancar, bisa naik jabatan, dagangnya beruntung banyak. dsb.

3. Ada orang alim dan santri. Maksud dari orang alim disini adalah orang yang memahami benar tentang aturan agama dan kita bisa belajar atau meminta petunjuk darinya. Sedangkan santri di sini adalah kita senantiasa memahami aturan agama, mengerti dasar hukumnya, faham tentang hukum sebab akibat, di setiap langkahnya itu tidak serabutan, selalu dalam kehati-hatian. Hal-hal yang akan membuatnya celaka dijauhi dan yang menuntun ke arah kebahagiaan dijalani.

Semoga saja kita semuanya selalu ada dalam bimbingan Allah, dan apapun yang kita lakukan selalu mendapatkan Ridha-Nya . 

Aaaaamiin Allahumma Aaaamiin . 
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar