KEUTAMAAN HUKUM BAGI MANUSIA
Hukum mengikat manusia dengan ikatan keadilan dan
kesamaan. Tidak ada perbedaan antara bangsa Arab dengan selain bangsa Arab.
Tidak ada kelebihan antara yang berkulit putih melebihi kulit hitam. Allah
tidak membeda-beda terhadap manusia. Hukum Al Qur’an itu untuk semua manusia,
tidak terkecuali
Agama itu menghubungkan antara hamba dengan
penciptanya. Bagi mereka yang tidak mau menerima agama dengan rela berarti
mereka itu orang sombong. Termasuk manusia yang merasa lebih istimewa dari
manusia lainnya dengan cara emperbudak atau meremehkannya.
Agama itu adalah untuk menghilangkan perbedaan
kedudukan, menghapus kesombongan, menghilangkan kebencian, menghilangkan
penyakit kikir, iri, dengi, jahil, aniaya dan sejenisnya, sehingga dia tumbuh
menjadi manusia yang mulia di sisi Allah . Yang membedakan manusia yang satu
dengan yang lainnya hanyalah taqwanya kepada Allah dan rasulNya.
Allah swt berfirman di dalam QS Yunus ayat 15 yaitu :
قُلْ مَا
يَكُونُ لِي أَنْ أُبَدِّلَهُ مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِي ۖ
إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰ إِلَيَّ ۖ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ
رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ [١٠:١٥]
Katakanlah: "Tidaklah patut
bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa
yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku
kepada siksa hari yang besar (kiamat)".
Melalui ayat ini Allah memerintahkan
Nabi Muhammad saw untuk berkata kepada kita semua bahwa dirinya tidak patut
menggantikan ayat-ayat Allah sesuai denga kehendak diri beliau sendiri. Beliau
hanya mau mengikuti apa yang telah diwahyukan Allah kepada beliau. Beliau benar
benar takut berbuat durhaka kepada Allah, karena kalau mendurhakai Allah itu
akan menghadapi siksa yang amat besar di hari kiamat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar