Minggu, 28 Desember 2014

SURAT AL BAQARAH AYAT 286 ( Allah Maha Adil )



SURAT  AL  BAQARAH  AYAT  286 ( Allah Maha Adil )

Allah swt berfirman di dalam QS Al Baqarah ayat 286 yang artinya berbunyi sebagai berikut :

“ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a); “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir “

Melalui ayat terakhir dari Surat Al baqarah ini Allah menujukkan ke Maha Adil- annya kepada kita semua yaitu setiap manusia dalam mencapai tujuan hidupnya itu selalu menghadapi ujian dan cobaan dari Allah. Jadi kita tidak bisa mendapatkan apapun tanpa melalui ujian dan cobaan, bagi yang dianggap lulus oleh Allah maka diberikannya , mungkin bisa sama dengan apa yang dipohonkan, atau mungkin tidak sama.

Artinya Allah memberi mereka sesuai dengan kehendakNya, dan pastilah kalau dari Dia itu adalah yang terbaik, karena Dia lebih tahu dari apa yang diketahui oleh kita. Maksudnya menurut pendapat kita itu baik, maka belum tentu baik menurut pendapatNya.

Oleh karena itu Allah selalu memberikan ujian dan cobaan itu tidak akan melebihi batas kesanggupan setiap individu. Bagi yang kita yang taat maka akan diberinya pahala lebih dari apa yang telah diusahakannya dan kita juga akan disiksa Allah sesuai dengan kejahatan apa yang telah dikerjakannya.

Ayat terakhir ini mendorong kita semua agar selalu mengerjakan perbuatan yang baik dan melaksanakan segala kewajiban yang telah ditetapkan oleh agama.

Perbuatan baik disini adalah perbuatan yang mudah dikerjakan oleh setiap kita, sesuai dengan watak dan tabiatnya. Dan perbuatan jahat adalah perbuatan yang sulit dikerjakan oleh kita karena tidak sesuai dengan watak dan tabiat kita .

Ingat semua manusia saat dilahirkan itu keadaannya suci dan di dalam hatinya telah tertanam jiwa tauhid yang ditanamkan oleh Allah saat masih dalam kandungan. Sehingga watak ingin berbuat kebajikan itu lebih nyata dalam hati manusia dibandingkan untuk mengerjakan perbuatan buruk.

Kemudian Allah swt mengajarkan doa untuk kita yang isinya adalah bila kita berbuat kesalahan atau lupa yang tidak disengaja agar Dia jangan menghukumnya. Selain dari itu juga agar Dia selalu memberikan ujian dan cobaan itu tidak melebihi dari kesanggupan untuk menghadapinya; lalu memberi maaf kepada kita andaikan telah berbuat kekeliruaan atau kealpaan; mengampuni segala dosa-dosa yang telah dilakukan kita dan Dia agar selalu memberikan rahmatNya kepada kita.

Selain itu juga mengakui bahwa yang bisa menolong semuanya itu hanya Allah, terutama meminta perlindungan dalam menghadapi orang-orang kafir.

Dan doa ini agar dibaca atau diamalkan oleh kita. Adan agar doa ini dikabulkan Allah maka ada persyaratan lain yang harus dipenuhi yaitu harus melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya, sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Jika persyaratan ini tidak dipenuhinya, maka jangan harap doa kita itu akan dikabulkan Allah, bahkan sebaliknya Allah akan marah, karena dianggapnya Dia itu bisa dibohongi.

Sungguh alangkah besarnya rasa Kasih sayang Allah terhadap kita semua, sampai cara bermohonpun dituntun bagaimana cara bermohon yang baik kepadaNya.

Semoga setelah menyimak ayat-ayat QS Al baqarah dari awal sampai akhir, hati kita semakin terbuka, keyakinan kita semakin tebal, pendirian kita semakin kokoh, wawasan kita semakin luas, dan........akan semakin dekat lagi kepada Allah swt.

Andaikan dalam menjelaskan ayat-ayat ini terjadi banyak kekeliruan dan kesalahan, semuanya itu adalah kesalahanku, namun tidak disengaja untuk disalah-salahkan, semoga Allah memaafkan semuanya . Dan andaikan semuanya itu benar, maka aku kembalikan semua itu kepadaNya yang memberikan hidayahNya kepadaku, Dan semoga Allah memberikan lagi tambahan kekuatan kepada ku untuk melaksanakan apa yang yang telah kami ketahui.

Sungguh semua ini terjadi atas kehendakNya dan atas izin dan ridhaNya.

Aaaaamiin Yaa Rabbal’aalamiin.

Referensi ;  Al Qur’an dan Terjemahannya ( Kerajaan Sudi Arabia )
                    Al Qur’an dan tafsirnya  (Departemen Agama RI )
                     Al Qur’an Tafsir Ibnu katsir


Oleh         : Ki karta Wijaya ( Panitera Perguruan Tamansiswa cabang Cirebon )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar