Jumat, 23 September 2016

KEPERIBADIAN MANUSIA

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Di dalam pergaulan di zaman sekarang ini sungguh amat sulit menilai seseorang apakah dia itu baik atau buruk. 

Karena banyak sekali kejadian yang dialami terutama para remaja yang sedang demam penyakit percintaan . 

Penampilannya oke banget, pakaian yang dipakai bermerk, sepatunya mahal, mobilnya keren, bicaranya meyakinkan, setelah jadian keluar tuh watak / karakter aslinya , tertipu deh. 

Ada juga orang yang penampilannya biasa-biasa saja, kehidupannya sederhana, tapi setelah diperhatikan ternyata dia penuh tanggung jawab dalam segala hal . 

Dari contoh di atas itu kita baru memahami yaitu yang satu tidak berkepribadian ( buruk ) , tapi yang satu lagi memiliki kepribadian ( baik ) . 

Untuk memahami orang itu berkepribadian atau tidak amat sulit, karena hati manusia itu tidak ada yang tahu, kecuali hanya Allah . 

Tapi paling tidak bisa dengan cara terakhir inilah kita bisa menilai pribadi seseorang yaitu perhatikan ucapan dan tindakannya, apabila banyak yang sama, mudah – mudahan tidak salah pilih. 

Agama Islam mengajarkan sebagai seorang muslim yang berkepribadian di dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan dan pergaulan sehari-hari harus bersikap sesuai aturan main Allah dan rasulNya. 

Sikap ini harus ditumbuh kembangkan agar menjadi kebiasaan dan mengakar dalam kepribadiannya sebagai seorang muslim yang baik. 

Ada enam hal agar yang harus dilakukan sebagai pribadi muslim yang baik yaitu ; 

1. Mengucapkan dua kalimat syahadat. Mengucapkan dua kalimat ini merupakan dasar utama dalam membangun kehidupan dan cita-cita.dan bisa dibebut fondasi utama. Semakin kuat fondasi semakin kuat pula pendiriannya. 

2. Mengucapkan basmalah. Maksudnya setiap perbuatan apapun yang akan dikerjakan selalu diawali dengan basmalah. Karena apapun yang kita kerjakan apabila tidak diawali basmalah, maka tidak ada berkahnya ; 

3 Mengucapkan Tahmid ( Alhamdulillah ) yaitu setiap selesai mengerjakan sesuatu sebagai rasa syukur kita kepada Allah . 

4. Mengucapkan Insya Allah apabila kita berjanji dengan seseorang, karena segala sesuatu itu terjadinya atas kehendak Allah . 

5. Mengucapkan istighfar, memohon ampun kepada Allah, karena apa yang telah dikerjakan kita ini belum tentu semuanya sesuai dengan kehendak Allah


6. Mengucapkan Hauqalah yaitu , “ laa haula walla quwata illa billah “ artinya Tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah semata “ Intinya adalah semua apa yang kita kerjakan itu atas bantuanNya, karena tanpa dibantu olehNya maka tidak akan terwujud. 

Contoh kita saat kerja punya tenaga, tenaga itu milik siapa ? Kalau tenaga itu melihat dicabut pemilikNya apa yang bisa kita lakukan . 

Mata bisa melihat, otak bisa berfikir , mulut bisa bicara, tangan bisa berbuat, kaki bisa melangkah dst.  Semoga kita semua bisa menjadi seorang yang berkepribadian sesuai dengan yang diharapkan Allah dan RasulNya. Aaaaamiin.

Hadanallah waiyyakum aj ma’iin . Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar