Senin, 10 Juni 2013

MENYANTUNI ANAK YATIM KE 1



Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Selamat berjumpa kembali bersama BUTIR URAIAN AYAT AYAT AL QUR’AN dan refleksialamalquran

MENYANTUNI ANAK YATIM  KE   1

Puji syukur mari kita ucapkan kehadirat Allah swt yang dengan segala nikmat karunia-Nya, taufik ,hidayah-Nya senantiasa dilimpahkan kepada kita semua.

Shalawat dan salam semoga tetap atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw beserta keluarga dan para sahabatnya, serta para pengikutnya yang msih setia sampai saat ini.

Saudaraku anak yatim adalh nk yng ditinggal mati oleh ayahnya selagi ia belum mencapai umur baligh, dan bagi yang ditinggal mati oleh ibunya disebut anak yatimah. Baik yatim maupun yatimah mempunyai kedudukan yang sama. Mereka mendapat perhatian khusus dari Rasulullah saw. Tujuannya tidak lain demi untuk menjaga kelangsungan hidup mereka agar tidak terlantar sepeninggal ayahnya, atau ibunya.

Sungguh betapa mulianya orang yang mau memperhatikan mereka, apalagi sampai memelihara mereka, baik diasuh secara langsung ataupun dibantu melalui ahli warisnya atau sebagai walinya.

Mnurut Imam Bukhari bersumber dari Sahl bin Sa’ad ,Rasulullah saw bersabda, “ Saya dan orang yang mennggung ( memelihara ) anak yatim ( dengan baik ) berada di surga bagaikan ini, seraya beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, dan beliau mengosongkan antara kedua jarinya itu ( HR Bukhari )

Bagi seorang ibu/ayah yang ditinggalkan mati suaminya/istrinya, yang masih harus mengurus anak yatim/yatimah yang belum baligh, memeliharanya dengan baik, maka jaminannya surga-Nya. Akan tetapi apabila yang terjadi sebaliknya maka hukuman berat psti akan menimpanya kelak di akhirat.

Marilah kita simak firman Allah di dalam Q.S An Nisaa 4 : 2 yang berbunyi sebagai berikut :


 yang artinya sebagai berikut, “ Dan berikanlah kepada anak-anak yatim ( yang sudah baligh ) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan ( menukar dan memakan ) itu, adalah dosa besar”

Dan Allah melarang memakan harta anak yatik sesuai dengan firman-Nya di dalam Q.S An Nisaa 4 : 10 yang artinya sebagai berikut , “ Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api neraka sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala ( neraka ).

Dan Allah berfirman di dalam Q.S Al An’am 6 : 152 yang berbunyi sebagai berikut


yang artinya sebagai berikut, “Dan janganlah kamu dekati hartaanak yatim, kecuali dengan carayang lebihbermanfaat, hinggasampai ia dewasa. Dansempurnakanlah takaran dantimbangan dengan adil. Kami tidakmemikulkan beban kepadasesorang melainkan sekedarkesanggupannya. Dan apabilakamu berkata, maka hendaklahkamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), danpenuhilah janji Allah. Yangdemikian itu diperintahkan Allahkepadamu agar kamu ingat.

Barakallaahufiikum...... Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar