MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL
Sebagai makhluk sosial, maka antara
manusia yang satu dengan yang lainnya harus saling berkomunikasi. Dengan saling
berkomunikasi maka akan saling kenal. Dengan saling mengenal ,maka akan semakin dekat,
dan akan banyak mengetahui berbagai kemaslahatan dari masing masing untuk
saling mengisi, saling memberi. Kalau sudah bisa seperti itu maka bisa untuk menyatukan tujuan manunggal.
Kemanunggalan akan bisa terwujud melalui gotong royong.
Kemanunggalan yang diminta oleh
Islam adalah untuk melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar dengan landasan
beriman kepada Allah. Yang kuat melindungi yang lemah, yang kaya membantu yang
fakir, yang sehat menolong yang sakit, yang pandai menuntun yang bodoh dan sebagainya.
Semua itu dilakukan untuk
kepentingan bersama dengan dasar kasih sayang, sehingga terangkailah persatuan
mereka, kekuasaan akan semakin kuat, persatuan dan kesatuan akan semakin kokoh,
negara akan terangkat derajatnya, tanah air menjadi mulia, hak setiap individu
akan terjaga, fihak lainpun akan semakin segan menghadapinya.
Kesemuanya itu tidak bisa tercapai
kecuali dengan mengaplikasikan ( menerapkan ) ajaran-ajaran Kitab suci ( Al
Qur’an ) dan sunah nabi ( Hadits ) di tengah-tengah masyarakat kaum muslimin. Laksanakan
syariat-syariatnya, sesuaikan batasan-batasannya, terapkan hukum-hukumnya
dengan baik dan benar, katakan yang salah itu salah dan beritahukan solusinya,
dan katakan yang benar itu benar, dan agar bisa depertahankan dan ditingkatkan.
Ikuti apa yang telah dicontohkan Allah. Kepada orang - orang yang beriman, kafir, munafik dan fasik
saja Allah masih tetap memberikan berbagai kenikmatan, masa kita sebagai
manusia tidak bisa ? Kecuali kalau setelah di akhirat semua urusan berada dalam
genggaman Allah.
Sekali lagi yang ditanamkan dalam
ajaran Islam itu adalah kejujuran, keadilan, persamaan hak, rasa saling simpati
di tengah masyarakat, kezaliman harus dihentikan, yang lemah harus dilindungi,
jangan ditindas, kestabilan keamanan harus ditegakkan , ketenangan dan
kedamaian manjadi tujuan.
Kesemua ajaran Islam itu bisa
terwujud apabila setiap individu mau membuka hatinya. Allah akan merubah suatu
kaum atau diri apabila kaum atau dirinya mau menawali merubahnya. Hal ini perlu
diterapkan demu kemajuan diri dalam peradaban atau keteraturan.
Bersikaplah bijaksana tetapi tetap
waspada. Bijaksana dalam menempatkan sesuatu pada tempatnya, waspada terhadap
sesuatu yang cocok dan sesuai dengan situasi dan kondisi saat itu ( meliputi
ruang dan waktu ). Waspada terhadap hal-hal yang akan merugikan dirinya.
Allah itu Maha Berkehendak, Dia lah
yang menciptakn tabiat atau perangai di dalam hati kita semua sesuai dengan
ketetntuan yang telah digariskan agama. Dan kalau ada penyakitpun Dia pula yang
mengobatinya, namun jangan lupa kitanya tetap selalu berusaha, beikhtiar,
bertawakal dan berserah diri kepadaNya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar