Rabu, 12 Maret 2014

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL


MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL

Sebagai makhluk sosial, maka antara manusia yang satu dengan yang lainnya harus saling berkomunikasi. Dengan saling berkomunikasi maka akan saling kenal. Dengan saling mengenal ,maka akan semakin dekat, dan akan banyak mengetahui berbagai kemaslahatan dari masing masing untuk saling mengisi, saling memberi. Kalau sudah bisa seperti itu maka  bisa untuk menyatukan tujuan manunggal. Kemanunggalan akan bisa terwujud melalui gotong royong.

Kemanunggalan yang diminta oleh Islam adalah untuk melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar dengan landasan beriman kepada Allah. Yang kuat melindungi yang lemah, yang kaya membantu yang fakir, yang sehat menolong yang sakit, yang pandai menuntun yang bodoh dan sebagainya.

Semua itu dilakukan untuk kepentingan bersama dengan dasar kasih sayang, sehingga terangkailah persatuan mereka, kekuasaan akan semakin kuat, persatuan dan kesatuan akan semakin kokoh, negara akan terangkat derajatnya, tanah air menjadi mulia, hak setiap individu akan terjaga, fihak lainpun akan semakin segan menghadapinya.

Kesemuanya itu tidak bisa tercapai kecuali dengan mengaplikasikan ( menerapkan ) ajaran-ajaran Kitab suci ( Al Qur’an ) dan sunah nabi ( Hadits ) di tengah-tengah  masyarakat kaum muslimin. Laksanakan syariat-syariatnya, sesuaikan batasan-batasannya, terapkan hukum-hukumnya dengan baik dan benar, katakan yang salah itu salah dan beritahukan solusinya, dan katakan yang benar itu benar, dan agar bisa depertahankan dan ditingkatkan. Ikuti apa yang telah dicontohkan Allah. Kepada orang - orang  yang beriman, kafir, munafik dan fasik saja Allah masih tetap memberikan berbagai kenikmatan, masa kita sebagai manusia tidak bisa ? Kecuali kalau setelah di akhirat semua urusan berada dalam genggaman Allah.

Sekali lagi yang ditanamkan dalam ajaran Islam itu adalah kejujuran, keadilan, persamaan hak, rasa saling simpati di tengah masyarakat, kezaliman harus dihentikan, yang lemah harus dilindungi, jangan ditindas, kestabilan keamanan harus ditegakkan , ketenangan dan kedamaian manjadi tujuan.

Kesemua ajaran Islam itu bisa terwujud apabila setiap individu mau membuka hatinya. Allah akan merubah suatu kaum atau diri apabila kaum atau dirinya mau menawali merubahnya. Hal ini perlu diterapkan demu kemajuan diri dalam peradaban atau keteraturan.

Bersikaplah bijaksana tetapi tetap waspada. Bijaksana dalam menempatkan sesuatu pada tempatnya, waspada terhadap sesuatu yang cocok dan sesuai dengan situasi dan kondisi saat itu ( meliputi ruang dan waktu ). Waspada terhadap hal-hal yang akan merugikan dirinya.


Allah itu Maha Berkehendak, Dia lah yang menciptakn tabiat atau perangai di dalam hati kita semua sesuai dengan ketetntuan yang telah digariskan agama. Dan kalau ada penyakitpun Dia pula yang mengobatinya, namun jangan lupa kitanya tetap selalu berusaha, beikhtiar, bertawakal dan berserah diri kepadaNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar