Senin, 22 April 2013

JADILAH ANAK ANAK AKHIRAT, JANGAN MENJADI ANAK DUNIA



Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Salam dan bahagia .

Salam jumpa kembali bersama Butir Uraian Ayat Ayat Al Qur’an dan Refleksialamalquran.

Kebanyakan manusia berfikir dan bertindak itu terbalik-balik; kehidupan yang sempurna dan pasti akan ditemuinya, yaitu akhirat tidak menjadi focus hidupnya.  Sementara itu, kehidupan yang tidak sempurna dan pasti ditinggalkan menjadi pusat perhatiannya. 

Sungguh mengherankan, kapankah manusia menyadari akan hal tersebut ? Apakah manusia baru mau menyadarinya apabila ajal menjemputnya  ?

Ali bin Abi Thalib berkata “Dunia akan pergi meninggalkan , sedangkan akhirat akan datang , dan masing masing dari keduanya mempunyai anak-anak, maka jadilah anak-anak akhirat. Dan janganlah menjadi anak-anak dunia, karena sesungguhnya hari ini adalah hari amal, bukan hari hisab. Sedangkan esok adalah hari hisab, bukan hari amal “ (HR Bukhari )

Para sahabat sekalian kami beritahukan bahwa

Dunia ini tempat senda gurau, oleh karena itu janganlah kita larut dengan senda gurau, karena tempat kita ini tidak selamanya di dunia, tidak selamanya kita akan bersenda gurau, pasti kita akan mengalami dunia yang serius dan dunia ini abadi / kekal, Kalu kita terlena dengan senda gurau maka kita ujung-ujungnya akan celaka.

Dunia ini permainan, jadi janganlah kita mau dipermainkan oleh dunia, kalau kita mau saja dipermainkan oleh dunia , maka kita akan celaka. Kalau kita mau dipermainkan oleh dunia, maka sadarilah bahwa permainan ini tidak selamanya, justru kita berada di dunia ini adalah bagaimanakah caranya agar dunia itu tunduk kepada kita, bukan kita yang tunduk mengikuti dunia.

Dunia ini adalah kesenangan yang sesaat, berate ada kesenangan yang abadi yaitu akhirat. Apakah kita mau mengikuti kesenangan yang sifatnya hanya sementara, ataukah kita akan memilih kesenangan yang abadi. Kalau kita masih lebih condong kepada dunia berarti kita masih memilih kesenangan yang sesaat.

Unia ini adalah kesenangan yang menipu, artinya segala bentuk kesenangan yang ada di dunia ini adalah penipuan semuanya, karena suatu saat akan ditinggalkan. Lalu kenapa kita segera memilih kesenangan yang asli yaitu kesenangan yang telah Allah ingatkan melalui rasulNya, agar memilih kesenangan yang abadi, yang kekal selamanya.

Dunia ini adalah alam palsu, kalau ada alam palsu berarti ada alam yang asli. Lalu apakah alam yang asli itu ? Alam yang asli adalah alam akhirat. Ingat semua yang ada di dunia ini semuanya tidaklah kekal, semuanya akan rusak, akan hancur. Jadi kita berada di dunia ini hanyalah sementara, bukan untuk tinggal selamanya. Akhiratlah tempat tinggal kita yang asli.

Oleh karena itu mulai saat ini mailah kita bebenah diri, menata diri, mempersiapkan diri dengan berbagai macam langkah, berbagai macam usaha untuk disibukkan memersiapkan diri, membuat tabungan amal sebagai bekal kita kelak untuk di akhirat, agar kita jangan sampai menemukan kesengsaraan, penderitaan di alam akhirat. Bentuk tabungan amalnya adalah amal soleh yang diridoi oleh Allah. Adapun aturannya sudah gtersedia lengkap di dalam Al Qur’an dan mengikuti ajaran yang disampaikan oleh utusanNya yaitu Nabi Muhammad saw. Dua pedoman itulah yang hatus kita ikuti, yang harus kita patuhi, yang harus kita taati.  Janganlah mengikuti aturan yang telah dibuat manusia, karena yang membuat aturannya saja terkadang ada misi untuk kepentingan pribadinya dan golongannya, sedangkan kalau aturan Allah dan RasulNya adalah untuk keselamatan dan kebahagiaan kita masing-masing ,baik ketika kita berada di dunia maupun ketika kita berada di alam akhirat.

Barakallahufiikum………Salam santun dari kami untuk para sahabat semuanya. Semoga tulisan ini akan bermanfaat bagi kita semua dan dapat diambil hikmahnya serta dapat untuk membuka hati, jiwa dan akal fikiran kita  yang selama ini telah tertutup.

Dan marilah kita bersihkan dan sucikan hati, jiwa dan akal fikiran lita dengan mengucapkan

Laa ilaaha illallaah  Muhammadurrasuulullaah saw  Allaahu Akbar  Subhanallaah  Subhanallah wabihamdihi  Subhanallah al ‘azhiim  Subhanakallaahumma wabihamdika asyhadu anal ilaaha illa anta astghfiruka wa’atuubu ilaik

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Salam dan bahagia

Penulis             : Ki Kartawijaya  Al Adiyat
Pekerjaan         : Anggota Perguruan Tamansiswa Cabang Cirebon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar