Selasa, 27 Februari 2018

ASAL USUL MANUSIA DAN KEMATIAN MANUSIA


RAHASIA HIKMAH DIBALIK QS AL AN’AM [ 6 ] : 2

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .
Bismillaahirrahmaanirrahiim.




Allah swt berfirman di dalam QS Al An’am [ 6 ] : 1
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ طِيْنٍ ثُمَّ قَضٰۤى اَجَلًا ۗ وَاَجَلٌ مُّسَمًّى عِنْدَهٗ ثُمَّ اَنْـتُمْ تَمْتَرُوْنَ
"Dialah yg menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya .
QS. Al-An'am 6: Ayat 1

Melalui ayat ini Allah menjelaskan kepada kita semua bahwa  Dialah yg menciptakan kamu dari tanah,”  artinya 

kita semua itu asal usulnya dari sari pati tanah [  semua makanan dan minuman yang masuk ke perut kita berasal dari tanah ] , kemudian Allah rubah menjadi air mani [ yang hina ] , dirubah lagi menjadi segumpal darah, dan dirubah lagi menjadi segumpal daging serta diisi dengan tulang [ dibentuk menjadi seorang makhluk atau manusia ] . 

Yang kesemuanya itu melalui proses yang amat sangat luar biasa dan sempurna. Dan itu hanya dilakukan oleh Allah sendiri, tanpa ada bantuan dari siapapun .  

Bila kita manusia mengetahui asal kejadiannya, maka rasa sombong, berbangga diri, dan egonya akan hilang tergantikan dengan rasa syukur kepada Allah atas segala pemberianNya selama ini .

Yang dimaksud dengan  kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya “ artinya  

keberadaan kita di dunia ini hanyalah sementara  . Batas waktu hidup di dunia itu tidak selamanya  , hanya sesaat , hanya sekedar singgah, hanya sekedar bertamu di rumahnya Allah swt . 

Dan bila batas ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Allah swt itu sudah habis  , maka mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap , kita harus rela meninggalkan duniawi yang telah kita usahakan selama ini . 

Oleh karena itu selama kita berada di dunia ini mari kita manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk banyak berbuat amal soleh yang Allah ridoi, untuk menjalankan  ketakwaan kita kepada Allah swt . 

Manfaatkan semua duniawi yang telah kita miliki itu sebesar-besarnya untuk kepentingan akhirat kita .  
Sungguh yang paling dekat dengan kita di dunia adalah KEMATIAN . Karena kematian itu tidak ada yang tahu kapan waktunya, dalam usia berapa kita akan mati,  jam berapa kita akan dicabut nyawanya ,  dimana  kita akan dikuburkan . 

Kecuali hanya Allah sendiri yang mengetahui kematian setiap manusia . Kenapa Allah tidak memberitahukan kepada kita semua ?  

Agar kita senantiasa siap sedia kapan saja dan dimana saja, bila kematian datang maka kita rela melepaskannya . karena kita semua adalah milik Allah  swt .  

Untuk itu mari kita manfaatkan hidup kita dengan sebaik mungkin untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt , untuk menambah amal soleh yang Allah ridoi sebagai bekal hidup kita kelak di akhirat . 

Dan semoga saja apa yang dilakukan oleh kita itu selalu mendapatkan izin dan ridoNya. . Ingat kita menyembah Allah itu bukan untuk mengejar surga dan menolak neraka. 

Karena surga dan neraka itu sudah ada ketentuannya.  Akan tetapi kita hanya mengharapkan rido Allah semata. 

Jangan sampai begitu kematian datang kita masih belum mempersiapkan bekal sedikitpun. Maka kita akan celaka selamanya 

walaupun kita ada yang mendoakan saudara kita, sahabat kita di dunia. Kalau Allah menolak do’a mereka , mau apa lagi yang bisa kita perbuat. Paling juga hanya penyesalan sepanjang masa.

Yang dimaksud dengan  Namun demikian kamu masih meragukannya .” artinya 
adalah walaupun ayat Allah sudah dijelaskan secara terang dan jelas , sebagian besar manusia  masih belum percaya  akan hal tersebut . Apa buktinya ?  

Kita sering menghantarkan jenazah ke kuburnya  . lalu apa yang kita lakukan sekembali dari kuburan. Umumnya biasa – biasa saja, Alhamdulillah tugas menguburkan saudara kita sudah selesai, dan selesailah  segalanya. 

Tapi bagi orang yang beriman tidak seperti  yang lainnya. Mereka  semakin sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi kematiannya , karena siapa tahu selang beberapa  menit, jam, hari, minggu, bulan  ternyata dirinya terkena giliran kematian .  

Jadi bila segalanya suadah disiapkan maka dia akan nampak tenang , tidak takut akan datangnya kematian, karena sadar bahwa setiap yang bernyawa itu pasti mati .

Semoga uraian ini bermanfaat untuk kita semua . Insya Allah . Aaaaamiin.

Wallaahu’alam bish shawab  . Barakallaahu fiikum.
Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar