Jumat, 27 September 2013

BERIMAN KEPADA HISAB ( PERHITUNGAN ) DAN MIZAN ( TIMBANGAN AMAL )

Kedua  : yaitu beriman kepada hisab ( perhitungan ) dan mizan ( timbangan amal ).

Setiap manusia akan dihisab amal yang telah dikerjakannya selama di dunia . Barangsiapa yang ahli tauhid dan taat kepada Allah dan rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan hisabnya mudah dan ringan. Sebaliknya bangsiapa termasuk ahli syirik dan maksiat maka dia akan mendapatkan hisab yang sulit dan berat.

Setelah hisab selesai, barulah amalnya ditimbang. Antara amal kebaikan dan amal keburukan dipisahkan. Barangsiapa yang kebaikannya lebih berat dari keburukannya  , maka dia termasuk penduduk surga. Sebaliknya barangsiapa keburukannya lebih berat daripada kebaikannya, maka dia termasuk penduduk neraka.

Sebagaimana firman Allah di dalam QS Al Insyiqaq 84 : 7 - 12 yang artinya sebagai berikut , " Adapun orang yang diberikan kitab-nya dari sebelah kanannya, maka dia akan dihitung ( amalnya ) dengan perhitungan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya ( yang sama-sama beriman ) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang, maka dia akan berteriak, " Celakalah aku ! dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala ( neraka ) "

Sedangkan dalil mizan  adalah firman Allah di dalam QS Al Anbiya ayat 47 yang artinya sebagai berikut , "Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika ( amalan itu ) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan ( pahala ) nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan "


Tidak ada komentar:

Posting Komentar