Sabtu, 27 Desember 2014

KENAPA SETIAP MANUSIA ITU DIUJI ALLAH DAN DICOBA OLEH ALLAH ?



AL-QURAN MENJAWAB : Qs. Al-Ankabut : 2-3 “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?
 Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

Sebenarnya Allah sudah tahu siapa yang beriman dan siapa yang tidak. Tapi tetap Dia menguji dan mencoba manusia Agar manusia menjadi tahu bahwa untuk meraih sesuatu itu harus melalui proses. Tidak ada yang instant.

Apakah ujian dan cobaan itu hanya berlaku untuk orang masa kini saja ? Tidak, orang masa lalu pun diuji dan dicoba oleh Allah. Begitu pula orang-orang di masa mendatang.

Lalu bagaimanakah menyikapi ujian dan cobaan dari Allah itu ? Saat kita diuji dengan berbagai macam kemudahan, kekuasaan, kesuksesan, kelancaran, kenikmatan. Maka banyak-banyak bersyukurlah kepadaNya.

Cara bersyukurnya bagaimana ? Manfaatkan semua fasilitas yang telah dimilikinya untuk menambah lahan amal kebajikan atau amal saleh yang Allah ridoi. 

Jangan menunggu datangnya situasi yang sebaliknya, yang ada hanya penyesalan. Kenapa gak dari dulu aku berbuat, sekarang aku sudah gak bisa apa2 lagi.

Dan saat kita dicoba dengan berbagai macam masalah, kesusahan, penderitaan, kesengsaraan, kegagalan dalam hidup, maka janganlah putus asa .

 Akan tetapi kita harus bersabar sambil berikhtiar, berusaha. Dan jangan lupa dibarengi dengan doa. Setealh itu serahkan keputusannya kepada Allah, apa yang diberikan olehNya kepada kita.

Jadi kita tidak usah takut, dan grogi atau galau saat ujian dan cobaan datang kepada kita. 

Semua itu sudah diukur oleh Allah tidak akan melebihi batas kemampuan dan kesanggupan kita untuk menghadapinya.

Semoga kita semua bisa mengatasi berbagai macam ujian dan cobaan yang datang dari Allah dengan tulus dan ikhlas, demi untuk meningkatkan derajat kita disisiNya
.
Aaaaamiin Yaa Rabbal’aalamiin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar