Selasa, 11 Maret 2014

HUKUM ITU UNTUK MENERTIBKAN MANUSIA BUKAN UNTUK MENGACAUKAN



KEUTAMAAN HUKUM BAGI MANUSIA

Hukum mengikat manusia dengan ikatan keadilan dan kesamaan. Tidak ada perbedaan antara bangsa Arab dengan selain bangsa Arab. Tidak ada kelebihan antara yang berkulit putih melebihi kulit hitam. Allah tidak membeda-beda terhadap manusia. Hukum Al Qur’an itu untuk semua manusia, tidak terkecuali

Agama itu menghubungkan antara hamba dengan penciptanya. Bagi mereka yang tidak mau menerima agama dengan rela berarti mereka itu orang sombong. Termasuk manusia yang merasa lebih istimewa dari manusia lainnya dengan cara emperbudak atau meremehkannya.

Agama itu adalah untuk menghilangkan perbedaan kedudukan, menghapus kesombongan, menghilangkan kebencian, menghilangkan penyakit kikir, iri, dengi, jahil, aniaya dan sejenisnya, sehingga dia tumbuh menjadi manusia yang mulia di sisi Allah . Yang membedakan manusia yang satu dengan yang lainnya hanyalah taqwanya kepada Allah dan rasulNya.

Allah swt berfirman di dalam QS Yunus ayat 15 yaitu :

قُلْ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أُبَدِّلَهُ مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِي ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۖ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ [١٠:١٥]
Katakanlah: "Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)".


Melalui ayat ini Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw untuk berkata kepada kita semua bahwa dirinya tidak patut menggantikan ayat-ayat Allah sesuai denga kehendak diri beliau sendiri. Beliau hanya mau mengikuti apa yang telah diwahyukan Allah kepada beliau. Beliau benar benar takut berbuat durhaka kepada Allah, karena kalau mendurhakai Allah itu akan menghadapi siksa yang amat besar di hari kiamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar