Rabu, 01 Mei 2013

MENGENANG SOSOK KI HAJAR DEWANTARA



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Salam dan bahagia

Selamat berjumpa lagi dengan BUTIR URAIAN AYAT AYAT AL QUR’AN dan refleksialam.alquran
Hari ini tanggal 2 Mei 2013 kita bersama memperingati Hari Pendidikan Nasional.  Dan hari ini tanggal 2 Mei itu juga adalah kelahiran Ki Hajar Dewantara dengan nama kecilnya Raden Mas Suwardi Suryaningrat.
Setiap disebut nama Ki Hajar Dewantara maka sudah pasti akan muncul nama Tamansiswa. Beliau adalah pendiri Perguruan Nasional Tamansiswa yang berpusat di Yogyakarta. Tamansiswa didirikan oleh beliau tanggal 3 Juli 1922.
Atas jasa-jasa Ki Hajar Dewantara dalam membuat konsep tentang pendidikan, kemudian melaksanakannya, sambil dibarengi dengan pembinaannya melalui Perguruan Nasional Tamansiswa, maka hari lahir beliau tanggal 2 Mei itu oleh pemerintah dijadikan Hari Pendidikan Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No 316 / 1959
Mengapa setiap Hari Pendidikan Nasional nama Ki Hajar Dewantara tidak disebut-sebut ? Inilah salah satu bentuk kesederhanaan beliau. Beliau tidak mau dikultus individukan, tidak mau dipuja karena beliau bukan Tuhan. Salah satu kesederhanaan beliau yang lainnya adalah Gelar Raden Mas nya beliau tinggalkan cukup dengan bergelar KI.
Oleh karena itu siapapun yang diberi gelar atau di depan namanya ada kata KI, maka harus luas pandangannya, harus bijaksana dalam menentukan sikap dan prilakunya, harus bisa ngayomi dan ngayemi siapapun yang membutuhkannya, terlebih-lebih lagi dalam hal agamapun harus lebih faham mengaplikasikannya. Mengapa demikian ? Karena di jaman sekarang ini sudah banyak yang pandai ceramah, menceramahi orang lain, akan tetapi masih belum mampu menceramahi dirinya sendiri.
Makin maju meningkatkan  proses .pendidikan maka harus makin maju pula proses pembinaan akhlaq dan mental manusianya. Kedua-duanya harus bisa berjalan seiring-sejalan. Apabila proses Ilmu Pengetahuan dan Teknologinya meningkat, sementara tidak dibarengi dengan moralitas, maka yang terjadi adalah akan muncul manusia-manusia yang hatinya dipenuhi kesombongan, ego, mau menang sendiri dan banyak prilaku buruk yang ditampilkan. Sebaliknya walapun bidang agamanya kuat kalau tidak dibarengi dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi maka kehidupannya akan goncang terus, imannya tidak akan stabil, pelaksanaan ibadahnya tidak akan konsisten dan konsekwen.
Bagi bangsa Indonesia Ki Hajar Dewantara beserta Perguruan Nasional Tamansiswa nya turut andil di dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsanya melalui proses pendidikan. Karena Tamansiswa merupakan suatu badan perjuangan kebudayaan dan pembangunan masyarakat dengan menggunakan pendidikan dalam arti luas sebagai sarana utamanya.
Pendidikan suatu bangsa haruslah berpijak kepada Dasar Negara, sedangkan tujuan pendidikan harus mampu menunjang tercapainya tujuan bangsa. Dan pelaksanaan prinsip-prinsipnya merupakan kewajiban kita semua.
Tujuan Pendidikan Nasional kita bukan semata-mata hanya diarahkan tercapainya kemampuan intelektual yang tinggi saja, melainkan bersamaan dengan itu pula harus dapat mendorong lahirnya warga Negara yang ber Ketuhanan Yang Maha Esa yang berperi Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang kuat semangat kebangsaannya, yang demokratis dan yang bertanggung jawab terhadap terwujudnya kesejahteraan bagi seluruh bangsa kita.
Selamat memperingati hari Pendidikan Nasional, dengan harapan marilah kita tingkatkan pendidikan kita termasuk anak-anak kita ke arah yang positif, jadikan anak-anak kita bisa berguna dan bermanfaat bagi dirinya, masyarakat dimana mereka berada dan dimana mereka tinggal, serta bagi agama, bangsa dan negaranya . Selamat berjuang. Dan merdeka !!!!!!
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Salam dan bahagia

Penulis                         : Ki Kartawijaya Al Adiyat
Pekerjaan                    : Anggota Perguruan Tamansiswa Cabang Cirebon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar