Sabtu, 02 Maret 2013

PENGAKUAN vs PERBUATAN


Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Salam dan bahagia,

Salam jumpa lagi bersama Butir Uraian Ayat Ayat Al Qur’an dan Refleksi Alam Al Qur’an.
Para sahabat sekalian sungguh banyak sekali  kejadian-kejadian aneh tetapi nyata dan justru kejadiannya secara umum. Contoh mereka mengaku beragama Islam. Mereka mengucapkan dua kalimah syahadat. Tapi sayangnya tidak dikaji maknanya. Dan yang lebih parah lagi cukup diucapkan hanya pada saat melangsungkan akad nikah saja, setelah itu wassalam. Mengaku beragama Islam, akan tetapi rukun Islam yang kedua (shalat wajib) ditinggalkan, padahal dalam shalat itu ada kepasrahan diri ( Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam ). Pengakuannya juga ada ( Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami mohon pertolongan ). Doanya juga ada ( Ya Allah ampuni kami, sempurnakan kami, sehatkan kami, beri kami rezki, beri kami petunjuk,  maafkan kami ) akan tetapi mereka banyak tidak melaksanakan, malahan lebih sesat lagi sudah shalat tidak dikerjakan begitu terkena musibah minta tolongnya kepada orang pintar. Padahal orang didatanginyapun tetap kalau butuh minta tolongnya itu ke Allah.. Kemudian Allah memberikan rezki itu bukan milik pribadinya semua, akan tetapi ada sebagian lagi yang harus dikeluarkan dan itu merupakan titipan Allah yang harus dibagikan kepada yang berhak. Kenyataannya bagaimana ? Makin kaya ternyata bukan makin dermawan, sebaliknya semakin kikir, malah ada yang menjadi lintah darat ( menjalani riba ) Naudzubillahi min dzaalik.

Menurut Syaqiq al Balakhi, manusia sering mengakui bahwa dirinya mempunyai tiga sifat, akan tetapi di dalam kenyataan kehidupannya sehari-hari benar-benar sangat berlawanan dengan pengakuannya tersebut, yaitu :

    1. Manusia itu mengakui beribadah hanya menyembah Allah, akan tetapi di dalam kenyataannya dia berbuat bebas melakukan apa yang dilarang oleh Allah;
    2. Manusia mengakui bahwa yang menjamin rezkinya itu Allah, yang mengatur besar kecilnya rezki itu Allah dan yakin bahwa Allah itu Maha Adil artinya tidak akan merugikan siapapun. Namun di dalam kenyataannya kebanyakan manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah dimilikinya, tidak pernah puas dalam mengumpulkan kekayaan duniawi, takut kelaparan, takut nanti hidupnya sengsara, takut kekurangan dll .  Hal ini terlihat pada prilakunya;
    3. Manusia kalau ditanya apakah kamu akan mati ? Langsung bisa menjawab dengan lancar tanpa pikir-pikir lagi mengaku Ya !!!!, Berarti sudah hafal, sudah tahu. Namun.  di dalam kenyataannya yang tertuang pada prilakunya seolah-olah akan hidup abadi di dunia ini.
Barakallaahufiikum…………Salam santun kami untuk para sahabat semua…………Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua dan dapat diambil hikmahnya untuk kita serta dapat untuk membuka hati kita yang selama ini telah tertutup……..Andaikan ada salah kata atau tulis, itu adalah kesalahan kami dan………..Ya Allah ampunilah atas hal tersebut ………Dan marilah kita bersihkan dan sucikan hati kita, jiwa kita dan akal fikiran kita dengan mengucapkan

Laa ilaaha illallaah Muhammadurrasuulullaah saw Allahu Akbar Subhanallaah Subhanakallaahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa’atuubu ilaik.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Salam dan bahagia

Penulis            : Ki Kartawijaya  Al Adiyat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar