Selasa, 09 September 2014

SURAT AL BAQARAH AYAT 187



Bismillaahirrahmaanirrahiim.Assalamu’alaikum warahmahmatullahi wabarakaatuh
Allah swt berfirman di dalam QS Al Baqarah ayat 187  - yang berbunyi

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ [٢:١٨٧]

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.

Melalui ayat ini Allah swt menjelaskan kembali yang masih ada kaitannya dengan bulan puasa Ramadhan, khususnya bagi mereka yang sudah beruah tangga yaitu :

1.     Barangkali antara suami istri itu di dalam bulan puasa sudah tidak tahan lagi menahan hawa nafsu syahwatnya untuk mengadakan hubungan, maka Allah swt mengizinkannya di malam hari. Asalkan stelah megadakan hubungan, keduanya mandi junub, atau mandi besar untuk mensucikan dirinya kembali.
2.    Akan tetapi di siang harinya saat sedang melakukan ibadah puasa, Apabila melanggar apa yang telah ditetapkan Allah maka puasanya batal ;

3.    Allah mengijinkan hal ini karena keduanya adalah saling melengkapi, saling mengisi, saling membutuhkan dan saling mengingatkan , saling menyenangkan dan membahagiakan ;

4.   Dalam melakukan hubunganpun Allah mengaturnya agar jangan sekali-kali memperlakukannya seperti binatang, tapi layani sebagai manusia yang tahu kesopanan, sesuai dengan aturan Allah ;

5.    Di siang hari berpuasalah mulai dari waktu imsyak menjelang fajar sampai matahari terbenam, waktu Maghrib . Begitu terdengar suara azan maghrib, maka segera berbuka puasa dulu, apakah minum dulu ( sebagai tazil ), lalu melaksanakan ibadah Shalat Maghrib ;

6.   Dan di malam harinya boleh makan minuk sepuasnya, tapi jangan berlebihan. Allah paling tidak suka kepada siapapun yang berbuat sesuatu itu berlebih-lebihan. Setelah shalat Isya barulah melaksanakan shalat tarawih. Salat tarawih ini hanya ada di bulan puasa. Dan di tengah malamnya boleh ditambah dengan shalat lail. Begitu waktu imsyak tiba , maka berhentilah dari makan dan minum

7.    Dan dibulan puasa ini perbanyaklah i’tikaf di masjid, merenungi diri, tafakur dalam rangka pendekatan diri kepada Allah .

8.   Bagi yang sudah mendapatkan hidayah Allah, semakin mendekati akhir Ramadhan biasanya semakin merasa sedih, karena bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini akan meninggalkannya dan menghadap Allah untuk melaporkan hasilnya , apa saja yang didapat selama dia (Ramadhan) mendampingi para hambaNya siang dan malam. Dan sedihnya itu apakah masih bisa bertemu dengan Ramadhan tahun depan.

9.   Setelah berpuasa Ramadhan dilaksanakan, maka ditutup dengan Hari Raya Fitrah, Idul Fitri, hari raya kemenangan dengan harapan di hari tersebut semua yang telah berpuasa menjadi fitrah kembali, suci dari dosa, seperti bayi baru lahir.

10. Bulan puasa ini merupakan bulan penuh latihan, penggemblengan, pengendalian untuk menuju kesempurnaan diri baik lahir maupun batin. Dan hasilnya adalah untuk menghadapi 11 bulan mendatang setelah Ramadhan sampai ketemu dengan Ramadhan tahun berikutnya. Apakah sikap dan prilakukan masih tetap sama seperti yang dulu atau berubah lebih baik.

11.  Kalau prilakunya setelah berpuasa itu lebih buruk, maka termasuk gologan orang yang celaka . Apabila sama dengan sebelumnya berarti termasuk golongan orang yang rugi . Bila berubah lebih baik, maka termasuk golongan orang yang beruntung di sisi Allah .


Wallahu a’lam bishshawab. Hadaniyallahu waiyyakum. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar