Minggu, 24 Februari 2013

TANDA KEBERHASILAN MENUJU ALLAH Ke 2


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Salam dan bahagia'

Para sahabat sekalian selamat bertemu lagi dengan Butir Uraian Ayat Ayat Al Qur’an dan Refleksi Alam Ala Qur’an. Dan untuk kali ini marilah kita lanjutkan obrolan kita tentang Tanda Keberhasilan Menuju Allah.

Para sahabat sekalian kalau kita merasa telah beriman maka kita tidak perlu cemas dan takut akan keadaan yang sedang dihadapi, yang mungkin dianggap kurang menguntungkan itu. Walaupun yang dihadapi itu merupakan penderitaan ( lahirnya ), pada hal pada hakekatnya bagi orang yang mengerti dan bijaksana, apapun yang dideritanya itu mengandung hikmah yang sangat besar. Oleh karena itu Allah menurunkan Al Qur’an itu untuk manusia, maka kita harus mengimaninya, kita harus membacanya, kita harus mengkaji dan menghayatinya lalu kita harus mengamalkannya sesuai dengan kadar kemampuan yang telah Allah berikan kepada kita semua. Janganlah kita menyepelekannya, melalaikannya, mendustakannya, memperolok-oloknya apalagi sampai mengingkarinya.
Allah berfirman di dalam Al Qur’an surat Al An’am ayat 21 yang berbunyi , “ waman adhlamu mimmanif taro ‘alallaahi kadziban au kadzdzaba biaa yaatihi . innahuu laa yuflihudhoolimuun “ yang artinya sebagai berikut , “ Dan siapakah yang lebih aniaya dari pada orang yang membuat suatu kedustaan terhadap Allah, atau mendustakan ayat-ayatNya ? sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu adalah orang-orang yang dalam kerugian “. Jadi dari ayat ini Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang mendustakan ayat-ayatNya adalah orang yang dalam kerugian, orang yang celaka karena mereka telah menganiaya dirinya sendiri.

Firman Allah dalam Q.S Albaqarah 2 : 9 yang berbunyi : “ yukhoodi’uunallaaha walladziina aamanuu wamaa yakhda’uuna illaa anfusahum wamaa yasy’uruun” , yang artinya sebagai berikut , “ Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar”. Allah menjelaskan melalui ayat ini bahwa orang yang tidak percaya kepada jalan kebenaran, berbuat semaunya sendiri karena punya kekuasaan, punya power tidak sadar bahwa perbuatannya itu telah menganiaya dirinya sendiri. Mereka tidak sadar bahwa segala gerak geriknya itu dalam pengawasan Allah. Mereka berbuat seperti itu karena mengganggap Allah tidak tahu, mereka hendak menipu Allah, padahal mereka telah menipu dirinya sendiri..Dan perbuatan tersebut tanpa disadari oleh dirinya sendiri.

Mengapa mereka berbuat seperti itu ? Karena mereka kurang yakin akan kebenaran Al Qur’an, dianggapnya Allah itu buta, kurang yakin terhadap utusan Allah yaitu Nabi Muhammad ,karena ajarannya tidak pernah diikuti. Karena keyakinan terhadap Allah, Kitab Allah dan Utusan Allah nya lemah maka yang subur adalah, kedengkian, iri hati, dendam. Dendam terhadap siapa ? Terhadap siapapun yang akan menjadi penghalang ruang dan geraknya. Dianggapnya orang atau ajaran yang tidak disukainya itu ibarat duri dalam daging Itulah penyakit yang dialami orang-orang tersebut dan Allah semakin menambah penyakitnya, Mereka dicap oleh Allah sebagai pendusta, dan akibatnya hidup mereka tersiksa, tidur tidak tenang, bekerja tidak focus, kemanapun  mereka pergi selalu dibayangi oleh rasa takut, takut ketahuan, takut digeser jabatannya, takut diturunkan jabatannya bahkan takut dipecat, yang lebih ngeri lagi takut didatangi KPK dan BPK wah lebih berabe lagi, ujung-ujungnya masuk penjara ( hotel prodeo ).

Orang-orang yang demikian ini kemanapun mereka pergi dan dimanapun mereka berada, hidupnya tidak akan tenang. Dan biasanya mereka mencari teman-teman yang bisa memperkuat kedudukannya, bisa mendukung perbuatannya, terutama yang jadi bawahannya langsung, dan bawahannya mendukungnya karena berbuat sendiri tidak bisa , yang penting kebagian rezkinya. Padahal bawahannya itu tahu bahwa apa yang dilakukannya itu adalah salah, tapi tetap dilaksanakan, karena tidak enak dia adalah atasan saya, takut saya dipecat atau dimutasi. Jadi takutnya itu bukan takut karena Allah, tapi takut kepada manusia. Inilah kesempatan syaitan merasuk ke hatinya ,membisikkan sesuatu dengan memberikan gambaran yang enak-enak, memberikan angan-angan, memberikan hayalan, janji-janji yang menggiurkan. Andaikan berhasil dan ada rezki yang di dapat, maka yang dimakan itu apa ? RACUN YANG SANGAT BERBAHAYA DAN VIRUS YANG BISA MEMATIKAN. Mengapa demikian ? Darahnya yang tadinya bersih telah terkotori oleh setitik atau beberapa titik  noda,hitam dan merasuk ke sel-sel darah Akibatnya apa ? Jadilah penyakit yang terkadang sulit disembuhkan, bisa sembuh kalau orang tersebut melaksanakan taubatan nasuha.Sudah di dunianya saja disiksa apalagi di akhirat pasti diazab.

Banyak orang ingin hidup bahagia, tapi jalan ke arah kebahagiaan itu tidak ditempuhnya. Banyak orang ingin diberi rezki yang berkah, tetapi jalan keberkahan tidak dilaksanakan. Banyak orang ingin diselamatkan oleh Allah tetapi jalan ke arah keselamatan dilanggar. Banyak orang ingin segala sesuatunya dimudahkan oleh Allah, tetapi tidak mau mendekati Allah, bahkan lebih sesat lagi yang didekati bukan selain Allah, karena yang didatangi itu jauh lebih dekat dengan Allah dari pada dirinya. Yang didatanginyapun lupa diri bahwa kelebihan yang dititipkan Allah kepadanya itu bukan untuk menyadarkan orang yang tersesat, memberikan pencerahan kepada orang yang lagi dalam kegelapan, malah yang datang kepada mereka semakin disesatkan dengan meminta sesuatau sebagai syaratnya, ada maharnya dll. Yang kesemuanya tidak masuk akal. Yang lebih ngeri lagi yang didatangi itu kuburan yang katanya ada kramatnya, ada kekuatannya. Padahal semua itu milik Allah bukan milik penghuni kuburan tersebut, termasuk masjid yang dianggap kramat. Padahal yang namanya masjid, tajug, surau itu adalah rumahnya Allah, khusus untuk ibadah. Rumah kita pun bisa ada kramatnya kalau penghuninya jujur,yang dimakannya adalah harta yang bersih, semuanya beribadah kepada Allah, setiap hari rumahnya selalu diisi dengan alunan ayat-ayat Al Qur’an, diisi dengan salawat yang banyak, dan banyak beristighfar serta bertaubat kepada Allah. Insya Allah rumah itu akan membawa kesejukan kepada para penghuninya.

Sungguh Allah itu sangat berkasih sayang kepada hambaNya . Dia akan berikan apapun kepada hambaNya sesuai dengan kehendakNya yang tidak akan merusak hambaNya, akan tetapi untuk memperbaiki dan menyempurnakan hambaNya,  Dia juga bisa mencabut sesuatu dari hambaNya kalau memang harus dicabut. Manusia itu adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah. Kalau manusia itu sendiri berusaha untuk memuliakan dirinya, bukan menzalimi dirinya maka Allah akan semakin memuliakannya. Karena Allah bisa juga membuat manusia itu hina, bahkan lebih hina dari pada binatang., karena binatang tidak diberi fikiran dan tidak diberi nurani walaupun otak dan hatinya ada.

Para sahabat sekalian semoga kita semua tidak termasuk golongan yang seperti tiu, dan semoga kita selalu dibawah bimbingan Allah, selalu mendapat taufik, hidayah, maunah dan inayah serta maghfirah Allah, semoga kita masih termasuk golongan yang mencintai utusanNya Nabi Muhammad saw. Semoga apapun yang telah Allah berikan kepada kita , tidak membuat  kita lupa diri, sehingga kita hidup di dalam kesesatan.

Barakallaahufiikum………..Salam santun dari kami untuk para sahabat semua……….Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, dan dapat diambil hikmahnya serta  dapat membuka hati kita yang selama ini telah tertutup………..Andaikan ada salah tulis atau kata, itu adalah kesalahan kami dan………..Ya Allah ampunilah kami atas hal tersebut……..Marilah kita bersihkan dan sucikan hati kita, jiwa kita dan akal fikiran kita dengan mengucapkan

Laa ilaaha illallaah Muhammadurrasuulullaah Allahu Akbar Subhanallaah Subhanakallaahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa’atuubu ilaik.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Salam dan bahagia.

Penulis             : Ki Kartawijaya   Al Adiyat
Pekerjaan        : Anggota Perguruan Tamansiswa Cabang Cirebon.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar