Sabtu, 07 Februari 2015

KADAR IKHLAS !!!!



TINGKATAN  IKHLAS  

Ikhlas adalah suci murni artinya tidak tercampuri dengan yang lain. 

Dan menurut syari’at ikhlas adalah mengerjakan ibadah kebajikan karena Allah semata dan hanya mengharapkan ridha-Nya. 

Di dalam Al Qur’an Allah melambangkan ikhlas itu laksana susu bersih yang bila diminum enak rasanya bahkan dapat menyegarkan dan menyehatkan tubuh  manusia . 

Allah swt berfirman, 
“ Dan sesungguhnya binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagimu. Kami memberi minum daripada apa yang berada dalam perutnya ( berupa )susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang yang meminumnya. ( QS 16 : 66 ). 

Susu itu terdiri dari dua zat yang kotor dan tidak ada manfaatnya, yaitu tahi dan darah. Tapi setelah melalui proses, maka jadilah susu yang bersih murni tidak bercampur dengan kotoran lain. 

Ikhlas ini mempunyai beberapa tingkatan menurut tingkatan orangnya yaitu  : 
1. Keikhlasan golongan ibadah ; 
2. Keikhlasan golongan muhibbin dan 
3 keikhlasan golongan ma’rifat. 

Yang dimaksud dengan keikhlasan golongan ibadah adalah ibadahnya itu hanya untuk Allah, tidak bercampur dengan riya dan ujub. Dan ibadah yang dilakukannya itu agar terhindar dari siksa Allah sebagaimana yang telah dijanjikan olehNya. 

Firman Allah swt, “ Iyyaka na’budu “ yang artinya “ Hanya kepadaMu lah kami menyembah “ ( QS 1 : 5 ). 

Yang dimaksud dengan keikhlasan golongan Muhibbin adalah ibadahnya itu bukan karena takut pada neraka dan bukan pula mengharapkan surga, akan tetapi semata-mata untuk mengagungkan Allah. 

Yang dimaksud dengan keikhlasan golongan ahli Ma’rifat adalah ibadah yang dilakukannya itu atas dorongan dari Allah, gerak geriknya itu hanya Allah lah yang menggerakkannya, karena dirinya merasa tidak mempunyai daya dan upaya kecuali atas pertolongannya. 

Firman Allah swt, 
“ Wa iyaa kanasta’iin “ yang artinya “ Dan hanya kepada-Mu lah kami minta pertolongan “ 
( QS 1 : 5 ) 

Dan keikhlasan orang ma’rifat ini menduduki tingkat yang paling luhur di sisi Allah bila dibandingan dengan keikhlasan orang yang ahli ibadah dan keikhlasan orang ahli muhibbin .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar