Jumat, 17 Januari 2014

HUBUNGAN ORANG TUA DENGAN ANAK KANDUNG



APAKAH KEWAJIBAN ORANG TUA TERHADAP ANAK ?

Anak adalah merupakan titipan Allah baik lelaki maupun wanita. Sebelum berumah tangga ingin berumah tangga. Setelah berumah tangga mereka ingin menjadi seorang bapak dan ibu artinya ingin diberinya keturunan. Setelah diberi keturunan anak ( lelaki atau wanita ) maka harus diterima dengan ikhlas, walaupun masih belum cocok dengan selera. Misalnya yang diharapkan ingin lelaki dikasihnya wanita.

Ada diantara mereka yang sudah berumah tangga karena ingin punya anak lelaki dlalu Allah memberinya selalu wanita, sampai lelakinya nikah lagi dengan alasan ingin punya anak wanita. Adalagi sudah berumah tangga sudah belasan tahun belum juga dikasih keturunan. Lalu berusaha periksa ke dokter dan dokter memfonis istrinya mandul atau sebaliknya, sehingga memutuskan untuk nikah lagi. Adalagi yang berusaha mencari orang pinter meminta agar bagaimana cara untuk mendapatkan keturunan.

Kesemuanya yang diterangkan ini adalah sesat semua. Yang memberi keturunan atau tidak itu bukan dokter. Dokter itu hanya berdasarkan analisa ilmu kedokteran. Apalagi yang meminta kepada orang pinter ini bahkan lebih sesat. Ingat yang bisa memberikan keurunan atau tidak itu hanya Allah. Kalau Allah berkehendak memberi keturunan tidak ada yang bisa menolak dan kalau Allah mau mengambil salah satu keturunannya juga tidak ada yang mampu menghalanginya, karena semuanya termasuk kita adalah milik Allah.

Begitu mereka diberinya keturunan maka hendaknya diterima dengan ikhlas apakah anaknya lelaki atau wanita. Dan ingat itu adalah sudh yang terbaik dari Allah. Dan bagi yang belum diberi keturunan berarti oleh Allah masih dianggap belum mampu untuk mengurus anak. Jadi bersabarlah. Kalau tetap tidak bisa bersabar, maka alternatif lain, ambil dan peliharalah salah seorang anak apakah dari orang lain atau dari keluarga yang dianggap kurang mampu. Sebagai tambahan lahan amal ibadah.

Setelah diberinya keturunan, maka kewajiban orang tua adalah mendidik anaknya dengan baik, memberikan pengertian tentang perintah Allah dan larangan-Nya, menanamkan semangat hidup sehingga kelak anak tersebut bisa menjadi orang-orang yangpenuh gairah dan mandiri di dalam menghadapi persoalan kehidupan.


Curahkan kasih sayang orang tua kepada anaknya sebagaimana Allah telah memberikan kasih sayang kepadanya. Anak itu memerlukan perhatian. Dengan perhatian maka sang anak langsung mendapatkan kasih sayang orang tua. Perhatian itu sangat diperlukan  , bukan hanya tidak punya baju dibelikan, tidak punya celana sepatu dibelikan. Yang dimaksud perhatian adalah sering2lah anak diajak komunikasi, ajari mereka bagaimana cara menyikapi hidup, terutama apa yang sudah dan sedang dialami oleh orang tuanya. Karena pelajaran ini tidak ada di sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar