Senin, 22 April 2013

KIAT MENGHADAPI CACI MAKI


  
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Salam dan bahagia .

Salam jumpa kembali bersama Butir Uraian Ayat Ayat Al Qur’an dan Refleksialamalquran.

Para sahabat sekalian dari judulnya saja yaitu CACI MAKI . Siapakah orang yang senang di caci maki. Kami yakin semuanya tidak ada yang mau dicaci maki, dan kalau bisa jangan sampai ketemu dengan caci maki. Akan tetapi setelah kita berkumpul dengan orang-orang, dari perbincangan terkadang tanpa sadar terlontar juga ucapan caci maki, dan menurutnya itu benar, padahal apa yang dilakukannya itu sebenarnya tellah menzalimi orang lain

Hidup tidak selamanya berjalan sesuai dengan harapan kita. Kita menginginkan A terkadang dapatnya C, apalagi C ini sungguh benar benar tidak cocok dengan keadaannya saat ini. Persoalan sepele seringkali mengundang kesalah pahaman dan bisa mendatangkan celaan bagi kita. Akhirnya persoalan yang sebenarnya sangat sepele itu bisa menjadi besar.

Apakah kita tahu persis mengapa orang lain mencaci kita ? Kebanyakan tidak tahu ? Sampai terkadang terlontar ucapan apa sih maunya si A itu terhadapku, padahal aku ini tidak berbuat begitu atau begini terhadapnya, akan tetapi kok kayanya benci banget deh sama aku . Dan sungguh ini sering kita jumpai di dalam kehidupan sehari-hari

Sungguh semua yang terjadi itu tidak dapat terlepas dari pengawasan Allah dan Allah selalu mencatat segala amal baik kita dan amal buruk kita, tidak ada yang terlewatkan. Oleh karena itu sungguh sia sia lah kita ini hidup kalau hanya mengurusi orang yang membenci kita, orang yang memusuhi kitam, orang yang memfitnah kita, orang yang ingin menjatuhkan kita, orang yang akan mencelakakan kita. Kesemuanya ini akan menimbulkan dampak penyakit kepada kita, dan yang akan menanggung  akibatnya adalah kita sendiri.

Nu’man bin Muqrin berkata bahwa ada seorang lelaki mencaci orang lain di sisi Nabi Muhammad saw, kemudian orang yang dicaci berkata “ Mudah-mudahan keselamatan tercurah atasmu “. Lalu Nabi Muhammad saw bersabda, “ Ketahuilah bahwasannya ada malaikat di antara kamu berdua (yang mencaci dan yang dicaci) yang akan membelamu ( membela yang dicaci ). Setiap kali orang itu mencaci kamu, maka malaikat itu berkata kepadanya (yang mencaci) ,” Tetapi engkau, engkaulah yang lebih berhak terhadap cacian itu (yang mencaci), bukannya dia (yang dicaci) “  Dan jika engkau mengatakan, “ Mudah-mudahan keselamatan tercurah atasmu (Yang mencaci) “ maka malaikat itu berkata, “Tidak, tetapi engkau (yang dicaci), engkaulah yang berhak terhadapnya ( terhadap keselamatan itu ).

Para sahabat semuanya jelaslah disini bahwa kalau manusia mencaci, mencerca, memaki, menzalimi orang lain berarti dia lagi bikin lobang kesengsaraan, penderitaan untuk keperluannya dia sendiri, bukan untuk orang lain. Dan orang yang demikian inilah yang dinamakan orang yang rugi ( yang hidupnya di dalam kerugian, di dalam kesesatan yang nyata ). Terutama yang sering kami lihat di Face book banyak ucapan ucapan yang sebenarnya tidak layak diucapkan apalagi dibaca oleh berapa ratus ribu orang. Nah misalnya ucapan atau ungkapan itu dibaca oleh 100.000 orang, maka semua dosa-dosa 100.000 rang tersebut dari yang Nampak sampai yang tidak Nampak, dari yang terbesar sampai yang terkecil, dari yang disengaja sampai yang tidak disengaja akan terkuras habis dipindahkan kepada orang yang membuat ucapan itu, dan sebaliknya semua kebaikan dari orang yang mengucapkan itu akan terkuras habis dipindahklan kepada  100.000 orang tersebut. Apakah ini bukan suatu kerugian, atau merupakan keuntungan bagi orang yang mengucapkan itu.

Barakallahufiikum………Salam santun dari kami untuk para sahabat semuanya. Semoga tulisan ini akan bermanfaat bagi kita semua dan dapat diambil hikmahnya serta dapat untuk membuka hati, jiwa dan akal fikiran kita  yang selama ini telah tertutup.

Dan marilah kita bersihkan dan sucikan hati, jiwa dan akal fikiran lita dengan mengucapkan

Laa ilaaha illallaah  Muhammadurrasuulullaah saw  Allaahu Akbar  Subhanallaah  Subhanallah wabihamdihi  Subhanallah al ‘azhiim  Subhanakallaahumma wabihamdika asyhadu anal ilaaha illa anta astghfiruka wa’atuubu ilaik

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Salam dan bahagia

Penulis             : Ki Kartawijaya  Al Adiyat
Pekerjaan         : Anggota Perguruan Tamansiswa Cabang Cirebon

Tidak ada komentar:

Posting Komentar