Rabu, 10 April 2013

MEMUSUHI JIBRIL BERARTI MEMUSUHI ALLAH




Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Salam dan bahagia,

Para sahabat sekalian selamat jumpa lagi bersama Butir Uraian Ayat Ayat Al Qur’an dan Refleksi alam Al Qur’an.

Allah berfirman di dalam Q.S Al Baqarah 2 : 97 – 98  yang berbunyi sebagai berikut

“ Qul man kaana ‘aduwwal-lijibriila fainnahuu ‘alaa qolbika bi idznillaahi mushod-dhiqol-limaa baina yadaihi wahudan wabusyroo lil mu’miniin . Man kaana ‘aduwwan lillaahi wamalaaa I katihii wa rusulihii wa jibriila wa miikaala fa innallaaha ‘aduwwul-lil kaafiriin “

Yang artinya sebagai berikut “ Katakanlah : ‘Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya ( Al Qur’an ) ke dalam hatimu dengan seizing Allah ; membenarkan apa ( kitab-kitab ) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman . Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir “

Para sahabat sekalian melalui ayat ayat ini Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk menyampaikan kepada umatnya (manusia) bahwa Allah menciptakan makhluk-Nya , disamping manusia, dan Jin ada juga makhluk lain yaitu Malaikat. Malaikat tidak diberi nafsu, sedangkan manusia diberi nafsu. Jadi kalau manusia mampu nmengendalikan hawa nafsunya sendiri berarti akan lebih mulia dari malaikat.

Salah satu dari para malaikat itu adalah Jibril, tugasnya adalah menyampaikan wahyu kepada Rasulullah saw termasuk menanamkan wahyu ke dalam hati manusia yang beriman,termasuk kepada kita semua. Cirinya adalah begitu mendengar wahyu (ayat) itu, kita langsung meyakininya dan membenarkannya dan langsung mengaplikasikannya ( menerapkannya) ke dalam kehidupan sehari-hari. 

Mengapa mereka berbuat demikian ? Karena mereka yang beriman itu sudah yakin akan kebenaran ayat tersebut dan yakin bahwa ayat tersebut dari Allah dan yakin bahwa apapun yang disampaikan atau diberikan Allah itu pasti yang terbaik buat manusia, walaupun bukan Allah langsung yang memberikannya. Yang menyampaikannya itu Rasul-Nya dan Rasul itu adalah manusia yang dipilih, oleh Allah, yang terpilih oleh Allah dan pilihan Allah. Untuk itu Rasul  pasti makhluk yang paling mulia di sisi Allah., karena tidaklah mungkin apabila Rasul menyampaikan tuntunan yang benar kepada umatnya kalau yang menyampaikannya masih ada cacat. Oleh karena itu sungguh berat para alim ulama, para mubaligh, para ustadz yang mengajarkan atau menyampaikan ayat-ayat Allah kepada para santrinya, kepada para pendengarnya, mereka ini harus lebih baik dan lebih benar daripada yang lainnya, akan tetapi janganlah berbangga diri dengan apa yang telah dimilikinya, merasa dipercaya oleh banyak orang, dihormati orang, disanjung orang, dibutuhkan orang kemudian sifat egonya muncul yang akhirnya terjerumus ke jurang kenistaan yang sangat dalam. Ingat Allah tidak melihat pakaian seseorang, penampilan seseorang, akan tetapi yang dilihat adalah hati seseorang apakah semua yang dilakukannya itu tulus ikhlas hanya untuk Allah saja atau ada keperluan lain atau kebutuhan lain baik untuk pribadinya, keluarganya atau golongannya, dan hal ini hanya  Allah yang tahu. Dan kita wajib bersyukur kepada Allah atas segala pemberian-Nya kepada kita sehingga kita masih melaksanakan ibadah atas perintahnya dan masih meyakini bahwa Al Qur’an itu adalah Kitab-Nya untuk dijadikan sebagai pedoman hidup kita ,penuntun dan petunjuk kepada kita agar kita mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan hidup baik ketika kita berada di dunia maupun ketika berada di akhirat.

Oleh karena itu barangsiapa yang memusuhi malaikat-Nya khususnya yang telah kita ketahui yaitu Jibril, Mikail, Isrofil, izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik dan Ridwan, kemudian memusuhi para Rasul-Nya dan menyepelekan Kitab-Nya maka mereka sama saja dengan memusuhi Allah, karena mereka juga sama ciptaan Allah. Akhirnya mereka termasuk golongan orang-orang kafir.

Barakallaahufiikum………salam santun dari kami untuk para sahabat semua……..Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua dan dapat diambil hikmahnya, serta dapat membuka hati kita yang selama ini telah tertutup…………Dan andaikan ada salah tulis atau kata ,itu adalah kesalahan kami dan………..Ya Allah ampunilah kami atas hal tersebut………Dan marilah kita bersihkan dan sucikan hati kita, jiwa kita dan nurani kita dengan mengucapkan

Laa ilaaha illallaah Muhammadurrasuulullaah saw, Allaahu Akbar  Subhanallaah  ,Subhanallaah wabihamdih  Subhanallaah Al’adhiim, Subhanakallaahumma wabihamdika asyhadu anlaa ilaaha illa anta astaghfiiruka wa a tuubu ilaik.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Salam dan bahagia

Penulis             : Ki Kartawijaya  Al Adiyat
Pekerjaan         : Anggota Perguruan Tamansiswa Cabang Cirebon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar